Connect with us

Perkutut

Pertarungan Sengit di Liga Perkutut Jogja Istimewa Phoenix Cup V, Akhirnya Dimenangkan Senopati, Laras, Posh Boy dan Cemburu

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Gelaran Liga Perkutut Jogja Istimewa Phoenix Cup V yang dihelat pada Minggu 21 Juli 2019, benar-benar menjadi ajang adu bantai para peserta yang turun dimasing-masing kelas yang dilombakan. Para peserta yang akhirnya dinobatkan sebagai juara, harus melalui pertarungan hebat dan sengit.

Para peserta yang sukses menembus daftar juara Liga Jogja Istimewa

            Perolehan nilai yang sangat tipis, meimbulkan sebuah tontonan yang seru dan menegangkan. Satu sama lain saling memperlihatkan performa terbaiknya dan memancing para juri untuk selalu mendapatkan pantauan. Lapangan Ngrejan Sleman Yogyakarta yang dipilih menjadi lokasi penyelenggaraan, seakan menjadi saksi bisu atas apa yang dilancarkan oleh para peserta.

Di Kelas Dewasa Senior, tiga perkutut berebut posisi paling depan. Mereka adalah Senopati orbitan Winardi Banjarmasin, Sangkuriang andalan H.Jajak/Sunan BF Semarang dan Mas Karebet milik Ongky Sleman. Di babak pertama dan kedua, ketiga burung ini meraih hasil sama yakni bendera dua warna hitam.

Tim Sunan BF Yogyakarta boyong juara di semua kelas

Memasuki babak ketiga, perolehan nilai mengalami perubahan. Senopati yang dikerek pada nomor 118 menyalip keduanya dengan raihan bendera dua warna, sementara Sangkuriang dan Mas Karebet meraih bendera satu warna (bendera koncer). Dibabak keempat inilah posisi kejuaraan menentukan.

Senopati, perkutut ring OSMC menutup babak akhir dengan raihan bendera dua warna hitam dan dinobatkan sebagai juara pertama. Sedangkan Sangkuriang ternakan BN dan Mas Karebet ring YL, juga menutup babak keempat dengan raihan bendera dua warna hitam. Hasil ini nampaknya draw. Sangkuriang dan Mas Karebet memiliki nilai sama.

Dimeja rekap, ternyata ditentukan bahwa juara dua diraih oleh Sangkuriang pada kerekan nomor 116 dengan kemenangan suara tengah dan Mas Karebet yang dikerek pada nomor 097 menyusul pada urutan ketiga. Di Kelas Dewasa Yunior, Laras orbitan Suprapto Gunung Kidul Yogyakarta pada kerekan 151 keluar sebagai juara pertama.

A Giong Yogyakarta menerima trophy juara

Kemenangan perkutut ternakan Panji, berkat raihan bendera dua warna pada babak pertama dan ketiga. Di babak kedua meraih bendera tiga warna dan bendera dua warna hitam dibabak keempat. Sementara itu diposisi kedua dan ketiga sempat terjadi pertarungan imbang antara Liwung andalan Sukiyono Gunung Kidul pada kerekan 131 dan Karang Sari milik Kisnandar Blitar pada kerekan 142.

Kedua burung ini meraih nilai sama yakni dua warna hitam selama empat babak berturut-turut. Namun demikian keputusan siapa yang harus juara dua dan tiga, ditentukan di meja rekap. “Setelah saya lihat dan periksa, ternyata momor Kerekan 131 menang di ujung dibandingkan kerekan 142,” terang Susriyanto juru rekap.

Artinya Liwung ternakan BBF dinobatkan sebagai juara kedua dan Karang Sari ring Kasa diurutan ketiga. Di Kelas Piyik Yunior, juga sempat terjadi perang sengit. Posh Boy andalan Agus Yogyakarta yang dikerek pada nomor 62 meraih bendera dua warna hitam pada babak pertama dan ketiga, tiga warna pada babak kedua dan bendera koncer pada babak keempat.

Suasana penjurian di Kelas Kerekan

Dengan demikian perkutut ternakan WKB ini akhirnya lolos melenggang sebagai juara pertama. Sementara itu, Gendang Mataran amunisi A Giong Yogyakarta dan No Yes andalan H.Prabukusumo Yogyakarta memiliki nilai sama yakni bendera dua warna hitam selama empat babak berturut-turut.

Keputusan diambil setelah berada dimeja rekap bahwa Gendang Mataram ring AK maju sebagai juara kedua karena memiliki keunggulan diujung. Sedangkan No Yes produk ternak Kedaton diposisi ketiga. Di Kelas Piyik Hanging, Cemburu amunisi Fauzy/Sunan BF Yogyakarta pada gantangan 22 berhasil menjadi yang terdepan.

Peserta Kelas Piyik Hanging penuh sesak

Raihan bendera koncer pada babak pertama, dua warna hitam pada babak kedua, ketiga dan keempat meloloskan perkutut ternakan BN sebagai peraih podium pertama. dilanjutkan oleh Rod Stewart miik Fery Sleman yang digantang pada nomor 14, produk Fevta ditetapkan sebagai peraih posisi kedua dengan nilai bendera dua warna hitam pada babak pertama dan keempat, dua warna pada babak kedua dan ketiga.

Menyusul kemudian Tentara Langit milik Samiyo/Prof Sunarno Bantul pada gantangan 19, ternakan SMS diurutan ketiga dengan raihan bendera koncer pada babak pertama, bendera dua warna hitam pada babak kedua dan ketiga serta bendera dua warna pada babak keempat.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.