Connect with us

Perkutut

PA BF Bali, Ombak Segoro Tetaskan Jawara LPI, Masa Pandemi Jebol 7 Pasang Indukan

KONBUR Tayang

:

de
PA BF BALI: Susanto bersama sang mekanik Mr. Taufik (kanan).
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

LIGA Perkutut Indonesia seri I tahun 2020 bertajuk ‘’A Yani Cup’’ di Kajen Pekalongan, 1 Maret 2020 lalu, menjadi momen terakhir PA BF menikmati keseruan konkurs Liga Perkutut Indonesia sebelum pandemi Covid-19 menghentikan seluruh aktivitas lomba perkutut di Nusantara.

Ketika itu, Ombak Samudra debutan teranyar Susanto Bali bercincin DI menyabet posisi keempat dewasa senior. Ombak Samudra bersanding dengan Patriot bergelang PA BF, anak Ombak Segoro yang menduduki podium utama kelas piyik yunior yang sudah berpindah tangan ke kung mania Bandung.

Ombak Samudra sengaja diorbitkan di LPI 2020 sekaligus menggantikan amunisi terdepan PA BF Bali Ombak Segoro yang telah malang melintang di laga LPI 2019 yang kemudian berhasil menduduki posisi lima besar LPI 2019 memilih istirahat di arena konkurs, tetapi aktif berproduksi di kandang bersama pasangannya yang kemudian melejitkan Patriot.

Masih ada kesempatan untuk menurunkan kembali Ombak Samudra di LPI seri II di Tasik Jabar. Sayang pandemi Corona membuyarkan semangat berlomba karena konkurs tersebut harus dibatalkan untuk menghindari penyebaran Covid-19. Tidak ada lomba, Susanto Bali pun memilih jalan menyegarkan darah PA BF-nya. Tak tanggung-tanggung 7 pasang indukan yang rata-rata sudah terbukti anakannya di lomba dipinang dan menjadi materi teranyar PA BF.

Sebagai penghobi sejati yang pertama kali turun di arena konkurs pada Minggu, 19 November 2017 bertepatan dengan Liga Perkutut Bali 2017 seri X, Susanto Bali begitu terinspirasi. Pelan-pelan ia melaju hingga sukses mengorbitkan gaco-gaco tidak saja di tingkat lokal LPB, tetapi juga di kancah nasional. Sederet gaco sempat mengantarkan perjalanannya ke berbagai daerah menghadiri LPI. Di antaranya Meriam, Ombak Segoro, Sutradara, Anak Langit, yang semua bergelang HDL Gresik, The Best bercincin SM yang menembus peringkat runner up kelas dewasa senior Gubernur Jateng Cup Semarang dan Ombak Samudra peringkat IV LPI I 2020.

‘’Untuk mengisi waktu kosong tidak ada lomba karena Corona, saya memilih menata materi kandang dan dalam empat bulan terakhir ini sudah menjebol 7 pasang indukan,’’ ungkap Susanto yang indukannya beberapa pasang berada di tempat Abah H Cholil HDL di Gresik dan sebagian lagi diternak di Muding Indah Bali.

de
CABUT NGEREM: Susanto terpaksa nyabut indukan yang lagi ngerem buat meramaikan latber Minggu ”Ber-TAPA New Normal”

Di antara 7 pasang yang dijebol dalam masa pandemi Corona, kini berada di PA K15 bermaterikan WDT 983 dengan MTG 603, dimana anaknya juara 4 dewasa yunior Liga Jateng Gayeng DPRD Cup di Salatiga. Sedangkan di PA K7 bermaterikan Cristal 19-121 ketemu HDL 986, anaknya juga masuk juara 8 latber di event Liga Jateng Salatiga tersebut, Minggu 19 Juli 2020. ‘’Saya sampai tidak kebagian untuk pakai main lantaran laris manis,‘’ terang Susanto saat ditemui di kandang PA BF Jalan Muding Indah 100X Badung.

Dari puluhan kandang PA BF, ada Ombak Segoro yang sudah teruji tetasannya moncer di kancah nasional. Bahkan menduduki posisi puncak kelas piyik yunior. Ombak Segoro bergelang HDL dipasangkan dengan betina Talenta. Saat ini masih berproduksi di Gresik melayani bokingan. Jika bokingannya sudah habis maka akan diboyong ke Bali.

Karena efek Corona, Ombak Samudra yang sempat menduduki posisi keempat kelas Dewasa Senior LPI I 2020 dan siap-siap turun di LPI II di Tasik pun juga masuk kandang. Kini sudah meretaskan anakan umur sebulan dengan suaranya yang dirasakan tak jauh berbeda dengan karakter suara induknya.

de
BERLOMBA: Susanto berusaha hadir meramaikan latber, liga lokal hingga liga nasional.

Tak tanggung-tanggung, Susanto Bali juga menjebol indukan Galaxy yang sempat moncer di posisi puncak piyik hanging LPI I 2020 Pekalongan. Indukan Galaxy ini kini bermukim di PA K2. ‘’Denger suara Galaxy sudah langsung kepincut pingin ambil indukannya dan ternyata dikasi buat PA BF,’’ ujar Susanto penuh syukur.

Meriam, sang jawara LPB juga masuk kandang kini berada di PA P5 berpasangan dengan Discovery 46 k55d yang bersaudara dengan New Mutiara, gaco yang sering moncer di Madura.

Di PA P1 bermaterikan Alib 307 dengam Alib 20-91, cucunya HD5 import kini baru keluar 1 betina. Sedangkan induk betina dari Ombak Segoro yang dipasangkan dengan pejantan HDL kini berada di kandang PA P2.

Sebagai kung mania, selain suka berlomba Susanto juga senang beternak. Karena ia merasakan kebanggaan luar biasa jika bisa menampilkan hasil tetasan sendiri. Namun ia tidak menampik juga terus berburu gaco. Dan, ia merasakan bagaimana sulitnya mendapatkan gaco untuk bisa dipakai lomba yang sesuai dengan isi kantong. Karena itu, PA BF ingin berbagi bersama kung mania. Jika ada pemula yang ingin mencicipi tetasan PA BF, bisa saja langsung datang memantau ke home base PA BF Jalan Muding Indah 100X Badung, atau bisa terlebih dahulu menghubungi via HP 08161898987.

Di tengah pandemi Covid-19, meski Susanto tak bisa berlomba, namun tetap merasa lega karena dalam jeda lomba ini ia telah menata materi indukannya dan kini di antaranya ada yang sudah melejit di lapangan. Latihan berhadiah yang mulai diprakarsai Pengwil P3SI Bali juga diharapkan bakal kembali menggairahkan perkututan di Bali. PA BF bersama TA BF memberikan dukungan penuh pada latber ‘’Ber-TAPA New Normal’’ yang akan digelar 26 Juli ini yang diharapkan mampu mengembalikan denyut perkututan Bali.

Soal LPI yang sempat tertunda, Susanto Bali akan mulai mempersiapkan gaco baru untuk menghadapi LPI yang kemungkinan besar kembali dibuka 2021 mendatang. ‘’Selain dari anakan PA yang akan dioptimalkan di lapangan tentunya akan mencari lagi amunisi baru,’’ pungkas Susanto Bali. (gde)

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.