Connect with us

Perkutut

Panarukan Cup Situbondo (21/3): Duet Petir JBM dan Blegur JBM Sulit Dihadang, Bangkit Moncer Di Hanging

KONBUR Tayang

:

Panarukan Cup Situbondo
PANARUKAN CUP SITUBONDO. Sukses dibanjiri kungmania.

Meskipun pandemi Covid-19, masih belum pergi dari bumi Indonesia. Namun itu tak mampu menghalangi semangat kungmania dari berbagai kota. Untuk hadir dengan mengusung jago-jago terbaiknya. Di lomba perkutut bertajuk “Panarukan Cup” Situbondo, hari Minggu 21 Maret kemarin.

Susana Panarukan Cup Situbondo. Ramai full gantangan.

Namun semua yang hadir tetap mengedenpankan Protokol Kesehatan Covid-19 yang ketat. Sesuai anjuran pemerintah, yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Karena ini salah satu cara, untuk memutus matarantai perkembangan virus Covid-19.

JUARA 1 KELAS DEWASA. Petir sukses meraih 4 warna.

Gelaran yang digagas oleh H.Imam Syafii, kungmania muda Situbondo bersama tim. Serta dibantu oleh Totok OLE, tokoh perkutut senior dan juga H.Wahid, selaku Wakil Ketua Bidang Lomba P3SI Situbondo. Dimana perannya cukup penting untuk memicu semangat serta menggerakan para pemula, demi perkembangan perkutut di Pencam Pengcam.

JUARA 3 & 4 KELAS DEWASA. Milik Ki Mantep dan Kardiman.

Acara yang menempati Lapangan Sepokbola Panarukan, Situbondo ini. Juga mendapat support langsung dari Achmad Busairi, anggota DPRD Situbondo. Bahkan anggota dewan dari partai Golkar ini, juga memberi arahan serta himbauhan. Setiap gelaran lomba perkutut, harus tetap memperhatikan Prokes Covid-19 yang ketat.

JUARA 1 PIYIK YUNIOR. Blegur masih terlalu tangguh untuk dihadang.

“Alhamdulillah, berkat dukungan dari semua kungmania Situbondo. Bapak Totok OLE, H. Wahid dan teman-teman juri. Serta support langsung dari bapak dewan Situbondo, Achmad Busairi. Dan tak kalah penting kehadiran kungmania dari Madura, Malang, Prigen, Pasuruan, Probolinggo dan Jember. Acara ini bisa terlaksana dengan baik, ramai dan sukses. Terima kasih semuanya,” tutur H.Imam.

JUARA 2 & 3 PIYIK YUNIOR. Jago ring JBM mendominasi.

Gelaran Panarukan Cup memang berbuah suskes. Pasalnya dari total 8 blok gantangan atau kerekan yang disediakan panitia, semua full tak tersisa. Bahkan hadirnya jago-jago perkutut terbaik dari berbagai kota. Suasana menjadi ramai dan persaingan juga cukup seru dan ketat. Baik di kelas dewasa, kelas piyik yunior maupun di kelas piyik hanging.

JUARA 1 PIYIK HANGING. Milik Bangkit.

Namun ketatnya persaingan, rupanya jadi bukti akan ketangguhan jago-jago bergelang JBM. Bahkan duet Petir dan Blegur, betul-betul sulit dihadang oleh semua pesaingnya. Petir yang jadi andalan H.Tohir Gresik namun tetap dikawal oleh tim JBM. Hari itu mampu menunjukkan kualitas dan performa terbaik di kelas dewasa bebas.

JUARA 2 & 3 PIYIK HANGING. Diboyong jago muda dari Jember.

Buktinya, begitu babak pertama dimulai. Jago yang memang sering kali moncer diberbagai lomba ini. Langsung menyodok dengan mendapat koncer bendera 4 warna (nilai 44). Bahkan kesatbilan kerja Petir, terus berlanjut di babak kedua. Di babak ini, Petir juga mampu mendapat nilai tertinggi.

Dan hanya Netral yang juga dikawal tim JBM yang mampu menguntit dibelakangnya. Unggul nilai didua babak pertama dan kedua, membuat sang joki Petir sedikit lega. Bahkan salah satu kru JBM memperediksi, kalau Petir bisa jadi pemenangnya. “Ia saya yakin, Petir bakal bisa juara,”  kata Dayat JBM, yang terus memantau aksi Petir dan Netral.

PATRA JUARA. Pose bersama usai menerima tropy.

Rupanya, apa yang dikatakan Dayat memang benar. Pasalnya, sampai penilaian babak keempat usai. Tak ada satupun jago yang mampu mengejar nilai dari Petir. Dengan begitu, Petir berhak merebut podium tertinggi pertama. Dan disusul kemudian oleh Netral, lalu Ki Mantep milik Faelan Besuki. Dan Kardiman andalan Yono Paiton serta Lesus GLX milik Aliyono mengunci posisi limba besar.

PARA JUARA. Puas dengan kemasan panitia Panarukan.

Begitu juga persaingan di kelas piyik yunior, jago-jago produk JBM betul-betul mampu mendominasi posisi terdepan. Lihat saja, podium pertama ada Blegur milik Aliyono Bangkalan. Lalu podium kedua ada Senopati andalan Nurwadi Situbondo. Podium tiga ada Dawai dan di podium empat besar, ada Sensasi milik KumoroJember.

Sementara kelas piyik hanging yang juga tak kalah seru persaingannya. Bahkan untuk bisa masuk posisi lima besar terbaik. Sang jawara muda, harus melalui perjuangan berat selama empat babak penuh penilaian. Namun kali ini, Bangkit milik Abd. Rohim mampu lolos sebagai pemenang. Setelah unggul di babak ketiga dan keempat dari semua pesaingnya.

PARA JUARA. Siap hadir kembali.

Sedangkan Apache ring Kho Kho milik H.Wawan dari Sempolan Jember, harus puas merebut tempat kedua. Begitu juga dengan Chloe bergelang Atlas andalan Hendy juga dari Jember. Sukses mendapingi Aphace di tempat ketiga. Lalu disusul kemudian oleh Inova milik Didik NPD dan Kudeta milik Hendra Panarukan, mengunci tempat kelima.

PEMENANG HADIAH UNDIAN UTAMA. Tak menyangka.

Dikesempatan terakhir, H. Imam bersama semua kru panitia yang bertugas. Mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir dan ikut mendukung suksesnya gelaran ini. “Betul hanya itu yang bisa saya sampaikan. Dan tak lupa kami juga mohon ma’af, bila masih banyak kekurangan,” tutup H.Imam, usai menyerahkan tropy kejuraan kepada para pemenang.  *agrobur.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.