Connect with us

Perkutut

Mengawali Perketat Aturan, Latber New Normal BMLT BF Galis Bangkalan Sukses Memuaskan, Jago-Jago Tuan Rumah Tak Berkutik

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengda P3SI Bangkalan memulai era baru sistem pelaksanaan konkurs yang lebih tertata rapi berdasarkan AD/ART organisasi. Lewat gelaran Latber New Normal BMLT BF Galis, Minggu 18 Oktober 2020, ada nuansa dan suasana baru yang dirasakan saat berlangsungnya acara.

Formasi juri Latber New Normal BMLT BF Galis Bangkalan

“Ini awal kami mulai melaksanakan aturan organisasi yang sempat terlewatkan. Mudah-mudahan acara hari ini bisa sesuai rencana,” harap Ir.Moh.Mahmud, Ketua Pengda P3SI Bangkalan. Juri yang selama ini selalu mendapatkan sorotan, mulai memainkan peran dengan profesional, meski belum mencapai kata sempurna.

Setidaknya ada peningkatan kualitas penyelenggaraan konkurs kali ini jika dibandingkan gelaran-gelaran sebelumnya. Siswoko Raharjo, Ketua Bidang Penjurian P3SI Bangkalan mengakui bahwa pelaksanaan latber yang menempati Lapangan Galis Bangkalan dirasakan dan dinikmati lebih bagus.

Ir.Moh.Mahmud (kanan) Ketua Pengda P3SI Bangkalan

“Saya menilai ada peningkatan kualitas penyelenggaraan, mulai dari panitia, juri dan juga peserta, saya berharap kondisi ini lebih bagus lagi untuk gelaran-gelaran selanjutnya,” jelas Siswoko. Ir.Moh Arifin Dewan Pengawas menuturkan  bahwa pelaksanaan acara kali ini lebih berkualitas, terutama dari sisi juri.

Kades Lantek bersama para panitia latber New Normal BMLT BF

“Saya melihat juri yang bertugas kali ini terlihat lebih bagus dan teratur. Mudah-mudahan ini menjadi pertanda bagus bagi kita semua, terutama untuk kung mania yang adai Bangkalan,” tegas Ir.Moh.Arifin. Gazali, juri Sumenep mengakui bahwa gelaran kali ini bisa lebih memaksimalkan kinerja.

“Saya kira seluruh peserta bisa terback-up dengan baik oleh juri, termasuk saya sendiri, sehingga hasil pemantauan dan penilaian lebih bagus dan bisa dipertanggung jawabkan,” ungkap juri nasional. Sukses penyelenggaraan yang berlangsung tanpa kendala dan berjalan lancar disyukuri oleh H.Zaini, sang panitia pelaksana.

Kru Wismilak DIplomat selalu setia mengawal konkurs di Madura

Menurutnya sebagai orang baru di dunia hobi perkutut, dirinya mengaku senang dengan hasil yang sudah diraih.”Terus terang saya senang dengan cara hari ini, sukses dan lanar tanpa masalah, apalagi peserta juga banyak yang datang dari beberapa kota selain Bangkalan,” jelas H.Zaini.

Duet Ade dan Nur, spesialis ticketing konkurs perkutut

Kenyataan inilah yang membuat dirinya begitu semangat untuk tetap eksis sebagai pemain dan juga pelaksana lomba. Dirinya mengaku jika memang diperbolehkan dan dikasih jadwal, maka BMLT Bird Farm miliknya siap kembali untuk menyemarakkan hobi perkutut di daerahnya.

Raden Segoro bersama Kades Banyuates sang majikan

“Jika kami dipercaya lagi, maka kami akan kembali menggelar acara di lokasi yang sama,” kata H.Zaini berharap. Sementara itu, dari dalam arena diinformasikan bahwa perebutan posisi kejuaraan berlangsung tanpa kompromi. Dukungan cuaca yang kurang bagus karena didominasi mendung tanpa hembusan angina, semakin menambah ketatnya perburuan podium juara.

Peserta yang berhasil menembus podium juara Dewasa Senior

H.Atro Sampang yang kebetulan ditugaskan untuk mengawal Kelas Piyik Hanging mengakui bahwa kondisi tersebut sangat tidak menguntungkan burung. “Cuaca mendung dan tidak ada anging, makanya banyak burung yang tidak mau kerja maksimal,” terang juri yang kali ini ditugaskan menjadi Dewan Pengawas.

Cinta-Sinta orbitan Koko Solo berhasil mengukir prestasi

Namun demikian, juri tetap harus menentukan dan memutuskan posisi kejuaraan di masing-masing kelas yang dilatberkan. Untuk di Kelas Dewasa Senior, Raden Segoro orbitan Team Banyuates sukses mengungguli lawan-lawannya. Dikerek pada nomor 26, perkutut ternakan Arista ini berhasil meraih podium pertama.

Peserta yang berhasil menembus juara di Dewasa Yunior

Raihan bendera tiga warna pada babak pertama, kedua dan ketiga serta dua warna di babak akhir mengantarkan Raden Segoro diurutan pertama. Disusul kemudian Siapa Dia andalan Kades Sukandar Sumenep yang menempati nomor kerekan 54 ternakan TS meraih podium kedua dengan raihan bendera tiga warna pada babak pertama dan kedua, serta dua warna pada babak ketiga dan keempat.

Suki kung mania Bangkalan yang sukses meraih juara

Mr.Black amunisi Team Win;s Banjarmasin yang dikerek pada nomor 34, ring Win’s dengan raihan bendera tiga warna, dua warna hitam pada babak kedua, ketiga dan keempat. Di Kelas Dewasa Yunior, Cinta-Cinta orbitan Koko Solo yang menempati nomor kerekan 80 berhasil meraih podium pertama.

Prabuk Siliwangi bersama Team AKS Pamekasan

Keberhasilan produk ternak Batu Sangkar meraih posisi paling depan berkat raihan bendera tiga warna hitam rata selama empat babak berturut-turut. Menyusul kemudian Bunga Surga andalan Ust.Abd.Rahman Pamekasan ring Panglima yang dikerek pada nomor 78 diurutan kedua.

Juara 1 – 15 Kelas Piyik Yunior pose bareng usai terima hadiah

Raihan bendera tiga warna pada babak pertama, kedua dan ketiga serta bendera tiga warna hitam pada babak keempat memuluskan langkahnya untuk meraih podium kedua. Dan Sahabat milik H.Aziz Pamekasan ternakan CT yang menempati nomor kerekan 90 sebagai juara ketiga dengan raihan bendera tiga warna rata pada babak pertama sampai akhir.

Juara 16 – 30 Kelas Piyik Yunior pose bareng usai terima hadiah

            Di Kelas Piyik Yunior atau Setengah Kerekan, juara pertama berhasil diraih oleh Prabu Siliwangi orbitan Tim AKS Pamekasan. Perkutut ternakan LK yang menempati nomor kerekan 125 berhasil meraih juara setelah mengkoleksi bendera tiga warna hitam pada babak pertama dan kedua, serta tiga warna pada babak ketiga dan keempat.

Juara 1 – 10 Kelas Piyik Hanging pose bareng usai terima hadiah

            Urutan kedua dimiliki Lehmo andalan Arya Surya M-46 Pamekasan ring M-46 yang dikerek pada nomor 131 setelah berhasil meraih bendera dua wana hitam pada babak pertama dan keempat, tiga warna hitam babak kedua dan tiga warna pada babak ketiga. Ditempat ketiga ada Nahkoda milik Team Banyuates produk Raga.

Juara 11 sampai 25 Kelas Piyik Hangin pose bareng

Perkutut yang dikerek pada nomor 158 berhasil meraih posisi tersebut setelah mengkoleksi nilai bendera tiga warna pada babak pertama dan kedua, serta dua warna hitam pada babak ketiga dan keempat. Dan di Kelas Piyik Hanging, Zamha orbitan H.Adi DPR Sumenep ring Thajam sebagai juara pertama.

Peraih doorpirze utama sepeda motor menerima BPKB dan STNK

Perkutut yang menempati nomor gantangan 08 ini sukses meraih bendera tiga warna pada babak pertama dan dua warna hitam pada babak kedua, ketiga dan keempat. Diurutan kedua, ada Zakia andalan H.Zaky Pasangga ring ACR 107 yang menempati nomor gantangan 102 dengan raihan bendera dua warna pada babak pertama.

Suasana penjurian di Kelas Kerekan

Dibabak kedua dan ketiga berhasil meraih bendera dua warna hitam serta tiga warna pada babak keempat. Dan tempat ketiga, ada Lesti milik Inung Manddungan ring HR pada gantangan 153 dengan raihan bendera dua warna pada babak pertama, tiga warna babak kedua, bendera dua warna hitam pada babak ketiga dan bendera koncer pada babak keempat.  

Suasana penjurian di Kelas Piyik Hanging

Kegiatan ini masih mendapatkan support dari Wismilak Diplomat yang selalu setia mengawal setiap even yang ada di Pulau Garam Madura. Dari catatan panitia yang masuk bahwa peserta kali ini berjumlah sekitar 412 dari semua kelas yang dibuka. Diakhir acara H.Zaini mengucapkan banyak terima kasih dan minta ma’af jika ada hal-hal yang kurang berkenan.

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.