Connect with us

Profil

Ombak Selatan Milik Kj Affan Double Winner Di Gelaran Wingko BC Cup 3 Babat

KONBUR Tayang

:

Gelaran Wingko BC Cup 3 yang dihelat pada hari Minggu 10 Oktober 2021 di Gantangan Wingko BC Babat kemarin, tampaknya benar benar sukses menjadi ajang unjuk prestasi bagi Ombak Selatan sang gaco pendatang baru milik Kj Affan sang punggawa Agas Team Surabaya.

Sengit Suasana Kelas Murai Batu

Meski hanya turun di tiga kelas utama dari tujuh kelas yang dibuka oleh panitia. Ternyata aksi Ombak benar benar sukses mencuri perhatian para kicaumania serta juri yang bertugas. Kelas Murai Batu G-30 dengan tiket 400 ribu langsung jadi ajang unjuk prestasi bagi Ombak yang sudah nampak on fire.

Ombak Selatan Sukses Menang Nyeri Alis Double Winner Di Gelaran Wingko BC

Langsung tancap gas sesaat setelah digantang Ombakpun langsung menerjang para pesaingnya, tampil ngotot dengan gaya khasnya gaco inipun tak henti hentinya memuntahkan tembakan Cililin yang dibawakan panjang panjang dalam sekali tarikan, seakan tak ada lawan Ombakpun berhasil mentasbihkan dirinya sebagai penghuni podium juara 1 Kelas Tantangan Murai Batu G-30 dengan tiket 400 ribu.

Kj Affan Saat Kawal Ombak Selatan

Jeda beberapa sesi Ombak kembali diturunkan dikelas utama Wingko BC G-30 dengan tiket 1 juta, tak menunggu lama Ombakpun langsung kerja ngotot meladeni serangan para pesaingnya, sayang disesi ini ia kurang beruntung, karena hanya diambil 2 kejuaraan, Ombakpun akhirnya kandas, mungkin masih belum rejeki ungkap Kj Affan sambil tersenyum.

Coi Sang Joki Ombak Selatan Tampak Sumringah

Kembali diturunkan di Kelas Murai Batu Bintang G-30 dengan tiket 500 ribu, tak mau menyianyiakan kesempatan yang diberikan kepadanya, Ombak langsung tancap gas, Gaya sujud dan Ngentrok yang menjadi ciri khasnya saat membawakan lagu tonjolan macam Sogok Ontong. Kenari, Gereja Tarung, Prenjak yang disambung dengan  Reo Reo, Kapas Tembak dan Love Bird tampak cukup sukses mencuri perhatian para juri yang bertugas, seakan jadi bintang lapanagan Ombak Selatan pun sukses menempati podium juara 1.

Ombak Selatan.

Alhamdulillah Ombak Selatan hari ini masih bisa tampil apik dengan kondisi on fire hingga bisa menang nyeri alias double winner dan bisa menghadiahi saya dua buah trophy juara 1, mudah mudahan kedepannya Ombak bisa tampil stabil dan maksimal hingga menghiasi daftar juara di berbagai gelaran lomba yang belakangan ini kian marak ungkap Kj Affan saat ditemui  beberapa waktu lalu.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Profil

Ditangan H Pur Bumen, JU Enterprise 7 Tahun Bertahan Melayani Peserta Kicaumania

Published

on

JU Enterprise Jakarta
H.Pur Bumen owner JU Enterprise

Ditengah ketatnya persaingan antar even organiser (EO)  nama JU Enterprise  di lapangan permanennya Jl Jenderal Urip, Jatinegara Jakarta Timur sampai saat ini  masih kokoh bertahan menjadi EO Independen paling eksis di Jabodetabek. Kemasan evennya rapih, penjuriannya juga bagus dalam memuaskan pesertanya.

Adalah H. Pur Bumen pendiri sekaligus pemilik JU Enterprise. Pria yang sudah kawakan dibidang penjurian ini sukses mengusung nama JU Enterprise dengan kualitas sistem penjurian yang tak kalah dengan EO lain yang sudah punya nama besar.

Pengalamannya sebagai juri independen maupun kemasan-kemasan gelarannya sebagai penyelenggara lomba membuatnya tetap bertahan ditengah persaingan antar EO.

Manjakan kelas Kacer

Keberadaan JU Enterprise yang didirikannya, tidak terasa sudah lebih 7 tahun melayani  peserta kicaumania Jabodetabek dan sekitarnya. Sampai saat ini tingkat kunjungan pesertanya tetap stabil, disetiap latberan-latberan rutin maupun latpresnya yang dikemas setiap hari Rabu, Sabtu dan Minggu.

Khusus hari Rabu dan Sabtu penjurian menggunakan juri dari B16. Sejak beberapa bulan belakangan ini JU Enterprise memang bekerjasama dengan B16 untuk penjuriannya.  “Kecuali hari Minggu, kita menggunakan juri kami sendiri (independen),” terangnya.

Yang menarik, setiap gelarannya, tak terkecuali meskipun hanya latberan rutin biasa, pihaknya membuka sejumlah kelas-kelas Kacer maupun Kenari, selain jenis-jenis kicauan lainnya seperti Murai Batu, Cucak Hijau, maupun kelas komunitas Lovebird..

Yang jelas, H. Pur Bumen berhasil membawa bendera even organiser independen sebagai penyelenggara lomba yang lebih profesional. *agrobur4

Lanjutkan Membaca

Profil

Super Hero, Cendet Terbaik di Bali Siap Turun di The Premiere of Java

Published

on

de

THE Premiere Of Java yang bakal digelar Minggu, 31 Oktober 2021 di Taman Wisata Candi Borobudur Magelang, Jateng, bakal menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu kicau mania Nusantara setelah menjalani masa pandemi Covid-19 hampir dua tahun. Tak terkecuali Cok Agung Ubud, owners MahesaBSF Bird Farm yang bakal menurunkan Super Hero, cendet terbaik di Bali saat ini.

Cok Agung Ubud yang didampingi perawat Super Hero Mr. Syafik menyampaikan, Super Hero siap bakal turun di The Premiere of Java bersanding dengan cendet-cendet terbaik se-Nusantara tidak terlepas dari sepak terjang Super Hero selama ini di Bali. Sudah sebajibun trofi dikoleksi di seluruh EO yang ada di Bali. Bahkan anugerah cendet terbaik jarang lepas dari genggaman Super Hero. Di antaranya prestasi teranyar terukir bersama KHI di Legian BC Minggu, 10 Oktober 2021. Turun tiga kali mengantongi juara 2, 1 dan 1. Termasuk juga prestasinya di Bali Vaganza dan Bali Fiesta.

Prestasi Super Hero bersama perawat Mr. Syafik

Sebelum menjadi amunisi BSF, Super Hero sempat diasuh Mr. Nitro yang bermula dari membeli cendet hanya melalui vodeo. Walaupun burung yang datang berbeda tetapi berkat perawatannya Super Hero yang sebelumnya bernama Raja Ngeyel ini malah jadi bagus.

Dirawat Mr. Syafik, Raja Ngeyel tambah ngeri ketika tampil di lapangan. Segudang prestasi disabetnya hingga beberapa petinggi kicau mania di Bali memburunya. Namun enam bulan yang lalu, Cok Agung kebetulan mampir ke Kota Gianyar dan bertemu Mr. Nitro. Gayung bersambut akhirnya Raja Ngeyel berpindah tangan ke Tegallalang Ubud walau Raja Ngeyel yang kini bernama Super Hero tetap berada di bawah rawatan Mr. Syafik.

‘’Dia sudah paham bagaimana merawatnya, selain itu Super Hero juga senengnya di tempat yang hangat. Kalau di sini (Tegallalang kan agak dingin, kalau di Gianyar pas digantung di bawah asbes agak hangat, cocok buat Super Hero,’’ terang Cok Agung yang juga owners Resto Bali Fantastic di bilangan Tegallalang, Ubud.

Saat Super Hero ngoncer di Bali bersama Mr. Syafik

Dengan sebajibun prestasinya di semua EO yang ada di Bali, kualitas Super Hero sudah diakui semua juri. Tentunya tak terlepas dari kerjanya di lapangan. Selain tembakan gerejaan dan belalang super dahsyat, juga beragam lagu yang ditata apik lewat rolingannya keras, nyepid, nagen di satu titik. ‘’Jika keluar suara ngetet, justru dengan tempo cepat sehingga terdengar seperti tembakan,’’ ujar Cok Agung diamini Mr. Syafik.

Tak salah, Super Hero sanggup meraih burung terbaik hampir setiap minggu, padahal burung asal Madura yang baru berumur 2 tahun. Karena Super Hero memang mesti dibawa setiap minggu agar birahinya tetap stabil.

Walau berpenampilan dahsyat di lapangan, Super Hero ternyata dirawat sederhana. Hanya makan jangkrik 5 pagi 5 sore tanpa kroto dan ulat, dijemur sebentar serta mandi dua hari sekali. Di lapangan, hanya ditambah 2 ekor jangkrik dan burung tak perlu diumek.

Sebagai anggota BSF dan mewakili tim yang dikomandani Mr. Baim, Cok Agung Ubud memohon doa restu akan memberangkatkan Super Hero ke Magelang akhir Oktober ini. Mr. Baim menyambut baik dan memberikan doa restu dan dukungan penuh pada Super Hero yang akan bertarung mewakili Bali dan khususnya mewakili BSF di Jawa.

Terlebih lagi, melihat kualitas dan jejak prestasi Super Hero di Bali, Mr. Baim berharap juri yang bertugas agar memberikan penilaian yang terbaik. Sehingga burung-burung yang berkualitas di lapangan yang benar-benar bisa menjadi sang juara. ‘’Saya berharap juri bekerja profesional,’’ terang owners DNI ini yang secara rutin melepas berbagai jenis burung ke alam bebas. (gde)

Lanjutkan Membaca

Profil

Haidar dan Dimar Garasi SF Jakarta: Dua Pencetak Cucak Hijau Prestasi, Kini Siap Luncurkan Jarum Mas dan Rambo

Published

on

Haidar dan Dimar Garasi SF
Haidar dan Dimar siap tampilkan Jarum Mas dan Rambo

Di Jabodetabek persaingan jenis burung Cucak Hijau dan Murai Batu merupakan sesi yang paling keras persaingannya. Tampilnya burung-burung unggulan tak lepas dari tangan dingin pemandu bakatnya. Diantaranya duet Haidar dan Dimar Garasi SF Jakarta Selatan. Dari tangan keduanya sudah banyak burung yang diorbitkannya, khususnya Cucak Hijau.

Haidar dan Dimar  lazimnya pemain biasa. Namun, ketajamannya dan feeling dalam membidik burung prospek, untuk mencetak burung berbakat hingga prestasi tidak diragukan lagi.

Dan, biasanya mereka kerap aktif ke lapangan baik latberan, lokalan maupun regionalan. Sambil berburu burung-burung prospek digantangan, sekaligus melatih burung-burung yang akan dia orbitkan. “Karena kalau mau tampil stabil burung harus terbiasa sering dibawa kelapangan,” ungkapnya.

Sukses Mengawal Anugrah  Juara di King SF Cup Cibubur

Bilamana burung-burung tersebut sudah stabil mainnya diatas gantangan dan sudah mapan, selanjutnya dipersiapkan untuk dimainkan dieven-even besar berskala nasional.

Dari catatannya sudah banyak burung yang prestasi dari tangannya dan eksis dipara pemilik barunya. Diantaranya ada Anugrah koleksi Rico dari Arjuna Team yang sudah puluhan kali mencetak prestasi.

Yang paling gres,  Anugrah  baru saja meraih gelar juara 1 dan 3 dieven bergengsi King SF Cup Cibubur pekan lalu. Burung tersebut mengawali prestasinya  setahun yang lalu saat masih ditangan  Haidar dan Dimar.

Selain itu masih banyak burung-burung orbitannya yang juga masih tampil dipara pemiliknya. Yang paling melegenda adalah cucak hijau Naruto, setelah menang di Airin Cup 1 Tangerang,  sudah beberapa kali pindah tangan, kini masih tampil ditangga juara. “Awalnya dibeli orang Riau, sekarang burung di Banjarnegara, dan masih prestasi sampai saat ini,” terang Haidar.

Kini dia tengah bersiap mengorbitkan 2 gaco handalnya, Jarum Mas dan Rambo. Keduanya merupakan burung istimewa yang tampil prima. Meskipun dalam kondisi mabung ambrol, Jarum Mas masih mampu mengkoleksi sejumlah thropy gelar juara pertama.

Diluar jenis cucak hijau Haidar juga beberapa kali mengorbitkan burung-burung unggulan jenis lain yaitu murai batu, diantaranya ada murai Al Maz yang sampai saat ini masih moncer prestasinya ditangan Ojiey Ciganjur SF. *agrobur4.

Lanjutkan Membaca
Advertisement banner

Copyright © 2019 Media Agrobur. Powered by agrobur.