Connect with us

Ternak

Peternak Murai Mahesa BSF Cok Agung Ubud: Bermaterikan Indukan Jawara, Cetak Anakan Siap Laga

KONBUR Tayang

:

de
MAHESA BSF: Siap Menyemarakkan Permuraian di Bali

SELAMA ini Cok Agung Ubud dikenal sebagai pemain yang banyak mengorbitkan cendet di arena kontes. Puluhan cendet berprestasi dicetak dari tangan dingin pewaris tunggal Puri Saren Kangin Banjar Pejeng Aji Tegalalalang Ubud Gianyar ini. Belakangan Cok Agung juga bermain di kelas anis merah, kacer yang terkenal bernama Maharaja dan kemudian terjun di kelas bergengsi murai batu.

de
COK AGUNG UBUD: Dari Pemain Merambah Dunia Breeding Murai Batu

Bergabung bersama BSF Bali, Cok Agung tak pernah putus berlomba. Baik di skala latber, local, regional hingga  nasional. Namun sang punggawa BSF Mr. Baim yang begitu peduli pada pelestarian membuka wawasan Cok Agung. Dari sekedar berlomba kemudian mulai suntuk beternak murai batu. Terlebih lagi tiga putranya yang masih balita yang membuat lebih banyak tinggal di rumah. ‘’Dari pada jago-jago yang sudah juara ini nganggur lebih baik diternak saja,’’ ujar Cok Agung ketika disambangi Agrobur di Puri Saren Kangin Banjar Pejeng Aji Tegalalang Ubud Gianyar Bali.

de
BETINA SUPER: Siap Masuk Kandang

Sebagai peternak pemula yang banyak dibimbing dan didukung penuh oleh suhu Mr. Baim, beberapa langkah dilakukan sebelum berkembang lebih jauh. Mahesa BSF sudah menggunakan ring silver PBI dengan materi-materi indukan yang sudah pernah menjuarai kelas murai batu.

DARI FABREGAS HINGGA BANSOS

Sederet indukan ex prestasi sudah masuk kandang. Bahkan beberapa di antaranya sedang mengeram. Seperti Fabregas yang dipasangkan dengan indukan ciamik yang bermental tempur. Keseharian betinanya rajin berbunyi. Kini sedang mengeram tiga butir telor dari dua kali produksi. Fabregas sendiri dikenal sebagai murai batu yang bergaya sujud-sujud dengan rolingan lagu-lagu kecil plus jurus pamungkas tembakan cililinnya yang dahsyat.

de
FABREGAS: Menunggu Pasangannya Sedang Mengeram

Di sebelahnya ada Bansos yang pernah dinobatkan sebagai murai batu terbaik di ajang Road To Piala Presiden. Sebagai gaco yang juga bergaya sujud-sujud dengan rolingan, besetan dan tembakan cililinnya yang edan, Cok Agung  mencarikan pasangan betina yang setimpal dari trah darah bermental jawara. Kini sedang membangun sarang dan siap kawin.

de
BANSOS: Siap-siap Kawin Bersama Betina Mewah

Di paling ujung dari tiga kandang special berdekatan dengan bale bengong tempat memantau burung, ada betina anak tunggal dari juara runner up Giri Prasta Cup bergelang Hery Petulu. Betina ini dipasangkan dengan pejantan istimewa sudah teruji di latberan dan sudah mulai mengeram.

de
PEJANTAN TANGGUH: Berpasangan dengan Anak Juara Runner Up Giri Prasta Cup

Di 15 kandang lainnya yang terpisah dibagi menjadi dua blok ada Road Glade yang juga bertemu betina trah jawara. Anoman yang sempat meraih juara I ring silver PBI di ajang Bupati Bangli juga ikut menghuni kandang bersama betina super. Masih ada sederet indukan yang rata-rata sudah teruji di latberan.  ‘’Sebagai pemain burung, kami berharap besar anakannya kelak bisa berlaga di lomba,’’ harap Cok Agung yang  diamini Rafly Citra BML yang ikut mencarikan betina super trah jawara dari peternak Jawa.

de
DUA BLOK: Dari Materi Ex Prestasi Siap Meretaskan Anakan-anakan Lomba

Mahesa BSF tidak saja begitu konsen pada materi indukan yang harus berkualitas lomba – – bermental tempur, bervolume besar dan tajam dengan karakter gaya yang mewah juga ketika pasca panen. Anakan yang sudah bisa makan sendiri dimasukkan ke kandang umbaran yang super besar. Tujuannya untuk menempa fisik mendekati alam liar. ‘’Kalau sudah fisiknya kuat, baik otot maupun  pernapasannya bagus maka daya tempurnya akan jauh meningkat,’’ ujar Cok Agung yang di antara pejantannya ada yang dipoligami dan kini kedua betina itu sedang mengeram.

de
KANDANG MURAI: Ikut Bersumbangsih Peduli Pelestarian

Untuk memasukkan lagu-lagu masteran buat anakan yang dikarantina, Mahesa BSF memakai master hidup. Di antaranya cucak cungkok, kolibri, cucak jenggot, cucak ranti yang bersuara cililin, parkit, jalak suren, love bird hingga cendet-cendet yang super gerejaan yang jumlahnya puluhan.

PAKAN PRASMANAN

Untuk memenuhi asupan ekstra pooding yang menjadi pakan utama indukan, Mahesa BSF memberikan pakan wajib cacing dan jangkrik alam. Sementara ulat kandang diselang seling dengan ikan nyalian nyantung serta kroto seminggu dua kali.

de
KANDANG LUAS: Berharap Indukan Sehat dan Anakan Netas Sempurna

Dengan pakan yang kandungan proteinnya tinggi, indukan lebih cepat birahi. Bahkan sampai sanggup poligami. Seperti ikan nyalian nyantung yang banyak ada di selokan yang diberikan 3-4 ekor sehari taruh di cepuk air. Sedangkan voor diberikan hanya ketika dalam kondisi ngurak.

Selain itu, bak mandi dipastikan tetap tersedia air bersih. Karena indukan yang berproduksi akan selalu mandi bahkan dua sampai tiga kali dalam sehari. Kekurangan mandi akan bisa berakibat fatal. Terlalu over bisa mengancam si betina.

KANDANG REKREASI

Untuk menambah semangat, Cok Agung membangun kandang dengan konsep rekreatif. Tidak saja berfungsi mencetak anakan lomba juga begitu nyaman sebagai tempat beristirahat. Karena itu, di depan tiga kandang utama dibangun gazebo dengan full music dan wifi. Cok Agung atau rekan-rekan kicau mania yang berkunjung bisa beristirahat sambil menikmati kandang, gemericik air kolam yang mengelilingi bangunan bersaka empat itu.

de
BEREKREASI: Sambil Beternak juga Bisa Sebagai Tempat Rekreasi Buat Penggemar Murai Batu

Di seberang halaman ada dua blok kandang yang terisolasi dengan satu kandang umbaran super besar. ‘’Kami memang penikmat hobi, tetapi kami juga sangat serius memilih materi agar kelak bisa membanggakan buat Mahesa BSF dan juga buat rekan-rekan yang mempercayakan anakan di sini,’’ harap Cok Agung yang keseharian kini bergelut dengan tiga putra-putrinya yang sedang tumbuh kembang. *agrobur3

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Trending

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.