Connect with us

Perkutut

Nuryanto Tulungagung, Come Back Setelah Tujuh Belas Tahun Vakum, Orbitan Perdana Roro Kembang Sore Produk CTP Bangkalan Bangkitkan Semangat Baru

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tujuh belas tahun lalu, nama Nuryanto masuk daftar kung mania asal Tulungagung yang eksis di arena konkurs tanah air. Dimana ada gelaran, maka disanalah Nuryanto hadir untuk ikut memeriahkan kegiatan milik kung mania. Hiruk pikuk kegiatan hobi perkutut tanah air seakan menjadi cerita yang menghiasi perjalanan sang tokoh perkutut satu itu.

Nuryanto (kanan) vakum 17 tahun kini come tekuni hobi perkutut

Namun cerita tersebut harus terhenti pada tahun 2005 ketika Nuryanto menyatakan absen. Tidak ada lagi agenda turun konkurs dalam daftar rutinitas seperti sedia kala. Keputusannya untuk istirahat dari dunia yang telah memberikan banyak teman dan saudara disebabkan oleh faktor waktu yang kian terkikis habis.

“Tahun 2005 saya vakum dari hobi perkutut bukan karena tidak suka ataupun bosan dengan hobi ini, namun alasan saya karena banyak kegiatan di luar kota bahkan luar pulau, makanya saat itu saya memutuskan untuk istirahat dulu karena tidak ada waktu lagi,” terang Nuryanto mengawali obrolan.

Kesibukan yang luar biasa ini begitu menguras tenaga dan pikiran, sampai-sampai Nuryanto mengaku betul-betul tidak ada waktu untuk sekedar menyimak perkembangan hobi perkutut. Apalagi jika pekerjaan menuntut fokus dan lokasi yang harus berada jauh dari keluarga, maka Nuryanto benar-benar fokus untuk menyelesaikan tanggungjawab yang diberikan.

Nuryanto saat memantau amunisi baru di CTP Bird Farm Bangkalan

Meski sebenarnya dalam hati dan pikiran, hobi perkutut tidak mungkin untuk dilepas apalagi sampai ditinggalkan. “Sebenarnya saya masih ingin menekuni hobi meski berada di luar kota dan luar pulau, tetapi semua itu tidak mungkin untuk dijalani,” ungkap salah satu tokh perkutut Tulungagung.

Seiring perjalanan waktu ketika pekerjaan mengalami penurunan frekuensi da nada banyak waktu untuk memikirkan hal lain, pikiran Nuryanto kembali teringat akan hobi yang lama ditinggalkan. Begitu ada waktu lagi, tanpa pikir panjang, rasa kangen bertemu rekan-rekan sesama hobi tidak bisa ditoleransi lagi.

Keputusan untuk kembali berada diantara kung mania menjadi pilihan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Akhir 2022 Nuryanto mengaku langsung berburu burung yang bisa menuntunnya menuju arena. Arena lomba yang sudah lama ditinggalkan menjadi tujuan yang ingin didatanginya lagi.

Roro Kembang Sore bangkitkan semangat untuk terus eksis

Berbekal produk CTP dari kandang K.11, Nuryanto menyatakan start sebagai kung mania. “Saat saya main lagi pada akhir 2022, saya mengorbitkan burung dari ring CTP Bangkalan,” sambung Nuryanto. Tarung perdana di Kelas Piyik Hanging orbitan bernama Roro Kembang Sore dilakukan dalam gelaran Latihan Berhadiah Srengat.

Meski hanya meraih juara dibarisan cukup panjang, hasil tersebut tetap disyukuri. Ketika itu usianya baru menginjak 3 bulan. Penampilan kedua pada usia 4 bulan, dilanjutkan dalam even Latnil Dewandaru Tulungagung, Roro Kembang Sore berhasil meraih podium 11 pada kelas yang sama.

Pada gelaran ketiga kalinya dilakukan dalam Latber Gotong Royong Blitar. Mengingat usianya sudah berada pada angka 4 bulan 15 hari, sehingga pilihan Kelas Piyik Yunior menjadi partai yang diikutinya. Saat hasil kejuaraan diumumkan, nomor kerekan milik Roro Kembang Sore disebutkan sebagai peraih juara 5.   

Showroom CTP Bird Farm Bangkalan jadi jujukan Nuryanto cari amunisi baru

Melihat potensi yang luar biasa, Nuryanto semakin semangat untuk menjajal kemampuan sang orbitan pada even yang lebih besar lagi. LPI pembuka di Pamekasan Madura menjadi ajang yang ditargekan. Turun pada kelas Piyik Yunior, Roro Kembang Sore menambah koleksi trophy setelah menuntaskan penjurian pada urutan kelima.

Dan tarung teranyar dilakukan dalam even Pengda Ponorogo. Pilihan tetap pada Kelas Piyik Yunior, hasilnya Roro Kembang Sore berhasil membawa pulang kemenangna pada urutan keenam. Prestasi demi prestasi yang dibukukan Roro Kembang Sore semakin menyakinkan bahwa pilihan pada perkutut ini dinilai tidak salah.

“Produk CTP satu ini, kalitasnya memang luar biasa terlebih mental lapangan yang dimiliki mampu membuat catatan bagus prestasinya. Saya bangga memilikinya,” jelas Nuryanto. Kenyataan inilah yang akhirnya memutuskan untuk menambah lagi amunisi dari CTP Bird Farm Bangkalan.

Nuryanto saat memilih produk yang akan dibawa pulang ke Tulungagung

Bersama istri tercinta, Nuryanto akhirnya menempuh perjalanan Tulungagung Bangkalan hanya demi mendapatkan apa yang dicari. “Terus terang saya datang ke CTP untuk cari burung buat lomba dan juga pasangan untuk Roro Kembang Sore, karena ke depan burung ini harus punya pasangan,” ungkap Nuryanto lagi.

Setelah seharian melakukan proses pantau, akhirnya ada 4 ekor produk CTP yang berhasil menarik hati dan siap untuk diboyong. Adapun produk tersebut adalah CTP D.8 (CTP 2422 K.E9 x CTP 1817 K.N.7) yang rencananya akan menjadi pasangan Roro Kembang Sore. Ada juga betina CTP A.9 (CTP 1285 K.A1 x TOP 20.595 K.C7)

Rencana betina ini akan masuk kandang ternak milik Nuryanto. Sedangkan untuk burung lomba, ada dua ekor yang resmi di take over yakni CTP F.4 (CTP 2142 K.A.1 x CTP 2262 K.B.5) dan CTP C.12 (TOP 15.720 K.666 x AKN 717). Kedua burung ini usianya masih berada di angka 2 dan 3 bulan.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.