Connect with us

Perkutut

PGM Bird Farm Sampang, Catat Tiga Transaksi dalam Sehari, Mulai Jebol kandang Sampai Borong Anakan

KONBUR Tayang

:

Semarak hobi perkutut tanah air dampaknya begitu luar biasa. Perburuan burung kelas lomba dan juga materi indukan tidak bisa lagi terbantahkan. Bukan saja dari kalangan level atas dan para pendahulu yang menjadi pelaku dari dampak yang terjadi tersebut, mereka yang yang mengaku sebagai pendatang baru, tidak mau kalah dalam melakukan aksi berburu perkutut berkelas.

KUNG MANIA SAMPANG saat berkumpul di PGM Bird Farm

Kenyataan ini semakin membuktikan bahwa peluang dan kesempatan untuk bermain dalam komunitas ini, terbuka untuk siapapun dan dimanapun saja. Tidak terbatas pada hanya satu kelompok atau golongan saja. PGM Bird Farm Sampang yang hadir sebagai peternak mengaku mendapatkan berkah dari semarak hobi perkutut.

Produk kandang ternaknya menjadi salah satu incaran kung mania. “Alhamdulillah sampai saat ini ternakan saya masih laris manis diserbu pembeli, saya sendiri tidak bisa lagi mengorbitkan burung dari kandang sendiri karena memang tidak ada burung,” ungkap Zainul Gaffar sang pemilik.

JEBOL KANDANG G.6 dilakukan Supriyadi, pemula nekat

Bookingan beberapa kandang juga menjadi catatan dalam buku daftar, salah satunya kandang G.8 (MTT K.14 x AKN D.7). Anakan dari kandang ini diakui Gaffar laris manis. “Indukan kandang G.8 sampai saat ini sudah melahirkan anakan sebanyak 20 tetasan dan semua sudah laku, sampai-sampai saya tidak bisa menyimpan anak-anaknya,” ungkap Gaffar

Ada keinginan untuk merombak formasi kandang dengan harapan agar hasilnya lebih bagus lagi, namun hal itu jelas sangat tidak mungkin karena kedua indukan harus melahirkan anakan demi memenuhi daftar bookingan yang masuk catatan. Ludesnya produk ternak PGM Bird Farm menjadikan kung mania semakin yakin untuk menjadikan referensi.

RESMI PINDAH, indukan PGM G.6 jadi milik Supriyadi

Salah satunya Supriyadi, kung mania asal Pangarengan Sampang. Sosok pendatang baru, mengaku berani ambil produk karena melihat hasilnya yang tidak mengecewakan. “Saya sebenarnya ingin memiliki lagi produk PGM terutama untuk kandang favorit, namun sampai saat ini belum dapat karena sudah banyak yang diminta orang lain,” imbuhnya.

Kenyataan inilah yang menjadikan pemula nekat ini menjebol kandang PGM G.6 yang dihuni indukan jantan PGM K.8 bersama pasangan betinanya Arista K.9. Menurut Ainul Gaffar, indukan tersebut merupakan pasangan baru yang belum berpoduksi, namun sudah dijebol kandang.

KEBERSAMAAN yang tidak pernah usai dilakukan kung mania

“Saya memang belum tahu kualitas anaknya, tapi dari indukan yang saya dengar dan informasi dari rekan-rekan bahwa kualitas indukannya bagus, maka saya berani jebol meski belum pernah mendengar anaknya. Apalagi selama ini anakan PGM selalu muncul bagus, makanya saya yakin untuk menjebol,” papar juragan tambak garam.

Diakui oleh Supriyadi bahwa untuk meminang kedua indukan tersebut, dirinya harus merogoh kocek sebesar Rp 50 juta. “Alhamdulillah sekarang saya punya indukan PGM dari hasil jebol, mudah-mudahan bisa mendapatkan anakan bagus karena indukan ini bagus dan merupakan pilihan Mas Gaffar,” kata Supriyadi lagi.

PGM BF KANDANG G.6, indukan baru tapi sudah laku terjual

Bahkan dirinya mengaku, jika masih ada yang lebih bagus lagi, ia masih berminat untuk mendapatkannya. “Saya rencana mau buat kandang ternak lebih banyak, saat ini masih ada sedikit, makanya saya masih cari indukan untuk mengisi kandang ternak saya,” imbuh pria yang identik dengan kopiah dan sarung.

Sebelumnya Supriyadi juga menjebol kandang AKN A.22 (Surban Putih ring Naga Muba x AS). “Saya kan ingin belajar mencoba materi yang sudah terbukti di AKN dan PGM, untuk menambah materi kandang ternak saya. Yang tentunya untuk meramaikan hobi perkutut di Sampang,” imbuhnya.

INDUKAN KANDANG G.6 yang kini sudah tidak tinggal di PGM lagi

Jebol kandang yang dilakukan Supriyadi ternyata bukan satu-satunya transaksi yang terjadi di markas PGM Bird Farm. Pada hari yang bersamaa, ada tiga transaksi yang terjadi. Selain Supriyadi ada Saifuddin dari Jrengik Sampang yang mengambil anakan kandang K.7 (AA x PGM 501).

Sedangkan transaksi lainnya adalah Muhammad Hafi Sampang yang membawa anakan K.9 (Cikeas x PJR). “Saya berharap agar produk yang sudah pindah tangan dari saya ke beberapa rekan-rekan kung mania, memilii kualitas sesuai harapan dan tidak sampai mengecewakan,” harap Gaffar.

Advertisement

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.