Connect with us

Perkutut

Mutiara, Mustika dan Matador, Kuasai Podium Pertama Latber Sesama Ke-3 Situbondo

KONBUR Tayang

:

Latber Sesama Ke-3 Situbondo
LATBER SESAMA KE-3 SITUBONDO. Doorprize sepeda motor.
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lapangan Sesama milik Kung Mania Situbondo, hari Minggu 8 November 2020 kemarin. Nampak ramai dijubeli oleh penggemar perkutut lomba yang hadir dari berbagai kota yang ada di wilayah timur. Seperti Probolinggo, Besuki, Jember, Bondowoso, Banyuwangi serta dari Situbondo sendiri.

Rupanya gelaran bertajuk “Sesama ke-3” yang diprakarsai oleh Prada Moh. Solikin dkk inilah yang jadi perhatian peserta. Dan meskipun lomba ini masih ditengah suasana pandemi Covid-19 yang belum reda. Namun panitia dengan menerapkan protokol kesehatan ketat, seperti wajib pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Acarapun berlangsung lancar dan kondusif sesuai rencana.

Advertisement
H.AMIR. Saat menerima tropy juara pertama kelas dewasa.

“Alhamdulillah semua berkat kerjasama serta dukungan dari semua kung mania. Karena tanpa dukungan semua teman-teman perktut, saya yakin gelaran ini tak mungkin bisa terlaksana. Saya atasnama panitia hanya bisa mengucapkan terima kasih kepada semuanya. Dan mohon ma’af, jika masih banyak kekurangan,” tutur Moh Solikin selaku ketua panitia.

JUARA KELAS DEWASA BEBAS. Milik Mutiara JBM.

Lapangan Sesama yang ada di belakang SMPN 5 Situbondo, hari itu memang terlihat ramai oleh hingar bingar anggung merdu suara perkutut. Bahkan hadirnya jawara-jawara perkutut terbaik di lapangan tersebut. Membuat suasana persaingan untuk merebut tempat terhormat, terlihat seru dan ketat.

Karena masing-masing jawara, berusaha tampil maksimal di sepanjang babak penilaian. Seperti di kelas dewasa bebas, begitu peluit dibunyikan sebagai tanda persaingan dimulai. Beberapa jago unggulan langsung on fire, dengan sering melepas anggung terbaiknya dihadapan juri.

Terbukti dibabak pertama, Mutiara (kerekan 119) yang jadi andalan H.Amir Situbondo, berhasil memimpin setelah mendapat nilai 43½ (bendera 3 warna). Sementara Romansa (kerekan 100) yang jadi pesaing dekatnya, hanya mendapat nilai 43¼ (dua warna hitam).

Nanang CPM. Puas dengan kerja Mustika.

Namun memasuki babak kedua, persaingan terlihat lebih seru, karena beberapa jago sudah mulai panas. Terbukti sampai akhir babak kedua ini, ada 4 burung yang berhasil mendapat nilai sama 43¼. Yaitu ada Katana (kerekan 95) ada Romansa ada Mutiara dan ada Si Bohay (kerekan 122)

JUARA PIYIK YUNIOR. Mustika sukses naik podium tertinggi.

Memasuki babak ketiga usai istirahat, persaingan 4 burung itu pun masih terlihat panas, seperti panasnya udara saat itu. Dimenit-menit awal, keempatnya pun saling unggul mengungguli untuk mendapat nilai tertinggi. Namun diakhir babak, keempatnya pun kembali sama kuat dengan mendapat nilai seperti babak kedua.

Dibabak keempat, sebagai babak penentuan. Sejak menit-menit awal, keempatnya pun terlihat langsung ngejoss. Nampak saling mengumbar anggung suara emasnya, agar bisa lolos untuk mencuri podium tertinggi dibabak pamungkas ini.

Di detik-detik terakhir babak keempat, Katana milik Agus S, Romansa dan Si Bohay terus berusaha untuk mencuri kesempatan. Sedangkan Mutiara yang sudah unggul didua babak awal, terlihat tidak begitu ngotot.

FELIX JEMBER. Bangga dengan kerja Matador di piyik hanging.

Dan benar, sesuai waktu penilaian yang sudah ditentukan. Baik Katana, Romansa maupun Si Bohay, tak mampu mengungguli nilai yang sudah didapat oleh Mutiara. Dan meskipun dibabak terakhir jago bergelang JBM itu hanya mampu mendapat nilai 43. Tapi itu sudah cukup mengantar Mutiara merebut podium tertinggi pertama di kelas dewasa bebas.

JUARA PIYIK HANGING. Matador lolos dari hadangan pesaingnnya.

Sedangkan untuk kelas piyik yunior atau kelas setengah kerek. Podium tertinggi pertama, berhasil direbut oleh Mustika milik Nanang CPM Probolinggo. Setelah diempat babak penilaian, Mustika mampu mengoleksi nilai 43½, 43¾, 43½, 43½. Sementara Melody andalan P.Ahmad Jember, harus puas merebut posisi runner up dengan nilai rata 43½ empat babak.

Selanjutnya untuk kelas piyik hanging. Podium terbaik pertama mampu direbut oleh Matador milik Felik Patrang Jember. Setelah sukses mengungguli Nabila andalan Toyib Probolinggo, Keong Mas milik Sutrisno Besuki, Balqis milik Didit Jatiroto dan Ali Baba andalan Edi Junaidi Bondowoso.

Dikesempatan terakhir, Prada Moh. Solikin beserta semua kru panitia serta tim juri yang bertugas. Kembali menyampaikan banyak terima kasih kepada semuanya dan mohon ma’af, karena masih banyak kekurangan.  *agrobur.

Klik untuk memperbesar Daftar Juara.

Advertisement

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.