Connect with us

Perkutut

NSA Bird Farm Sidoarjo, Meteor Star Masih Jadi Andalan, Meski Pandemi Corona Produknya Laris Manis

KONBUR Tayang

:

Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates
Advertisements
Iklan Trimurti BF Surabaya

Semua profesi kalau ditekuni dan diniati dengan benar, maka akan menghasilkan. Begitulah filosofi Drg.H.Nur Syaiful Anwar, pemilik NSA Bird Fam Krian Sidoarjo. Setidaknya, H.Syaiful, begitu kung mania satu ini dipanggil, merasakan betul bahwa ketika profesi sebagai peternak perkutut ditekuni dan diniati, maka hasilnya bisa dirasakan.

Drg.H.Syaiful bersama mobil Ertiga hasil penjualan perkutut

“Saya bukan peternak perkutut besar dengan materi indukan yang memiliki nama popular. Materi yang saya miliki berasal dari hasil pengembangan indukan yang saya nilai masih dalam level biasa,” ungkap H.Syaiful. Namun demikian, produk yang dihasilkan mampu membuat beberapa kung mania tertarik untuk mendapatkannya.

Selama ini, produk ternaknya tidak pernah meninggalkan sisa di kandang umbaran, semua ludes tak tersisa. “Alhamdulillah, produ saya laris mania dibeli rekan-rekan, baik penghobi, pemain ataupun peternak,” imbuhnya kung mania yang juga seorang dokter gigi. Tidak hanya daerah Krian Sidoarjo yang menjadi penikmat produknya, tetapi juga dari luar kota.

Drg.H.Syaiful sukses kembangkan NSA Bird Farm Krian Sidoarjo

Kenyataan inilah yang membuat H.Syaiful tidak pernah bisa mengorbitkan burung dari hasil ternaknya. “Mau lomba burung sendiri, jelas tidak mungkin, karena banyak yang laku, baik usia muda ataupun menjelang turun lomba,” katanya lagi. tidak heran jika selama ini H.Syaiful lebih banyak mengorbitkan burung produk peternak lain.

Sebut saja. Meteor Star, perkutut bergelang NIF A.5. Orbitan inilah yang selalu setia menemani kemana H.Syaiful berhasrat untuk menyalurkan hobi perkututnya. Bahkan setiap kali turun lomba, Meteor Star tidak pernah melepaskan diri dari daftar kejuaraan pada kelas Dewasa yang selali diikutinya.

Meteor Star masih andalan H.Syaiful NSA Bird Farm Sidoarjo

“Meteor Star memang bukan burung istimewa, namun setiap kali saya lombakan selalu juara. Mental dan kualitas suaranya begitu luar biasa sehingga tidak pernah lepas untuk membawa pulang trophy kejuaraan,” jelas H.Syaiful. setidaknya Meteor Star mampu mengeksiskan nama H.Syaiful NSA Bird Farm Krian Sidoarjo didunia hobi perkutut tanah air.

Seiring perjalan waktu, ketika usia Meteor Star sudah semakin tua, H.Syaiful berusaha untuk mempertemukan dengan seekor betina. Akhirnya berjodohlah perkutut ini dengan betina trah NSA G.3. Diakui oleh H.Syaiful bahwa keturunan yang sudah dihasilkan, menunjukkan kualitas yang tidak mengecewakan.

NSA Bird Farm Krian Sidaoarjo, bukan peternak besar tapi kesohor

“Anak dari Meteor Star sudah terdeteksi bagus, namun usianya masih piyik. Mudah-mudahan bisa dibanggakan,” harap H.Syaiful. Ditambahkan olehnya bahwa meski Meteor Star masuk kandang ternak, namun performa yang ditampilkan masih bisa membawa pulang trophy juara di kelas yang diikutinya.

“Asal tidak anggrem, pada saat ada lomba pasti saya bawa dan lombakan, Alhamdulillah masih bisa juara meski bukan pada posisi yang bagus,” terangnya lagi. Untuk lebih memberikan tambahan kualitas pada produk ternak, materi trah Cristal dan Shafa menjadi pilihan sebagai indukan baru.

Meteor Star bersama pasangannya di dalam kandang ternak

Hasilnya memang menggembirakan. Produk ternaknya tidak pernah tersisa dan bahkan terbilang selalu kurang. Menurut H.Syaiful dalam kondisi corona selama ini, NSA Bird Farm Krian masih mampu mencatat transaksi baik hasil produk ternak ataupun jebol kandang. “Dua bulan di awal tahun 2021 penjualan hasil ternak saya tetap lancar,” imbuhnya lagi.

Kenyataan inilah yang akhirnya membuat H.Syaiful mendapatkan satu unit mobil Suzuki Ertiga tahun 1996 hasil dari penjualan perkutut. “Corona ternyata memberikan berkah bagi saya karena ternak laris manis dan saya bisa mempunyai mobil Ertiga hanya dalam dua bulan penjualan produk kandang,” ungkapnya lagi.

Kandang ternak tempat Meteor Star berkembang biak

Kini dengan hasil tersebut, H.Syaiful berusaha melakukan upaya untuk terus mengembangkan ternaknya dengan materi-materi yang menurutnya bisa mendongkrak kualitas hasil ternak. “Saya baru saja menambah indukan dari Aurora Bird Farm trah Sinyo dan Romeo yang saya dapatkan dari Pak Sammy, saya berharap hasilnya bisa lebih bagus dan membahagiakan,” harapnya lagi.

Perkutut

Ketua Pengda Sumenep Apresiasi Kinerja Juri di Even Pengcam Ambunten (19/9/21), Jika Mampu Dipertahankan, Bonus dari Kantong Pribadi Siap Dicairkan

Published

on

Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates
Advertisements
Iklan Trimurti BF Surabaya

Sukses penyelenggaraan event Pengcam P3SI Ambunten mendapat apresiasi luar biasa dari Ketua Pengda P3SI Sumenep, Ustadz Fauzan Kamil. Meski baru pertama kalinya Pengcam Ambunten menggelar hajatan milik komunitas kung mania, namun secara keseluruhan hasil yang didapat tercacat sebagai sebuah prestasi yang menggembirakan.

Formasi juri yang bertugas di even Pengcam Ambunten

“Pengcam Ambunten baru terbentuk beberapa bulan saja dan langsung menggelar acara, Terus terang saya puas dengan hasil yang didapat meski secara keseluruhan tidak mungkin bisa memuaskan seluruh peserta yang hadir dengan jumlah keseluruhan blok mencapai 10,” terang Ustadz Fauzan Kamil.

Hasil yang menjadi sorotan paling utama adalah pada sisi penjurian. Kinerja juri dinilai sudah mampu terlaksana dengan baik dan benar. Menurut Ustadz Fauzan Kamil, penjurian yang menjadi salah satu faktor penentuan sukses tidaknya sebuah gelaran konkurs, sudah terlaksana dengan baik dan menggembirakan.

Ketua Pengda Sumenep bersama pengurus dan panitia

“Saya merasa senang dengan hasil penjurian karena tidak ada yang komplain, itu artinya bahwa juri sudah menjalankan tugasnya dengan baik dan benar,” sambung kung mania yang juga tokoh agama di  Sumenep. Keberhasilan juru vonis dalam menjalankan tugas dengan baik dan benar, serta sesuai harapan tersebut langsung direspon.

Ustadz Fauzan Kamil berharap agar formasi juri yang diturunkan dalam gelaran Pengcam Ambunten pada Minggu, 19 September 2021 bisa terus dipertahankan tanpa ada perubahan. “Saya sudah informasikan ke beberapa pengurus daerah ataupun kecamatan untuk terus mengundang juri yang sudah di pakai oleh Pengcam Ambunten tanpa ada perubahan,” sambung sang Ustadz.

Ketua Pengda siap cairkan bonus untuk kinerja juri

Sebab Pengda Sumenep sudah menjadwalkan agenda berikutnya secara bergiliran dari satu Pengcam ke Pengcam lain dan Ketua Pengda berharap agar formasi juri yang diturunkan dalam kegiatan di Pengcam Ambunten harus tetap diundang. ”Saya instruksikan agar juri yang bertugas, dipanggil kembali jika ada kegiatan yang sama,” jelasnya lagi.

Jika nantinya kinerja mereka dalam beberapa agenda ke depan tetap memperlihatkan kinerja terbaiknya, Ketua Pengda tidak akan sungkan-sungkan untuk memberikan semacam penghargaan. “Sumenep ke depan akan diisi oleh banyak lomba, saya ingin formasi juri di lomba Pengcam Ambunten harus dipakai, jika mereka tetap bagus dalam bekerja, saya siap memberikan bonus pada mereka diluar honor yang wajib mereka terima,” sambungnya.

Tak segan mengucurkan dana pribadi untuk juri

Bonus yang akan dikeluarkan berasal dari kantong sendiri dan bukan dari uang organisasi, karena diakui olehnya, keinginan tersebut murni dari ide pemikiran pribadi. “Soal bonus yang akan saya berikan pada juri berpredikat kinerja bagus, tidak perlu saya sampaikan sekarang, biarlah ini akan menjadi tanda tanya, tapi yang pasti saya akan mengeluarkan bonus itu pada waktu dan momentum yang pas,” ungkap Ustadz Fauzan Kamil.

Lanjutkan Membaca

Perkutut

DRG Bird Farm Magetan, Datangkan Materi Anyar dari Grand Master Surabaya K7A, Trah Unggulan Pendongkrak Kualitas Produk Ternak

Published

on

Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates
Advertisements
Iklan Trimurti BF Surabaya

Desember 2018 menjadi awal Drg.Deddy Wijaya H, kung mania Magetan memulai perjalanan menekuni hobi perkutut. Menjadi bagian dari komunitas penghobi, peternak dan pelomba perkutut tanah air, merupakan sebuah cerita yang sampai saat ini akan terus dikenang. Seperti umumnya, Drg.Deddy Wijaya juga belum begitu paham terhadap apa yang dilakukan.

Drg.Deddy Wijaya pemilik DRG Bird Farm Magetan

Yang terpenting ketika itu adalah bergabung dulu, soal nantinya yakin pada suatu saat nanti akan bisa menemukan apa yang harus dimilikinya. Seiring perjalanan waktu, lambat laun Drg.Deddy Wijaya mulai menemukan jawaban apa itu yang namanya perkutut dan bagaimana harus berbuat meski belum masuk secara mendalam.

Setidaknya, apa yang ditekuninya sedikit banyak sudah bisa dirasakan. “Alhamdulillah Oktober 2019 saya mulai mengerti tentang perkutut meski belum sepenuhnya, tapi itu merupakan hal yang membuat saya semakin bisa menemukan jalan yang harus saya lalui,” terang alumni FKG Unair Surabaya 1980.

Rutinitas di kandang ternak jadi kegiatan baru Drg.Deddy Wijaya

Pemahaman tentang perkutut, akhirnya memutuskannya untuk menambah kesibukan baru sebagai peternak. Oktober 2019, Drg.Deddy Wijaya resmi memiliki kandang ternak bernama DRG Birid Farm yang beralamat di Bukit Selosari Permai Magetan. Sekitar 60 kandang ternak berhasil dibangun.

Beberapa materi indukan yang menjadi penghuni kandang ternak didapat dari hasil perburuan di farm-farm yang dianggap bisa membantu merealisasikannya menjadi seorang peternak sukses. Trah Bomber Grand Master Surabaya menjadi bagian indukan yang resmi masuk kandang ternak.

Srg.Deddy Wijaya, saat santai disela-sela ngurusi kandang ternak

“Saya memang mengincar trah Bomber sejak awal membangun kandang, bagi saya trah ini adalah andalan yang bisa membuat peternak bisa mencapai titik harapan,” ungkapnya. Ternyata pilihan beberapa indukan yang dimiliki mampu membangkitkan semangatnya untuk terus eksis menekuni hobi perkutut.

Awal Januari 2020, Drg.Deddy Wijaya memutuskan untuk turun lapangan membawa produk ternaknya. Kelas Piyik Hanging menjadi pilihan karena pada waktu itu, usia ternak DRG Bird Farm yang baru bisa dilombakan usianya masih berada usia muda. Siapa sangka, meski tidak ada target menang, ternyata salah satu orbitannya menembus urutan podium.

Alumni FKG Unair Surabaya tahun 1980

“Burung pertama kali saya lombakan ternyata masuk juara keempat Kelas Piyik Hanging, nama burung tersebut adalah Buldozer, ring DRG. Alhamdulillah sebuah keinginan dan pemberian yang luar biasa. baru turun lomba dan bisa langsung juara,” ungkap Drg Deddy Wijaya dengan perasaan berseri-serti.

Produk lain DRG Bird Farm yang sukses menembus juara adalah Teletubis yang berhasil memetik kemenangan dalam gelaran Latber Sankumjuple Bird Farm diurutan ketiga Kelas Piyik Hanging. Begitu juga saat turun di Latber Agung Jipen Cup 2021, tiga produk DRG Bird Farm yakni Dakocan, Ultrajoss dan Teletubis ditetapkan sebagai juara.

Datangkan materi dari Grand Master Surabaya K7A

Ketiganya sukses meraih kemenangan di Kelas Piyik Hanging dengan urutan juara masing-masing di nomor kejuaraan 6, 7 dan 11. Gelaran lainnya yang juga sukses memasukkan produk DRG pada daftar kejuaraan adalah Pasuka yang sukses tarung di even Pengda Sragen Cup diurutan ke 10 masih pada kelas yang sama yakni Piyik Hanging.

Selain berhasil mengorbitkan produk sendiri, Drg.Deddy Wijaya juga sukses mengorbitkan andalan dari ring lain yakni produk BN Bird Farm Surabaya bernama Ultraman yang sukses menembus urutan 2 Kelas Piyik Hanging di even Nero Cup 2021 Bali dan juara pertama gelaran Latihan Dinilai Sultan Bird Farm Surabaya sebagai peraih juara pertama pada kelas yang sama.

Penampakan DRG Bird Farm Magetan Jawa Timur

Deretan prestasi itulah yang semakin membuat Drg.Deddy Wijaya bertambah antusias untuk menambah materei baru, guna lebih meningkatkan mutu dan kualitas hasil ternaknya. Akhirnya didatangkanlah perkutut juara produk SPN bernama Satria perkutut bergelang DNT 04 bersama pasangannya SPN 299.

“Saya dulu pernah jebol kandang SPN Madiun yakni burung bernama Satria dan pasangannya. Awalnya saya tertarik untuk jebom karena pernah punya anakanya dan ternyata bagus, makanya langsung saya jebol agar bisa memiliki produk unggulan seperti itu. Harga yang kami sepakati untuk sepasang indukan itu cukup terjangkau,” jelas Drg.Deddy Wijaya tanpa menyebut angka.

Trah andalan yang kini jadi penghuni DRG Bird Farm

Untuk lebih memperkuat barisan indukan di DRG Bird Farm, masih terus mendatangkan trah juara. Kali ini materi dari Grand Master Surabaya K7A langsung dihadirkan di kandang DRG Bird Farm. “Saya inden Grand Master K7A, dapat nomor antrian 11, sekarang sudah dapat dan saya ambil lewat orang saya,” sambungnya.

Lanjutkan Membaca

Perkutut

Mahakam dan Berkah Anugrah, Dua Jebolan Chizungtsang BF Prestasi Di Latber Minggu Bahagia Ajatappareng Sulsel

Published

on

Chizungtsang BF Makasar
Khusmasidik Spt bersama para jawara Piyek Hanging
Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates
Advertisements
Iklan Trimurti BF Surabaya

Gelaran Latber perkutut bertajuk Minggu Bahagia Ajatappareng di lapangan Amanah BF Ongkoe Kab Wajo, Sulawesi Selatan, Minggu (19/9) kembali menjadi ajang pembuktian produk  Chizungtsang Bird Farm. Mahakam dan Anugrah, dua anak burung ring peternakan perkutut milik Khumasidik Spt ini masuk diperingkat juara 1.

Khumasidik, Spt bersama Syarifuddin Sahar orbitkan Gamacca

Ajang tersebut  banyak diikuti peternak-peternak setempat dan seputar wilayah Makasar Sulsel sekitarnya. Even yang dimotori Muh Kitta Rijal BF sebagai Ketua Pelaksana, dihadiri juga  Ir Wisnu Wibawa, Ketua Pengwil P3SI Sulsel, juga ada Sutekno Wahyudi Ketua Pengda P3SI Ajatappareng.

Juara hari itu, menampilkan kedua ternakan Chizungtsang BF ditangga juara, diantaranya dikelas Piyik Hanging dan Piyik Senior.  Pada  kelas Piyik Hanging dimenangkan Mahakam. Anak burung yang baru berumur 3 bulan ini terlahir trah materi dari kandang favorit Chizungtsang. Burung ini memang memiliki kualitas istimewa sesuai dengan sang indukannya.

Bersama rekan kung mania di markas Chizungtsang BF

Sementara dikelas lainnya, Piyik Senior menampilkan Bekah Anugrah, Burung yang selama ini dinakhodai  Musnang Raja Berlian BF Sengkang. Sama seperti Mahakam, keistimewaan Raja Berlian ini juga mengalir dari trah unggulan di kandang favorit Chizungtsang BF.

Sejatinya, prestasi produk  milik Khumasidik ini bukan yang kali pertama. Beberapa waktu lalu juga sudah mencetak anak burung jawara bernama Hamas. Anak burung ini ketika itu prestasi di lapangan Toddpuli dalam sebuah laga Liga Peternak Sulsel diawal bulan Juni silam. Kemudian setelah itu ada Gamacca yang juga juara dikelas Piyik Hanging dieven berikutnya.   

Setelah itu diajang Latberan Ongkoe Belawa, Kab Wajo produk Chizungtsang juga menampilkan Robocop juara 1 dikelas Piyik Hanging.

Dengan menampilkan sejumlah anak-anakannya ketangga juara disejumlah even membuktikan produk Chizungtsang Bird Farm  merupakan peternak perkutut yang sudah mencetak anakan terbaik khususnya di kota Makasar  Sulawesi Selatan dan sekitarnya.

Peternakan milik Khumasidik yang dibangun sejak 2 tahun lalu dibangunnya dikawasan Simpo Baranti Kabupaten. Sidenreng Rappang, sebelah utara kota Makasar. Sulawesi Selatan  (WA 085375507989), sampai saat ini memang merupakan salah satu peternak perkutut unggulan di kota tersebut.

Markas Chizungtsang Bird Farm lahirkan anakan terbaik

Seperti yang pernah diulas dimedia ini, sampai saat ini kandang-kandang favorit terbaik di peternakan Chizungtsang BF masih tetap mengandalkan  trah Acropoliz, Cakrawala BF, diantaranya Kandang-A.222. (Dragon. Aspira jantan x Acropoliz A.2 04. Betina).

Lalu K- A667. (Trans.Thailand jantan x Raw A777 betina), K B.333. (Cakrawala. Garuda E jantan x Arian B.1. betina), K- C.222. (Cakrawala Garuda 4 jantan x Acropoliz A2.04. betina), dan K- .D333. (Raw R333 jantan x Raw W888 betina).

Dari materi indukan-indukan tersebut kemudian dikembangkan dengan memasangkan masing-masing indukan hingga menghasilkan anakan-anakan unggul. Hasilnya cukup memuaskan dengan mencetak anakan yang berkualitas juara seperti Hammas, Gamaca, Robocop, Mahakam dan Berkah Anugrah. *agrobur.

Lanjutkan Membaca
Advertisement banner

Copyright © 2019 Media Agrobur. Powered by agrobur.