Connect with us

Lomba

Para Jawara Legenda Anis Merah Dari Masa ke Masa, Siapa Saja Mereka ?

KONBUR Tayang

:

Para Jawara Legenda Anis Merah
MUSIM LOMBA 1997-2008. Anis Merah jadi sesi yang paling ramai dan bergengsi.

Musim lomba tahun 1997 hingga penghujung 2008 jenis burung anis merah tengah menuju  puncak popularitasnya. Persaingan  dikelas ini semakin sengit, tidak hanya prestasi, gengsi dan prestise sang pemilik juga dipertaruhkan.

Siapa saja para jawara penguasa podium juara dimasa itu yang namannya yang kerap jadi headline  atau judul dihalaman utama Tabloid Agrobur, media cetak pertama dan satu-satunya khusus burung ketika itu?

Diawali dari blok timur, nama Zamorano menjadi jawara tanpa tanding, prestasinya selalu mencorong ketika itu. Anis Merah koleksi Sien Ronny dari Surabaya yang ditakeover dari Kiking Bandung dengan mahar yang sangat fantastis menjadi salah satu anis merah terbaik ketika itu.

Burung tersebut tidak hanya merajai dikelasnya sebagai jawara lintas blok, kehadirannya juga turut mendongkrak pamor anis merah kepuncak kejayaannya. Nilai jual anis merah prestasi dimasa itu langsung melejit setinggi langit.

Sementara diblok tengah, ada Teko dan Salju milik Paulus Topsong dari Klaten juga tak kalah hebat prestasinya.. Masih diwilayah tengah juga ada Bebek Atlas punya Tutuk Kurniawan dari Semarang.  Untuk wilayah Purwokerto, Robot Gedek punya Edy SK juga kerap juara saat bertandang ke Jakarta..

Seputar Jawa Timur dan Tengah, tak ketinggalan, juga ada jawara lainnya  bernama Juventus salah satu penguasa diwilayah timur adn tengah ketika itu, yang. juga kerap menghiasai halaman depan Tabloid Agrobur

Bergeser ke blok barat, memasuki akhir tahun diawal tahun 2000an anis merah masih berkiblat pada  sejumlah kota di Jawa Barat. Dari Bandung ada Walet punya H Nono yang namanya melegenda.

Masih dari kota yang sama, juga ada Untung yang biasa dikawal Aay Mulyana. Burung ini juga sempat menghebohkan  lapangan Pluit dengan aksi atraktifnya, dengan  mempopulerkan gaya teler doyong hingga rebah,  yang menjadi awal trendsetter gaya teler terbaru ketika itu.

Sedangkan Tasikmalaya burung-burung terbaik masih didominasi koleksi Kimpen Putri Ayu, Dongkrak dan lainnya.

Jabodetabek, peta kekuatan anis merah dimasa itu juga terbilang keras persaingannya.  Anis merah Panser saat itu turut melejitkan nama Reno sang pemilik dari tim Pasar Burung Cipinang ke puncak popularitasnya sebagai kicaumania muda.

Namun, tidak lama kemudian burung ini pindah tangan ke Sinatra Liman dari tim Pondok Indah BC yang juga mengkoleksi burung terbaik lainnya seperti Siatsu dan Bayangan.

Keberadaan bos Pondok Indah Group ditengah komunitas kicaumania saat itu pula yang untuk pertamakalinya sebuah lomba besar digelar dilapangan kawasan Pondok Indah, perumahan paling elite  di Jakarta.

Selain itu, tm Pondok Indah BC ini juga memilik burung legendaris lainnya seperti Bebek Peking kepunyaan Agus Fery.

Jawara anis merah lainnya juga dikuasai dua tim besar di Jakarta. Adalah koleksi  dua The Dream Team yakni Dewa Ruci BC dan Mahabarata BC. Tim Dewa Ruci dikenal dengan anis merah hebatnya bernama Inzagi milik Kawi Salim. Sementara Mahabarata BC ada Tarzan koleksi Herry IP yang juga selalu tampil istimewa dalam setiap penampilannya.

Diluar tim atau Bird Club (BC), anis merah milik perorangan atau Single Fighter (SF) lainnya yang selalu momcer juga ada Starlet besutan H Edy Rusdy dari Pecenongan Jakarta.

Memasuki tahun 2000, muncul Bali Dancer koleksi Rusli dari Bogor. Tidak hanya itu, ditahun-tahun berikutnya dia juga sukses menampilkan Carok.

Berikutnya ada Achun Owen dengan sejumlah burung tangguhnya, diantaranya Tjaplok, Owen, Lexotan dan lainnya. Sosok Achun Owen ketika itu juga menjadi ikon Jayakarta Tim. Ditangannya nama Jayakarta Tim berkibar dilintas lomba nasional.

Masih ditahun yang sama, kemudian ada nama Badai dan Gosip punya Agus Hasan juga turut merajai dikelasnya.

Selanjutnya, ada Gentayangan kepunyaan Fabio (Haris) dari Bintaro. Kehadiran burung ini disetiap even yang diikutinya nyaris tak ada lawan. Burung ini juga dikenal menjadi penguasa anis merah dimasa itu.

Ditahun 2008 muncul nama Guruh milik Jaya dari Sukabumi.  Ketika itu Guruh menjadi the rising star anis merah yang meraih hadiah  hadiah sebesar Rp 50 juta diajang BnR Cup di Cibubur. Jumlah hadiah paling besar disaat itu.

Dipenghujung masa keemasannya anis merah masih ada nama Redlable  orbitan Jhonpur/Danu dari Junior BC. Setelah itu, popularitasnya mulai meredup. Kehadiran para komunitas pecinta anis merah disejumlah kota dan daerah beberapa tahun belakangan ini mulai kembali mengangkat pamor jenis ini. *agrobur4.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lomba

Poseidon Milik Yudhistira Delta Pandawa Boyong Trophy Runner up Kelas Bermanfaat SMM Feat Wahyu Polda

Published

on

By

Meski jarang tampil digelaran SMM, nama Poseidon salah satu gaco milik Yudhistira sang punggawa Delta Pandawa tiba tiba saja sukses mencuri perhatian para juri yang betugas, tampil apik digelaran SMM feat Wahyu Polda pada Minggu 10 Oktober 2021 kemarin Poseidon berhasil keluar sebagai juara runner up saat turun di sesi ke Sembilan dikelas Bermanfaat dengan tiket 4,4 juta.

Poseidon In Action

Sebetulnya Crew Yudhistira datang ke gelaran SMM Feat Wahyu Polda dengan membawa dua gaco andalan yakni Egois dan Poseidon, Egois mendapatkan porsi paling banyak yakni 3 kali turun di sesi 2,5 dan juga 9 sedang untuk Poseidon hanya mendapat 2 porsi yakni sesi 1 dan 4. Tapi karena Egois kurang tampil maksimal, maka tiket untuk sisi ke 9 langsung berpindah tangan ke Poseidon yang sudah on fire.

Cak Arie Sukses Kawal Poseiden Runner up Kelas Bermanfaat

Poseidon tampak tampil ngotot memberikan perlawanan kepada para pesaingnya tak lama setelah digantang, dengan gaya sujud serta ngeplaynya yang khas saat membawakan lagu iapun tak henti hentinya mengumbar sederet isian macam Srindit, Kenari, Gereja Tarung yang ditutup dengan tembakan panjang CIlilin, ternyata cukup sukses mencuri perhatian para juri yang bertugas, sayang Poseidon harus kalah toss (karena bendera kejuaraan sama) dan harus puas berada di posisi runner up kalah dari Sultan milik Abah Wahyu sang penghuni podium juara 1.

Memang beberapa hari ini Egois kurang begitu tampil, sepertinya mau ngurak alias ganti bulu untung ada Poseidon yang berhasil menggantikan tugas Egois ungkap Om Nasa saat ditemui dipaddocknya, awal turun disesi utama kelas HBD Wahyu, Poseidon tampil apik dengan ngotot saat membawakan sederet materi lagu sayang sampai pertengahan tampak kelelahan jadi kurang kerja maksimal akhirnya Poseidonpun kandas, cuaca panas tampaknya juga turut mempengaruhi kinerja Poseidon saat kembali diturunkan disesi ke 4, lagi lagi Poseidon gagal ngoncer.

Alhamdulillah disesi ke 9 akhirnya Poseidon berhasil kerja maksimal dan sukses mempersembahkan penampilan terbaiknya dengan keluar sebagai juara runner up saat berlaga dikelas Bermanfaat, ya mudah mudahan saja Poseidon bisa kerja maksimal dan masih bisa stabil di jalur juara ungkap Arie saat ditemui di paddocknya usai gelaran SMM Feat Wahyu Polda pada Minggu 10 Oktober 2021 kemarin.

Lanjutkan Membaca

Lomba

Masih Tanggung Jawab Sambel Ijo Milik Mr Dany Den Bagoes Bawa Pulang Trophy SMM Feat Wahyu Polda

Published

on

By

Torehan apik masih sukses dipersembahkan oleh pasukan Ring Den Bagoes SF asal Surabaya saat berlaga di gelaran SMM Feat Wahyu Polda yang digelar pada hari Minggu 10 Oktober 2021 kemarin, datang dengan membawa dua gaco andalan yakni Brownis dan Sambel ijo, kedua gaco ini tampak siap tanding dengan kondisi on fire.

Sambel Ijo In Action

Brownis mendapat porsi lebih banyak, diturunkan sebanyak 2 kelas, yakni disesi ke 5 kelas persahabatan, dan juga diturunkan kembali dikelas Bermanfaat yang berada disesi ke 9, didua kelas ini Brownis tampak kurung kerja maksimal, meski awal digantang tampak ngotot bak kesetanan, edan cuaca disini benar benar panas hingga banyak burung bagus yang kerja kurung maksimal termasuk Brownis, bahkan banyak juga yang turun alis neblok ungkap Danang salah satu Crew Den Bagoes SF.

Abah Hudan Bareng Mr Dany Den Bagoes Selfie Bareng Setelah Ngoncer

Hingga sesi ke sembilan pasukan Den Bagoes belum memperolah satu kemenangan pun digelaran SMM Feat Wahyu Polda kali ini, tinggal satu sesi, harapan terakhir hanya tinggal kepada Sambel Ijo, yang harus turun disesi pamungkas kelas Beradab, mengingat cuaca cukup panas hingga 36 derajat tampaknya harus rubah setingan ungkap Mr Danny kepada para perawatnya.

MR Dany Den Bagoes, Katam Saat bersama Didik Warok Tuban

Bak gayung bersambut, Sambel ijopun langsung tampil ngotot sesaat setelah digantang, mendapat lawan seimbang Sambel Ijo tampak tampil lebih ngeyel dengan gaya sujud sujud Sambel Ijo tampak tak henti hentinya memuntahkan materi tonjolan Cililin, Kenari hingga Gereja Tarung yang sudah menjadi andalannya, hingga akhirnya Sambel Ijo berhasil bertengger di posisi ke 5 kelas Beradab sisi pamungkas gelaran kali ini.

Pasukan Ring Den Bagoes Bareng PS SF Tampil All Out Di Gelaran SMM Feat Wahyu Polda

Alhamdulillah Sambel Ijo masih bisa tanggung jawab, hingga mampu memberikan trophy ekslusive gelaran SMM Feat Wahyu Polda kepada team saya. meski setingannya sedikit dirubah menjelang naik mengingat cuaca gelaran kali ini panasnya cukup extrim, hingga banyak burung bagus kerja kurang maksimal ungkap Mr Dany saat ditemui diakhir gelaran SMM Feat Wahyu Polda pada Minggu kemarin.

Lanjutkan Membaca

Lomba

Piala Barometer Indonesia: Laga Bintang Lintas Blok Terpanas Tahun Ini, Jago Siapa Saja Yang Memiliki kans Juara ?

Published

on

Piala Barometer Indonesia

Piala Barometer Indonesia yang dikemas Pelestari Burung Indonesia (PBI) Cabang Tangerang sudah didepan mata. Lapangan Batalyon Kaveleri 9, Serpong Tangerang Banten, Minggu 17 Oktober 2021 ini bakal jadi saksi dalam laga bintang terpanas tahun ini dan menjadi catatan sejarah.

Lalu jago siapa saja yang akan menjadi barometernya burung terbaik nasional. Semuanya memiliki kans atau peluang yang sama untuk naik ke podium juara. Berikut, jago-jago hebat yang bakal menunjukkan performa terbaik.

Piala Barometer Indonesia, Didisain khusus.

Tim tamu baik SF maupun BC dari luar kota sudah mulai berdatangan dengan memboyong sejumlah burung jagoannya. Kubu tuan rumah, juga tak mau kehilangan momentumnya, sudah menyiapkan amunisi-amunisinya untuk menjamu kehadiran tim tamunya.

Even ini menjadi ajang laga bintang lintas blok burung-burung terbaik tanah air. Tanpa bermaksud mengesampingkan kehebatan burung-burung milik SF dan BC peserta lainnya, berikut ini sejumlah burung jawara  dan para pemiliknya yang sudah memastikan kehadirannya.

Dari kubu tuan rumah, nama Ronald Owen dari Owen n Crew BSD Tangerang sudah pasti menyiapkan sejumlah gaco terbaiknya. Dia mengandalkan kekuatan duet maut Cucak Hijau Godong dan Heboh, dua  burung yang  sedang melejitkan namanya dipuncak juara.

Rencananya dia bakal memainkan  5 sesi dikelas cucak hijau, selain itu juga ada anis merah andalannya yang akan menjadi amunisi untuk melengkapi poin dalam perebutan juara umum.

Masih dikawasan BSD H. Dadi dari Iriz SF juga sudah sejak jauh hari mempersiapkan gaco hebatnya, salah satu diantaranya  Cucak Hijau Juventus dan juga Murai Batu lainnya. Nama Cucak Hijau Juventus juga sedang melambung dipuncak prestasi.

Dari Jakarta, H Andi Owen sudah dipastikan turun dibeberapa jenis burung terutama Murai Batu salah satunya Demang andalannya. Selain itu  ada  gaco handalnya Pelor Sakti dan Gumaya.

Sedangkan jawara murai batu lainnya juga ada Pedro koleksi Bonni Novandi dari Mabeta SF Cibubur. Tidak hanya itu Bonni juga akan memainkan murai batu SPL dan Cucak Hijau Lapis Legit.

Sementara dari Depok Arif MAU SF juga bakal memboyong murai batu Tompel gaco handalnya yang saat ini tengah dalam kondisi top formnya. Pun halnya Mr Kiki Ares bersama KAW Teamnya bakal menyiapkan sejumlah gaconya, selain dimurai batu juga ada kacer-kacer terbaiknya.

Masih dari Depok, King SF asuhan Ranggi yang baru saja menggelar even akbarnya King Cup di Cibubur juga bakal turut meramaikan gaco-gaco terbaiknya, terutama murai batu, cucak hijau dan kacer.

Begitu juga dengan Umi Kasum sudah pasti menurunkan burung-burung andalannya koleksi Olix Mr Joss Lampung. Dari Bekasi, nama 279 Team sudah dipastikan bakal turut meramaikan peta persaingan khususnya di murai batu dengan gaco andalannya yang saat ini tengah mencorong prestasinya yakni murai batu Pangeran.

Di Karawang murai batu Guncang besutan Triyanto Bintang Arwana BF sudah siap dalam kondisi terbaiknya untuk turut berlaga diajang kali ini. Nama Murai  Batu MS jawara legendaris koleksi Henry dari Cicurug Sukabumi yang baru saja memenangkan dikelas utama di King Cup Cibubur lalu juga sepertinya akan turut mewarnai persaingan dikelas tersebut.

Dari Serang Banten, ada Rojo Sujud koleksi Putra Krespo Krespo SF. Burung ini juga  belum lama merayakan suksesnya juara dikelas utama Murai Batu Banten Open 1 di Serang.  Dari Bandung ada Ivan Syam Royal Sakura juga sudah memastikan kehadirannya dengan memboyong gaco-gaco andalannya.

Untuk perebutan juara umum lainnya, ada  Andry N B 90 SF juga sudah memastikan kesiapannya sebagai kandidat dari SF. Pun halnya tim lainnya juga ada Dt The Premiere Borobudur yang bakal meramaikan dipodium juara umum BC terbaik.

Bergeser ke blok tengah, nama Tedy Kecak dan Bintang Pradana juga bakal siap mewarnai persaingan disemua kelasnya.

Begitu juga dari blok timur  ada Alex Gresik bakal menampilkan murai batu Superman andalannya.  Masih dari Gresik nama  H Said dia juga sudah memastikan bertandang menjajal gaconya ke blok barat dengan burung unggulan yang baru dibelinya seharga Rp 340 juta.

Selain itu juga ada nama lain yakni Haliintar Dwi Jalu. Pun halnya  kehadiran Abah Hudan di Piala Barometer ini juga bakal siap mengusung gaco-gaco terbarunya, yang konon menghabiskan Rp 400 juta buat belanja burung jawara terbaiknya ini.

Yang pasti, selain nama-nama diatas tadi masih banyak peserta lain tidak bisa disebutkan satu persatu, dengan kehebatan sejumlah burung terbaiknya juga memiliki kesempatan sebagai  juara untuk memboyong Thropi Exclusive. *agrobur4.

Lanjutkan Membaca
Advertisement banner

Copyright © 2019 Media Agrobur. Powered by agrobur.