Connect with us

Ternak

Mulyono BF Depok, Trotolan Murai Batunya Laris Manis, Tambah Kandang Baru

KONBUR Tayang

:

Breeding Murai Batu Mulyono BF Depok
Mulyono di depan kandang barunya

Ditengah maraknya kehadiran para peternak baru, nama Mulyono BF Depok masih tetap eksis sebagai salah satu peternak murai batu terkemuka saat ini. Bukan hanya produk trotolannya yang laris manis, jantan dewasa siap lomba juga paling banyak diminati kalangan pemain.

Sudah lebih dari sepuluh tahun nama Mulyono BF berkibar sebagai pencetak murai batu berkualitas jempolan. Dari tangannya banyak bermunculan burung-burung unggulan baik hasil ternakan sendiri maupun murai batu hutan yang dipoles lewat tangan dinginnya.

Tersedia trotolan bingga siap lomba

Untuk menghasilkan anakan berkualitas unggulan, pengembangan materi indukannya terus dilakukan, baik materi indukan pejantan maupun betinanya. Sebelum dijadikan materi indukan jantannya, biasanya burung tersebut diujicobanya di lapangan.

Kalau sudah prestasi dan layak dia gunakan menjadi  induk pejantan untuk diternakan, dengan calon indukan betina  hasil seleksi, indukan betina-betina siapan umumnya hasil breeding ring Mulyono BF sendiri yang mengalir trah juara.

Sebagian besar para pelanggan Mulyono BF adalah kalangan pemain lomba,  dia juga  tidak hanya menyediakan burung siap lomba, tapi juga trotolan hingga calon indukan betina siap ternak. “Semuanya ada, trotolan, jantan siap lomba maupun pasangan berikut betina siapan untuk ternak juga ada disini,” jelasnya.

Saat ini, puluhan ekor anakan trotolan trah-trah dari indukan juara yang sudah  siap dipasarkan. Sejumlah burung-burung  untuk lomba juga tersedia di padepokannya di Jl. Raya Pekapuran Kp Babakan Gg. Dongkal Rt 01 Rw 03, Kel. Sukatani, Tapos Pekapuran Depok (WA 081298296606 – 085711806053).

Penangkaran murai batunya sebelumnya 25 petak kandang. Kini dia tambah lagi 10 petak kandang baru didepan halaman rumahnya. Pengunjung bisa melihat langsung proses budidaya peternakan murai batu, terutama bagi calon peternak pemula bisa belajar langsung melihat kandang-kandang penangkarannya ini.

Sejatinya, dia tidak hanya menangkar dikediamannya saja, karena masih ada sejumlah peternak-peternak binaannya khususnya wilayah Depok dan sekitarnya yang secara rutin menyuplai anakan-anakannya yang berkode ring Mulyono BF.

Menurutnya, mereka para peternak binaan juga menggunakan materi indukan pejantan maupun betina darinya. Dan setelah panen, trotolan tersebut dipasarkan dikediamannya.

Sebagai breeder dengan didukung para peternak binaannya, dia sangat menjaga kualitas. Indukan jantan maupun betina yang diternakan oleh para peternak mitranya tersebut juga pilihan yang sudah terseleksi.

Indukan-indukan  betina yang dijadikan materi indukannya mengalir darah jawara-jawara lamanya seperti trah dari Garuda yang  selama ini menjadi ikon basic jawara ring Mulyono BF, juga ada Rajo Kito, Rajo Koyo, Gatot Kaca, Jimat dan lainnya. Nama-nama burung tersebut tak lain jawara lawasnya yang kini menjadi basic blood  dipenangkarannyanya. “Anak-anakan yang sekarang ini ya mengalir  trah dasarnya dari mereka itu,” kata Mulyono.

Dengan menggunakan materi indukan pilihan ini yang membuat produknya laris manis, karena yaitu tadi dia sudah sejak lama banyak melahirkan burung-burung prestasi.  Pelanganyapun tidak hanya di Jabodetabek, tapi sejumlah kota-kota besar di Jawa Barat, Tengah dan Timur bahkan antar pulau.

Untuk harga, relatif, yang jelas masih terjangkau semua kalangan. Paling murah anakan trotolan dibanderol kisaran Rp 3,5 juta hingga Rp 7 juta/ekor. Biasanya tergantung dari kualitas materi indukan pejantannya. Anakan trotolan dari indukan favorit bahkan harga anakan kualitas terbaik hingga dikisaran Rp 10 juta. 

Bagi kicaumania terutama penggemar murai yang penasaran dengan produk Mulyono BF bisa datang memantau langsung anakan trotolan hingga lepas trotol.  “Kalau mau burung dewasa siap turun lomba dan sudah berprestasi di nasional, juga ada. Harganya tentunya disesuaikan, dengan kualitasnya,” pungkasnya diakhir obrolannya. *agrobur4.

Ternak

Bintang Selatan BF Denpasar, Peternak Murai Spesial Cetak Burung Petarung

Published

on

de
Made Dwi Karisna yang dipercaya mengelola Bintang Selatan BF.

SETELAH melanglang buana ke berbagai kontes di Bali dan Jawa dengan koleksi trofi yang sebajibun di antaranya trofi mahkota raja, kini Donik Junada mengalihkan seluruh amunisinya, tidak lagi bertarung di arena lomba untuk menjadi yang terbaik. Tetapi kini seluruh jawara murai batunya dimasukkan ke gelanggang pelaminan untuk mencetak anakan yang kelak diharapkan menjadi bintang di arena kontes.

Sedikitnya ada 10 pejantan yang sudah dimasukkan ke kandang Bintang Selatan Bird Farm yang berhome base di Jalan Suwung Batan Kendal Sesetan Denpasar. Ke-10 pejantan tersebut merupakan mantan juara di berbagai lomba di Bali dan Jawa. Di antaranya Soviet 17, Vellar 18, Super Hero, Komando, Paras Paros Jr, Raja Alas, Kompeni, Batavia, dan VOC.

Untuk mengambil indukan di kandang, Karisna memilih dengan menyemprot agar tak stres saat dipegang.

Donik Junada menyampaikan alasan memasukkan seluruh jawara murai batunya ke kandang tidak terlepas dari kondisi pandemi Covid-19 yang tidak memungkinkan mengikuti berbagai lomba di Bali maupun di Jawa secara maksimal. Lomba-lomba berskala besar kini sulit digelar karena terbentur protokol kesehatan yang harus dijalankan. Agar tidak terlalu lama nongkrong, maka Donik memilih membangun kandang ternak. ‘’Kalau selama ini saya aktif mengejar lomba tapi kini semua amunisi masuk kandang, dan saya berharap anakannya nanti bisa diajak jalan-jalan ke arena,’’ terang Donik Junada yang didampingi Made Dwi Karisna yang dipercaya mengelola Bintang Selatan BF.

Lantai kandang selalu dibersihkan setiap hari, termasuk bak mandinya

Namun Donik buru-buru mengatakan tidak berhenti berlomba. Pengusaha garmen yang mengekspor batiknya ke Amerika ini masih tetap bermain burung khususnya kelas murai batu. Cuma, di tengah pandemi Covid, beternak murai menjadi pilihan agar gaco yang jarang ke arena bisa dimanfaatkan maksimal. Dengan beternak, tidak saja ikut peduli pelestarian alam – menghentikan penangkapan burung di alam karena anakan hasil ternakan bisa dilombakan, juga bernilai ekonomis dari sisi usaha.

Ada air mengalir menuju bak mandi agar indukan rajin mandi dan dinding diberi wallpaper gambar suasana alam yang sejuk

‘’Kalau ke lapangan lagi, Bintang Selatan SF masih ada gaco yang akan diajak jalan-jalan,’’ kata Donik Junada yang tinggal di Sanur Bali.

Made Dwi Karisna mengimbuhkan, karena Bintang Selatan BF berorientasi memproduksi burung petarung, maka seluruh materi indukan merupakan burung-burung juara di lapangan. Begitu pula betinanya terpilih dari trah-trah burung jawara. ‘’Kami hanya bisa berencana memilih indukan yang sudah terbukti ketangguhannya di arena, baik kecerdasan menyerap suara master, sifat fighternya, maupun fisiknya. Soal bagaimana hasilnya, kami selalu menyimpan masing-masing anakannya untuk ditreatmen ke arena,’’ terang Dwi Karisna.

Dijelaskan, Soviet 17 yang menjadi salah satu penghuni Bintang Selatan BF merupakan gaco yang sempat mengoleksi mahkota raja saat mengikuti Piala Raja dengan meraih posisi juara 2 dan 3. Soviet 17 juga pernah masuk juara 3 di Bali Shanti, juara 1 kelas utama piala Bupati Klungkung, double winners di Dandim Cup 1 Gianyar, hattrick di piala Bupati Cup Karangasem, juara 1 tiket utama Kapolres Jembrana. Tentunya masih banyak lagi menjuarai lomba-lomba skala lokalan di Bali.

Umur 7 harian anakan disapih dan diloloh sendiri hingga bisa makan sendiri

Sedangkan Vellar 18 juga menjuarai beberapa lomba di Bali di antaranya juara dua di Mahayastra Cup Gianyar, double winners di Shanti Graha Cup Ubud. Super Hero sempat double winners di Pandawa Cup Pecatu Badung dan Komando dua kali juara 2 di Danyon Sipur Gianyar.

Soviet 17, Vellar 18 dan Paras Paros Jr merupakan murai jenis blacktail atau ekor hitam termasuk Nias Raja dengan panjang ekor di atas 19 cm. Sedangkan materi lainnya seperti Super Hero, Komando, Raja Alas, Kompeni, Batavia, dan VOC adalah jenis Medan.

Ring silver (kanan) anakan tunggal dari Vellar ditahan untuk dipersiapkan terjun ke arena

Untuk memudahkan membedakan antara anakan pejantan yang satu dengan yang lain, Bintang Selatan BF memasangkan  ring menurut jenis burung seperti warna putih emas seri F atau semi ngembung, ring ijo emas jenis Medan ekor putih, ring hitam emas khusus ekor hitam atau blacktail. Sedangkan ring pendamping ada ring silver PBI, ada juga ring APBN. (gde)

Lanjutkan Membaca

Ternak

Murai Batu Macan Ketawa, Produk Sakato BF Yang Jadi Incaran Kicaumania Subang Jawa Barat dan Sekitarnya

Published

on

Sakato BF Subang Jabar
Murai Batu Macan Ketawa namanya lagi mengorbit.

Bagi Om Fery  Sakato dan Tev Sakato, kesuksesannya sebagai kicaumania tidak hanya memiliki burung jawara bernama Macan Ketawa yang sedang melejit prestasinya ditangga juara. Yang lebih membanggakannya burung jagoannya ini hasil produk penangkarannya sendiri, Sakato Bird Farm Subang. Burung ini jadi incaran kicaumania setempat. Berikut ini materi indukan-indukan terbaiknya.

Om Fery  Bersama Mulyono BF

Belakangan ini, ada satu produk hasil penangkaran Sakato Bird Farm yang tengah mengorbit di kota Subang Jawa Barat dan sekitarnya. Yakni Macan Ketawa. Burung hasil penangkarannya yang kini berusia 2 tahun dengan nomor kode Ring Sakato BF-16  sedang mengkilap popularitasnya, terutama sejak pasca mabung.

Yang paling gres, dia baru saja hampir meraih double winner dengan mengantongi gelar juara 1 dan 2 dieven USA BC, Minggu (16/5) lalu di kota tersebut. “Selama tiga minggu diturunkan, berturut-turut juara pertama dan tiga besar,” ungkapnya.

Antarkan Macan Ketawa Juara

Dalam setiap aksinya diatas gantangan, burung ini kerap menyuguhkan penampilan istimewanya. Tidak hanya menampilkan materi lagu isiannya yang mewah dan komplet dari lagu suara burung kecil hingga tembakan tengkek, cucak jenggot, hingga celilin, durasi kerjanya juga luar biasa.

Tidak heran bila setiap penampilannya di lapangan kerap jadi pusat perhatian muraibatua mania kota tersebut. Tawaran hingga diangka Rp 100 juta pun sempat diajukan lewat rekanannya. “Masih sayang, buat mainan dulu,” tampiknya halus.

Kandang penangkaran Sakato BF

Siapa itu  Macan Ketawa? Burung ini lahir dari indukan pejantan unggulan yang sering juara, yakni Sangkuriang dari Mulyono BF Depok. Sejak pindah ketangan Om Fery prestasi Sangkuriang juga tak kalah hebat. Sangkuriang juga bukan trah sembarangan, yakni anakan Geger.

Ruang Masteran

Sejak memulai menangkar, Om Fery memasukan sejumlah burung-burung unggulannya ke kandang ternak, diantara nama-nama burung andalannya seperti Krismon, Ahok, Cakeutreuk Hideung, Chaplin, Destroy, Sambeul Lada, Gumarang, Lotus, Atambua dan termasuk Sangkuriang yang menjadi salah satu indukan terfavorit di penangkarannya ini.

Karena Sangkuriang merupakan indukan pejantan unggulannya, dia jodohkan dengan betina trah anak Garuda juga dari Mulyono BF, maka lahirlah Macan Ketawa. Selain Macan Ketawa juga masih ada anakan lainnya seperti Sangkuriang Jr dan lainnya. “Jadi kedua pasangan indukan Macan Ketawa semua dari pak Mulyono BF Depok,” ungkapnya.

Anakan Sangkuriang Jr

Ya, boleh jadi, karena selama ini nama Mulyono BF Depok merupakan salah satu breeder dan penyedia murai batu terbaik tanah air. Anakan-anaknnya dari Mulyono BF sudah banyak prestasi dan tersebar di luar kota.

Itu sebabnya, Om Fery sebagai rekanannya, juga mempercayakan indukan dari Mulyono BF sebagai materi indukannya. Budidaya murai batu yang dirintisnya tidak sia-sia, sudah dari jumlah 10 petak kandang ternaknya dia sudah banyak mencetak anakan berkualitas yang sudah tersebar ditangan para pelanggannya, sebagian diantaranya prestasi diberbagai lomba disejumlah kota.

Anakan Ahok Jr

Untuk mencetak anakan yang berkualitas, Om Fery memang tidak mau nanggung dalam beternak. Itu sebabnya materi-materi khususnya indukan pejantannya tidak asal-asalan, melainkan jantan pilihan bahkan burung-burung jawara di lapangan lomba, yang nama-namanya diatas tadi merupakan burung eks jawara yang kini diternakannya.

Begitu juga untuk indukan betinanya semuanya pilihan, betina dipilih dari burung trah unggulan dari sejumlah peternak ternama. Dengan perpaduan materi pejantan juara dengan betina turunan burung unggulan kelak menghasilkan anakan terbaik. Ini juga yang membuat produknya laris manis.

Lazimnya peternakan murai batu pada umumnya, kontruksi kandang yang dibangunnya dibikin permanen. Bangunan kokoh dengan bagian dinding menggunakan batako, masing-masing petak berukuran lebar 1,5 x panjang 2 meter dan tinggi 2,5 meter. Bagian depan kandang yang berlapis kawat halus. Kandang juga dilengkapi kotak sarang berikut bak mandinya.

Anakan Krismon Jr

Kebutuhan ekstrafoding khususnya jangkrik disediakan sebanyak-banyaknya, terutama saat indukan sedang bawa anakan disarang. Anakan dipanen setelah melewati umur diatas 1 minggu.

Hebatnya lagi, produksinya seakan tak pernah berhenti, begitu anakan dipanen indukan langsung kembali berproduksi.

Anakan-anakan tersebut ditempatkan masing-masing satu burung disangkar tersendiri. Dilengkapi beberapa burung masteran atau isian sejenis celilin, kapas tembak, cucak jenggot,  lovebird, kenari dan lainnya. Kini puluhan ekor anakan trotolan burung berkode ring Sakato BF siap meramaikan musim lomba yang akan datang.

Bagi murai batu mania yang ingin merasakan kualitas produk Sakato BF, Subang Jawa Barat bisa langsung WA 085321553166. Banderol anakan trotolannya relatif terjangkau, trah dari indukan pejantan jawara paling murah dikisaran Rp 3,5 juta hingga Rp 5 juta/ekor.   *agrobur4.

Lanjutkan Membaca

Ternak

Penangkaran Murai Batu AW 99 BF Jakarta: Panen Produknya Mengalir Deras, Terbukti Nyata Kualitasnya

Published

on

Ternak Murai Batu AW BF Jakarta
Mr Aris Bukti Antarkan Jaguar Jr Anakan Sendiri Ketangga Prestasi

Meskipun disaat cuaca kondisi panas, tampaknya tidak mengurangi produktifitas penangkaran murai batu AW Ninetynine Bird Farm (AW 99 BF) milik Mr Aris Widarto. Bahkan, produknya terus mengalir deras, dan  terbukti nyata kualitasnya, sudah banyak yang moncer di lapangan.

Sampai saat ini selain sukses mengembangkan penangkaran murai batu di kota kelahirannya di Jepara,  Mr Aris Widarto, juga tengah menikmati masa panen penangkarannya yang di Jakarta. “Alhamdulillah, beberapa bulan belakangan ini panen terus, meski dalam kondisi cuaca panas,” ungkap pria yang kesehariannya aktif di Via ReMedia, perusahaan yang bergerak dibidang periklanan ini.

Di depan kandang

Bagi Mr Aris   main burung kicauan terutama jenis murai batu sudah sejak lama ditekuninya.  Selain sukses ke lomba dengan sejumlah burung jawara andalannya seperti Naga Hitam, Asoka, Rakuti dan Chupetong, dia juga sudah sejak 10 tahun lalu berhasil budidaya penangkaran murai batu sebanyak 28 petak kandang yang dipercayakan pada kakaknya, Mr Faisol Abdillah  di kampung halamannya di Jepara.

Untuk penangkarannya yang di Jakarta tidak kurang dari 9 petak kandang yang kini tengah produksi dengan materi indukan burung-burung jantan eks jawara dan indukan betina pilihan.

Materi-materi indukan pejantan yang sudah banyak berhasil diternakannya di Jakarta diantaranya Chupetong, Perisai, Centeng, Suro, Dinasti, dan Jaguar.

Dari sejumlah materi indukan pejantan tersebut diatas, kini sudah banyak mencetak anakan-anakan unggulan. Salah satu diantaranya ada anakan pertama Jaguar yang diberi nama Jaguar Jr.

Jaguar Jr burung muda penuh talenta

Burung yang umurnya belum genap setahun dan baru berganti bulu ini, berhasil membuktikan kehebatannya dalam debut perdananya dieven Halal Bihalal Andara Persari Enterprise, Minggu (16/5) lalu.

Dieven itu dia sukses meraih gelar juara 2 dan 4 dikelas khusus murai batu muda. “Ini penampilan perdananya Jaguar Jr, hasil ternakan di Jakarta. Adiknya dia juga bagus-bagus,” jelasnya.

Sama halnya dengan yang di Jakarta, penangkaran di Jepara yang sudah lebih dulu didirikannya tepatnya di Jl Raya Daren No 4, Nalumsari Jepara (WA 081326554501) juga sudah banyak melahirkan anakan-anakan unggulan. “Beberapa anakan dari ternakan yang di Jepara juga sudah banyak yang prestasi,” tambahnya.

Trotolan Berbulu Eksotis laku 20 juta

Boleh jadi, materi indukan ternakan di Jepara  juga sudah sejak lama menggunakan materi indukan terbaik pilihan, baik indukan pejantan maupun betinanya.   Dengan  menggunakan variasi materi indukan dari trah burung-burung dari peternak ternama lainnya anakan yang dihasilkannya lebih berkualitas.

Bahkan tidak hanya menghasilkan anakan-anakan berkualitas lomba. Dari hasil ternakannya juga ada beberapa anakan berbulu dengan warna eksotis. Warna-warna blorok anakannya banyak diminati pelanggannya. “Ini ada trotolan warna bulunya blorok, sudah ditake-over 20 juta sama peminatnya,” kata dia lagi.

Satu Sarang Netas 4 Ekor

Dari sejumlah kandang ternaknya, ada salah satu indukan unggulannya dalam berproduksinya sangat tinggi, di kandang penangkarannya yang di Jakarta  di workshopnya di Jl Pepaya Raya, Jagakarsa Jakarta Selatan (WA 081399000279). Sekali bertelur hingga 6 butir, 4 butir berhasil ditetaskan, anakan 3 jantan 1 betina.

Menetas 4 ekor dalam satu sarang

Kandang yang dibangunnya dengan kontruksi sebagaimana lazimnya  penangkar murai batu pada umumnya. Bahan baku kandangnya ini juga menggunakan bahan baku material menggunakan dinding  bata kokoh  masing-masing setiap petaknya ukuran  lebar 90 cm x panjang 2 meter x tinggi 2 meter.

Untuk meredam panas, lantai kandang menggunakan tanah berlapis pasir lengkap dengan pepohonannya Sebagai sarana sirkulasi udara, bagian depan yang berlapis kawat halus sebagian terbuka.

Panen Anakan

Kebutuhan kandang seperti bak mandi, kotak sarang yang menggunakan boks triplek di tempatkan di pojok bagian atas kandang. Saluran air yang menghubungkan ke bak mandi yang di tempatkan di dalam kandang. Kebutuhan jangkrik, kroto maupun ulat disediakan sebanyak-banyaknya, terutama pasangan indukan yang sedang bawa anakan.

Bagi indukan jantan maupun induk betina yang tengah mabung atau ganti bulu  di tempatkan di kandang terpisah.  Bila sudah kondisi normal, indukan dijodohkan kembali dengan pasangannya.

AW  99 BF

Anakan dipanen dari kandang setelah umur di atas 7 hari. Memasuki umur 2 minggu, anakan dipasang ring, dengan kode AW 99 BF sebagian APBN. Sarannya, alangkah baiknya memanen anakan dimalam hari. Dari pengalamannya bila dipanen malam hari indukan lebih cepat kembali berproduksi.

Anakan pasca panen ditempatkan di sangkar/boks khusus untuk pembesaran. Setelah memasuki umur di atas 2 bulan atau sudah bisa makan sendiri anakan ditempatkan di kandang besar, memasuki umur 3 bulan sudah mulai dipasarkan. Harga trotolan dikisaran Rp 3,5 juta hingga Rp 5 juta tergantung kualitasnya.*agrobur4.

Lanjutkan Membaca
Advertisement banner

Copyright © 2019 Media Agrobur. Powered by agrobur.