Connect with us

Ternak

Pandawa Lima BF Depok, Spesialis Menangkar Murai Batu Eksotis dan Ekor Panjang Endemik Indonesia

AGROBUR Tayang

:

Breeding Murai Batu Pandawa Lima Depok
Om Dwi Setto di depan kandang
Advertisements
Tika Bird Food Madura

Kini sudah banyak penangkar murai batu yang sukses dan tersebar disejumlah daerah dan kota-kota besar tanah air, baik yang terdaftar di asosiasi maupun yang mandiri atau berdiri sendiri. Sebagian besar mereka menangkar murai batu fighter yang biasa digunakan untuk lomba. 

Advertisements

Burung fighter hasil penangkaran lazimnya dipersiapkan ke lapangan lomba. Lain halnya dengan Pandawa Lima Bird Farm milik Om Dwi Setto dari Depok, dia lebih memfokuskan penangkaran murai batu jenis langka yang memiliki warna bulu eksotis. Karena keunikan ini, harganyapun bisa mencapai ratusan juta rupiah. Jenis apa saja?

Breeding Murai Batu Pandawa Lima Depok
Proses penjodohan

Peternak khusus murai batu warna eksotis memang hanya bisa dihitung dengan sebelah jari. Selain harga burungnya yang lumayan mahal karena keindahan dan keunikannya, tingkat kesulitan menangkarnyapun lumayan tinggi.

Penangkaran Om Dwi Setto, yang juga ketua sebuah asosiasi bernama Penangkar dan Konservasi Burung Indonesia (PKBI) memang spesial budidaya murai batu eksotis. Tidak banyak burung yang diternakannya, hanya 14 petak kandang itupun terbagi  di dua lokasi terpisah, karena yaitu tadi dia tidak menangkar burung murai batu jenis fighter secara masal yang umumnya tengah banyak dilakukan para penangkar murai batu saat ini. “Hanya burung yang memiliki warna menarik serta langka dan jenis ekor panjang endemik yang kami kembangkan disini,” jelasnya.

Breeding Murai Batu Pandawa Lima Depok
Anakan Jenis Leucistic

Beragam jenis murai batu dengan keindahan dan eksotismenya sudah berhasil dibudidayakannya, mulai dari jenis Murai Batu Leucistic, Supak original hingga jenis blorok dan ekor panjang asli Sumatera endemik Indonesia. Kini dia juga sedang mengembangkan jenis split dari Cremino Leucistic.

Murai batu Supak dengan ciri khas warna bulu dadanya berwarna kuning keputihan jadi bukan coklat kekuningan seperti murai batu pada umumnya. Jenis ini berasal dari Ujung Pancu-Aceh.

Baca Juga  Cucak Hijau Raja Tembak Amunisi KAW Team, Kembali Tampil Konslet Di Cibubur
Breeding Murai Batu Pandawa Lima Depok
Jenis Supak

Om Dwi mengembangkan galur murni. Supak original yang dikembangkan dengan burung sejenisnya. Begitu juga jenis Bahorok maupun Marike,  burung-burung tersebut diternakan dengan jenis yang sama, kelak menghasilkan produk asli galur murni.

Begitu juga jenis ekor panjang, burung asli Sumatera panjang ekor up 28 cm untuk pejantan dan betinanya up 16 cm. “Kusus ekor panjang yang kami ternakan disini  endemi burung Sumatera atau asli Indonesia, bukan ekor panjang impor,” terangnya dikediamannya Perumahan Beji Permai, Tanah Baru, Depok Jawa Barat.

Selain mengembangkan budidaya murai batu warna-warna ekostis dan ekor panjang, sebagian diantaranya juga dia menangkarkan jenis fighter di lokasi terpisah.

Breeding Murai Batu Pandawa Lima Depok
Ekor Panjang Endemik Indonesia dari Sumatera (kiri) dan Jenis Blorok Ekor Putih.

Pakan Utamanya Voer,  Eksfood Secukupnya

Memasuki kandang penangkaran milik Om Dwi tidak sebagai mana kandang burung ternakan pada umumnya. Meskipun didesain minimalis, penataan kandang rapih dan tertata bersih.

Dengan kebersihan kandang selain memberi kenyamanan pemilik burung maupun tamu pengunjung juga kondisi kesehatan burung akan terjaga. Kondisi kelembaban udara di dalam kandang juga diatur.

Berangka alumunium masing-masing petak berukuran kurang lebih lebar 1,5 meter x panjang 1,5 meter tinggi 2 meter, berlapis kawat halus sebagian besar tertutup, namun tidak mengurangi sirkulasi udara suasana di dalam kandang yang tetap nyaman bagi burung. Berlantai plesteran yang dilapisi karpet plastik agar memudahkan dalam membersihkan kotorannya. Perlengkapan mulai saring, bak mandi dan lainnya lengkap disediakan.

Ada yang berbeda  dari penyajian pakan utama yang diberikan pada setiap pasangan burung yang diternakannya. Kalau penangkar murai batu pada umumnya lebih memperbanyak pada ekstrafooding seperti jangkrik, kroto, ulat maupun cacing, disini dia justru lebih dominan memberikan voer murni sebagai pakan utamanya.

Voer halus khusus ini memang sudah mengandung lengkap nutrisi yang dibutuhkan oleh burung. Jadi kandungan serangga maupun ekstra fooding yang dibutuhkan oleh burung sudah tersedia dipakan tersebut.

Baca Juga  Juara Umum di Piala Ayah Dadit, King Oliver SF Depok Amunisinya Moncer Di 3 Even Berbeda

Kualitas voer sudah cukup memenuhi kebutuhan untuk gizi burung tersebut. “Pasangan indukan disini, semuanya makan voer, jangkriknya dan ulatnya hanya sekedarnya,  tidak banyak,” ungkapnya. Sehari-harinya, selain voer sebagai pakan utamanya kebutuhan jangkrik cukup 10 ekor/hari ditambah beberapa ekor ulat. Dengan menu tersebut burung tetap berproduksi dengan maksimal. *agrobur4.

Ternak

Breeding Murai Batu AW 99 BF Jakarta: Panen Dari Trah Jawara, Kini Resmi Menggunakan Ring APBN

Published

on

Breeding Murai AW 99 Jakarta
Mr Aris di depan kandang
Advertisements
Tika Bird Food Madura

Selain sukses mengembangkan penangkaran murai batu di kota kelahirannya di Jepara,  Mr Aris Widarto pemilik AW Ninetynine Bird Farm (AW 99 BF), saat ini kembali dia tengah siap menunggu panen dipenangkarannya yang ada di Jakarta. Ini dia nama materi indukan jantan trah jawaranya.

Advertisements

Bagi Mr Aris   main burung kicauan terutama jenis murai batu sudah sejak lama ditekuninya.  Selain sukses ke lomba dengan sejumlah burung jawara andalannya seperti Naga Hitam, Asoka, Rakuti dan Chupetong, dia juga sudah sejak 10 tahun lalu berhasil budidaya penangkaran murai batu sebanyak 28 petak kandang yang dipercayakan pada kakaknya, Mr Faisol Abdillah  di kampung halamannya di Jepara.

Chupetong Pejantan Pilihan

Di Jakarta tidak kurang dari 5 petak kandang yang kini tengah produksi dengan materi indukan burung-burung jantan eks jawara dan indukan betina pilihan. Menurut Mr Aris yang juga owner FILTRO produk multivitamin herbal khusus segala jenis burung ini, untuk yang di Jakarta pihaknya akan menambah kandang lagi menjadi 10 petak.

Sejumlah indukan jantan yang diternakannya di Jakarta diantaranya Chupetong (ring AW 99BF) yang sudah banyak meraih prestasi, Perisai anakan Centeng masuk Pres Cup 2014 (Ring Izumi BF), Jaguar nominasi piala Kapolres Jaksel (Ring PBI Silver), Dinasti (non ring/hutan) burung prestasi dari Cirebon, dan Suro (non ring/hutan) sudah prestasi dibeberapa even lokalan.

Dari kelima materi indukan pejantan tersebut diatas, kini sudah produksi sebagian diantaranya sedang proses mengeram. “Ya, sebagian diantara betinanya sedang mengeram, sebentar lagi panen,” jelas pria yang juga pemilik Via ReMedia, perusahaan yang bergerak dibidang periklanan ini.

Untuk di Jakarta ini, jumlah indukan dan kandangnya memang terbatas, karena dia sendiri mengedepankan kualitas anakannya. Berbeda halnya dengan yang di Jepara yang sudah lebih dulu penangkarannya dikembangkan disana, sudah banyak mencetak anakan-anak prestasi ditangan para pelanggannya.

Baca Juga  Murai Batu Bima X, Prestasinya Semakin Mengkilap ditangan Mr.Jibriel dan Mr.Yanuar King Oliver BF Depok
Induk Betina, saat mengeram

Sama halnya dengan yang di Jakarta, penangkaran di Jepara tepatnya di Jl Raya Daren No 4, Nalumsari Jepara (WA 081326554501) dia juga sudah sejak lama menggunakan materi indukan terbaik pilihan.   Dengan  menggunakan variasi materi indukan dari trah burung-burung dari peternak ternama lainnya ini agar kelak anakan yang dihasilkannya bisa lebih berkualitas. Sementara untuk indukan betinanya juga pilihan dari hasil ternakannya sendiri.

Kandang penangkarannya yang di Jakarta  tepat di workshopnya di Jl Pepaya Raya, Jagakarsa Jakarta Selatan (WA 081399000279). Kontruksi kandangnya sederhana, sebagaimana  penangkar murai batu pada umumnya, kandang yang dibangunnya ini juga menggunakan bahan baku material yang sama menggunakan dinding  bata kokoh  masing-masing setiap petaknya ukuran  lebar 90 cm x panjang 2 meter x tinggi 2 meter. Untuk meredam panas, lantai kandang menggunakan tanah berlapis pasir lengkap dengan pepohonannya Sebagai sarana sirkulasi udara, bagian depan yang berlapis kawat halus sebagian terbuka.

Kebutuhan kandang seperti bak mandi, kotak sarang yang menggunakan boks triplek di tempatkan di pojok bagian atas kandang. Saluran air yang menghubungkan ke bak mandi yang di tempatkan di dalam kandang. Kebutuhan jangkrik, kroto maupun ulat disediakan sebanyak-banyaknya, terutama pasangan indukan yang sedang bawa anakan.

Siap panen anakan Chupetong

Bagi indukan jantan maupun induk betina yang tengah mabung atau ganti bulu  di tempatkan di kandang terpisah.  Bila sudah kondisi normal, indukan dijodohkan kembali dengan pasangannya.

Anakan dipanen dari kandang setelah umur di atas 7 hari. Memasuki umur 2 minggu, anakan dipasang ring, dengan kode AW 99 BF.  “Ohya mulai sekarang kita sudah tergabung dengan menggunakan Ring APBN,” jelasnya. Anakan ditempatkan di sangkar/boks khusus untuk pembesaran. Setelah memasuki umur di atas 2 bulan atau sudah bisa makan sendiri anakan ditempatkan di kandang besar, memasuki umur 3 bulan sudah mulai dipasarkan. *agrobur4.

Baca Juga  Murai Batu Katana Milik Edo Depok, Moncer Di BnR Kavling DKI Setelah 3 Tahun Ketemu Settingannya

Lanjutkan Membaca

Ternak

Breeding Murai Batu Mr Fery Ratna BF BSD Tangerang: Rajin Produksi Dengan Cara Poligami

Published

on

Ratna BF BSD Tangerang
Mr Fery Di Depan Kandang Ternak
Advertisements
Tika Bird Food Madura

Selain sukses main jenis burung cucak hijau lewat dua gaco andalannya Liverpool dan Reborn, ternyata diam-diam Mr Fery juga sudah sejak lama menangkar murai batu. Menariknya,  burung rajin produksi dengan model poligami.

Advertisements

Hobi memelihara burung yang ditularkan sang ayah, membuatnya tidak hanya untuk sekedar turun ke lomba, tapi juga menangkarkannya. Ayahnya tak lain kicaumania kawakan dari Tegal yang dulu dikenal sebagai pemilik perkutut Misteri Bahari  dan juga eksis diburung kicauan.

Poligami 2 betina 1 jantan

Selain menangkar,  untuk ke lomba dia juga menyiapkan murai batu andalan lamanya Cobra, dia juga benyak mengkoleksi murai batu unggulan lainnya dua diantaranya ada trah Safir dan Bocah Sakti dari Bintang Arwana BF Karawang.

Untuk lebih menekankan pada kualitas produk anakan yang dihasilkan dia selalu selektif dalam menjodohkan calon indukannya. Hanya indukan jantan yang sudah prestasi yang digunakan sebagai pejantan materi indukannya, sementara induk betinanya juga pilihan sebagian diantaranya jenis asal bahorok.

Pasca Panen

Kandang ternakanya memang tidak banyak, karena  agar lebih fokus pada kualitas anakan yang dihasilkannya. Yang paling menarik, keempat kandangnya masing-masing petak diisi 1 jantan dan 2 betina alias dengan cara model poligami.

Perawatan anakan

Kedua induk betina tersebut dikawini 1 jantan. Dan keduanya tetap berproduksi, bahkan waktu bertelurnya bersamaan. Atau kalau betina yang satunya belum produksi justru ikut membantu menyuapi, ketika betina lainnya sedang mengasuh anakan.

Kandang Harus Tinggi

Penempatan kandangnya di diteras belakang rumah dikawasan Jl Vila Melati Mas Vista Blok V 2, No 9, Villa Melati Mas, BSD Tangerang Banten. Kandang dibuat beberapa petak dengan  tetutup. Masing-masing petaknya berukuran lebar hanya 90 cm dan panjang 1,5 meter.  dantinggi 3 meter.“Yang penting tinggi agar lebih leluasa bergerak,” ungkap Fery

Baca Juga  Murai Batu Katana Milik Edo Depok, Moncer Di BnR Kavling DKI Setelah 3 Tahun Ketemu Settingannya

Kebutuhan kandang seperti kotak sarang yang terbuat dari kayu atau triplek ditempatkan dipojok bagian atas. Karena indukan yang berpoligami ditempatkan 2 buah kotak sarang. Sarana mandinya disediakan lengkap dengan air yang mengalir. Pepohonan jenis palem regu di dalam kandang sebagai sarana menjaga kelembaban dan kebutuhan oksigen di dalam kandang.

Perawatan Trotolan

Untuk memenuhi kebutuhan ekstra fooding seperti jangkrik diberikannya tanpa batas, sebanyak mungkin. Selain itu juga kebutuhan kroto dan cacing diberikan dua kali dalam seminggu terutama dimasa produksi.

Mengawali penjodohan awal, lazimnya penjodohan pertama burung betina diumbar di kandang ternak, sedangkan jantan dikurung di sangkar khusus, penempatannya tetap di dalam kandang ternak. Agar burung bisa beradaptasi dengan calon pasangannya. Proses ini biasanya tidak memakan waktu lama, paling satu minggu burung sudah bisa saling mengenal. Setelah kelihatan jodoh, jantan dilepas, biasanya langsung jodoh, namun pada saat penjodohan ini harus dalam pemantauan dikhawatirkan saling menyerang.

Murai Batu Cobra dikandang umbaran

Kalau sudah jodoh dan kawin,  kurang lebih dua pekan mengeram, telur sudah ditetaskan    Setelah itu ditunggu sampai umur seminggu atau 8 hari untuk selanjutnya dipanen. Anakan yang baru dipanen, langsung dipindahkan ke sangkar khusus yang dilengkapi lampu penghangat, sekaligus dilakukan pemasangan ring berkode Ratna BF.

Anakan yang baru dipanen, bersama sarangnya cukup menggunakan sangkar biasa yang disediakan lampu penghangat dan dikerodong terutama disaat malam hari. Sedangkan kedua indukan betina tersebut akan kembali kawin dan kembali berproduksi. *agrobur4.

Lanjutkan Membaca

Ternak

Songsong Laga Murai 2021, D’Yan Samurai Siap-siap Turunkan Anakan Sendiri

Published

on

de
D'Yan Samurai, peternak cucak rowo dan murai batu D'Yan BF.
Advertisements
Tika Bird Food Madura

WALAU ring silver D’Yan BF sudah seringkali mengisi daftar kejuaraan di berbagai latber dan lomba di Bali, namun sang empunya D’Yan Samurai enggan mempublikasikan di media.

Advertisements

Pasalnya, murai mania asal Banjar Ulun Uma Mengwi Badung yang terjun ke dunia lomba sejak paruh 2000-an ini di setiap hasil tetasannya yang moncer di lapangan langsung dimasukkan ke kandang. Ia lebih memilih mencetak basic blood untuk menguji trah darah burung juara apakah benar-benar punya daya turun yang bagus atau bahkan bisa lebih ditingkatkan lagi kualitasnya.

Karena itu, ketika ring silver D’Yan BF moncer di lapangan, jarang sekali dilepas meski banyak pinangan dan bahkan dibandrol harga yang tinggi. ‘’Masih penasaran ingin tahu seperti apa sih kualitas cucu dari Jalu, Red King, Predator, Teror,’’ ungkapnya.

Jika ingin menjual, D’Yan biasanya melepas sewaktu masih piyik. Sementara sebagian disimpan untuk dicetak menjadi petarung yang kini jumlahnya 30-an ekor yang umurnya berjenjang. Di antaranya ada yang sudah mulai bisa digandeng di lapangan.

‘’Selain tetap menurunkan gaco-gaco yang sudah ada, sudah waktunya saya meramaikan kelas murai batu dari hasil tetasan sendiri, sudah seharusnya kita mulai menggunakan burung lomba dari hasil penangkaran,’’ terang D’Yan Samurai yang mengaku siap-siap bakal turun 2021 mendatang dengan ring silver D’Yan BF.

Untuk menghadapi pertarungan di partai neraka murai tahun 2021 mendatang yang dipastikan bakal lebih kenceng dari tahun 2020, penggagas Bali Shanti Cup ini mulai melatih anakannya di berbagai tempat latihan untuk mengasah mental dan penguasaan lapangan. 

Di antaranya, Taksu trah Jalu yang turun di latber GSM, Mengwi Badung Sabtu (21/11) sore yang sempat menduduki podium utama.  Murai yang batu berumur 1,5 tahunan itu sudah menampilkan permainannya yang sangar. Tidak saja rolingannya yang nyepid dengan variasi lagunya juga tembakan cililinnya yang super dahsyat.

Baca Juga  Cucak Hijau Raja Tembak Amunisi KAW Team, Kembali Tampil Konslet Di Cibubur

Sebelumnya, anakan dari kandang berbeda juga sempat moncer di latber Sabtu PBI di Gantangan D’tukad Kertalangu, Denpasar. Di tengah puluhan peserta, murai bercincin silver ini juga menduduki posisi puncak. Gaco ini ditake over oleh salah seorang pemain murai asal Kutri Singapadu Gianyar semasih trotolan. Dan setelah rontok sekali langsung moncer di lapangan.

D’Yan mengelola kandangnya lebih memfokuskan pada kualitas  materi, baik mental tarung, kecerdasan burung dan  gaya, dari jenis medan, bordan, nias, bahorok maupun kombinasi. Ia juga mengembangkan basic blood yang bersumber dari materi unggul yang menjadi materi utamanya. (gde)

Lanjutkan Membaca