Connect with us

Lomba

Perang Bintang di Ajang Elang Hitam: Pemburu, Janda Muda dan Cancer Double Winners

KONBUR Tayang

:

de
Adu kualitas di laga murai batu, tak cukup adu urat tapi mesti diiringi kualitas materi dan mental tarungnya.

TIDAK ada yang bisa menduga siapa gaco yang akhirnya bisa menjadi bintang lapangan di sebuah event lomba. Terlebih lagi kualitas gaco yang turun rata-rata burung yang sudah melalui proses tempaan dengan penilaian dewan juri yang ketat, maka burung yang punya kualitas materi dan cukup mentallah yang bakal lolos menjadi yang terbaik.

Calon walikota Denpasar Gede Ngurah Ambara Putra ikut hadir di tengah-tengah kelas anis merah Kertalangu sekaligus tancapkan koncer merah

Seperti pada ajang Elang Hitam, Minggu 15 November 2020 kemarin di gantangan D’tukad Kertalangu Denpasar. Lomba bertajuk Road to Anniversary Elang Hitam ini sejak sesi pertama hingga lomba berakhir persaingan di antara gaco berjalan super ketat, bahkan sampai peserta ikut adu urat saraf untuk mensupport gacoannya walaupun akhirnya berhasil diredam oleh duet MC Mr. Eko Gacor dan Mr. Aldi.

Ke-Jes unggul di laga merah B

Lomba diawali kelas ania merah Kertalangu. Sesaat naik, para kontestan langsung tancap gas memainkan telernya. Namun tak mudah untuk bisa bertahan di tengah lawan-lawannya yang sudah matang. Di pertengahan banyak gaco yang bertumbangan meletik. Namun SGP dan Ke-Jes yang bersebelahan begitu lelep dengan gaya klasikknya yang hiper. SGP tampil dengan modal variasi lagu-lagunya yang ciamik, begitu juga Ke-Jes yang sudah berpengalaman. Namun di sesi ini SGP berhasil terdepan.

Kudeta, tampil nancep langsung mengkudeta di laga ketika anis merah

Di laga kedua yang sampai menembus 47 peserta, pertarungan bertambah seru. Ke-Jes milik Rudi berhasil mengambil alih podium utama. Tampil stabil sejak start hingga finish mendapat perlawanan dari Bento milik Gde Banjar.

AK-47, melaju ke puncak di sesi murai A

Sementara Kudeta yang sempat bertengger di posisi ketiga dan ketujuh berhasil menunjukkan perfoma terbaiknya di laga ketiga dan mendominasi koncer merah. Namun di laga penutup giliran Virus yang menduduki singasana setelah tertinggal di sesi sebelumnya. Ke-Jes yang stabil di dua kelas berhasil ditetapkan sebagai anis merah terbaik

Balakosa tampil garang di sesi kedua

Perang bintang tak terelakkan terjadi di laga murai. AK-47 milik Kadir yang tampil garang sepanjang digantang berhasil menyisihkan sedikitnya 45-an lawan-lawan tangguhnya. Namun di laga kedua yang nyaris full peserta Balakosa yang rajin melancarkan tembakan tampil terdepan. Balakosa mendapat lawan setimpal yakni Sakera yang juga piawai memainkan tembakan cililin yang dikombain lagu jangkrikan. Sama-sama di sisi selatan, Balakosa dan Sakera jadi tontotan peserta.

Sakera akhirnya sabet podium utama

Namun Sakera akhirnya berhasil membalas setelah diturunkan di sesi ketiga.Memilih di sisi utara Sakera di puncak bertemu Dewa Langit Jr milik D’tukad yang juga tampil edan. Dan baru di laga penutup RR yang bak mesin diesel merangkak naik hingga menduduki posisi puncak. Di partai neraka ini Sakera berhasil jadi murai terbaik.

Godzilla moncer di laga ijo A

Sulitnya menstabilkan cucak ijo terlebih di hawa sejuk dan rindang, membuat persaingan berlangsung ketat. Godzilla sukses memetik kemenangan di sesi Kertalangu, namun disalip Anak Alas di laga kedua yang kemudian Hercules terdepan di sesi ketiga sebelum ditutup Gokong di babak keempat. Hercules kemudian ditetapkan sebagai ijo terbaik.

Anak Alas unggul di sesi ijo C

Berbeda dengan kelas ocehan, di kelas love bird Pemburu milik Mbah Gondrong berhasil mendominasi kelas fighter. Sempat Putri Tunggal mengunci di sesi Kertalangu, namun di laga berikutnya giliran Pemburu yang mengambil alih singasana sekaligus ditetapkan sebagai fighter terbaik.

Jawara LB fighter B

Hal yang sama juga terjadi di kelas paud. Janda Muda yang diusung Mr. AGN juga sukses membabat dua kelas sebelum diserahlan kepada T-Moon Jr dan Pinokio di dua babak terakhir. Janda Muda juga berhasil membawa pulang trofi paud terbaik.

Jawara paud A

Dominasi juara juga terjadi di kelas hwamei. Cancer milik Tu Leong sukses memetik hasil sempurna setelah tampil nancep memainkan rolingannya. Sementara di kelas kenari Shiva, Nikotin dn Argentina berbagi poin. Ada juga kelas kacer dan cendet.

Jawara kacer

Mr. Solihin Alaska mewakili panitia Elang Hitam BC dan juga juri Oriq Jaya yang bertugas mengucapkan terimakasih kepada seluruh kicau mania yang sudah berkenan hadir meski di hari yang sama banyak ada gelaran lomba namun memilih event Elang Hitam BC. Terimakasih juga disampaikan kepada rekan-rekan kicau mania yang sudah bekerjasama disiplin menerapkan protokol kesehatan Covid-19  dan tertib mengikuti jalannya lomba. ‘’Kami juga memohon maaf kiranya sebelum, selama dan sesudah penyelenggaraan lomba kami melakukan hal-hal yang kurang berkenan,’’ ucap Solihin Alaska  yang juga dengan tulus disampaikan rekan-rekan Elang Hitam lainnya. (gde)

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.