Connect with us

Tips & Trik

Murai Batu Baja Hitam Koleksi Hadi Jakarta, Juara Tiap Minggu Meskipun Tanpa Settingan, Ini Dia Rahasianya

AGROBUR Tayang

:

Murai Batu Baja Hitam Milik Hadi Jakarta
Hadi pemilik Baja Hitam

Jenis murai batu masih menjadi sesi primadona dalam setiap gelaran lomba baik nasional, regional hingga latberan. Banyak burung hebat bermunculan disetiap evennya, namun bisa bertahan stabil menempati gelar juara setiap pekannya tidaklah mudah.  Itu semua kembali pada kualitas dan dasar burung itu sendiri. Murai batu Baja Hitam membuktikannya.

Burung ini dikenal sangat stabil prestasinya, hampir setiap pekannya meraih gelar juara, menariknya setiap even turun 2-3 sesi. Gelar juara double winner maupun hattrick kerap diraihnya. Bagaimana cara perawatannya?

Menurut Hadi tidak ada hal yang istimewa dalam perawatan keseharian maupun menjelang lombanya. Burung yang dipeliharana sejak trotolan ini sudah 2 kali mabung ditangannya.

Advertisements

Bakat dan talenta kehebatannya sudah muncul sejak burung tersebut lepas trotolan. Diawali turun dikelas murai batu muda kemudian prestasinya semakin naik dikelas murai batu umum dewasa. “Semakin bertambah umurnya, performanya di lapangan terus semakin meningkat,” jelasnya.

Sebagaiamana lazimnya murai batu pada umumnya yang harus disetting terutama persiapannya menjelang turun ke lomba, burung ini justru tanpa perlu penanganan khusus. “Jadi perawatannya sama saja seperti hariannya,” ungkap Hadi.

Kebutuhan ekstra fooding pagi diberikan 8 ekor jangkrik, begitu juga disore harinya 8 ekor jangkrik, Pemberian kroto diberikan hanya setiap menjelang turun di lapangan saja. Jarak lomba ke even berikutnya cukup 10 hari. Mandi dan jemur rutin setiap harinya. Burung bisa main beberapa sesi, bahkan 3-4 kali dia juga sanggup dalam sehari.

Perjalanan prestasinya lumayan banyak. Apa saja keunggulannya? Burung ini selain memiliki materi irama lagunya yang mewah juga lengkap kinerjanya stabil di lapangan. Materi lagunya kerap dibawakannya ngeroll nembak dengan beragam isian yang dimilikinya.

Baca Juga  Pasca Mabung, Murai Pasopati Raih Double Winner Di BnR Kir Jakarta Selatan

“Kalau sudah bongkar isian, banyak sekali yang dia keluarkan materinya,” jelas Hadi lagi. Dan, menariknya, meskipun umurnya belum cukup tua, burung ini tanpa pantangan  meskipun digantangan berdekatan dengan lawan yang lebih tua umurnya sekalipun. Bahkan berdampingan dengan murai batu ekor hitampun tak mempengaruhi kinerjanya. Setiap lawan disekitarnya akan dihadapinya. *agrobur4.

Advertisements

Tips & Trik

Anis Kembang Resistor Koleksi Mr.Dito Surabaya: Dari Burung Prospekan Kini Jawara Disejumlah Even Besar, Ini Dia Rahasianya

Published

on

Anis Kembang Resistor Koleksi Dito Surabaya
Mr.DITO BERSAMA RESISTOR. Butuh waktu 6 bulan untuk mengkondisikan di lapangan.

Blok barat dan timur masih tetap menjadi basis kekuatan anis kembang. Nama Resistor salah satu burung jawara yang  namanya tengah megorbit. Burung ini mengawali prestasinya dari  bawah, Kini dia jadi jawara disejumlah even besar.

Bagi Mr.Dito Lala Lili Squad Surabaya, dia butuh 6 bulan harus bersabar mengkondisikan koleksinya ini. Karena menurutnya ketika itu dia membeli burung prospekan suaranya tipis tidak pernah keluar isian. “Namun saat itu feeling saya ini burung bakal jadi bagus karena dasarnya punya bakat istimewa,” kenangnya.

Anis Kembang Resistor Koleksi Dito Surabaya
RESISTOR. Dari burung prospek/pasar.

Dan benar saja, setelah dirawat dengan penuh kesabaran, ketelatenan dan disiplin yang ketat akhirnya performa burung terus naik.  Materi lagunya mulai keluar saat dia sedang ngeroll, isian celilin, kapas tembak, colibri, cucak cungko,  dan lainnya kerap dibawakannya saat sedang ngeroll bawa lagu. Begitu juga kualitas volumenya terus meningat.

Advertisements

Beragam even-even pentingpun mulai dijajakinya. Dimulai juara 1 dieven Anniversary Puri Indah BC di Sidoarjo, Khofifah Cup meskipun masuk 10 besar dia mampu bersaing dengan jawara-jawara mapan ketika itu. Prestasinya terus berlanjut juara 1 di Anniversary Liar SF, juara 1 dua kali alias double winner di PBI Sidoarjo, juara 2 di Asia Cup Nganjuk, dan sejumlah even-even penting di Jawa Timur.

Anis Kembang Resistor Koleksi Dito Surabaya
Dicas Persiapan turun ke gantangan.

Kemudian, Mr.Dito mulai menjajal sang gaco ke even di blok barat, khususnya Jabodetabek. Awal November 2019 lalu dia membawa sang gaco ke even Kang Iwan Cup, kemudian berlanjut ke BnR Award. “Nah sejak turun dari situ burung ngga saya bawa lagi ke Surabaya, dipinjam teman-teman, katanya lumayan buat ‘ngamen’ hehe,” jelasnya.

Anis Kembang Resistor Koleksi Dito Surabaya

Prestasi Resistor sudah lumayan banyak, kehebatannya dibuktikannya selama berada di Jakarta, diantaranya juara 1 di Kang Iwan Cup Ragunan Jakarta, berlanjut juara 1 di Putra Jaya Cup Bekasi, juara 4 BnR Award Cibubur Jakarta dan juara 1 dan 4 Marmer Cup Radjawali Indonesia Jakarta, selanjutnya juara 2 dan 5 di Hello Kitty Bird Champion feat BIC di Cibubur Jakarta.

Baca Juga  Liga Batavia-AF Cup 2019 TMII Jakarta: Prosperity, Juwita dan Qory Tampil Memukau, Bisma Dan Wong Baki Kuasai Kelas Hanging
Anis Kembang Resistor Koleksi Dito Surabaya

Ya, siapa sangka, burung yang dirawatnya dari prospekan tersebut alias burung rumahan ini namanya kini terus berkibar. Setiap ke lapanganpun kini dia  sudah tidak pernah “kondangan” (istilah untuk burung yang tidak pernah juara) lagi, tapi dengan prestasinya ini sang pemilik sudah bisa nyobek amplop yang berisi hadiah.

Anis Kembang Resistor Koleksi Dito Surabaya

Pekan ini burung tersebut bakal diboyongnya kembali ke Surabaya. “Ya  sudah lebih sebulan burung di Jakarta, minggu depan sudah saya bawa lagi ke Surabaya buat persiapan di Bupati Sidoarjo Cup,” jelas Mr.Dito.

Anis Kembang Resistor Koleksi Dito Surabaya

Perawatan Harian Resistor

Lantas bagaimana kiat Mr Dito menangani burung kesayangannya ini dari mulai dasar belum pernah prestasi hingga bisa berjaya di gantangan? Tampaknya, selain kesabaran, ketelatenan dan kedisiplinannya mengantarkan koleksinya ini kepuncak prestasi.

Dalam hal keseharian, dia menerapkan aturan ketat mulai dari menyiapkan pakan utama, ekstrafooding hingga perlakuan kesehariannya. Untuk perawatan sehari-hari, sama halnya lazimnya anis kembang pada umumnya.  Pagi buka krodong dianginkan sebentar sambil diberikan ekstra fooding jangkrik sebanyak 3 ekor. Kemudian burung diistirahatkan full krodong.

Malam harinya mulai diberikan jangkrik dengan jumlah porsi 2 ekor, tapi ditambah  1 ekor cacing. Kembali burung diistirahatkan. Mandi jemur sekedarnya menjadi kebiasaan wajib.

Sedangkan memasuki persiapan menjelang turun ke lapangan atau lomba terutama di hari H-1 pagi diberikan 3 ekor jangkrik, malam harinya diberikan 2 ekor jangkrik plus  satu sendok kroto segar yang sudah dibersihkan. Dan memasuki hari-H dipagi hari sebelum dibawa ke lapangan, jangkrik 2 ekor.

Kemudian setelah di lapangan kembali diberikan 1 ekor jangkrik berikut 1 ekor cacing. Sementara kalau turun lebih dari 1 atau 2 sesi, penambahan jumlah ekstrafooding disesuaikan kondisi burung, kegalakan atau justru kurang ngotot.  Beberapa menit sebelum digantang, tak lupa burung dicas rame-rame dengan anis kembang lainnya. *agrobur4.

Baca Juga  Cucak Hijau Bodrek, Dari Burung Rumahan Kini Prestasi Di Gantangan

Advertisements
Lanjutkan Membaca

Tips & Trik

Tips Merawat Murai Brandal Amunisi Rubi Bintaro, Tetap Stabil Dijalur Prestasi

Published

on

Tips Merawat Murai Brandal ala Rubi Bintaro

Sampai saat ini di Jabodetabek, persaingan jenis murai batu menjadi sesi paling keras persaingannya. Banyak burung-burung unggulan yang tengah mengorbit namanya, Brandal adalah salah satunya. Burung koleksi Rubi dari Bintaro Tangserang Selatan ini baru moncer dieven Jagger Enterprise, berikut ini perawatan hariannya.

Ruby selama ini dikenal pengorbit murai batu, banyak burung bagus yang sudah moncer ditangannya. Yang paling gres dia baru saja mengorbitkan murai batu Brandal juara 1 dan 2 dieven Jagger Enterprise Jakarta. Burung ini memiliki materi luar bagus, isiannya lengkap tembakannya panjang-panjang terutama buangan tonjolan cellin yang dibawakannya nyusun-nyusun. Begitupun volumenya lumayan keras maupun durasinya juga sangat mendukung kinerjanya dari awal hingga akhir.

Tips Merawat Murai Brandal ala Rubi Bintaro
Perawatan harian

Menurut sang pemilik, dalam perawatan kesehariannya burung ini tidak ada yang spesial. “Dirawat biasa aja, kalau memang burung lagi kondisi ya kita bawa ke lapangan, itu saja, ngga disetting, unttuk rawatan menjelang lomba juga sama dengan kesehariannya,” bebernya.

Advertisements

Bahkan untuk menu utama sehari-harinya burung ini mengkonsumsi ulat kandang,  dilengkapi sedikit kroto menjelang lomba, tanpa voer. Ekstra fooding lainnya, jangkrik 6 ekor setiap pagi dan jumlah yang sama diberikan disore harinya.

Tips Merawat Murai Brandal ala Rubi Bintaro
Murai Batu Brandal

Tidak sebagaimana lazimnya burung juara, dia tidak menggunakan kandang umbaran. Sehari-harinya di rumah cukup menggunakan sangkar harian. Mandi jemurnya juga biasa, selesai mandi dianginkan dijemur secukupnya. Kemudian dikrodong untuk istirahat.

Di lapangan, burung ini juga tidak bikin ribet sang pemilik. Ditaruh dimananapun anteng, meskipun berdekatan dengan burung sejenis. Bahkan, justru maunya dipanasin terlebih dahulu berdekatan dengan burung lain sebelum digantang.

Tips Merawat Murai Brandal ala Rubi Bintaro
Ruby dan Majid saat juara di Jagger Enterprise

Nah, yang membuat bangga sang pemilik, burung ini selain mudah perawatannya juga bisa digantang berkali-kali dalam sepekan. “Bahkan bisa turun 4 sampai 5 sesi dalam seminggu,” lanjutnya.

Baca Juga  Mr.Enji Bersama BMW Master Indonesia, Hadir Ditengah Kebutuhan Kicaumania

Tidak heran bila kehadiran Brandal menjadi ATM hidup yang kerap menghasilkan rupiah setiap turun ke lapangan. Karena ya itu tadi, digantang selalu juara. *agrobur4.

Advertisements
Lanjutkan Membaca

Tips & Trik

Merawat Murai Batu Muda ala Mr.Joe KLX BF, Prigen, Pasuruan

Published

on

Tips Merawat Murai Batu Muda ala Mr.Joe Prigen Pasuruan
Murai batu Jibril, hasil ternakan sendiri KLX BF, silangan dari murai batu blorok dan medan.

Bisa berprestasi di lapangan dengan usia besutan masih muda, menjadi satu tantangan tersendiri buat kicaumania. Seperti yang dialami Mr. Joe pemilik murai batu Jibril dari KLX BF asal Lumbangrejo, Prigen, Pasuruan.

“Murai batu merupakan burung petarung, di usia yang masih muda seperti Jibril biasanya kondisi masih belum sepenuhnya berada di puncak performa. Namun, berkat perawatan yang selama ini sudah saya lakukan sendiri hasilnya relatif memuaskan,” ujar Joe baru – baru ini.

Tips Merawat Murai Batu Muda ala Mr.Joe Prigen Pasuruan
Mandi malam menjadi rutinitas Jibril setiap hari.

Perawatan murai batu Jibril diawali dari pagi hari. Sebelum dijemur, besutan yang merupakan hasil dari ternakan sendiri yakni KLX BF mengonsumsi 10 ekor jangkrik. Selanjutnya dijemur pukul 07.00 WIB selama 30 menit. “Penjemuran Jibril enggak pernah lebih dari 30 menit, justru kalau terlalu lama makin birahi,” terangnya.

Advertisements

Kemudian, besutan yang sudah mengoleksi sejumlah gelar dari berbagai even kawasan Pandaan dan sekitarnya ditutup kerodong total. “Setelah jemur biasanya langsung full kerodong,” bebernya.

Perawatan selanjutnya dimulai lagi sekitar pukul 18.00 WIB, buat memandikan besutan yang sudah disiapkan tampil ke Black Steel Cup, Singosari, Malang. “Menjadi karakter dari Jibril, mandinya justru malam hari. Kemudian mengonsumsi lagi jangkrik sebanyak 10 ekor sambil diangin – anginkan hingga pukul 21.00 WIB,” akunya.

Untuk perawatan lomba, Joe mengonsumsikan kroto sekali dalam sepekan yakni pada hari Jumat, sedangkan ulat kandang sebanyak satu sendok makan diberikan H-1 menjelang lomba. Sedangkan perawatan untuk pasca lomba, Jibril dimasukkan dalam kandang umbaran sepanjang lima meter sehari penuh. “Kegunaannya ditenggar setelah lomba untuk menurunkan fighter,” pungkasnya. *agrobur9.

Advertisements
Baca Juga  Moncer Di Babeh Cucun Cup 1 Jakarta, Murai Batu Si Jagal Jadi Ancaman Baru Yang Siap Menjegal Lawan
Lanjutkan Membaca