Connect with us

Perkutut

PA bf BALI Lepas Galaxy 250 Juta, di Tengah Pandemi Covid Anakan PA bf BALI Laris Manis

KONBUR Tayang

:

de
Susanto, owner PA bf BALI

Badung, mediaagrobur.com – Di tengah pandemi Covid-19 yang hampir setahun melanda dunia, Indonesia termasuk Bali yang meluluhlantakkan sektor kehidupan, ternyata masih ada yang sanggup melakukan transaksi burung perkutut dengan nilai mahar 250 juta. Itu terjadi pada Galaxy milik Susanto dari PA bf BALI, yang akhirnya dengan berat hati melepas Galaxy ke tangan Ustad Ali (Drs. P Yono). Dengan harga fantastis itu tentu sepadan dengan kualitas yang melekat dari Galaxy sebagai poros di Jatim. Bukan saja mewah di piyik hanging juara LPI 2020, tetapi juga on fire di kerekan penuh.

Susanto di home base PA bf BALI Jl. Muding Indah No. 92 Kerobokan Kaja Badung

Susanto menuturkan Galaxy senilai Rp 250 juta, sebanding dengan prestasi yang sudah ditorehkan selama ini sejak piyik hingga dewasa. Dalam perjalanannya Galaxy meraih podium pertama di Madiun juga di Gresik dengan torehan nilai 4 warna.

‘’Memang berat melepas jago yang lagi posisi top perfoma. Tetapi begitulah kondisi pandemi seperti ini ada penawaran tinggi kenapa tidak dilepas apalagi kepada orang yang tepat. Alhamdulillah, terima kasih kepada Ustad Ali yang sudah memboyong Galaxy untuk amunisi lomba. Semoga Galaxy di tuan barunya bisa memberikan prestasi yang terbaik dan membanggakan,” terang Susanto, pemilik PA bf BALI belum lama ini di kandangnya Jalan Muding Indah Nomor 92 Kerobokan Kaja Badung. Selain Galaxy, Susanto sebelumnya juga melepas Tigor bergelang Mizan kepada Hendrik Unirace Surabaya dengan mahar 100 juta.

Pasang ring anak PA K-02 adik Galaxy, Selasa (26/1).

Sejak lebih dari tiga tahunan bergelut di dunia lomba dan penangkaran perkutut yang kemudian berkolaborasi dengan Abah H Cholil dari HDL bf Gresik yang menjadi mentor dan juga Yogi HDL bf sebagai pemandu lapangan, Susanto pelan tapi pasti menorehkan tinta emas di berbagai daftar kejuaraan konkurs. Tidak saja di Bali tetapi juga di ajang nasional di Jawa.

Sebut saja sederet gaconya yang telah berprestasi mulai dari Ombak Segoro, Meriam, Pajero, Sutradara, Bravo, Puyer, Tigor, Galaxy yang dua terakhir kemudian berpindah tangan. Tapi mesin Galaxy sejak lama sudah ada di kandang K-02 PA bf BALI, yang sudah meretaskan beberapa adik Galaxy.  Tak itu saja, Galaxy sendiri juga sempat berbiak 1,5 strip. Salah satu adiknya juga sudah pindah pemilik ke tangan Teguh Surabaya.

Susanto mengatakan di tahun 2021 yang masih dalam suasana pandemi Covid, PA bf BALI fokus bakal mengorbitkan tetasan sendiri, walaupun masih tidak menutup kemungkinan membidik gaco dari peternak lain. Untuk itu, sejak dini PA bf BALI mempersiapkan diri dengan memasukkan indukan-indukan yang sudah menjadi bintang lapangan atau indukan yang sudah meretaskan anakan jawara seperti indukan Galaxy (Ramadhon MIC 606 X  Nagamuba 708) di PA K-02.

PA bf BALI K-02 (indukan Galaxy)

Dari puluhan kandang PA bf BALI, di antaranya dihuni indukan super yang tetasannya laris manis. Seperti PA K-A (Meriam HDL x New Mutiara Discovery), K-B (Pajero HDL x TS), K-C (Ombak Segoro HDL x TLT), K-D (Sutradara HDL x Cristal), K-E (Panser Discovery x AKN). Di antaranya anak Sutradara dan Ombak Segoro sudah beberapa kali terdengar keapikan suaranya di video.  Ada juga indukan Bravo (HDL) di PA P-04 yang pernah tembus 4 warna, Halilintar (WDT) di PA P-06, Alib K-01, MLT K-14.

Susanto bersama Yogi DHL bf, lomba sebelum pandemi

Materi-materi yang sudah teruji di konkurs yang dimasukkan ke kandang satu persatu meretaskan burung-burung apik.  Tak pelak banyak kung mania mengincar produk PA bf BALI. Salah satunya Teguh Surabaya yang sempat memantau langsung produk PA bf BALI, yang sudah dikirim ke Abah H Cholil markas HDL bf di Gresik. Teguh pun kepincut dan memboyong  5 ekor di antaranya ada adik Galaxy bergelang PA 351 yang kualitasnya super mewah. Adapun ke-5 produk terbaik PA bf BALI yang diboyong Teguh Surabaya adalah PA 351 K-02 (MIC Ramadhon X Naga Muba 708), PA 237 P-6 (Discovery K-10 X AKN 535 N.20), PA 119 K-13 (HDL 836 K-17 X HJST 17 K-A.6), PA 227 P-6 (Discovery K-10 X AKN 535 N.20), PA 120 K-13 (HDL 836 K-17 X HJST 17 K-A.6).

Sejak pandemi Covid yang lebih banyak di rumah, Susanto mengaku semakin rajin menata kandangnya sehingga produk ternaknya menjadi lebih lancar. Beberapa kandang unggulan juga lancar berbiak. Untuk kung mania yang ingin produk PA bf BALI bisa langsung ke markasnya di Bali Jalan Muding Indah 92 Kerobokan Kaja Badung atau di markas HDL bf Gresik.

Susanto (kanan) menerima trofi dari Ketua Umum P3SI Pusat saat berlomba ke Jawa sebelum pandemi Covid

Susanto menambahkan apa yang sudah dicapai sejak bergelut perkutut tiga tahun silam tidak terlepas dari kerja sebuah tim.  Susanto sebagai pemodal berkolaborasi dengan sang mentor Abah H Cholil yang sudah dianggap orangtuanya dan juga sang perawat dan pemandu di lapangan Yogi HDL bf. ‘’Tanpa mereka saya tidak ada apa-apanya. Merekalah yang selalu mengarahkan saya jika membeli burung lomba, begitu juga merawat dan menjodohkan indukan,’’ ucap Susanto yang mengaku mendapat ilmu dari Abah Cholil di antaranya menjodohkan indukan dari menyelaraskan karakter suara antara pejantan dan betina. Di mana ini membutuhkan pengalaman yang panjang. (gde)

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.