Connect with us

Perkutut

Pengda Badung Cup, LPB Seri II (8/3): Buldozer dan Bali Mistik Terdepan di Dewasa, Palem dan Kaswari Puncaki Piyik

AGROBUR Tayang

:

de
JUARA SENIOR: Buldozer terdepan

MESKI sehari sebelumnya hujan lebat mengguyur Bali sepanjang hari, namun kung mania Bali dan juga ada dari Jawa dan Lombok tumpah ruah menghadiri Liga Perkutut Bali seri II bertajuk Pengda Badung Cup yang digelar Minggu, 8 Maret 2020 di lapangan Pengwil P3SI Bali Sanur, Denpasar.  Dengan penuh sportifitas dan tetap mengedepankan guyub rukun, lomba berjalan empat babak mengorbitkan sederet gaco yang sudah teruji kualitasnya di depan dewan juri P3SI.

de
SEMANGAT: Ramaikan LPB seri II

Antusias kung mania untuk hadir, panitia dari Pengda P3SI Badung yang digawangi Made Widiana membuka lima blok, baik di kelas dewasa senior dan junior, piyik yunior dan piyik hanging yang special dua blok. Rata-rata ramai peserta. ‘’Kami mewakili panitia  mengucapkan terimakasih kepada kung mania yang sudah bersedia hadir, begitu juga terimakasih buat rekan-rekan yang sudah mensupport doorprize sehingga lomba berjalan meriah. Permohoan maaf juga kami sampaikan jika selama penyelenggaraan lomba ada hal-hal yang kurang berkenan,’’  ujar Made Widiana yang sekaligus sebagai ketua Pengda P3SI Badung.

Advertisements
de
JAWARA SENIOR: Disabet Buldozer

Dari empat kelas yang diperebutkan, rata-rata persaingan di masing-masing kelas demikian ketat. Seperti pada kelas dewasa senior yang akhirnya kembali mengorbitkan Buldozer debutan H Salim Andriyanto tampil sebagai pemenang.

Advertisements
de
KETUT SUAMBARA: Fasilitator terbangunnya lapangan Pengwil P3SI Bali ikut pantau dewasa senior.

Buldozer yang dikerek di nomor 30 hasus berjuang keras untuk bisa terdepan. Gaco bergelang Arista ini di babak pertama dimana cuaca masih adem hanya berhasil mengantongi 43 ½ usulan atau tiga warna. Namun di babak kedua yang mulai panas, Buldozer mulai menunjukkan karakter mentalnya. Memanggung dengan tempo balesannya yang pas sehingga kualitas suaranya tetap terjaga. Tiga warna hitam pun diperoleh begitu juga di babak ketiga Buldozer semakin edan kembali meraih tiga warna hitam.  Hasil ini mengantarkan Buldozer memuncaki kelas dewasa senior.

Baca Juga  Daftar Juara Alap-alap Bali Cup I 8/12 di Pondok Bambu Denpasar: Buka Kelas Tambahan, Otodidak dan Ici Kiwir Juara Umum
de
LPB II: Berlangsung ramai

Buldozer mendapat lawan Ali Baba yang digantang di nomor 45. Gaco milik Moh Hasan dari Alam BF ini sempat tertinggal di babak pertama hanya meraup dua warna hitam. Namun di tiga babak berikutnya langsung borong tiga warna dan beberapa kali difavoritkan menerima usulan. Ali Baba bergelang JM ini pun menduduki posisi runner up.

Di peringkat ketiga ada Mandala debutan H Anang AMG. Berada di nomor 22 Mandala bergelang Arista ini sempat meraih tiga warna di babak pertama. Namun sempat tertinggal di babak kedua dan ketiga hanya mengantongi dua warna hitam. Namun di babak keempat kembali dengan kualitas tiga warna plusnya.

de
BALI MISTIK: Jawara yunior milik H Salim

Pertarungan hangat juga terjadi di kelas dewasa yunior. Bali Mistik bergelang JBM yang kini berada di tangan H Salim Andriyanto tampil terdepan. Bali Mistik sempat mengantongi tiga warna di babak  kedua sedangkan di babak yang lain juga menunjukkan kinerja terbaiknya.

de
JAWARA DEWASA YUNIOR: Bali Mistik terdepan.

Bali Mistik bersaing ketat dengan Bunga Surga milik Herlan HD bergelang NERO. Berada di gantangan 75 anak dari Misteri Surga ini mendapat tiga warna di babak ketiga sedangkan babak yang lain juga menunjukkan kualitas suaranya yang istimewa.

de
JAMAICA: Sabet empat warna di babak pertama.

Yang cukup mengejutkan terjadi di kelas piyik yunior. Jamaica bergelang Palem yang diusung tim Anak Manja Jember sukses menunjukkan kualitas suaranya di depan kung mania yang hadir. Jamaica berhasil meraih empat warna di babak pertama dan kemudian cuaca panas membuat para kontestan kurang kerja.

de
JAWARA PIYIK YUNIOR: Persaingan ketat setelah gaco dari Jember hadir di Bali

Jamaica akhirnya menyabet posisi puncak dipepet Mama Cantik bergelang A&A milik Suparlan yang empat babak full meraih tiga warna. Sementara juara ketiga disabet The King One yang meraih tiga warna di babak ketiga.

Baca Juga  Meski Hujan, Jumat Ceria Pondok Indah Jalan Terus 13/12: Dingin-dingin Murai Ring Tetap Panas
de
BINTANG KEJORA: Juarai piyik hanging

Di laga piyik hanging yang membuka dua blok, tetasan Kaswari kembali unggul. Kali ini dipegang I Wayan Tunas.  Bintang Kejora begitu namanya berhasil mengantongi tiga warna di babak pertama kemudian sempat dua warna hitam di babak terakhir.

de
JAWARA PIYIK HANGING: Tetasan Kaswari terdepan

Di posisi kedua disabet Mama bergelang Sapta Pesona milik Suparlan. Mama juga meraup tiga warna di babak pertama. Ada sederet peternak Bali yang berhasil moncer di antaranya Putra Dewata BF, PA Bird Farm, Soneta, PBM, NGR, Akor, Wira, Tunggul Ametung dan AMG.

de
DOORPRIZE: Selalu ditunggu kung mania

Lomba diakhiri undian doorprize sumbangan dari kung mania Bali. Namun yang sudah menjadi tradisi usai lomba, setiap pemenang tak terkecuali harus rela berbasah-basah karena kung mania akan mengucuri air sesaat pemenang menerima trofi.

de
HERLAN HD: Juga kena siraman air

Seperti di ajang kemarin, Herlan Susilo, pemilik NERO BF yang kini jadi pengusaha rumah makan HD di Jalan Marlboro Denpasar yang lebih memilih memproteksi diri, tetapi kemarin luluh dan berbaur dalam canda ceria setelah Bunga Surga yang merupakan anak dari Misteri Surga moncer di kelas dewasa yunior. Begitu juga Gustu Adipati ikut basah lantaran salah satu tetasan Adipati BF moncer di kelas dewasa yunior. Bahkan terpaksa tidak mengenakan baju pulang ke markas Adipati di Buduk Badung.

de
GUSTU ADIPATI: Ikut kena guyur

H Salim Andriyanto malah sudah langganan kena guyuran air begitu juga H Anang AMG yang seringkali gacoannya moncer di lomba. ‘’Kami memang sengaja membangun tradisi ini untuk semakin melekatkan tali guyub rukun di antara kung mania. Tidak saja dalam canda ria di lapangan  tetapi dalam hal-hal lain jika rekan kung mania mengalami musibah, maka rasa persaudaraan itu mesti dikedepankan,’’ terang Sekretaris Pengwil P3SI H Achmad Thosan.

Baca Juga  Nirmala Cup 1 Feat Oriq Jaya di GKB: Avatar, Bendoll 19, Pitung, Thunder, Madawa dan Sonic Terbaik, Duta PPR dan Aura Bali Juara Umum

Tidak saja di awal lomba dewan juri dibriefing, begitu juga saat usai, dewan juri wajib mengevaluasi diri demi perkututan yang lebih baik di masa depan. Ketua bidang penjurian P3SI Bali Triyasa Kusuma Negara memimpin evaluasi juri yang didampingi ketua bidang lomba H Salim Andriyanto, ketua Pengwil Budi Dharma, para penasehat seperti Mindrajaya, Gustu Adipati dll.

Ketua Panitia Made Widiana mewakili panitia dan juri yang bertugas kembali mengucapkan terimakasih kepada kung mania yang sudah berkenan hadir, terimakasih pula buat rekan-rekan yang sudah memberikan dukungan serta memohon maaf jika ada hal-hal yang kurang berkenan. *agrobur3

de

Advertisements

Perkutut

H.Gunawan Ketua P3SI Pengwil Jatim : Ayo Lipatgandakan Perhatian dan Kepedulian Kita Terhadap Juri

Published

on

P3SI Pengwil Jawa Timur nampaknya tidak ingin berlama-lama melihat dampak yang ditimbulkan oleh serangan virus Covid – 19. Dihentikannya seluruh agenda konkurs tanah air yang sudah tersusun rapi, menjadi awal penderitaan yang dialami oleh juri, salah satu unsur dalam eksistensi hobi burung perkutut.

Pengurus P3SI Pengwil Jawa Timur mengajak untuk peduli pada juri

Juri yang seharusnya bisa terus bertugas, mendapatkan penghasilan, kini hanya bisa pasrah menerima keadaan. Kenyataan ini semakin jelas terlihat dan terasa, bagi juri yang selama ini hanya menggantungkan hidupnya dari hasil jerih payah menjadi pengadil di arena konkurs. Rasa ini akhirnya membuat P3SI Pengwil Jawa Timur terpanggil untuk meringankan derita juri.

Advertisements

Lewat aksi donasi yang dilancarkan, P3SI Pengwil Jawa Timur mengajak elemen yang selama ini bersinggungan dengan hobi perkutut, terutama mereka yang kerap kali turun konkurs untuk bersama-sama meringankan pilu yang dirasakan juri. Donasi bertajuk membangun kebersamaan lewat aksi donasi ini diharapkan bisa terealisasi sesuai keinginan.

Advertisements
Info donasi Pengwil Jawa Timur via WA Group

“Kami dari Pengurus P3SI Pengwil Jawa Timur ingin memberikan dukungan dan menumbuhkan semangat kepada juri dengan sedikit bantuan yang bisa kami berikan. Mudah-mudahan aksi ini berjalan sesuai keinginan dan hasilnya bisa maksimal,” terang H.Gunawan, Ketua P3SI Pengwil Jawa Timur.

H.Gunawan mengaku tidak ada target berapa nominal yang akan dicapai, namun berharap angka yang terkumpul bisa benar-benar memberikan manfaat bagi juri Jatim yang terdampak dengan liburnya agenda konkurs. “Kami hanya berharap agar dukungan yang diberikan mampu membantu juri meringankan beban yang saat ini mereka alami,” imbuhnya.

Saatnya pengurus memikirkan juga para juri

Harapan yang paling besar diharapkan datang dari peternak yang selama ini ikut meramaikan hiruk pikuknya dunia hobi perkutut, karena dari mereka-mereka inilah, bantuan bisa diterima. Peternak adalah pihak yang memiliki kedekatan langsung dengan aktivitas hobi burung perkutut dan mereka yang selama ini banyak beraktifitas memajukan perkembangan hobi.

Baca Juga  Daftar Juara Alap-alap Bali Cup I 8/12 di Pondok Bambu Denpasar: Buka Kelas Tambahan, Otodidak dan Ici Kiwir Juara Umum

“Saya yakin peternak, terutama untuk peternak besar, tidak akan tinggal diam dengan kondisi juri saat ini, kenyakinan saya didasari atas kiprah mereka selama ini yang selalu mensupport meramaikan dunia hobi perkutut, khususnya ketika akan digelar agenda konkurs. Terus terang kami menunggu mereka untuk segera membantu kami mewujudkan program peduli juri,” harap H.Gunawan lagi.

Pengwil Jawa Timur kini membuka donasi untuk juri

Saat ini P3SI Pengwil Jawa Timur memiliki juri sebanyak 54 orang. jumlah inilah yang diharapkan bisa terbantu dengan adanya donasi dukungan untuk memberikan sumbangan. Diharapkan pula jumlah yang terkumpul nantinya setidaknya bisa menutup kebutuhan juri meski tidak seratus persen.

Artinya beban yang selama ini mereka rasakan bisa berkurang. H.Gunawan juga tidak menutup mata jika ada pihak-pihak selain peternak yang ingin memberikan bantuan. “Program ini murni untuk membantu juri, jadi kami menerima bantuan dari mana saja. Semakin banyak bantuan yang masuk, itu artinya akan memudahkan kami untuk mewujudkan keinginan juri,” lanjutnya.

Jacob Jaoman yang ditugaskan menyebarkan informasi mengaku selalu berharap ada respon bagus. “Mudahan-mudahan program donasi ini mendapatkan respon bagus dari seluruh pihak untuk membantu juri meringankan beban mereka. Saya ditugaskan Ketua Pengwil Jatim untuk nge-share informasi donasi ini kebeberapa group WA,” kata Bendahara P3SI Pengwil Jatim.

Apresiasi Pengurus Pengwil Jatim untuk juri sudah dilakukan lewat donasi

Sejak dibuka Senin, 6 April 2020 sampai Selasa 7 April 2020 jam 20.00 WIB sudah ada sekitar 20 orang yang menyatakan mendukung dengan jalan memberikan bantuan. “Sampai saat ini saya belum menghitung berapa rupiah yang sudah diterima, namun nama penyumbang dan jumlah angka-angkanya semua tertera dalam pengumuman donasi,” kata Jacob.

Tidak menutup kemungkinan jumlah penyumbang akan terus mengalir seiring berjalannya waktu. “Saya yakin jumlah penyumbang akan terus bertambah, karena kepedulian teman-teman kung mania, terutama peternak begitu besar. Harapan saya mereka tidak perlu menunggu waktu untuk memberikan bantuan,” yakin H.Gunawan.

Baca Juga  Perang Konslet di Piala Kapolres Gianyar Cup IV 30/6: Klungkung BC dan David SF Juara Umum

Advertisements
Lanjutkan Membaca

Perkutut

H.Djainuri Surabaya : Saat Konkurs Libur, Pengurus Pengwil dan Pengda Harus Perhatikan Nasib Juri

Published

on

Tidak dapat dipungkiri, kasus serangan virus Covid – 19, telah menghantam dan melumpuhkan sektor ekonomi. Dunia hobi perkutut tanah air menerima dampak dari merebaknya penyakit Corona. Juri menjadi salah satu elemen yang merasakan betul adanya intruksi dihentikannya seluruh agenda konkurs di tanah air yang sudah tersusun.

H.Djainuri pemilik Sultan Bird Farm Surabaya

Libur konkurs menjadi kabar duka bagi sebagian juri. Padahal sebelum kasus Corona mencuat, hampir dipastikan setiap minggu mereka bisa mendapatkan penghasilan saat tugas di lapangan. Bahkan even lokalan yang terjadi hampir setiap hari, menjadi tambahan bagi mereka. Namun semua itu, kini hanya tinggal kenangan.

Advertisements

Bagi mereka yang menjadikan profesi juri sebagai sampingan, mungkin liburnya konkurs tidak menjadi masalah, karena masih ada penghasilan lain. Sebaliknya mereka yang selama ini benar-benar mengharapkan penghasilan saat bertugas, pasti merasakan betul tertutupnya sumber dana untuk menyambung hidupnya.

Advertisements
Libur Konkurs jangan sampai lupa perhatikan nasib pelaku hobi

Inilah moment yang sebenarnya bisa dilakukan semua pihak, untuk bisa membuktikan kepedulian bagi juri. Juri yang selama ini menjadi partner kerja pengurus, harus tetap mendapatkan perhatian. H.Djainuri Surabaya mengatakan bahwa upaya beberapa pihak dengan menggalang donasi untuk memberikan bantuan pada juri, dinilai sudah bagus.

“Saya apresiasi pada mereka yang peduli kepada juri dengan memberikan bantuan materi, meski sebenarnya cara demikian tidak cukup dan belum menyelesaikan masalah,” tegas pemilik Sultan Bird Farm Surabaya. Menurutnya penggalangan dana yang dilakukan saat ini adalah upaya untuk memberikan tambahan bagi juri menjelang perayaan lebaran atau Idul Fitri.

Padahal juri yang selama ini menggantukan hidupnya dari konkurs, butuh aliran dana untuk menyambung hidup sebelum lebaran itu datang. “Kalau penggalangan dana hanya diberikan menjelang lebaran, lalu untuk makan saat ini dapat dari mana. Libur lomba sudah berlangsung kurang lebih satu bulan dan mereka tidak mendapatkan penghasilan,” terangnya.

Baca Juga  Perang Konslet di Piala Kapolres Gianyar Cup IV 30/6: Klungkung BC dan David SF Juara Umum
Pengurus Pengwil dan Pengda harus perhatikan nasib juri saat libur konkurs

Perhatian pengurus seharusnya untuk saat ini dulu, karena kebutuhan tersebut sangat mendesak. “Apa yang kita berikan pada juri untuk saat ini mungkin bisa berupa beras atau makanan pokok lain, sampai penggalangan dana itu ditutup dan kemudian disebarkan. Kasihan juri yang selama ini berharap banyak pada kita,” lanjut H.Djainuri.

Karena yang pasti dampak virus covid – 19 ini telah menghentikan seluruh kegiatan kung mania, baik berupa latber, liga, lomba besar ataupun LPI sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Maka upaya penggalangan dana untuk juri pada saat menjelang lebaran atau Idul Fitri, menjadi pilihan berikutnya.

“Saya katakan bahwa saat ini Pengurus Pengwil dan Pengda sedang diuji. Seberapa peduli pengurus kepada juri yang selama ini menjadi salah satu elemen penting dalam hobi perkutut. Eksitensi mereka selama ini tidak bisa dianggap enteng. Karena merekalah, hobi perkutut bisa tetap ada sampai saat ini,” imbuhnya.

H.Djainuri berusaha tetap pantau perkembangan hobi perkutut

Lebih lanjut H.Djainuri mengatakan bahwa dengan tidak adanya kegiatan, maka mereka tetap butuh penghasilan agar bisa terus makan. “Pengurus harus memikirikan bagaimana juri bisa terus makan meski tidak ada lagi kegiatan, begitu juga dengan media yang tidak henti-hentinya memberitakan informasi, maka mereka ini harus kita pikirkan bagaimana nasibnya,” katanya lagi.

Menggandeng beberapa peternak besar dan juga pengusaha, adalah jalan terbaik untuk membantu juri dan juga media yang selama ini menggantungkan hidupnya dari konkurs. “Saat ini nilai kebersamaan kita diuji, kolaborasi Pengwil dan Pengda untuk memberikan dukungan bagi juri, benar-benar diharapkan. Jadi jangan hanya memikirkan konkurs saja tetapi sektor lain terbaikan,” katanya lagi.

H.Djainuri berharap juri bisa tetap makan saat libur konkurs

H.Djainuri menambahkan bahwa tugas kali ini bukan hanya milik Pengwil, tetapi juga harus diusahakan oleh Pengda, karena Pengda yang lebih dekat, lebih mengenal kondisi juri-juri yang dimiliki. Pengwil mungkin hanya sebatas memberikan support penuh untuk kelangsungan program kepedulian untuk juri.

Baca Juga  Ijo-Murai Dominasi Kamis Guyub Rukun PBI 17/10: Darah Biru Vs Samurai, Aligator Vs Diamond

Soal nilai yang harus diberikan kepada juri, H.Djainuri memberikan masukan bahwa jangan sampai menyamaratakan antara juri yang betul-betul menggantungkan hidupnya dari menjuri dan mereka yang menjadikan profesi juri hanya sebagai sampingan atau tambahan. Itulah keadilan yang sebenarnya.

Advertisements
Lanjutkan Membaca

Perkutut

Program Peduli Juri, Pengwil P3SI Jawa Tengah Buka Donasi THR, Sementara Terkumpul Dana Dua Puluh Juta Rupiah

Published

on

Entah kapan konkurs tanah air kembali digelar. Muncul banyak pertanyaan seputar dihentikannya agenda milik kung mania Indonesia. Mereka berharap agar kasus serangan virus Covid – 19 yang menghentikan seluruh kegiatan manusia, segera berakhir. Dampaknya terasa luar biasa. Nyaris tak ada kegiatan sama sekali.

Donasi sementara sudah terkumpul dana Rp 20.250.000,-

Konkrus yang selama ini menjadi ladang bagi kung mania untuk menyalurkan hobi dan mengais rejeki, kini tidak bisa lagi dirasakan. Salah satu pihak yang merasakan betul dampak tersebut adalah juri. Mereka yang selama ini menggantungkan hidupnya dari konkurs, kini harus berusaha menerima keadaan.

Advertisements

Tak ada lagi pemasukan yang bisa mereka terima karena konkurs, untuk sementara harus dihentikan. Kondisi inilah yang akhirnya ditangkap Pengurus P3SI Pengwil Jawa Tengah. Henryarto Susilo, Ketua Bidang Penjurian P3SI Pengwil Jawa Tengah berinisiatif untuk memberikan pemasukan bagi juri yang selama ini harus meliburkan dirinya.

Advertisements

“Beberapa waktu lalu, pagi-pagi ketika saya duduk santai di rumah. Ada perasaan sedih  dan kasihan ketika lomba diliburkan karena pasti banyak juri yang terkena imbasnya,” tutur Henryarto. Apalagi juri yang selama ini menggantungkan pemasukan dari hasil menjuri, pastinya akan merasakan betul liburnya konkurs.

Henryarto (kanan) bersama Budi SP (tengah) gagas ide Donasi THR Juri

Muncul keinginan untuk memberikan sesuatu pada juri. “Apa sich yang bisa dilakukan buat juri, langsung saya up load pengumuman membuka donasi lewat group WA. Lalu saya hubungi Pak Budi. Saya bilang ma’af Pak Budi saya ngelancangi, tidak ada koordinasi dulu. Pak Budi bilang, gak apa-apa saya dukung, kemudian Pak Budi memberikan support luar biasa dengan menyumbang sebesar 1,5 juta,” papar pemilik Atlas BF Semarang.

Budi SP, Ketua Pengwil P3SI Jawa Tengah ketika dikonfirmasi mengakui bahwa THR sudah menjadi agenda tetap setiap menjelang lebaran. “Pemberian THR adalah kegiatan rutin tiap tahun, kita memberikan donasi kepada juri setiap mau lebaran dengan jalan diadakan lomba, seluruh keuntungan diberikan kepada juri,” ungkap Budi SP

Baca Juga  Ijo-Murai Dominasi Kamis Guyub Rukun PBI 17/10: Darah Biru Vs Samurai, Aligator Vs Diamond

Karena saat ini tidak ada lomba dan mereka tidak ada pemasukan, sedangkan untuk memberikan THR jelas tidak mungkin, “Melihat kondisi seperti itu, maka teman-teman bergerak untuk memberikan donasi seikhlasnya,” imbuhnya. Dikatakan oleh Henryarto ataupun Budi SP bahwa donasi ini tidak ada target berapa rupiah yang akan dicapai.

Budi SP diantara Pengurus Pengwil P3SI Jawa Tengah

“Rencana donasi ini akan kami tutup secepatnya, namun Pak Budi mengusulkan untuk memperpanjang waktu dengan pertimbangan barangkali ada yang masih ingin memberikan dukungan. Berapapun rupiah yang terkumpul, maka itulah yang akan diberikan kepada juri yang berhak menerima,” kata Henryarto.  

Pembagian akan dilakukan secara merata kepada semua juri P3SI Pengwil Jawa Tengah tanpa melihat klasifikasi juri tersebut. “Nantinya hasil dari sumbangan ini akan dibagi rata. Tidak ditentukan lewat tingkatan juri, semua mendapatkan nilai yang sama,” lanjur Henryarto. Hal senada dilontarkan Budi SP.

“Setelah donasi terkumpul maka akan dibagikan rata. Karena dalam program ini tidak ada istilah siapa harus ngasih berapa, jadi kami melihat bukan tingkatan juri tapi melihat ada keadilan,” jelasnya. Ada sekitar 16 juri dan 3 perekap yang bakal menerima donasi tersebut. Namun dijelaskan oleh Budi SP bahwa tidak menutup kemungkinan ada penancap yang juga akan kebagian.

Kepedulian Pengurus Pengwil P3SI Jawa Tengah terhadap nasib Juri

“Nanti penancap yang seringkali dipakai bisa jadi dikasih, dengan jumlah berbeda dari juri dan perekap,” kata Budi lagi. rencananya donasi ini akan dibagikan menjelang lebaran. Tidak ada acara khusus dalam pembagian donasi karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk dilakukan.     

  “Pembagian donasi untuk juri, nanti dikirim via rekening. Jadi tidak ada acara khusus,” kata Henryarto. Meski donasi ini merupakan program Pengwil P3SI Jawa Tengah, namun antusias kung mania dari luar wilayah dalam memberikan dukungan sangat besar. “Donasi ini tidak terikat hanya untuk kalangan di daerah Jawa Tengah saja, siapapun bisa memberikan sumbangan,” kata Henryarto lagi.

Baca Juga  Kemeriahan Tunggul Ametung Cup LDB 2019: Peserta Membludak, Dangdutan, Perang Bintang di Senior

“Alhamdulillah teman-teman kepeduliannya cukup tinggi. Kami tidak ingin memberikan tekanan, mau ngasih 100 ribu ataupun berapapun akan kami terima. Kalau bukan kita siapa yang akan memperhatikan nasib juri. Saya atas nama Pengwil P3SI Jawa Tengah mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan yang telah diberikan,” ucap Budi SP.

Hendro Lung-Lung (kanan) sebar informasi donasi juri ke WA Group

Pengumuman donasi ini juga diposting di group KMI karena menurut Budi SP bagaimanapun juri Jateng adalah bagian dari juri nasional. Hendro Lung-Lung, yang mencoba meng-share informasi ini mengatakan bahwa dirinya ingin agar program ini tidak hanya diketahui oleh kung mania Jawa Tengah tetapi juga oleh pihak luar.

“Program ini ini sangat bagus dan harus diketahui oleh semua pihak, jadi saya berusaha menyebarkan via WA ke beberapa group,” sebut Hendro. Karena yang pasti tidak menutup kemungkinan teman-teman yang tersentuh memberikan bantuan dipersilahkan. Harapan dengan adanya program ini juri ada pemasukan dalam masa sulit ini.

Libur konkurs berdampak besar pada kelagnsungan hidup para juri

“Ya ada sedikit pemasukan bagi juri. Saya berharap bisa diikuti daerah lain untuk melakukan hal yang sama,” harap Henryarto. Sampai hari Minggu, 5 April 2020 jam 17.00 WIB, jumlah sumbangan yang masuk sebesar Rp 20.250.000,- tidak menutup kemungkinan jumlah ini akan terus bertambah seiring meluasnya informasi tersebut.  

Advertisements
Lanjutkan Membaca