Connect with us

Derkuku

Metemu Wirasa di LDL Bali IV, Ki Seket Siji dan Ki Senopati Jadi sang Juara

KONBUR Tayang

:

de
Juara kelas yunior

Denpasar, mediaagrobur.com – Liga Derkuku Lokal Bali seri IV bertajuk ‘’Matemu Wirasa’’ digelar Minggu, 6 Juni 2021 di Lapangan Semar Denpasar. Dihadiri deku mania lokal dari penjuru Bali ini menobatkan 15 juara kelas senior dan 15 juara kelas yunior. Ki Seket Siji dan Ki Senopati berhasil menduduki podium utama setelah selama empat babak stabil dengan nilai tiga warna atau 43 ¼.

Panas terik yang menyengat Minggu siang kemarin tidak menyurutkan semangat penggemar derkuku lokal di Bali untuk menghadiri gelaran Classic Bird Community (CBC) Bali. Ada yang dari Negara, Tabanan, Badung, Denpasar, Gianyar hingga Klungkung. Mereka rela jauh-jauh datang untuk bisa berkumpul, seperti tajuknya metemu wirasa, mereka berkumpul, bercanda, berbagi pengalaman soal derkuku termasuk juga berbagai hal seperti masalah Covid yang harus tetap diwaspadai.

Juara kelas senior

Di tengah candaan, gurauan para tim dan single fighter seperti Racun Barat yang dikomandani Edy Cahyanto yang ngecreng dengan uniform warna merahnya, ada juga Selikur Team yang memilih warna hitam, Brekele Team yang adem mojok bersama pasukannya, para kontestan begitu asyik memanggung di angkasa yang dinilai tim juri yakni Agung Adiputra, Ananda Sutama, dan Nyoman Sudiarsa.

Deku lokal mania

Panas terik matahari tak terasa setelah deku mania mendengar anggungan derkuku lokal yang tak pernah putus berbunyi. Namun tidak sedikit yang memilih diam karena berbagai hal yang sulit ditebak bahkan oleh pemiliknya sendiri. ‘’Ternyata susah juga bikin kukur lokal bunyi di lapangan,’’ gumam IB Wirawan, pemilik IBW BF.

Asyik menikmati suara derkuku lokal

Bahkan sesepuh derkuku Wayan Suka berulang kali pindah duduk tetap saja gacoannya di angkasa diam seribu bahasa. Tetapi Wayan Suka selalu hadir di tengah liga derkuku klasik lebih karena menjaga kerukunan di antara penggemar.

Namun, di antara yang turun di kelas yunior, ada Ki Senopati yang bertengger di gantangan 48. Sejak tanda babak pertama dimulai yang dikomandoi Kadir Van Vani, Ki Senopati milik Putu Sudiarta langsung geber suara. Dalam beberapa menit bendera tiga warna berhasil ditancapkan. Ada beberapa gaco yang juga berhasil menorehkan tiga warna atau nilai 43 ¼ seperti gantangan 54, 62, 64, 75, 91, dan 93, di antaranya Krispati, Mas Bro dan Cakra Sudarsana.

Mendapat doorprize masker

Namun di babak kedua perolehan poin mulai bergeser. Ki Senopati kembali meraih tiga warna bersama gantangan Mas Bro, Krispati, Geni dan Cakra Sudarsana. Setelah istirahat, babak ketiga dilanjutkan. Ki Senopati masih stabil dan kembali meraih tiga warna. Gantangan 57 Sutomo 44 mulai perfoma dan meraih tiga warna disusul Krispati dan Cakra Sudarsana.

Ujian semakin berat dimana di babak keempat panas matahari semakin menyengat. Namun Ki Senopati tetap saja memanggung dan kembali meraih tiga warna. Kali ini Sutomo 44 berhasil mengimbanginya,  begitu juga Mas Bro dan Geni serta gantangan 76 Gawaksia yang melejit di babak keempat dengan tiga warna.

Derkuku lelangan sumbangan IBW BF

Dengan empat kali berturut-turut meraih 43 ¼, Ki Senopati dinobatkan sebagai juara pertama disusul Krispati milik Made Dira dan juara ketiga disabet Mas Bro milik Rizky dan Cakra Sudarsana milik Edy Cahyanto menempati posisi keempat.

Di laga senior, Ki Seket Siji milik Putu Sudiarta di gantangan 15 berhasil menduduki podium utama setelah membabat habis empat babak dengan nilai tertinggi tiga warna. Ki Seket Siji mendapat perlawanan dari Sri Rejeki debutan Putu Arianta yang bercokol di gantangan 21 yang sempat tertinggal di babak pertama, sementara tiga babak yang lain menembus tiga warna.

Ki Seket Siji juarai kelas senior

Sementara Ki Bronat yang diusung Edy Trisna  di gantangan 13 juga tertinggal di babak pertama dan kedua dengan nilai 43, namun di dua babak terakhir menembus tiga warna.

Setelah melalui pertarungan empat babak, panitia menetapkan 30 burung terbaik senior dan junior. Peserta juga berkesempatan mengikuti doorprize dengan hadiah masker dan pakan burung. Dan juga digelar lelang derkuku klantan sumbangan dari IBW BF trah Bintang Timur yang dimenangkan Yanik dengan nilai 550K.

Kadir Van Vani mewakili panitia dan dewan juri yang bertugas mengucapkan terimakasih kepada seluruh penggemar derkuku lokal yang sudah berkenan hadir memenuhi undangan. Panitia juga memohon maaf jika selama pergelaran lomba ada hal-hal yang kurang berkenan. Dengan diselenggarakannya Liga Derkuku lokal seri IV berarti LDL masih menyisakan beberapa seri lagi untuk menentukan siapa yang terbaik di LDL Bali 2021 ini. (gde)

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Trending

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.