Connect with us

Ayam Bekisar

Mr.Chan Bangkalan, Puluhan Tahun Eksis Tekuni Hobi Ayam Bekisar, Segudang Prestasi Apik Sukses Dikoleksi

KONBUR Tayang

:

Bagi kalangan komunitas mania ayam bekisar tanah air di era 1990-an sampai sekarang, sosok Candra Irawan atau yang lebih populer dengan nama Mr.Chan pasti banyak yang mengenal. Eksistensi sudah tidak perlu diragukan lagi. Mulai dari kegiatan lokal sampai yang berskala nasional, Mr.Chan selalu aktif sebagai peserta.

Mr.Chan (kiri) bersama sang anak Aldi sukses orbitkan jawara

Dimana ada kontes ayam bekisar, maka disanalah Mr.Chan hadir menyapa pada mania yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. “Kalau ditanya mulai kapan saya senang ayam bekisar, maka jawabnya sudah lama. Tapi kalau mulai main ke lapangan, maka saya pastikan tahun 1990-an saya mulai aktif turun lomba,” tegas Mr.Chan.

Gelaran Petrokimia Gresik tahun 1997 merupakan kontes ayam bekisar pertama yang pernah diikutinya. Meski baru pertama kalinya, namun Mr.Chan sukses meloloskan ayam bekisar orbitannya pada daftar kejuaraan. Even tersebut dinilai sebagai ajang yang tidak akan mungkin dilupakan karena untuk pertama kalinya ia hadir di arena kontes.

Dua diantara sekian andalan orbitan Mr.Chan Bangkalan

“Sampai saat ini trophy lomba di Petrokimia Gresik masih saya simpan dengan rapi, berjejer dengan koleksi trophy yang pernah didapatnya. Hal ini adalah sebuah bukti bahwa saya pernah andil dalam sebuah gelaran bergengsi dan tingkat nasional meski menjadi peserta pendatang baru,” tambahnya.

Diakui oleh Mr.Chan bahwa hobi, menjadi salah satu alasannya mengapa selama 30 tahun mampu bertahan sebagai mania ayam bekisar. “Saya memang hobi dan main ayam bekisar ada sebuah tantangan yang harus selalu dihadapi dan kalau bisa dicarikan solusi. Makanya saya bisa bertahan dalam waktu yang cukup lama,” imbuhnya.

Mr.Chan bersama trophy Piala Raja Prambanan Yogyakarta

Tantangan yang dimaksudkan adalah, ketika merawat ayam bagus, mengorbitkan sampai pada puncak prestasi dan mampu mempertahankan prestasi tersebut. Tidak jarang pula ada kalanya ayam bekisar mengalami kondisi drop yang berdampak pada penurunan performa, bahkan ayam bisa saja mengalami masa-masa sulit alias rusak.

Nah, disaat itulah Mr.Chan mengaku memiliki tantangan tersendiri bagaimana mengembalikan kondisi ayam tersebut pada performa yang terbaik. “Saya paling senang jika ada ayam bekisar bagus tapi rusak, ini bagi saya pekerjaan sulit namun menyenangkan, karena disana saya harus mencari solusi terbaik, bagaimana ayam bisa kembali pulih dan bisa juara lagi di lapangan,” ungkap penghobi reptile.

Koleksi trophy yang berhasil didapat Mr.Chan selama aktif di lapangan

Beberapa sederet nama amunisi yang pernah orbit bersamanya dengan reputasi prestasi yang sudah banyak diakui, sebut saja La Nyala, Sayonara dan Predator. Ketiga ayam bekisar ini dipilihkan Laga Utama sebagai kelas yang selalu diikutinya. Selain itu ada Mata Malaikat, Caisar dan Hantu Laut, turun pada Laga Madya.

Diantara sekian orbitan yang dimiliki La Nyala merupakan amunisi paling berkesan. “Awal saya mendapatkan ayam bekisar adalah La Nyala, saya beli murah terus rusak, saat itu  nyali saya lagi diuji untuk menemukan satu resep mengembalikan kondisi ayam pada posisi pulih, setelah saya rawat ternyata ayam tersebut jadi ayam bekisar kelas utama,” ungkapnya lagi.

Sederet trophy hasil prestasi sang orbitan Mr.Chan

Musuh La Nyala pada saat turun di lapangan adalah Monster orbitan Hariyadi Surabaya,, Sultan andalan H.Ali Badri Zaini Surabaya dan Sekar Mila jago H.Furi Galis Bangkalan. Gelaran yang paling berkesan adalah saat tarung di Kontes Ayam Bekisar Piala Raja Prambanan 2008 Yogyakarta.

Dalam pertarungan di partai final penentuan, akhirnya La Nyala berhasil membukukan kemenangan diurutan ketiga. Posisi pertama dan kedua menjadi milik Sultan dan Monster, sedangkan urutan keempat milik Sekar Mila. “Saya bangga karena La Nyala bisa mengalahkan Sekar Mila, bekisar berharga Rp 60 juta,” tegas Mr.Chan lagi.

Sejak saat itu, nama Mr.Chan dan juga La Nyala makin berkibar sebagai ayam bekisar yang selalu siap memporak pondakan pertahanan lawan. Sukses yang diraih Mr.Chan kini menular pasa sang anak yakni Aldi. Soal kemampuan merawat dan memprediksi ayam bekisar prospek, Aldi memiliki tatenta yang tidak kalah dengan sang ayah.

Duet maut sang ayah dan anak sukses orbitkan jawara

“Dulu yang ngerawat ayam saya sendiri, saat ini saya dibantu anak saya Aldi. Sekarang kalau saya mau beli ayam maka harus konsultasi dulu sama dia. Kalau dia cocok, maka saya akan berusaha membelinya, karena sebagian ayam bekisar saya titipkan saya dia yang sekarang tinggal di Bogor Jawa Barat,” kata Mr.Chan lagi.

Kenyataan itulah yang menjadi penyemangat Mr.Chan untuk selalu eksis dan siap meramaikan setiap ajang kontes ayam bekisar. Bahkan saat ini dirinya mengaku sudah memiliki andalan yang siap tarung di tiga partai sekaligus yakni Laga Utama, Laga Madya dan Laga Pratama.

Advertisement

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.