Connect with us

Profil

Murai Dobrak Ireng Besutan Mr Rully Semboro: Mulai Stabil dan Sukses Di MLJ Jaya Selanjutnya Siap Uji Kualitas di Anniversary G2K Jember

KONBUR Tayang

:

Dobrak Ireng, saat sukses memboyong Tropy juara 1 di MLJ Jaya.

Setelah cukup lama absen turun arena, karena performanya yang terus menurun. Namun beberapa bulan belakangan ini, Dobrak Ireng yang jadi andalan Mr.Rully Semboro. Mulai bangkit kembali dari tidur panjangnya.

Bahkan murai batu jenis ekor hitam atau blcak tail ini, bukan hanya performanya saja yang mulai kembali meningkat. Tapi kestabilan kerjanya sudah mulai terlihat dan juga sudah mulai terbukti saat diturunkan kembali di arena lomba.

Kembalinya performa serta kestabilan Dobrak Ireng mau tampil di arena. Ini tak lepas dari tangan dingin Mr.Tri. Seorang joki sekaligus mekanik handal yang pernah dipercaya oleh Mr.Yogi kicau mania Bali, untuk menangani beberapa amunisi andalannya.

Dobrak Ireng, Performa dan kestabilan kerjanya makin Joss.

Dan lewat sentuhan tangan dingin Mr.Tri waktu itu, nyaris semua amunisi Mr.Yogi. Mulai dari murai batu, cucak hijau, kacer maupun amunisi lainnnya. Sukses meraih prestasi juara diberbagai lomba lintas EO (Event Organizer), baik itu lokal, regional maupun even nasional.

Pun demikian dengan Dobrak Ireng, salah murai batu handal yang jadi kesayangan Mr.Rully. Setelah mendapat polesan Mr.Tri, Dobrak Ireng kembali jadi momok di arena gantangan lomba. Bahkan menurut Mr.Tri, sejak dua bulan belakangan ini, Dobrak Ireng sudah mengoleksi beberapa tropy juara.

“Betul dan alhamdulillah, Dobrak Ireng sekarang sudah mau tampil lagi. Bahkan performa dan durasi kerjanya ada peningkatan. Dimana sebelumnya, Dobrak Ireng hanya mampu main sekali saja. Sekarang Dobrak Ireng mampu main dua sampai tiga kali,” terang Mr.Tri.

Mr.Tri mampu memoles kembali performa Dobrak Ireng di arena lomba.

Buktinya, lanjut Mr.Tri. Saat diturunkan di latpres MLJ Jaya, hari Selasa (12/9) kemarin. Dobrak Ireng selain mampu main 3 kali, gayanya tarungnya juga ngeplay sambil sujud-sujud. Sembari melepas irama lagu mewah kombinasi roll tembak. Mulai dari suara burung-burung kecil disambung gereja, belalang dan tembakan kenari atau cililin. Yang terdengar panjang, jelas dan tembus sampai bibir arena gantangan.

Dan di latpres MLJ Jaya kemarin, hanya Dobrak Ireng yang mampu tampil stabil ditiga sesi murai batu. Pasalnya dari tiga kali main, Dobrak Ireng masuk nominasi juara disetiap sesi. Pertama turun, Dobrak Ireng masuk juara 2, lalu di sesi kedua, Dobrak Ireng juga masih bisa nyantol juara 2.

Bahkan disesi terakhir atau sesi ketiga, Dobrak Ireng mampu menunjukkan performa terbaiknya. Sehigga tak keliru kalau semua juri yang bertugas, memilih Dobrak Ireng sebagai pemenangnya. Dan dengan suskes memboyong tropy juara 2, 2 dan 1, Dobrak Ireng bakal jadi momok menakutkan bagi jawara-jawara murai lainnya.

Melihat performa dan keberhasilan kerja yang Dobrak Ireng sukses meraih prestasi di arena. Mr.Rully mengaku cukup lega. Karena menurutnya, Dobrak Ireng bukan hanya performanya saja yang kembali seperti dulu. Tapi stamina serta durasi kerjanya, juga meningkat tajam.

Mr.Rully lega setelah melihat Dobrak Ireng mau tampil lagi

“Betul dan terus saya merasa lega melihat Dobrak Ireng sudah mau tampil lagi. Apalagi sekarang mampu main lebih satu kali, tentu ini saya inginkan. Mudah-mudahan kedepan, performa Dobrak Ireng makin tambah bagus dan terus stabil di jalur juara,” tutur Mr.Rully.

Setelah melihat performa dan kestabilan kerja Dobrak Ireng di arena. Mr.Rully maupun Mr.Tri sepakat, untuk menguji kualitas Dobrak Ireng di gelaran M3 bertajuk “3th Anniversary G2K BC” feat Sundenpom BC Jember. Hari Minggu 17 Oktober 2021 besuk, di arena yang jadi “tolok ukurnya” jago-jago hebat se wilayah “tapal kuda”.

“Betul, besuk Dobrak Ireng bersama Atem, akan turun di Subdenpom Jember. Ya mudah-mudahan, keduanya mau tampil bagus sesuai harapan saya dan mas Rully. Syukur-syukur keduanya bisa membawa pulang tropy juara,” pungkas Mr.Tri yang diamini oleh Mr.Rully. *agrobur2.

Lanjutkan Membaca
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Profil

Ditangan H Pur Bumen, JU Enterprise 7 Tahun Bertahan Melayani Peserta Kicaumania

Published

on

JU Enterprise Jakarta
H.Pur Bumen owner JU Enterprise

Ditengah ketatnya persaingan antar even organiser (EO)  nama JU Enterprise  di lapangan permanennya Jl Jenderal Urip, Jatinegara Jakarta Timur sampai saat ini  masih kokoh bertahan menjadi EO Independen paling eksis di Jabodetabek. Kemasan evennya rapih, penjuriannya juga bagus dalam memuaskan pesertanya.

Adalah H. Pur Bumen pendiri sekaligus pemilik JU Enterprise. Pria yang sudah kawakan dibidang penjurian ini sukses mengusung nama JU Enterprise dengan kualitas sistem penjurian yang tak kalah dengan EO lain yang sudah punya nama besar.

Pengalamannya sebagai juri independen maupun kemasan-kemasan gelarannya sebagai penyelenggara lomba membuatnya tetap bertahan ditengah persaingan antar EO.

Manjakan kelas Kacer

Keberadaan JU Enterprise yang didirikannya, tidak terasa sudah lebih 7 tahun melayani  peserta kicaumania Jabodetabek dan sekitarnya. Sampai saat ini tingkat kunjungan pesertanya tetap stabil, disetiap latberan-latberan rutin maupun latpresnya yang dikemas setiap hari Rabu, Sabtu dan Minggu.

Khusus hari Rabu dan Sabtu penjurian menggunakan juri dari B16. Sejak beberapa bulan belakangan ini JU Enterprise memang bekerjasama dengan B16 untuk penjuriannya.  “Kecuali hari Minggu, kita menggunakan juri kami sendiri (independen),” terangnya.

Yang menarik, setiap gelarannya, tak terkecuali meskipun hanya latberan rutin biasa, pihaknya membuka sejumlah kelas-kelas Kacer maupun Kenari, selain jenis-jenis kicauan lainnya seperti Murai Batu, Cucak Hijau, maupun kelas komunitas Lovebird..

Yang jelas, H. Pur Bumen berhasil membawa bendera even organiser independen sebagai penyelenggara lomba yang lebih profesional. *agrobur4

Lanjutkan Membaca

Profil

Super Hero, Cendet Terbaik di Bali Siap Turun di The Premiere of Java

Published

on

de

THE Premiere Of Java yang bakal digelar Minggu, 31 Oktober 2021 di Taman Wisata Candi Borobudur Magelang, Jateng, bakal menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu kicau mania Nusantara setelah menjalani masa pandemi Covid-19 hampir dua tahun. Tak terkecuali Cok Agung Ubud, owners MahesaBSF Bird Farm yang bakal menurunkan Super Hero, cendet terbaik di Bali saat ini.

Cok Agung Ubud yang didampingi perawat Super Hero Mr. Syafik menyampaikan, Super Hero siap bakal turun di The Premiere of Java bersanding dengan cendet-cendet terbaik se-Nusantara tidak terlepas dari sepak terjang Super Hero selama ini di Bali. Sudah sebajibun trofi dikoleksi di seluruh EO yang ada di Bali. Bahkan anugerah cendet terbaik jarang lepas dari genggaman Super Hero. Di antaranya prestasi teranyar terukir bersama KHI di Legian BC Minggu, 10 Oktober 2021. Turun tiga kali mengantongi juara 2, 1 dan 1. Termasuk juga prestasinya di Bali Vaganza dan Bali Fiesta.

Prestasi Super Hero bersama perawat Mr. Syafik

Sebelum menjadi amunisi BSF, Super Hero sempat diasuh Mr. Nitro yang bermula dari membeli cendet hanya melalui vodeo. Walaupun burung yang datang berbeda tetapi berkat perawatannya Super Hero yang sebelumnya bernama Raja Ngeyel ini malah jadi bagus.

Dirawat Mr. Syafik, Raja Ngeyel tambah ngeri ketika tampil di lapangan. Segudang prestasi disabetnya hingga beberapa petinggi kicau mania di Bali memburunya. Namun enam bulan yang lalu, Cok Agung kebetulan mampir ke Kota Gianyar dan bertemu Mr. Nitro. Gayung bersambut akhirnya Raja Ngeyel berpindah tangan ke Tegallalang Ubud walau Raja Ngeyel yang kini bernama Super Hero tetap berada di bawah rawatan Mr. Syafik.

‘’Dia sudah paham bagaimana merawatnya, selain itu Super Hero juga senengnya di tempat yang hangat. Kalau di sini (Tegallalang kan agak dingin, kalau di Gianyar pas digantung di bawah asbes agak hangat, cocok buat Super Hero,’’ terang Cok Agung yang juga owners Resto Bali Fantastic di bilangan Tegallalang, Ubud.

Saat Super Hero ngoncer di Bali bersama Mr. Syafik

Dengan sebajibun prestasinya di semua EO yang ada di Bali, kualitas Super Hero sudah diakui semua juri. Tentunya tak terlepas dari kerjanya di lapangan. Selain tembakan gerejaan dan belalang super dahsyat, juga beragam lagu yang ditata apik lewat rolingannya keras, nyepid, nagen di satu titik. ‘’Jika keluar suara ngetet, justru dengan tempo cepat sehingga terdengar seperti tembakan,’’ ujar Cok Agung diamini Mr. Syafik.

Tak salah, Super Hero sanggup meraih burung terbaik hampir setiap minggu, padahal burung asal Madura yang baru berumur 2 tahun. Karena Super Hero memang mesti dibawa setiap minggu agar birahinya tetap stabil.

Walau berpenampilan dahsyat di lapangan, Super Hero ternyata dirawat sederhana. Hanya makan jangkrik 5 pagi 5 sore tanpa kroto dan ulat, dijemur sebentar serta mandi dua hari sekali. Di lapangan, hanya ditambah 2 ekor jangkrik dan burung tak perlu diumek.

Sebagai anggota BSF dan mewakili tim yang dikomandani Mr. Baim, Cok Agung Ubud memohon doa restu akan memberangkatkan Super Hero ke Magelang akhir Oktober ini. Mr. Baim menyambut baik dan memberikan doa restu dan dukungan penuh pada Super Hero yang akan bertarung mewakili Bali dan khususnya mewakili BSF di Jawa.

Terlebih lagi, melihat kualitas dan jejak prestasi Super Hero di Bali, Mr. Baim berharap juri yang bertugas agar memberikan penilaian yang terbaik. Sehingga burung-burung yang berkualitas di lapangan yang benar-benar bisa menjadi sang juara. ‘’Saya berharap juri bekerja profesional,’’ terang owners DNI ini yang secara rutin melepas berbagai jenis burung ke alam bebas. (gde)

Lanjutkan Membaca

Profil

Haidar dan Dimar Garasi SF Jakarta: Dua Pencetak Cucak Hijau Prestasi, Kini Siap Luncurkan Jarum Mas dan Rambo

Published

on

Haidar dan Dimar Garasi SF
Haidar dan Dimar siap tampilkan Jarum Mas dan Rambo

Di Jabodetabek persaingan jenis burung Cucak Hijau dan Murai Batu merupakan sesi yang paling keras persaingannya. Tampilnya burung-burung unggulan tak lepas dari tangan dingin pemandu bakatnya. Diantaranya duet Haidar dan Dimar Garasi SF Jakarta Selatan. Dari tangan keduanya sudah banyak burung yang diorbitkannya, khususnya Cucak Hijau.

Haidar dan Dimar  lazimnya pemain biasa. Namun, ketajamannya dan feeling dalam membidik burung prospek, untuk mencetak burung berbakat hingga prestasi tidak diragukan lagi.

Dan, biasanya mereka kerap aktif ke lapangan baik latberan, lokalan maupun regionalan. Sambil berburu burung-burung prospek digantangan, sekaligus melatih burung-burung yang akan dia orbitkan. “Karena kalau mau tampil stabil burung harus terbiasa sering dibawa kelapangan,” ungkapnya.

Sukses Mengawal Anugrah  Juara di King SF Cup Cibubur

Bilamana burung-burung tersebut sudah stabil mainnya diatas gantangan dan sudah mapan, selanjutnya dipersiapkan untuk dimainkan dieven-even besar berskala nasional.

Dari catatannya sudah banyak burung yang prestasi dari tangannya dan eksis dipara pemilik barunya. Diantaranya ada Anugrah koleksi Rico dari Arjuna Team yang sudah puluhan kali mencetak prestasi.

Yang paling gres,  Anugrah  baru saja meraih gelar juara 1 dan 3 dieven bergengsi King SF Cup Cibubur pekan lalu. Burung tersebut mengawali prestasinya  setahun yang lalu saat masih ditangan  Haidar dan Dimar.

Selain itu masih banyak burung-burung orbitannya yang juga masih tampil dipara pemiliknya. Yang paling melegenda adalah cucak hijau Naruto, setelah menang di Airin Cup 1 Tangerang,  sudah beberapa kali pindah tangan, kini masih tampil ditangga juara. “Awalnya dibeli orang Riau, sekarang burung di Banjarnegara, dan masih prestasi sampai saat ini,” terang Haidar.

Kini dia tengah bersiap mengorbitkan 2 gaco handalnya, Jarum Mas dan Rambo. Keduanya merupakan burung istimewa yang tampil prima. Meskipun dalam kondisi mabung ambrol, Jarum Mas masih mampu mengkoleksi sejumlah thropy gelar juara pertama.

Diluar jenis cucak hijau Haidar juga beberapa kali mengorbitkan burung-burung unggulan jenis lain yaitu murai batu, diantaranya ada murai Al Maz yang sampai saat ini masih moncer prestasinya ditangan Ojiey Ciganjur SF. *agrobur4.

Lanjutkan Membaca
Advertisement banner

Copyright © 2019 Media Agrobur. Powered by agrobur.