Connect with us

Lomba

Ngoncer, Jendral Bawa Pulang Sangkar Di Latber Simfoni Jokotole Sidoarjo

KONBUR Tayang

:

Masih dengan tema Gak Wediblas, gelaran latber rutin gantangan Simfoni Jokotole yang dihelat tiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu yang dimulai sejak Pkl.11.00 wib ini masih tampak ramai dipadati kicaumania, selalu memanjakan para kicaumania dengan berbagai bonus dan juga hadiah tampak menjadi ciri khas gelaran Simfoni Jokotole yang terletak di Gantangan Bintang Lima Sidoarjo ini.

Sengit Kelas G-36 M3 Max. Full Gantangan
Suasana Kelas Lovebird Fighter Sengit Dibuka Hingga 3 Kelas

Seperti pada gelaran Latber Kamis (4/2/21) kemarin, tampak para Ijomania terlihat sangat antusias mengingat untuk kelas Cucak Hijau G-36 gelaran kali ini juara 1 langsung berhak membawa pulang 1 buah sangkar produk N-Man. Terang saja tiket untuk kelas ini pun langsung terjual habis hingga full gantangan. Dikelas ini Jendral berhasil membawa pulang sangkar pruduk N-Man. Gaco milik Moko asal Damarsi SF ini berhasil keluar sebagai juara 1 dengan kawalan ketat Singer Corona yang menguntitnya di podium juara ke 2.

Juara 1 Kelas Cucak Hijau G-36 Jendral Langsung Bawa Pulang Sangkar Baru
Runnerup Kelas Cucak Hijau G-36

Dikelas murai batu, dua kelas yang dibuka oleh panitia berhasil menghantarkan Marlena gaco milik Dzaki Joko asal Kanjenganten dan Ki Bejo gaco milik Mr Lukman asal Liar SF secara bergantian menghuni podium juara 1 saat keduanya berlaga di kelas Murai Batu A dan B.

Juara 1 Kelas Murai Batu A
Juara 1 Kelas M3 Max G-36
Juara Kelas Lovebird Fighter B

Berlanjut dikelas Lovebird Fighter, dikelas ini ada aksi apik dari Putri Bos gaco andalan milik Abah Dinsya yang mengusung bendera Bos Kecil SF, langsung tancap dengan durasi ekek panjang yang dimiliki gaco inipun nyaris menang nyeri alias double winner. Sayang disesi kedua Putri Bos harus menyerah dari Yellow gaco andalan milik Abah Hadi yang yang sukses menempati podium juara 1 dengan hanya terpaut 98 poin.

Baca Juga  Kenari Naik 3 Kelas di Gantangan Jemundo Bird Contest (JBC) Sidoarjo

Lomba

Ini Tiga Partai Neraka di Road to Mabes SF Cup, Malang

Published

on

Ada tiga kelas yang dianggap sebagai partai neraka dalam gelaran Road to Mabes SF Cup di gantangan Harmony BC, Karanglo, Malang, Minggu (11/4/2021). Antara lain Murai Batu, Cucak Hijau dan Cendet.

Murai Batu Kliwon milik Amelia dari Bloko Sutho, Tumpang peraih juara pertama di kelas utama.

“Even kali ini saya anggap sukses koordinasi kami antara panitia dan juri bahwa harus memberikan penjurian profesional. Sehingga kicaumania Malang Raya yang meramaikan gelaran ini pulang dengan tersenyum walaupun gacoannya kalah atau pun menang,” ujar H. Rudi, punggawa Mabes SF saat ditemui wartawan di lokasi.

Cucak Hijau Gempar milik Rombenk Squad dari Rombenk SF, juga berhasil meraih prestasi di even ini.

Lebih lanjut Abah Rudi –panggilan akrabnya mengatakan, gaco yang menang merupakan burung betul – betul berkualitas sehingga harus menang. “Apabila ada gacoan yang kalah, pemilik menyadari burungnya kurang jalan,” ungkap Abah Rudi.

Cendet satu diantara kelas yang seakan menjadi partai neraka karena selalu dibanjiri peserta.

Selanjutnya dari sesi pertama hingga akhir, ketiga sesi yang menjadi partai neraka selalu dipadati peserta. Bahkan di sesi utama, pertarungan untuk merebut puncak nominasi semakin sengit. Murai Batu Kliwon milik Amelia, Bloko Sutho, Tumpang satu diantara gacoan peserta yang menorehkan prestasi.

Para pemenang Cucak Hijau Executive di even Road to Mabes SF Cup.

Murai Batu Kliwon berhasil meraih puncak prestasi di dua kelas yakni di kelas Executive dan Mabes. “Besutan ini baru lepas trotol dan mulai memberikan prestasi, semoga dengan keberhasilan di even ini bisa meraih prestasi di even yang lebih besar,” ujar sang empu Kliwon.

Sedangkan di Cucak Hijau, satu diantara jenis yang menjadi kelas bergengsi sejumlah gacoan milik peserta juga merayakan selebrasi. Diantaranya Cucak Hijau Gempar milik Rombenk Squad, Rombenk SF. Sejumlah besutan milik Rombenk SF juga tercatat berhasil meraih prestasi di beberapa sesi.

Untuk kelas Cendet, Sengketa milik GBK dari Star Team berhasil meraih juara runner up. Rinciannya meraih juara pertama di kelas Bintang dan Favorit. Cendet satu diantara yang sejak sesi awal juga dibanjiri peserta.

Baca Juga  Sandra Ngoncer Dikelas Pembuka Latber KSBC Kedungrejo Sidoarjo

“Pada gelaran ini, meski dari awal hingga akhir bisa berjalan lancar tidak ada komplain dari peserta tetap akan kita evaluasi guna pertimbangan tim Mabes SF menuju acara puncak,” ungkap Abah Rudi.

Terkait dengan gelaran puncak Mabes SF Cup, Abah Rudi mengatakan akan menunggu perkembangan situasi khususnya terkait pandemi Covid-19. “Kami akan menunggu intruksi pemerintah jadi jangan sampai gelaran mendatang terganggu. Apabila pandemi Covid-19 sudah reda dan diperbolehkan melaksanakan kegiatan seperti ini maka akan segera kita gelar,” katanya.

“Saya selaku pimpinan dari Mabes SF mengucapkan mohon maaf bila masih ada kekurangan dan terima kasih atas dukungan semua pihak. Ke depannya tetap akan kita evaluasi kinerja panitia agar bisa memuaskan kicaumania,” pungkas H. Rudi.     

Lanjutkan Membaca

Lomba

Lega Liang Bird Festival, Nobatkan 10 Burung Terbaik, Pelangi dan TCA Juara Umum

Published

on

de
Pelangi BC dan TCA SF sabet juara umum BC dan single fighter

Denpasar, mediaagrobur.com – Walau sempat diguyur hujan, namun event Lega Liang Bird Festival yang berkolaborasi dengan BnR Bali yang digelar Minggu, 11 April 2021 di Gantangan D’tukad Kertalangu Denpasar berjalan sukses. Berhasil menobatkan 10 burung terbaik dan menetapkan Pelangi BC dan TCA SF sebagai juara umum BC dan single fighter.

pemenang burung terbaik

Sebanyak 10 burung terbaik yang berhasil ditetapkan panitia setelah melalui pertarungan di beberapa kelas yang diikutinya di antaranya Dewi Fortuna terbaik anis merah milik Arya Wibowo, Pasopati terbaik murai batu milik Dewa Oping, Zeus terbaik cucak ijo milik Oca, Roxy terbaik kenari milik Mr. Hendra, Monster terbaik Hwamei milik Mr. Dewa, Shooter terbaik cendet milik Mr. Big, Basusesa terbaik kacer milik Dewa Bamz, Red Gems terbaik LB fighter milik Badri Jr, Dozer terbaik LB paud milik Mr. Anam, dan Mafia terbaik anis kembang milik Alit.

burung terbaik

Sementara itu, Pelangi BF meraih juara umum BC setelah mengantongi 1.200 poin sedangkan TCA SF meraih juara umum single fighter setelah meraih 850 poin.

Terbaik kacer

Ketua pelaksana Goes Dira usai lomba mengucapkan terimakasih kepada seluruh kicau mania yang sudah berkenan hadir memenuhi undangan Lega Liang Bird Festival ini. Walau sempat diterjang hujan lebat secara tiba-tiba, namun kicau mania tak beranjak dari arena lapangan. Dengan memohon kepada Hyang Kuasa, akhirnya cuaca terang benderang sampai lomba tuntas sore hari.

Terbaik cucak ijo

Namun, Goes Dira juga menyampaikan permohonan maaf jika selama perlombaan ada hal-hal yang kurang berkenan. Ia menyampaikan dalam sebuah perlombaan pasti ada yang kalah dan menang. Sebagai panitia ia hanya berusaha menyuguhkan yang terbaik dengan menyerahkan sepenuhnya kepada dewan juri yang bertugas yang sudah terpilih untuk memberikan penilaian terbaik bagi seluruh burung yang ikut berlomba.

Baca Juga  Guyub Rukun Sedekah Bersama Sikumbang Asik, Cara Bersyukur Kung Mania Sidoarjo Atas Prestasi Orbitannya
Jawara kenari

Di tengah cuaca yang sempat kurang bersahabat, gaco-gaco yang bertempur begitu luar biasa. Bahkan tak menghiraukan cuaca hujan dan bahkan terik matahari yang menghentak. Seperti pertarungan  di kelas anis merah. Chivas milik Andreas sempat memimpin di sesi Champion, namun di leg kedua Dewi Fortuna berhasil melaju ke puncak dipepet Jagasatru milik Wayan Agus yang dua kali meraih posisi kedua. Narantaka sempat unggul di leg ketiga dengan gayanya yang ciamik, namun di laga penutup Dewi Fortuna kembali unggul sehingga mengantarkan sebagai anis merah terbaik.

Pasopati, terbaik murai batu

Di partai neraka murai batu, persaingan begitu memanas. AK-47 milik Kader begitu membombardir dengan rolingan dan tembakannya di laga Champion sehingga mengantarkan duduk di posisi puncak. Namun Pasopati milik Dewa Oping berhasil melaju kencang setelah tertinggal di leg pertama. Pasopati dipepet Mutiara Timur dan Dewa Langit Jr di leg kedua.

Di leg ketiga Dewa langit Jr langsung menyodok ke puncak menggeser Pasopati ke posisi kedua dan di laga penutup giliran Violet milik Wah Adya yang moncer di posisi puncak.

Jawara anis merah

Di laga cucak ijo, Zeus milik Oca tak terbendung mendominasi nilai. Walau tertinggal di sesi pembuka bercokol di tempat kedua di bawah Satria milik Kafir, namun di leg kedua dan ketiga Zeus langsung menyapu. Kala Gondang sempat memimpin di babak terakhir.

Di kelas kenari Roxy milik Hendra memimpin di sesi pembuka. Dikawal Andik Lontong, Roxy tampil ciamik bersama Tembang Giras yang apik. Singo Edan berhasil menggeser posisi Roxy ke tempat kedua tetapi tak menggeser Roxy sebagai kenari terbaik.

Jawara kembang

Masih ada beberapa kelas komunitas yang tampil eboh. Di antaranya kelas cendet yang menghadirkan banyak peserta yang dikomandoi Heri Pecel. Dari tiga kelas yang dibuka, Shooter berhasil unggul di dua kelas setelah tampil dengan tembakan gerejaan, kuntilanak dan rolingannya yang rapet. Shooter bersaing dengan Honda dan sempat Pancasona unggul di sesi kedua.

Baca Juga  Daftar Juara Metro BC Cup 2 di Gantangan Dewa 99 Medaeng Sidoarjo (1/9/19)
Jawara hwamei

Di kelas komunitas hwamei ada Monster dan Tingkih yang bersaing ketat, di kelas kacer ada Basusena yang membabat habis tiga kelas atau hattrick, di kelas LB fighter Red Gems yang double winner, di kelas paud ada Dozer yang nyeri dan di kelas anis kembang ada Mafia yang melibas habis seluruh kelas.

Di penutup, selain para pemilik burung terbaik memperoleh trofi, panitia juga memberikan penghargaan  kepada juara umum BC dan single fighter. (gde)

Lanjutkan Membaca

Lomba

Ini Dia Para Juara Murai Batu dan Cucak Hijau Di Imam Gendut Cup, Adam Enterprise Pondok Cabe Tangsel

Published

on

Imam Gendut Cup Adam Enterprise
Persaingan Dikelas Murai Batu

Even bertajuk Imam Gendut Cup yang dikemas Adam Enterprise dengan juri BnR, Minggu (4/4) di lapangan City Market Pondok Cabe, Tangerang Selatan persaingannya lumayan ketat. Banyak menampilkan burung-burung hebat disetiap sesinya. Dikelas murai batu ada Jetlee, Kopassus dan Brajamusti. Di cucak Hijau, ada Q Bejo dan Kaisar keduanya juga tampil istimewa. Berikut masing-masing profilnya.

Lazimnya lomba besar, kelas murai batu menjadi sesi paling ditunggu. Kelas Murai Batu Adam Execeutive yang menjadi sesi pembuka kelas murai batu, juara pertama dikelas ini dimenangkan  Jet Lee milik Andri dari Herista BF. Aksi Jet Lee siang itu tampil cemerlang dengan kualitas materi terbaiknya.

Andri sukses antarkan Jet Lee

Jet Lee tak lain burung terbaru kolesi Andri. Belum genap sebulan ditangannya burung tersebut sudah malang melintang ditangga juara sejumlah even bergengsi di Jabodetabek dan sekitarnya. Gaya mainnya 4 titik saat “menghajar” lawan-lawan sekelilingnya depan dan belakang, kiri serta kanannya. Dengan mengumbar materi isiannya yang lengkap mulai lagu-lagu kecil hingga tonjolan kasar-kasar dan tembakan panjangnya.

Memasuki kelas utama Murai batu Spesial G 36 tiket seharga Rp 1 juta giliran Kopassus yang naik podium juara pertama. Kopassus merupakan besutan andalan Tri M dari Losari Indramayu. Soal materinya sudah tidak diragukan lagi. Disesi itu Kopassus tampil bagus. Dan layak menyandang gelar juara pertama pada sesi utama.

Tri M Murai Kopassus Juara Kelas Utama

Hebatnya lagi, sore harinya Kopassus oleh pemiliknya diboyong ke even lain dilokasi berbeda pada hari yang sama, yakni gelaran Ronggolawe di kawasan Depok. Dieven tersebut Kopassus unggul juara 1 dua kali alias double winner. Meraih 3 kali juara pertama didua even berbeda  adalah sungguh luar biasa.

Kopassus sendiri bukan burung kemarin sore, sejak ditangan Tri prestasinya sudah banyak. Bahkan, burung tersebut juga diternakan. “Anak-anaknya juga sudah ada yang tampil juara,” jelas Tri M.

Baca Juga  Sandra Ngoncer Dikelas Pembuka Latber KSBC Kedungrejo Sidoarjo

Sementara memasuki sesi Murai Batu Spesial G 36 Tiket Rp 500 ribu pemenangnya diraih Brajamusti koleksi Jhon Navi BF BSD Tangerang. Aksi Brajamusti siang itu juga jadi tontonan,  mengantongi koncer merah nyaris mutlak.

Jhon dan Boy rayakan kemenangan murai batu Brajamusti

Rekam jejak prestasi Brajamusti juga sudah tidak diragukan, sejak ditakeover dari Sragen ketangan  Jhon burung tersebut kerap memenangi sejumlah gelaran akbar di blok barat, bahkan haampir setiap minggu turun selalu juara. Pekan lalu dia juga baru saja moncer juara pertama dieven Anniversary Djitu Enterprise di Samsat BSD Tangerang. ”Sebelumnya juga pernah Juara Piala Gubernur Jatim di Khofifah Cup,” ungkap Jhon.

Yang jelas, aksi gaya fighternya siang itu mampu menarik perhatian juri dan penonton. Kemenangannya siang itu seakan menjadi sebuah pembuktian kalau kualitas Brajamusti memang terbukti hebat.

Persaingan Ketat Cucak Hijau

SESI CUCAK HIJAU. Persaingannya juga tak kalah seru.

Selain disesi murai batu, kelas cucak hijau juga tak kalah serunya. Dijenis ini juga banyak menampilkan burung-burung hebat, diantaranya ada Q Bejo koleksi Jabet Team dari Ciganjur. Q Bejo yag turun disesi kelas Cucak Hijau Buser sukses mengungguli lawan-lawannya.

Menurut  Jabet, sang pemilik, presasi yang diraih koleksinya ini juga sudah lumayan banyak. Penampilannya hari itu juga menjadi bukti kestabilan  Jabet ditangga juara.

Jabet antarkan Cucak Hijau Q Bejo Juara Pertama

Sedangkan jawara dikelas cucak hijau lainnya ada  Kaisar kepunyaan H Dony dari Brothers Green BC Bintaro yang hari itu dikawal Wisnu. Dia juga turun disesi Cucak Hijau Buser. Meskipun menempati posisi tiga besar aksinya juga tak kalah hebatnya. Kualitas materinya mewah. Kerja ngetrok sambil mengumbar materi lagu dan isiannya.

Wisnu mengawal Kaisar ditiga besar cucak hijau

Yang lengkap. Jalannya lomba yang digawangi Hendry dan Penong hari itu berlangsung lancar dan kondusif. *agrobur4.

Lanjutkan Membaca

Copyright © 2019 Media Agrobur. Powered by agrobur.