Connect with us

Tips & Trik

Merawat Murai Batu Muda ala Mr.Joe KLX BF, Prigen, Pasuruan

AGROBUR Tayang

:

Tips Merawat Murai Batu Muda ala Mr.Joe Prigen Pasuruan
Murai batu Jibril, hasil ternakan sendiri KLX BF, silangan dari murai batu blorok dan medan.
Advertisements
Tika Bird Food Madura

Bisa berprestasi di lapangan dengan usia besutan masih muda, menjadi satu tantangan tersendiri buat kicaumania. Seperti yang dialami Mr. Joe pemilik murai batu Jibril dari KLX BF asal Lumbangrejo, Prigen, Pasuruan.

Advertisements

“Murai batu merupakan burung petarung, di usia yang masih muda seperti Jibril biasanya kondisi masih belum sepenuhnya berada di puncak performa. Namun, berkat perawatan yang selama ini sudah saya lakukan sendiri hasilnya relatif memuaskan,” ujar Joe baru – baru ini.

Tips Merawat Murai Batu Muda ala Mr.Joe Prigen Pasuruan
Mandi malam menjadi rutinitas Jibril setiap hari.

Perawatan murai batu Jibril diawali dari pagi hari. Sebelum dijemur, besutan yang merupakan hasil dari ternakan sendiri yakni KLX BF mengonsumsi 10 ekor jangkrik. Selanjutnya dijemur pukul 07.00 WIB selama 30 menit. “Penjemuran Jibril enggak pernah lebih dari 30 menit, justru kalau terlalu lama makin birahi,” terangnya.

Kemudian, besutan yang sudah mengoleksi sejumlah gelar dari berbagai even kawasan Pandaan dan sekitarnya ditutup kerodong total. “Setelah jemur biasanya langsung full kerodong,” bebernya.

Perawatan selanjutnya dimulai lagi sekitar pukul 18.00 WIB, buat memandikan besutan yang sudah disiapkan tampil ke Black Steel Cup, Singosari, Malang. “Menjadi karakter dari Jibril, mandinya justru malam hari. Kemudian mengonsumsi lagi jangkrik sebanyak 10 ekor sambil diangin – anginkan hingga pukul 21.00 WIB,” akunya.

Untuk perawatan lomba, Joe mengonsumsikan kroto sekali dalam sepekan yakni pada hari Jumat, sedangkan ulat kandang sebanyak satu sendok makan diberikan H-1 menjelang lomba. Sedangkan perawatan untuk pasca lomba, Jibril dimasukkan dalam kandang umbaran sepanjang lima meter sehari penuh. “Kegunaannya ditenggar setelah lomba untuk menurunkan fighter,” pungkasnya. *agrobur9.

Baca Juga  Murai Batu Jibril, Prigen, Pasuruan, Usia Muda Berprestasi Dari Hasil Ternak Sendiri
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tips & Trik

Phoenix Mabung, Solusi Jitu Mengembalikan Performa Orbitan Pasca Mabung

Published

on

Advertisements
Tika Bird Food Madura

Mabung atau moulting adalah kondisi normal seringkali dialami oleh burung. Mabung juga bisa dikatakan merupakan bagian dari siklus tahunan yang dialami semua jenis burung dan unggas. Di dalam dunia perburungan, mabung adalah waktu atau proses pergantian bulu lama menjadi bulu yang baru.

Advertisements
Phoenix Mabung, solusi jitu untuk para orbitan yang lagi ganti bulu

Ada kalanya ketika burung sedang mengalami proses mabung, maka burung akan terlihat lebih banyak diam dan tidak bersuara seperti biasanya, kalaupun masih mengealurkan suara, namun tidak akan mampu dilakukan secaa maksimal. Ketika mengalami kondisi ini, ia lebih banyak makan atau minum dari biasanya.

Hal ini disebabkan burung memerlukan banyak asupan energi untuk membantu proses pertumbuhan bulu baru. Makanya ada beberapa yang melakukan tindakan pada burung mabung dengan cara memberikan banyak porsi makan serta kandungan protein dan vitamin dengan tujuan agar kondisi burung bisa tetap fit.

Untuk itulah butuh perhatian ektra ketika burung sedang memasuki masa mabung. Akan lebih baik lagi jika kita dapat memahami lebih dahulu apa yang dimaksud dengan mabung. Mabung adalah proses dimana rontoknya bulu-bulu tua pada semua jenis burung maupun unggas secara periodik.

Umumnya, proses mabung yang normal berlangsung sekali dalam setahun. Sedangkan ngurak merupakan sebuah istilah untuk bulu burung yang tumbuhnya tidak beraturan serta ditandai dengan adanya ketontokan pada bulu-bulu halus. Istilah ambrol merupakan istilah untuk suatu kondisi dimana burung mengalami kerontokan bulu sekitar 75 hingga 95 persen.

Jangan sampai lupakan Phoenix Mabung demi raih prestasi

Ketika burung mengalami kondisi mabung, biasanya pemilik tidak akan melakukan tindakan untuk memaksakan burung untuk tetap bunyi. Bagi sebagian pelomba, ketika menghadapi burung orbitannya mabung, maka ia tidak akan membawanya ke arena lomba dengan tujuan karena burung tidak akan bisa tampil maksimal.

Baca Juga  Murai Batu Jibril, Prigen, Pasuruan, Usia Muda Berprestasi Dari Hasil Ternak Sendiri

Masa mabung bisa dilakui selama tiga bulan. Artinya selama kurun waktu tersebut, burung tidak akan bisa tampil seperti biasanya. Untuk itulah bagi pelomba, tidak perlu khawatir dengan kondisi burung yang lag mabung. Phoenix, salah satu produsen pakan burung memberikan solusi tepat, akurat dan berhasil.

Phoenix Mabung, produk pakan miliknya adalah formula vitamin untuk birung kicau  saat burung memasuki masa mabung. Phoenix Mabung terbuat dari bahan herbal alami pilihan yang berkualitas seperti Nigella sativa dan herbal lainnya yang dapat membantu pelomba untuk segera menuntaskan proses mabung yang dialami burung orbitannya.

Kondisikan orbitan pasca mabung dengan Phoenix Mabung

Phoenix Mabung diproses secara higienis sehingga menjamin kualitas serta mutu produk. Adapun Phoenix Mabung memiliki manfaat sebagai berikut, Pertama, mempercepat pertumbuahan bulu. Hal ini akan memberikan manfaat bagi pelomba untuk segera mengakhiri masa ngurak dan segera bisa membawa sang orbitan turun lomba lagi.

            Kedua, menguatkan bulu baru. Bulu yang kuat akan membantu burung mengoptimalkan performanya ketika bertarung di atas gantangan. Ketiga, mencerahkan warna bulu baru. warna yang cerah akan memberikan kesan positif bagi siapa saya yang memandang. Warna cerah pada bulu burung menandakan burung dalam keadaan sehat.

            Keempat, meningkatkan nafsu makan. Nafsu makan yang bagus juga memberikan manfaat agar burung bisa cepat pulih dan siap menghadapi kondisi berikutnya dan Kelima, sebagai anti-stress saat masa pergantian bulu. Dengan menggunakan pakan ini, maka burung diharapkan tidak mengalami stress lagi.

Lanjutkan Membaca

Tips & Trik

Phoenix Kembali Tawarkan Product Pur Formula 88, Kicau Mania Kini Makin Mudah Meraih Juara

Published

on

Advertisements
Tika Bird Food Madura

Phoenix, sebagai salah satu produsen pakan burung tidak pernah berhenti memproduksi produk demi memanjakan konsumen. Produk yang ditawarkan kali ini adalah Phoenix Pur Formula 88,pakan harian untuk burung kicau. Bukan asal rilis, Phoenix tetap memperhatikan kualitas dan mutu dari produk tersebut.

Advertisements
Phoenix kembali tawarkan produk Knowledge demi kicau mania

Sehingga memungkinkan dan memberikan jalan mudah bagi konsumen untuk meraih hasil tersebut setelah mengkonsumsinya. Artinya bahwa dengan menggunakan produk ini, para penghobi burung berkicau bisa lebih optimis untuk memperoleh peluang menambah koleksi kemenangan di arena lomba.

Tidak berlebihan jika Phoenix ingin membantu para kicau mania untuk kembali menjadi peraih juara dalam setiap kali gantang burung. Karena yang pasti kandungan dalam produk tersebut sudah melalui uji coba dan penelitian mendalam. Komposisi juga disesuaikan dengan kebutuhan yang diperlukan oleh sang orbitan.  

Phoenix Pur Formula 88 diproses dari bahan-bahan pilihan yang berkualitas dan higienis sehingga menjamin kualitas serta mutu produk. Artinya para kicau mania tidak perlu ragu dan khawatir untuk mengkonsumsi produk ini. Bahkan bukan tidak mungkin, sekali pakai, maka akan ketagihan untuk terus mengkonsumsinya.

Produk Phenix makin memudahkan kicau mania menuju juara

Karena yang pasti, Phoenix Pur Formula 88mengandung berbagai vitamin yang dibutuhkan oleh burung untuk mengkondisikan performa sang orbitan saat berada di atas gantangan, semisal Vit. A, Vit. D, Vit. E, Vit. B1, Vit. B2, Vit. B12, Vit. C, Kolin, Lisin, Zat Besi, tepung jangkrik, telur, royal jelly, ginseng, serta ramuan jamu tradisional.

Kandungan inilah yang berguna untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh burung kicau kesayangan anda. Phoenix Pur Formula 88memiliki manfaat sebagai berikut. Pertama, menjaga daya tahan tubuh. Daya tahan tubuh dibutuhkan sang orbitan untuk mempersiapkan dan mengkondisikan saat tampil di arena lomba.

Baca Juga  Murai Batu Jibril, Prigen, Pasuruan, Usia Muda Berprestasi Dari Hasil Ternak Sendiri

Sehingga saat berada di atas gantangan, burung merasa siap dan makin optimis menuju podium juara untuk memetik kemenangan membanggakan. Karena kemenangan adalah tujuan akhir dari sebuah perlombaan. Para kicau mania menuju arena lomba, tentunya berharap bisa membawa pulang kemenangan.

Manfaat kedua, mendukung pertumbuhan tubuh dan bulu burung. Tidak dapat dipungkiri bahwa pertumbuhan tubuh dan bulu burung akan menentukan dan mempercantik penampilan saat tampil di atas gantangan. Dengan pertumbuhan tubuh yang baik dan normal, maka akan menentukan juga performa burung.

Banyak pilihan produk bagi kicau mania yang butuh kemenangan

Sebaliknya, pertumbuhan tubuh yang kurang bagus jelas akan mempengaruhi performa burung. Ibarat seorang arti ataupun penyanyi yang memiliki pertumbuhan tubuh kurang bagus, maka akan berpengaruh pada penilaian untuk dirinya. Maka tidak salah jika kicau mania memilih produk Phoenix Pur Formula 88 demi menunjang prestasi sang orbitan.

Manfaat ketiga adalah mencerahkan warna bulu burung. Meski faktor ini tidak seberapa besar dalam menentukan kejuaraan, namun setidaknya dengan kecerahan bulu burung akan membuat mata yang memandang menjadi enak dan nyaman. Dan setidaknya, bulu burung yang cerah menunjukkan bahwa kondisinya sehat dan normal

Manfaat keempat yang tidak kalah pentingnya adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas tarikan suara. Modal ini sangat berpengaruh pada penilaian juri. Tidak salah jika produk ini wajib menjadi pilihan demi mencapai posisi puncak prestasi sang orbitan. Untuk apa ditunda jika hari ini kita bisa mendapatkan apa yang kita inginkan.

Lanjutkan Membaca

Tips & Trik

Anis Kembang Resistor Koleksi Mr.Dito Surabaya: Dari Burung Prospekan Kini Jawara Disejumlah Even Besar, Ini Dia Rahasianya

Published

on

Anis Kembang Resistor Koleksi Dito Surabaya
Mr.DITO BERSAMA RESISTOR. Butuh waktu 6 bulan untuk mengkondisikan di lapangan.
Advertisements
Tika Bird Food Madura

Blok barat dan timur masih tetap menjadi basis kekuatan anis kembang. Nama Resistor salah satu burung jawara yang  namanya tengah megorbit. Burung ini mengawali prestasinya dari  bawah, Kini dia jadi jawara disejumlah even besar.

Advertisements

Bagi Mr.Dito Lala Lili Squad Surabaya, dia butuh 6 bulan harus bersabar mengkondisikan koleksinya ini. Karena menurutnya ketika itu dia membeli burung prospekan suaranya tipis tidak pernah keluar isian. “Namun saat itu feeling saya ini burung bakal jadi bagus karena dasarnya punya bakat istimewa,” kenangnya.

Anis Kembang Resistor Koleksi Dito Surabaya
RESISTOR. Dari burung prospek/pasar.

Dan benar saja, setelah dirawat dengan penuh kesabaran, ketelatenan dan disiplin yang ketat akhirnya performa burung terus naik.  Materi lagunya mulai keluar saat dia sedang ngeroll, isian celilin, kapas tembak, colibri, cucak cungko,  dan lainnya kerap dibawakannya saat sedang ngeroll bawa lagu. Begitu juga kualitas volumenya terus meningat.

Beragam even-even pentingpun mulai dijajakinya. Dimulai juara 1 dieven Anniversary Puri Indah BC di Sidoarjo, Khofifah Cup meskipun masuk 10 besar dia mampu bersaing dengan jawara-jawara mapan ketika itu. Prestasinya terus berlanjut juara 1 di Anniversary Liar SF, juara 1 dua kali alias double winner di PBI Sidoarjo, juara 2 di Asia Cup Nganjuk, dan sejumlah even-even penting di Jawa Timur.

Anis Kembang Resistor Koleksi Dito Surabaya
Dicas Persiapan turun ke gantangan.

Kemudian, Mr.Dito mulai menjajal sang gaco ke even di blok barat, khususnya Jabodetabek. Awal November 2019 lalu dia membawa sang gaco ke even Kang Iwan Cup, kemudian berlanjut ke BnR Award. “Nah sejak turun dari situ burung ngga saya bawa lagi ke Surabaya, dipinjam teman-teman, katanya lumayan buat ‘ngamen’ hehe,” jelasnya.

Anis Kembang Resistor Koleksi Dito Surabaya

Prestasi Resistor sudah lumayan banyak, kehebatannya dibuktikannya selama berada di Jakarta, diantaranya juara 1 di Kang Iwan Cup Ragunan Jakarta, berlanjut juara 1 di Putra Jaya Cup Bekasi, juara 4 BnR Award Cibubur Jakarta dan juara 1 dan 4 Marmer Cup Radjawali Indonesia Jakarta, selanjutnya juara 2 dan 5 di Hello Kitty Bird Champion feat BIC di Cibubur Jakarta.

Baca Juga  Murai Batu Jibril, Prigen, Pasuruan, Usia Muda Berprestasi Dari Hasil Ternak Sendiri
Anis Kembang Resistor Koleksi Dito Surabaya

Ya, siapa sangka, burung yang dirawatnya dari prospekan tersebut alias burung rumahan ini namanya kini terus berkibar. Setiap ke lapanganpun kini dia  sudah tidak pernah “kondangan” (istilah untuk burung yang tidak pernah juara) lagi, tapi dengan prestasinya ini sang pemilik sudah bisa nyobek amplop yang berisi hadiah.

Anis Kembang Resistor Koleksi Dito Surabaya

Pekan ini burung tersebut bakal diboyongnya kembali ke Surabaya. “Ya  sudah lebih sebulan burung di Jakarta, minggu depan sudah saya bawa lagi ke Surabaya buat persiapan di Bupati Sidoarjo Cup,” jelas Mr.Dito.

Anis Kembang Resistor Koleksi Dito Surabaya

Perawatan Harian Resistor

Lantas bagaimana kiat Mr Dito menangani burung kesayangannya ini dari mulai dasar belum pernah prestasi hingga bisa berjaya di gantangan? Tampaknya, selain kesabaran, ketelatenan dan kedisiplinannya mengantarkan koleksinya ini kepuncak prestasi.

Dalam hal keseharian, dia menerapkan aturan ketat mulai dari menyiapkan pakan utama, ekstrafooding hingga perlakuan kesehariannya. Untuk perawatan sehari-hari, sama halnya lazimnya anis kembang pada umumnya.  Pagi buka krodong dianginkan sebentar sambil diberikan ekstra fooding jangkrik sebanyak 3 ekor. Kemudian burung diistirahatkan full krodong.

Malam harinya mulai diberikan jangkrik dengan jumlah porsi 2 ekor, tapi ditambah  1 ekor cacing. Kembali burung diistirahatkan. Mandi jemur sekedarnya menjadi kebiasaan wajib.

Sedangkan memasuki persiapan menjelang turun ke lapangan atau lomba terutama di hari H-1 pagi diberikan 3 ekor jangkrik, malam harinya diberikan 2 ekor jangkrik plus  satu sendok kroto segar yang sudah dibersihkan. Dan memasuki hari-H dipagi hari sebelum dibawa ke lapangan, jangkrik 2 ekor.

Kemudian setelah di lapangan kembali diberikan 1 ekor jangkrik berikut 1 ekor cacing. Sementara kalau turun lebih dari 1 atau 2 sesi, penambahan jumlah ekstrafooding disesuaikan kondisi burung, kegalakan atau justru kurang ngotot.  Beberapa menit sebelum digantang, tak lupa burung dicas rame-rame dengan anis kembang lainnya. *agrobur4.

Baca Juga  Murai Batu Jibril, Prigen, Pasuruan, Usia Muda Berprestasi Dari Hasil Ternak Sendiri

Lanjutkan Membaca