Connect with us

Perkutut

NIF Bird Farm Sidoarjo Pindah Lokasi, Ciptakan Nuansa Baru, Indukan Didominasi Trah Cristal, Golden dan Import

KONBUR Tayang

:

Dua tahun sudah NIF Bird Farm resmi pindah dari lokasi lama di Perumahan Permata Juanda ke lokasi baru Perumahan Graha Al Ikhlas, Raya Bypass Juanda Sidoarjo. Meski masih berada dilokasi yang tidak jauh, namun ada pemandangan berbeda antara lokasi lama dan lokasi yang ditempati saat ini.

Ruddy Novianto sukses membangun ternak perkutut

“Alhamdulillah kandang ternak NIF Bird Farm resmi pindah,” terang Ruddy Novianto pemilik farm. Dakui oleh Ruddy bahwa lokasi lama memang terbilang lebih luas, lebih dari dua kali lokasi yang lama. “Kandang ternak yang lama adalah milik orang tua  sedangkan yang baru ini milik saya sendiri,” ungkapnya.

Dilokasi baru ini sengaja dibuat khusus untuk kandang ternak dan bukan digunakan untuk tempat tinggal keluarga. Ditempat baru ini, Ruddy mempersilahkan bagi siapapun untuk memanfaatkannya, semisal hanya untuk istirahat/transit atapun untuk menginap. “Biasanya kalau ada lomba perkutut di Surabaya, beberapa rekan menginap disini,” imbuhnya.

NIF Bird Farm Sidoarjo menempati lokasi yang baru

Mengingat lokasi baru ukurannya lebih sempit, Ruddy terpaksa memangkas sebagian kandang yang awalnya berjumlah 244 kandang menjadi 160. Semua indukan yang ada di lokasi baru diboyong ketempat baru, namun tidak semua terpakai. Ruddy mengaku melakukan seleksi ketat, indukan apa saja yang dipertahankan dan masuk daftar buang.

“Dari jumlah 244 kandang menjadi 160, indukan yang selama ini saya miliki tidak semua bisa masuk, namun harus melalui seleksi ketat. Dari seleksi inilah indukan dari trah Cristal, Golden dan import mendominasi jadi penghuni kandang ternak NIF Bird Farm Sidoarjo, selain trah lain yang ikut ambil bagian dalam keluarga besar farm tersebut.

Produk ternak NIF Bird Farm mengalami peningkatan kualitas

Adapun deretan kandang yang termasuk favorit adalah K – 01 (111) indukan jantan NIF 7228 A.13 bersama pasangannya SKJ 335, K – 03 (999) TL 4003 N.45 x TL 2198 N.40, K – 05 (777) indukan Cristal 988 D.6 dan TL 3234, K – 07 (888) indukan NIF 127 dan 418  A.11, K – 8 (222) indukan TL 4140 N.14 dan Golden 317 S.16, K – 09 (666) Golden 2212 K.6 x Golden 76 K.6, K – 11 (333) E.7 224 x MPG 179 N.4 dan K – 12 Cristal 19.633 AAA x TL 4304 N.9

Imbas dari seleksi yang dilakukan, Ruddy mengakui bahwa kualitas hasil anakan mengalami peningkatan yang lumayan menggembirakan. “Walaupun jumlah anakan sekarang mengalami penurunan, namun kualitasnya lebih bagus jika dibandingkan dengan hasil ternak ketika di tempat lama,” kata Ruddy lagi.  

Kandang ternak millennial lebih efisien dan praktis

Semua ini disadari sebagai pemberian sang Maha Kuasa. Nampaknya NIF Bird Farm diberikan kesempatan untuk menghasilkan anakan kualitas lomba sesuai kebutuhan kung mania.  “Saya selalu berharap NIF selalu diberikan kesempatan untuk menjadi farm yang bisa mencetak anakan bagus, baik untuk lomba ataupun bahan ternak,” harapnya.

Nuansa baru yang tertangkap saat berkunjung ke kediaman NIF Bird Farm adalah model kandang. Ruddy sengaja membuat kandang dengan lebih kecil dari ukuran pada umumnya. “Ini adalah kandang millennial yang bakal menjadi trend di masa mendatang,” terangnya sambil menunjuk barisan kandang berukuran lebih kecil.

Ruddy NIF optimis terhadap kualitas ternak perkututnya

Dengan kandang tersebut, banyak manfaat yang dirasakan. Lokasi baru yang terbilang tidak begitu luas, bukan masalah baginya untuk tetap membangun kandang lebih banyak. Jika tetap membiarkan kandang lama, maka Ruddy tidak mungkin bisa menempatkan kandang dengan jumlah sampai 160 petak.

Desain kandang millennial ini lebih menciptakan nilai seni karena terlihat lebih indah jika dipandang mata. Ukuran yang lebih kecil ini ternyata tidak berdampak para proses produksi. Sempat ada keraguan dan kekhawatiran, dengan model kandang ternak berukuran lebih kecildari biasa yang dipakai.

Barisan kandang favorit berharap lahirkan produk unggulan

Ragu dan khawatir, burung tidak bisa hidup dengan seperti biasanya dan imbasnya pada proses produksi. Namun setelah sempat menjalani kehidupan baru dikandang yang disebutnya millennial tersebut, tidak satupun yang mengalami kendala. Tidak ada satupun indukan yang macet produksi, semua berjalan seperti biasanya tanpa terkendala.

Kenyataan inilah yang membuatnya semakin yakin dan percaya diri untuk membangun kandang millennial sesuai jumlah yang dibutuhkan. “Saya kira ini bisa menjasi jawaban atas kekawatiran mereka yang memiliki lahan terbatas tetapi ingin membangun kandang ternak, saya kira sudah saatnya mereka merealisasikan,” kata Ruddy lagi.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.