Connect with us

Ternak

Om Edo Depok, Tambah Kandang Baru Dengan Materi Indukan Betina Dari Bintang Arwana BF

AGROBUR Tayang

:

Edo CLM Depok
Om Edo di depan kandang
Advertisements
Tika Bird Food Madura

Disela libur lomba, Mr Edward atau biasa disapa Om Edo CLM Dipo Team   kini lebih fokus menambah kandang baru penangkaran murai batunya. Tidak hanya menambah jumlah kandang, indukan betina unggulan juga dia datangkan, diantaranya dari Bintang Arwana BF Karawang.

Advertisements

Selama ini Om Edo  tidak hanya eksis di lomba dengan murai batu koleksi andalannya. Namun, dia juga berhasil mengembangkan burung jagoannya lewat budidaya penangkarannya. Bahkan kini dia terus menambah jumlah kandang-kandang barunya. “Ngga banyak sih tadinya Cuma 2 petak sekarang nambah 7 petak jadi total 9 kandang,” jelasnya.

Edo CLM Depok
Bersama Wahid Riyadin di depan kandang barunya

Untuk budidaya penangkarannya dia memang tidak menggenjot produksi secara masal, namun lebih fokus pada kualitas. Karena itu materi indukannya hanya beberapa pasang pejantan pilihan yang umumnya adalah burung-burung lomba yang sudah prestasi di lapangan. Betinanya, dia siapkan dari sejumlah peternak ternama yang sudah terbukti kualitasnya, diantarany Bintang Arwana BF Karawang.

Edo CLM Depok
Penjodohan sebelum masuk kandang ternak

Setahun silam, dia mengawalinya hanya 2 pasang indukannya diantaranya pejantan andalannya bernama Rascal yang sudah sering meraih prestasi. Sukses penangkarannya, kemudian dia menambah lagi 7 petak kandang baru, pembuatan kandang-kandangnya sejak awal dibangun dia percayakan pada Wahid Riyadin pemilik Fajar Indah Alumunium, spesialis produsen kandang  yang dikenal dengan keunggulan kualitasnya.

“Untuk pembuatan kandang saya serahkan ke mas Wahid, di kan ahlinya, dan juga  hasil produknya berkualitas,” kata Om Edo.

Edo CLM Depok
Bersama Hasil Produksinya

Kandang ternak berbahan alumunium tertata rapih dan bersih, masing-masing setiap petaknya berukuran lebar 1 meter x panjang 1,5 meter dan tinggi 2,5 meter. Bagian depan terbuka berlapis ram kawat halus sementara setiap penyekat dinding setiap petak tertutup rapat, agar masing-masing pasangan tidak saling melihat yang bisa menggangu satu sama yang lain.

Untuk menambah kenyamanan, saluran air bersih dibiarkan mengalir dari satu kandang ke kandang lainnya. Konon selain dilengkapi kebutuhan pakan, ekstrafooding jangkrik, kroto segar dan ulat, suasana kandang dengan  suara gemericik air kelak mempercapat pasangan berproduksi.

Edo CLM Depok
Trah Rascal

Seelum dimasukan ke kandang ternak calon pasangan ditempatkan di sangkar masing-masing dan ditempel didekatkan kesehariannya. Bilamana keduanya sudah saling jodoh biasanya akan tampak selalu saling mendekat meskipun tersekat kandang terutama disaat malam hari, burung sudah disiapkan masuk kandang ternak.

Anakan dipanen ketika sudah memasuki umur 7-8 hari. Kemudian anak-anak burung tersebut diloloh perawat hingga bisa makan sendiri. Bagi sang pemilik, mencetak anakan dari indukan yang mengalirkan darah juara memiliki kepuasan tersendiri.

Saat ini Rascal sudah menghasilkan 3 ekor anakannya dari pasangan indukan betina trah Bocah Sakti.  Sementara, pasangan Rasco dipasangkan dengan anakan Guncang, kedua indukan betinanya dari Bintang Arwana BF Karawang.

Bahkan murai batu Guncang tak lain merupakan jawara pertama kelas utama Presiden Cup V milik Triyanto yang juga owner Bintang Arwana BF. Itu sebabnya untuk menghasilkan anakan berkualitas nantinya betina anakan Guncang menjadi salah satu pilihan materi indukan ternakannya. “Satu lagi materi indukan betinanya ada anakan dari Torpedo,” lanjutnya.

Edo CLM Depok
Pasangan Rascal dengan betina trah Bocah Sakti

Dipenangkaran yang menyatu dengan kediamannya dikawasan Depok ini Om Edo lebih dominan menggunakan materi indukan pejantan sekaligus buat mainannya ke lapangan. Bilamana pasangan betinanya sedang mengeram, pejantannya kerap diturunkannya ke lapangan. “Saat sekarang libur panjang ya kita masukan di kandang ternak,”  ungkapnya.

Cara model cabut dari kandang ternak untuk kemudian dilombakan tampaknya tidak mengurangi kualitas burung tersebut saat naik gantangan ketemu lawan. Karakter maupun birahinya justru lebih seimbang dan stabil, burung jadi lebih mapan saat digantangan.

Selama ini Om Edo bersama CLM Dipo Teamnya diantaranya Rian dan Kiky beserta para krunya dikenal aktif ke lapangan lomba. Sejumlah amunisinyapun kerap mewarnai tangga juara. Diantaranya lewat gaco-gaco handalnya adalah Rasco, Rascal, DL, Satria, Romanov, Bunaken, Merapi, Samurai Gadang, Cabik. “Selama libur lomba sebagian sudah masuk kandang ternak,” terangnya.

Ini yang sudah dibuktikannya, sudah beberapa kali Rasco maupun Rascal tetap berprestasi diarena lomba meskipun sambil diternakan.  *agrobur4.

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ternak

Mahesa BSF Ubud Cetak Anakan Lomba, dari Indukan Jawara hingga Master Mumpuni

Published

on

de
COK AGUNG UBUD, pemilik Mahesa BSF
Advertisements
Tika Bird Food Madura

BERLATAR belakang sebagai pemain yang bergabung di BSF Bali, Cok Agung mengutamakan kualitas materi di setiap amunisi yang bakal diterjunkan di arena. Kualitas materi adalah harga mati jika berharap menjadi jawara sejati dalam pertarungan hidup mati di arena bergengsi.

Advertisements

Begitu pula ketika merambah dunia ternak murai yang sudah ditekuninya sejak beberapa tahun belakangan. Dengan mengibarkan bendera Mahesa BSF, Cok Agung  dari Puri Pejengaji Tegallalang Ubud ini berkolaborasi dengan Mr. Baim BSF Bali. Gaco-gaco eks lomba yang sarat dengan kualitas materi langsung dimasukkan ke kandang. ‘’Kami banyak mendapat materi indukan burung-burung jawara dari Mr. Baim di antaranya Road Glade dan Fabregas,’’ terang Cok Agung.

MAHESA BSF, fokus cetak anakan lomba

Pri dua putra ini mengatakan bagi Mahesa BSF, indukan berkualitas adalah harga mati. Karena pemilik kacer Maharaja ini meyakini indukan yang memenuhi kriteria bibit, bobot dan bebet akan meretaskan anakan yang juga bermutu. Bibit menurutnya indukan berasal dari trah yang sudah membuktikan diri di arena. Tidak saja langsung juga bisa melalui anak atau cucunya. Bobot terkait dengan kualitas baik volume, kecerdasan menangkap master, dan membawakan lagunya yang apik. Bebet adalah postur tubuh termasuk ekor serta gaya dan mental tarungnya ketika berhadapan dengan lawan.

Karena itu, Cok Agung begitu hati-hati memilih materi indukan untuk dimasukkan ke 25 kandang Mahesa BSF. Selain eks jawara yang disupport Mr. Baim, juga sederet gaco-gaco jawara di beberapa lomba juga ikut menghuni kandangnya. Di antaranya Anoman yang sempat juara di Bangli, Gianyar dan juga di Denpasar seperti di Pondok Indah. Ada Bansos yang sempat dinobatkan sebagai murai terbaik di ajang pra-Piala Jokowi di Bali Beach Sanur.

TREATMENT, anakan dirawat khusus agar pertumbuhannya bagus

Tidak saja materi pejantannya yang rata-rata jawara lapangan atau beberapa di antaranya dari muda hutan juga betina yang rata-rata tampil ngerol berasal dari trah burung jawara. Di antaranya betina dari belahan burung berprestasi nasional yakni juara pertama di Jogjakarta dengan 70 peserta, yang kini dipasangkan dengan Anoman. ‘’Seluruh betina di Mahesa rajin ngerol dan mental tarung kalau disandingkan dengan lawan,’’ ujar Cok Agung yang mengaku tidak tertarik mengejar kuantitas, tetapi terus berusaha untuk meretaskan anakan yang berprestasi.

PULUHAN MASTER

Mahesa BSF tak cukup hanya mengandalkan materi indukan, tetapi juga mempersiapkan master-master unggul yang jumlahnya puluhan. Mulai dari cucak cungkok, konin, rambatan, gereja, kinoi, kapas tembak, cucak jenggot, kenari, sokok ontong, cucak ranti, platuk, tengkek buto, murai air, love bird, jalak suren. Hanya master cililin dari sonic karena cicilin sulit hidup di daerah dingin.

Anak Anoman, tembakan cililin ngeban 7 kali berturut-turut

Cok Agung memperlakukan setiap anakan sampai dewasa dengan treatmen perawatan pakan agar pertumbuhannya bagus dan juga treatment master sejak dini agar benar-benar melekat sampai dewasa. Karena itu sejak masih disuap seluruh anakan sudah terbiasa mendengarkan suara master sonic cililin full 24 jam di dalam ruangan khusus.

Setelah trotolan, anakan dimasukkan ke dalam sangkar sendiri-sendiri. Dua trotolan ditempel 2-3 master yang memiliki karakter suara ketukan yang lambat  seperti rambatan, kinoi dan juga konin. Ketika sudah mulai lepas trotol maka beberapa master dengan ketukan yang lebih cepat mulai ditempelkan seperti platuk, cucak jenggot, kapas tembak, kenari, love bird, cililin dll.

Namun Cok Agung mengaku jarang sekali anakan sampai lepas trotol bertahan di rumah. Karena rata-rata masih kondisi trotolan sudah dipinang penggemar murai batu. Tidak saja di lingkungan Ubud juga daerah lain bahkan tidak sedikit dipinang kicau mania Jawa.

ANAKAN MAHESA, sehat dengan postur tubuh dan sobekan mulut yang lebar

Seperti anakan Road Glade yang sudah berada di beberapa pemain di Bali, terakhir dipinang pemain dari Gianyar yang akhirnya menjadi incaran karena ketika diturunkan di latberan penampilannya bikin peserta terkaget-kaget. ‘’Banyak yang inden dan juga beberapa materi lainnya yang juga mengeluarkan bahan lomba yang menjadi incaran pemain,’’ ungkap Cok Agung.

Tak berlebihan Mahesa BSF sempat disambangi Mr. Prio, sang murai mania nasional yang selalu memberikan pencerahan melalui karya yutubenya. Sayang, Mahesa BSF hanya punya dua anakan yang sudah lepas trotol yang sengaja disimpan untuk dipakai meramaikan kelas murai batu di Bali. Tanpa mengada-ngada, agrobur sempat mendengarkan tembakan cililinnya yang ngeban sampai tujuh kali lanjut disambung dengan kenarian.  Ternyata, selain bibit, bobot dan bebet materi indukan juga memerlukan guru master yang mumpuni sehingga anakan yang tumbuh benar-benar sehat secara fisik, memiliki karakter dan juga kaya dengan suara master.

Di tempat terpisah, Mr. Baim mengaku bangga dengan Mahesa BSF yang mampu menelorkan anakan-anakan yang bisa dipakai lomba sehingga penggemar burung atau masyarakat tidak perlu menangkap burung di alam dan cukup memanfaatkan hasil penangkaran. ‘’Inilah yang sesungguhnya haparan saya salama ini sebagai pemain ingin banyak muncul peternak yang andal yang mampu mengalihkan perhatian masyarakat untuk menangkap burung di alam. Selamat buat Mahesa, dan BSF siap mensupport,’’ pungkas Mr. Baim yang juga ketua PBI Cabang Denpasar. (gde)

Lanjutkan Membaca

Ternak

Murai Black Dragon, Ong Bak dan Ring 57, Tiga Jawara Tangguh Koleksi Mr Heru Yang Sudah Lahirkan Generasi Unggulan

Published

on

Breeding Murai Batu Heru Jakarta
Pasangan Murai Batu Ong Bak dikandang ternak
Advertisements
Tika Bird Food Madura

Menangkar burung murai batu jawara guna melahirkan generasi unggulan kini banyak  dilakukan para penghobinya. Mr Heru (Nabil) salah satu diantaranya. Kicaumania dari Rawamangun Jakarta Timur ini, sukses mencetak anakan dari tiga jawara andalannya Black Dragon (BD), Ong Bak dan Ring 57. Ketiga amunisinya ini kini sudah beranak pinak.

Advertisements

Mr Heru (Nabil) selama ini lebih dikenal sebagai penggemar sekaligus pemain sejati.  Beberapa burung murai batu gaco andalannya seperti Singo Edan, Black Dragon, Ong Bak, Ring 57 dan lainnya kerap meraih prestasi disejumlah even organiser khususnya di Jabodetabek.

Breeding Murai Batu Heru Jakarta
Mr Heru.

Disela kesibukannya sebagai CEO disebuah perusahaan multinasional, hobi burung menjadi bagian yang tak terpisahkan dan sudah dilakoninya sejak lama.

Yang menarik, kini dia tidak hanya fokus menyalurkan hobinya dilomba, tapi juga membudidayakan burung-burung andalannya ini lewat penangkaran. Ada 3 burung yang sudah sukses diternakannya diantaranya Black Dragon, Ong Bak, dan Ring 57.

Breeding Murai Batu Heru Jakarta
Murai batu Black Dragon

Tiga tahun silam, siapa yang tidak kenal Black Dragon, rekam jejak prestasinya nyaris tak terkalahkan disetiap arena  lomba yang diikutinya.  Prestasi gemilangnya ketika dia menjadi pemenang  pertama kelas murai batu utama di Piala Pasundan Bandung I  Bandung.

Ketika itu burung tersebut  masih dikoleksi Bonni Novandi,  yang dikenal kerap merajai disejumlah even-even penting berskala nasional, bahkan spesialis juara dikelas utama.

Breeding Murai Batu Heru Jakarta
Anakan Tunggal Black Dragon

Pasca take-over oleh Mr Heru (Nabil) dari Bonni, prestasi Black Dragon semakin mengkilap. Prestasinya juga terus berlanjut. Sebagai salah satu burung kesayangan, sang pemilik  akhirnya mencoba menternakannya.

Agar kelak mengalirkan trah burung hebat, dipilih indukan betina unggulan dari peternak ternama. Seekor betina istimewa ternakan dari almarhum Iwan Narpati Jakarta yang menjadi pendampingnya.

Breeding Murai Batu Heru Jakarta
Anakan Ong Bak

Dipenghujung tahun 2019 lahir seekor anakan tunggal berjenis jantan trah Black Dragon. Selain Black Dragon, pejantan tangguh lainnya yang berhasil diternakannya ada Ong Bak, burung ini juga memiliki riwayat prestasi cemerlang saat ditangan pemilik sebelumnya. Dia merupakan pemenang di even BnR Award beberapa tahun silam saat burung ini dimiliki Elviano.

Untuk itu, betina yang dipasangkannya juga tentunya pilihan terbaik. Betina yang didatangkan dari kota Malang. Silsilah sibetina tersebut juga bukan burung sembarangan, tak lain adiknya Singo Edan burung jawara andalan Mr Heru saat ini.  Pasangan terbaik ini juga sudah mencetak anakan seekor betina dan 2 ekor jantan.

Pasangan ketiga adalah pejantan Ring 57, juga bagian dari koleksi andalannya. Burung ini sudah banyak meraih segudang prestasi. Ring 57 dipasangkannya dengan betina berbulu warna blorok. Selain bulunya yang eksotis betina blorok ini juga merupakan indukan berkualitas.  Pasangan tersebut baru saja menetaskan anak-anakannya 12 April 2020 lalu.

Breeding Murai Batu Heru Jakarta
Betina Blorok Pasangan Ring 57

Yang jelas, Mr Heru (Nabil) tidak hanya sukses mengantarkan burung-burung miliknya sebagai burung papan atas, tapi juga berhasil melahirkan generasi terbaru anak-anakannya. Kesemua anakan tersebut menggunakan kode ring NFJ BF Jakarta.

Karena dia sebagai penghobi, anak-anakannya tersebut kelak hanya untuk menjadi koleksi pribadinya. Pejantan-pejantan tersebut juga diternakan terbatas tidak lebih dari 2 kali produksi. “Selanjutnya kembali dimainkan, diturunkan kelomba,” pungkasnya.

Sementara, betina-betina tersebut juga akan tetap dia simpannya untuk dipersiapkan dijodohkan dengan burung koleksinya yang lain, Singo Edan dan Singkir Sakti. Keduanya tengah dipersiapkannya ke kandang ternak. *agrobur.

Lanjutkan Membaca

Ternak

U-10 BF Jakarta, Cetak Albarkah Jr Generasi Baru Murai Batu Koleksi Om Andre Kemang

Published

on

Breeding Murai U-10 BF Jakarta
Uten ditangannya banyak cetak burung unggulan
Advertisements
Tika Bird Food Madura

Menangkar burung murai batu jagoannya di lapangan kini banyak dilakukan kicaumania khususnya di Jabodetabek. Om Andre Kemang salah satu diantaranya, dimasa musim libur lomba seperti saat ini menjadi momen yang pas saatnya menangkarkan burung andalan guna melahirkan generasi penerus sang gacoan.

Advertisements

Untuk mencetak trah burung unggulannya bernama Albarkah ini Om Andre mempercayakan pada Uten pemilik U-10 BF di kawasan Lenteng Agung Jakarta Selatan. U-10 BF sendiri selama ini dikenal sebagai peternak murai batu yang sudah banyak melahirkan anakan-anakan bagus.

Murai batu Albarkah tak lain merupakan burung istimewa koleksi andalan Om Andre. Sudah lebih dari 3 tahun burung tersebut ditangannya. Sejumlah prestasi cemerlang  diraihnya diberbagai lomba berskala nasional maupun regional. Burung ini selain memiliki kualitas materi isian mewah, durasi kerjanya juga hebat. 

Breeding Murai U-10 BF Jakarta
Om Andre Kemang saat menjelang gantanng Albarkah

Menurut pemiliknya, dia termasuk tipe burung jujur, setiap dibawa ke lapangan dan ketemu lawan, pasti jalan. Itu sebabnya, untuk melahirkan generasi selanjutnya Om Andre berusaha menternakannya, dengan cara menitipkannya ke peternak yang selama ini sudah dikenal sukses dan berhasil, diantaranya U-10 BF ini.

Meskipun masuk kandang ternak, bukan berarti Albarkah pensiun di lapangan lomba. Kalau situasi sudah kondusif dan kondisi burungnya maksimal dia bakal persiapkan kembali ke lapangan.

Breeding Murai U-10 BF Jakarta
Albarkah di Kandang Ternak

U-10 BF, selain menternak koleksi burung murai batu pribadi yang jumlahnya terbatas hanya beberapa pasang saja, juga ada beberapa pemilik burung jawara lainnya  yang menitipkan padanya untuk dibudidayakan dan berhasil.

Disela kesibukannya, Uten yang berprofesi sebagai guru disalah satu SMK di Jakarta dalam merintis penangkarannya dimulai sejak 4 tahun silam. Minatnya menangkar diawali dari  hobinya sebagai pemain murai batu. Itu sebabnya dia lebih faham memilih dan menentukan calon indukan pejantan maupun betina yang berkualitas.

Breeding Murai U-10 BF Jakarta
Albarkah Jr

Dari pengalamannya sebagai pemain ini yang membuatnya berhasil mencetak anakan unggulan. “Sekarang saya dititipkan Albarkah milik Om Andre untuk dibudidayakan disini, “ jelasnya.

Menurutnya, sejak beberapa bulan menjadi penghuni U-10 BF sudah dua kali Albarkah mencetak anakannya. Anakan pertama lahir betina, dan anakan kedua jantan. Tampaknya, anakannya yang baru berumur beberapa pekan ini bakal memiliki kualitas istimewa ang diturunkan kedua indukannya.

Breeding Murai U-10 BF Jakarta

Pasangan betina yang dijodohkan dengan Albarkah sendiri bukan burung sembarangan, induk betina yang dipasangkannya tak lain dari trah dari ternakan H Arif, Aster BF Jogya. Produk Aster BF sendiri selama ini memang dikenal menggunakan indukan-indukan betina maupun pejantan unggulan.

Anakan-anakan Albarkah kelak nantinya menurut Om Andre akan dipeliharanya sebagai koleksi pribadinya. “Karena Albarkah itu kan burung kesayangan saya, makanya diternak agar melahirkan generasinya, semoga saja berkah,” pungkasnya diakhir obrolannya.  *agrobur4.

Lanjutkan Membaca