Connect with us

Perkutut

Peserta Membludak, Tigerwood, Luxuri dan King Safir Obrak Abrik Latber Pocan Bersatu 2020 Sidoarjo

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gelaran Latber Pocan (Pondok Candra) Bersatu Sidoarjo, Minggu 26 Januari 2020 terselenggara dalam kondisi cuaca yang sangat cerah. Perjuangan para orbitan yang berada di atas kerekan dan gantangan, nampaknya begitu bersemangat untuk menunjukkan performa terbaiknya.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Tokoh perkutut lintas kota bersama Ketua Pengwil Jatim

Dua blok Kelas Dewasa Bebas, dua blok Kelas Setengah Kerekan (Piyik Yunior) dan tiga blok Kelas Piyik Hanging, menjadi kelas yang dibuka panitia. Para peserta begitu yakin dan percaya diri untuk bisa tampil bagus dihadapan para pemilik burung, para pendukung dan peserta lain.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Terlebih jika melihat membludaknya peserta, rasanya persaingan perebutan posisi kejuaraan berlangsung sengit dan menegangkan. Tiga kelas yang dibuka, tidak nampak adanya nomor kosong. Bahkan menurut pengakuan Kirno, pengurus Lapangan Pondok Candra mengaku sebenarnya jumlah peserta bisa bertambah, andai saja panitia masih membuka diri untuk menambah blok dimasing-masing kelas.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Formasi juri yang diturunkan dalam Latber Pocan Bersatu

“Ada peserta yang tidak kebagian tiket, karena peserta sudah penuh. Paling banyak terdapat di Kelas Piyik Hanging,” jelas Sukirno, pemilik Stya BF. Hal senada dikatakan Gus Wawan, salah satu panitia. “Alhamdulillah peserta membludak tapi kami tidak bisa menambah jumlah blok karena memang terbatas,” kata Gus Wawan.

Advertisement
Advertisement

Membludaknya peserta tidak terlepas dari dukungan kung mania. Dari daftar hadir yang di dapat mediaagrobur.com, peserta yang ikut ambil bagian dalam kegiatan ini berasal dari Bangkalan, Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Jombang, Mojokerto, Tuban, Kediri dan bebrepa kota lainnya.

Tigerwood bersama Fauzi sang perawat dan Hamid Jupiter sang peternak

Untuk di Kelas Dewasa Bebas, juara pertama menjadi milik Tigerwood, orbitan Soni Hartanto kung mania Surabaya. Perkutut produk Jupiter yang dikerek pada nomor 41 menetapkan dirinya sebagai juara setelah meraih bendera tiga warna hitam pada babak pertama, kedua dan ketiga.

Hadir pula Ketua Pengwil P3SI Jawa Timur, H.Gunawan. “Saya hadir karena ingin menyapa rekan-rekan kung mania sekalian silaturrahmi dan kebetulan ada waktu kosong,” ungkap H.Gunawan. Sementara itu, empat babak penjurian yang berlangsung, akhirnya menetapkan juara di masing-masing kelas yang dilombakan.

Para peraih juara di Kelas Dewasa Bebas

Meski di babak keempat hanya meraih bendera dua warna hitam, namun sudah memastikan diri sebagai juara pertama. Sebenarnya Tigerwood sempat mendapatkan perlawanan sengit dari Putra Binuang, orbitan H.Jay/H.Reyhan Banjarmasin di babak pertama dan kedua, dengan raihan nilai sama tiga warna hitam.

Namun dibabak ketiga dan keempat, Putra Binuang tak mampu melanjutkan persaingan karena perkutut ternakan Batu Hitam yang dikerek pada nomor 46 hanya meraih juara ketiga. “Sayang sekali Putra Binuang kurang bunyi,” kata Fauzi putra H.Atro sang perawat burung.

Abah Toha Krian sukses menangkan Luxuri diposisi pertama

Sedangkan juara kedua diraih oleh Pelestine, andalan H.Iwan Jombang. Kepastian perkutut bergelang TS ini berkat Raihan bendera tiga warna hitam pada babak ketiga dan keempat. Artinya perkutut yang menempati nomor kerekan 25 menyalip dibabak akhir penjurian, karena pada babak-babak awal raihan bendera yang didapat hanya dua warna hitam dibabak pertama dan dua warna dibabak kedua.

Cak Goendul (kanan) berhasil munculkan performa Naga Siluman

Di Kelas Piyik Yunior, juara pertama diboyong oleh Luxuri, andalan H.Toha Krian. Menggunakan ring DIE, perkutut yang menempati nomor kerekan 118 memimpin sejak babak kedua dengan perolehan nilai bendera tiga warna hitam. Di babak pertama raihan bendera tiga warna nampaknya tidak memberikan posisi aman mengingat ada beberapa lawan yang mendapatkan hasil yang sama.

Pra peraih juara di Kelas Piyik Yunior (Setengah Kerekan)

Raihan bendera tiga warna kembali didapat pada babak ketiga, sekaligus mengunci gelar sebagai pemenang, meski dibabak keempat bendera dua warna hitam menjadi miliknya. “Alhamdulillah burung saya bisa juara pertama meski belum banyak tampil di lapangan. Mudah-mudahan bisa kembali juara di lomba-lomba berikutnya,” harap Abah.Toha.

Diposisi kedua, ada Naga Siluman orbitan Cak Goendul Team Bulldog Surabaya. Menempati nomor kerekan 35, perkutut bergelang Cak Goendul sukses meraih bendera tiga warna pada babak pertama, kedua dan ketiga, serta bendera dua warna hitam pada babak keempat.

Para peraih juara di Kelas Piyik Hanging

“Hasil yang harus saya syukuri karena Naga Siluman mau tampil bagus menghadapi lawan yang memiliki jam terbang sudah tinggi dan nama besar,” ungkap Cak Goendul. Menyusul diposisi ketiga, ada nama Joko Mangu andalan Gus Irul Jombang. Menempati nomor kerekan 126, perkutut ternakan Khoyir sukses meraih bendera tiga warna pada babak pertama, kedua dan ketiga serta bendera dua warna hitam pada babak keempat.

“Burung ini baru saya turunkan dilomba dan ternyata mau bunyi, mudah-mudahan bisa lanjut pada lomba berikutnya,” kata Gus Irul. Sedangkan di Kelas Piyik Hanging, juara pertama dipastikan menjadi milik King Safir orbitan Poerwanto Surabaya. Perkutut ternakan Grand Master yang menempati nomor gantangan 103 memastikan diri meraih podium pertama sejak babak pertama dengan raihan bendera tiga warna hitam.

Kung mania menikmati proses penjurian Latber Pocan Bersatu

Kepastian tersebut semakin menjadi kenyataan dan benar-benar yakin, setelah pada babak berikutnya meraih bendera yang sama, yakni tiga warna hitam. Diantara tiga blok peserta di Kelas Piyik tak satupun yang berhasil menyamai hasil nilainya. Bahkan dibabak ketiga dan keempat King Safir semakin menunjukkan kelasnya setelah berhasil meraih nilai bendera tiga warna.

Disusul kemudian oleh Desy Ratnasari, amunisi Moh.Syahri Mojokerto. Menempati nomor gantangan 31, perkutut ternakan Sinar Bulan berhasil meraih bendera tiga warna pada babak pertama, kedua dan ketiga serta dua warna hitam pada babak keempat. Dan diurutan ketiga, muncul nama Tiger orbitan Djunaedi Mojokerto.

Lapangan Pondok Candra Sidoarjo semarak oleh gelaran latber

Perkutut bergelang DND yang digantang pada nomor 30 sukses meraih bendera dua warna hitam pada babak pertama, tiga warna pada babak kedua dan ketiga serta dua warna pads babak keempat. Diakhir acara, panitia mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta yang telah mendukung gelaran Latber Pondok Candra Sidorajo. Ucapan permohonan ma’af juga disampaikan jika selama penyelenggaraan acara ada hal-hal yang kurang berkenan.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.