Connect with us

Perkutut

Mau Dapat Perkutut Berkualitas Harga Terjangkau, WKP Bird Farm Sidoarjo Tempatnya, Boleh Dibuktikan

AGROBUR Tayang

:

Advertisements
Advertisements

Dapat produk ternak perkutut berkualitas dengan harga terjangkau pasti menjadi incaran setiap kung mania. Apalagi jika sampai burung tersebut bisa dilomba dan masuk daftar kejuaraan, wah pasti banyak yang mau. Namun muncul pertanyaan, emang ada…!? Jawabnya…ada !!

Gus Wawan (kiri) bersama Aris anak kandang

Mungkin bagi yang belum merasakan dan mengalami, pasti bertanya-tanya, benarkah demikian. Jika ingin membuktikan maka datang saja ke WKP Bird Farm Sedati Sidoarjo. Ternak milik Gus Wawan ini akan memberikan bukti dan bukan janji. Alasan Gus Wawan melakukan hal demikian, sangat sederhana.

“Saya memberikan harga terjangkau namun tetap berkualitas dengan harapan agar produk saya bisa dirasakan semua kung mania dan menyebar, sehingga mereka yang dapat akan merasakan senang karena dapat burung bagus, pada akhirnya hobi perkutut akan semakin semarak,” ungkap Gus Wawan.

Gus Wawan sukses mencetak anakan kelas lomba

Wajar saja jika empat puluh petak kandang ternak yang dimilikinya, nyaris tidak pernah menyisakan anakan. Kalaupun ada, itu mungkin jatah seseorang yang belum diambil. “Paling lama anakan saya bertahan disini berusia 3 bulan, setelah itu habis dibawa pembeli,” imbuh kung mania yang dikenal juga sebagai pemandu bakat perkutut kelas lomba.

Bisa dipastikan dirinya tak sempat mengorbitkan produk sendiri, karena sudah menjadi milik kung mania. “Saya sebenarnya ingin mengorbitkan burung sendiri, namun sampai saat ini belum bisa terealisasi, permintaan lebih banyak dari pada produk yang saya hasilkan, akhirnya saya harus mengalah,” imbuhnya.

Kandang WKP yang berhasil melahirkan produk buruan kung mania

Bahkan ada beberapa kandang miliknya sudah masuk daftar bookingan, seperti Kandang Ferrari (Trans x WKP), WK 4 (Arista Bersinar x WKP anak Ferrari) dan Kandang Black (DFD x MHR) yang sempat mengeluarkan burung andalan bernama Sankoyek. Soal harga yang dibandrol, Gus Wawan tidak menyebutkan angka pasti.

Baca Juga  Daftar Juara Kopdar Kacer Mania Bangkit Sidoarjo, Minggu 10 Januari 2021

Namun menurutnya, harga yang dipasang untuk mendapatkan produk dari kandang-kandang tersebut, tidak akan menguras kantong. “Saya tidak pernah menjual produk sendiri dengan harga tinggi, yang pentin pembeli senang dan saya juga ikut senang karena bisa memberikan produk bagus,” kata Wawan lagi.  

Gus Wawan menikmati hasil usaha yang sudah ditekuni

Ditambahkan olehnya bahwa kandang Ferrari miliknya merupakan indukan yang mampu mencetak anakan dengan kualitas rata. Setiap anakan yang muncul, kualitasnya tidak timpang. “Alhamdulillah kandang Ferrari, anakannya bagus dan rata, sehingga banyak yang menaruh harapan,” kata pasangan duet Fausi sesama pemandu bakat.

Kandang lain yang dinilai berhasil menurunkan kualitas anakan yang tidak jauh dari sang indukan adalah Kandang WK 01 (Jupiter Kenwood x WKP anak Ferrari), Kandang Orange (Arista x WKP anak Barakuda), Kandang Wrangler indukan jantan Jupiter (Barakuda) bersama pasangannya ring Miranda.

Kandang unggulan WKP yang banyak melahirkan produk unggulan

Ada juga Kandang Lamborghini (Sela trah TP 42 x Selancar). Kandang dengan formasi materi indukan baru adalah Kandang Audi (Skylight K.Victoria x Skylight K.BRI). “Saya yakin dari Kandang Audi bakal mencetak anakan bagus, tipikal indukannya adalah volume besar ujung panjang,” imbuhnya lagi.

Saat ini kedua indukan sedang menuju proses bertelur setelah menjalani masa pacaran dan kawin. Gus Wawan mengaku, dari kandang ini akan melahirkan calon juara yang akan menambah daftar kandang WKP yang sudah mencetak anakan kelas lomba. Sukses WKP Bird Farm mencetak burung bagus berimbas pada pasar yang semakin luar.

Markas WKP di Perum Griya Candra Mas Sedati Sidoarjo

Menurutnya saat ini pangsa pasar terbesar produk ternaknya adalah Bali dengan prosentase sekitar 60 persen. Namun demikian daerah lain juga memiliki pasar yang potensial untuk memasarkan produk WKP Bird Farm. “Ini semua karunia Allah SWT yang harus saya syukuri dan nikmati, mudah-mudahan bisa terus mencetak anakan bagus,” harapnya.

Baca Juga  Genit Jr, Paranoid Dan Sableng Terbaik Dilatber KSBC Kedungrejo Sidoarjo

Perkutut

Barokah, Perkutut Jawara Orbitan H.Faisol Syafii JBM Malang, Resmi Bersama Ustadz Aliyono Albar 24 BF Bangkalan

Published

on

Advertisements
Advertisements

            Persaudaraan dua insan yang baru saja dipertemukan lewat hobi perkutut, berlanjut dengan alur cerita yang mengesankan. Mereka adalah H.Faisol Syafii pemilik JBM Bird Farm Malang dan Ustadz Aliyono owner Albar 24 Bird Farm Bangkalan. Perkenalan tersebut akhirnya menjadi sebuah jalinan silaturrahmi yang begitu berkesan.

JALINAN SILATURRAHMI yan gbegitu indah antara H.Faisol dan Aliyono

            “Alhamdulillahh saya mengenal Ustadz Aliyono sebagai orang baik dan memiliki keinginan kuat untuk menekuni hobi perkutut, makanya saya mendukung penuh apa yang menjadi keinginan beliau,” terang H.Faisol Syafii. Apresiasi juga disampaikan Aliyono terhadap perlakukan yang diberikan oleh pemilik JBM Bird Farm.

            “Abah Faisol bukan saja saya anggap sebagai pemilik JBM, tetapi sudah saya anggap sebagai orang tua dan guru saya. Beliau banyak memberikan wejangan tentang dunia hobi perkutut dan juga kehidupan yang sebenarnya,” ungkap Aliyono. Ungkapan saling menyanjung inilah yang akhirnya melahirkan sebuah penghargaan satu sama lain.

            Aliyono begitu percaya pada H.Faisol untuk mencarikan perkutut, baik untuk lomba ataupun materi indukan. Hasilnya sudah terbukti. Beberapa perkutut produk JBM untuk kelas lomba berhasil menggondol juara dalam Latber Pengda Surabaya pada peringkat yang membanggakan.

H.FAISOL JBM saat kedatangan tamu dari Bangkalan Madura

            Sementara materi indukan untuk kandang, dinilai merupakan bahan dengan kualitas yang bakal melahirkan anakan berprestasi. Proses produksi masih berlangsung di markas Albar 24 Bird Farm Bangkalan. Salah satu indukan yang direkomendasi H.Faisol pada Ustadz Aliyono adalah Galaxi, perkutut berprestasi bergelang HDL yang pernah orbit bersama Susanto kung mania Bali beberapa waktu lalu.

Sebenarnya Galaxy bukanlah satu-satunya andalan terhebat yang berada di kandang Albar 24 Bird Farm. Menurut pengakuan H.Faisol Syafii, ada perkutut yang dikatakannya sebagai jawara legendaris milik JBM. “Di kandang Albar 24 milik Ustadz Aliyono, ada burung legendaris 5 kali juara di lomba milik saya, namanya Barokah,” ungkap H.Faisol.

Baca Juga  Daftar Juara Latber Spesial Gantangan Faskul Wistrop Feat Aladin Enterprise Sidoarjo Minggu (9/2/20)

Perkutut ternakan Kopa Bird Farm Surabaya ini orbit bersama H.Faisol awal 2016 silam. Berbagai tarung yang diikutinya, Barokah selalu sukses menjebol pertahanan lawan. Gelaran LPJT, lomba besar, even Kanjeng Dimas dan beberapa konkurs lainnya pernah disinggahi Barokah dengan prestasi membanggakan.

SILATURRAHMI Ustadz Aliyono ke kediaman H.Faisol JBM

Prestasi akhir yang diraih Barokah adalah saat tandang ke konkurs di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta pada 15 Mei 2016. Saat itu, Barokah tampil memukau dengan raihan podium pertama. “Semua orang pasti tahu nama Barokah milik saya yang selalu menang di setiap lomba,” terang H.Faisol.

Kemenangan demi kemenangan, akhirnya membuat kung mania di Kalianget Sumenep Madura berminat untuk mentake over. Negosiasi dilakukan dan terjadilah kata sepakat. “Barokah akhirnya diambil Ustadz Sugiono Kalianget Sumenep Madura dengan harga Rp 450 juta,” lontar H.Faisol.

Sekitar dua tahun bersama Ustadz Sugiono, perjalanan Barokah semakin terang benderang. Namun prestasi itu tidak berlangsung lama, karena Barokah tidak pernah lagi mendapatkan perhatian akibat kesibukan sang majikan. Sampai akhirnya H.Faisol berusaha mengambil alih kembali kepemilikannya.

BUKTI KUAT prestasi Barokah saat orbit tahun 2016 lalu

“Saya kasihan sebab Barokah saat di rumah Ustadz Sugiono tidak terawat karena beliau sibuk, akhirnya saya beli kembali,” lanjutnya. Kini, setelah pertemuan dengan Ustadz Aliyono, Barokah akhirnya mengikuti gerak langkah sang Uustadz menuju Albar 24 Bird Farm Bangkalan.

Kepergian Barokah dari Malang menuju Bangkalan tidak pernah terekspose. Pengakuan kepindahan Barokah disampaikan langsung H.Faisol pada mediaagrobur,com melalui saluran terlepon. Ketika dikonfirmasi, Ustadz Aliyono Bangkalan mengakui dan membenarkan hal itu.

“Memang benar, ada burung bernama Barokah milik Abah Faisol yang sekarang ada di kandang 13 Albar 24 Bird Farm Bangkalan,” jelasnya. Tidak disebutkan berapa rupiah yang dikeluarkan untuk mendapatkan burung tersebut. Saat ini burung tersebut dipasangkan dengan TL 35. Diharapkan kedua pasangan ini akan melahirkan jawara berikutnya untuk menyemarakkan perebutan podium kejuaraan di arena konkurs.

Baca Juga  Genit Jr, Paranoid Dan Sableng Terbaik Dilatber KSBC Kedungrejo Sidoarjo

Lanjutkan Membaca

Perkutut

Albar 24 Bird Farm Bangkalan, Bukti Keseriusan Aliyono Perkuat Silaturrahmi Lewat Hobi Perkutut, Materi Indukan Berbandrol Ratusan Juta Rupiah

Published

on

Advertisements
Advertisements

            Silaturrahmi masih menjadi tujuan utama Aliyono menekuni hobi dan ternak perkutut. Karena dengan cara tersebut, akan menambah banyak teman dan saudara. “Bagi saya banyak teman adalah cara untuk mendapatkan hiburan,” jelas kung mania yang juga seorang Ustadz.  

USTADZ ALIYONO pemilik Albar 24 Bird Farm Bangkalan

            Lebih lanjut dikatakan bahwa hobi perkutut telah membuatnya mendapatkan rasa senang. “Hidup ini ada dua sisi yang harus kita alami dan rasakan. Ketika saya merasa senang dengan hobi perkutut, maka suatu saat saya juga harus menerima rasa tidak menyenangkan. Saya siap menerimanya,” ungkap Aliyono.

Seperti pada pengalaman tarung perdana digelaran latber Pengda Surabaya, Minggu 28 Februari 2021. Orbitan yang diboyong ke lapangan, tidak seluruhnya mampu memberikan kegembiraan. Ada yang berhasil menembus barisan paling depan, ada pula yang tidak mampu tampil sesuai harapan.

HOBI PERKUTUT memperlancar jalan menjalin silaturrahmi

Semua itu, disikapi dengan bijak. Yang sukses meraih juara ditampakkan dengan kegembiraan, sebaliknya yang belum tampil, diaktuliasasikan dengan cara mencari apa yang menjadi penyebabnya. Namun setidaknya kemenangan yang sudah diraih membuat semangat untuk terus eksis semakin meningkat.

Untuk lebih mengembangkan hobi perkutut, Aliyono langsung membangung kandang ternak. Jumlahnya memang tidak banyak. Untuk saat ini hanya menyediakan 19 petak kandang yang menempati bangunan rumahnya ditingkat tiga. Kehadiran kandang ternak membuat Aliyono betah berlama-lama di Bangkalan.

TEAM ALBAR 24 BF selalu siap mengorbitkan andalan Ustadz Aliyono

“Sebenarnya saya tinggal di Surabaya, ke Bangkalan saya lakukan hanya Sabtu dan Minggu, itupun bisa berubah jika ada kegiatan. Awalnya sebelum ada kandang ternak, saya ke Bangkalan hanya mampir sebentar dan langsung balik. Tapi kini saya lebih krasan berlama-lama ada di Bangkalan,” lanjut pria berpenampilan kalem.

Pembangunan kandang ternak muncul pada Desember 2020 lalu dan baru bisa direalisasikan pada pertengahan Januari 2021. Meski tercatat sebagai pendatang baru, namun Aliyono tidak mau asal menggunakan materi indukan. Baginya indukan bagus akan memberikan peluang dan kesempatan untuk menghasilkan produk yang tidak beda jauh.

Baca Juga  Panigale Sapu Bersih Kelas Cucak Hijau Latber Rutin Gantangan Faskul Wisma Tropodo Feat Aladin Enterprise Sidoarjo
ALBAR 24 BIRD FARM Bangkalan, indukannya berbandrol ratusan jura

            “Saya membangun kandang ternak perkutut, lebih pada murni hobi kalau soal bisnis, jauh. Namun jika pada akhirnya Allah mengantarkan rejeki di ternak perkutut, saya tidak akan menolak,” imbuhnya lagi. Tak tanggung-tanggung, indukan yang pertama kali mengisi kandang ternaknya adalah materi berbandrol mahal.

            Indukan jantan bergelang HDL 1001 yang berpasangan dengan betina Grand 19-128, resmi menjadi penghuni pertama kandang Albar 24 Bird Farm Bangkalan miliknya. Untuk mendapatkan indukan tersebut, Aliyono harus mengeluarkan kocek sebesar Rp 250 juta. “Hobi itu mahal, tapi bagi yang hobi jadi murah,” kelakarnya.

INDUKAN DOMINAN diisi oleh produk JBM BF Malang

            Indukan jantan tersebut adalah Galaxi, perkutut yang pernah mengukir prestasi apik dalam beberapa tarung yang dilakoninya bersama Susanto Bali pemilik sebelumya. “Saya mendapatkan indukan tersebut atas rekomendasi Abah Faisol JBM. Saya banyak dibantu beliau untuk mendapatkan indukan dan burung berkualitas,” sambung Aliyono.

            Meski resmi masuk kandang ternak, indukan jantan tersebut masih tetap ditampilkan ke lapangan. Indukan lain yang mengisi kandang Albar 24 Bird Farm didatangkan khusus dari JBM Bird Farm Malang. Dari 19 kandang ternak, 1 kandang adalah indukan yang didapat dari H.Cholil HDL BF Menganti, 14 pasang indukan adalah ring JBM dan 4 pasang dari Badui Bird Farm Sampang.

BERBANDROL Rp 250 Juta, penampakan GALAXI bersama pasangannya

“Harga materi indukan dari JBM memang tidak murah, tapi saya tidak pernah itung-itungan dengan Abah Faisol karena beliau juga tidak pernah itung-itungan dengan saya, makanya saya merasa senang bisa mengenal beliau karena banyak membantu saya menyalurkan hobi perkutut,” katanya lagi. 

Sedangkan untuk indukan Badui Bird Farm, Aliyono mengaku mendapatkannya dari sang guru dan hanya mencari berkah saja. Pasangan HDL 1001 x Grand 19-128 saat ini sudah menetas, usianya sekitar 1 minggu. “Mudah-mudahan anakan HDL dan Grand kualitasnya bagus dan bisa buat lomba,” harap Aliyono mengakhiri obrolan.

Baca Juga  Lovebird Fighter Banjiri Latpres Gantangan Faskul Wistrop Feat Aladin Enterprise Sidoarjo

Lanjutkan Membaca

Perkutut

Moh.Hosnan Pamekasan : Berikan Kesempatan Bagi Kelas Pemula Meramaikan Lomba Perkutut

Published

on

Advertisements
Advertisements

Eksistensi hobi perkutut sampai saat ini masih bisa dirasakan dan dinikmati. Agenda kegiatan masih saja terjadi. Begitu juga dengan perburuan burung untuk kelas lomba dan juga materi kandang, menjadi berita yang seringkali dijumpai setiap saat. Masyarakat seakan begitu menyambut baik hobi tersebut.

KOMUNITAS PEMULA berharap mereka bisa diberikan kesempatan

Mereka yang awalnya tidak mengenal hobi perkutut, akhirnya tahu. Begitu juga mereka yang sudah mengenal, semakin lama mengalami peningkatan untuk lebih fokus dan aktif mengikuti perkembangan hobi tersebut. Dan mereka yang sudah menekuni, menjadi semakin gila untuk lebih berkontribusi dalam semarak hobi perkutut.

Kehadiran mereka untuk masuk menjadi bagian dalam komunitas, berasal dari latar belakang yang berbeda. Mulai dari masyarakat tingkat bawah sampai mereka yang memiliki posisi dan sosial ekonomi yang mumpuni. Beragam perbedaan inilah yang seharusnya bisa menjadi alasan untuk terus mengakomodir mereka, sehingga bisa tetap tersalurkan.

Moh.Hosnan, salah satu kung mania asal Pamekasan Madura melihat masih ada penyelenggara yang tidak bisa memberikan kesempatan kepada kung mania yang ingin tetap eksis. Mereka yang dimaksud ini adalah kelompok atau peserta dengan latar belakang kemampuan yang terbatas.

“Saat ini saya melihat lomba perkutut tidak mengakomodir kelompok yang tidak memiliki dana besar, tetapi mereka tetap ingin menyalurkan hobinya lewat lomba,” terang Moh.Hosnan. Lebih lanjut dikatakan bahwa kelompok ini adalah peserta yang hanya bisa melombakan burungnya di Kelas Pemula.

MOH.HOSNAN Ketua Kolom Larangan Daya (Lada) Pamekasan.

“Kelas Pemula sudah tidak pernah lagi diikutkan dalam lomba, padahal dulu di Pamekasan kelas ini masih diberikan kesempatan untuk ikut serta. Tapi sekarang sudah tidak ada lagi. ASEAN CUP 2015 yang pernah digelar di Pamekasan juga menyediakan Kelas Pemula meski tidak ada poin bagi mereka yang juara,” ungkap mantan Ketua Bidang Konkrus Pengda P3SI Pamekasan.

Baca Juga  Pizzaro Sapu Bersih Kelas Kenari, Ribut Double Winner di Latber KMBF Sidoarjo

Mereka yang berharap Kelas Pemula dibuka kembali hanya mengandalkan perkutut dengan kualitas mentok dua warna hitam. Kualitas ini disesuaikan oleh dana yang tersedia. Mereka hanya mampu membeli burung dengan kualitas seperti ini. Jika mereka harus tetap ikut lomba, maka dipastikan burung miliknya tidak akan punya kesempatan untuk menang.

“Mana mungkin burung dengan kualitas maksimal dua warna hitam harus berhadapan dengan burung yang kualitasnya ada di atasnya. Itu kan sama artinya mereka hanya menjadi penyemarak saja tanpa memiliki peluang untuk juara. Ini namanya diskriminasi,” lanjut Hosnan.

Masih menurut Moh.Hosnan, jika bicara soal AD/ART, pasal 3 tentang kriteria yang dilombakan yakni Dewasa Senior, Dewasa Yunior, Piyik Yunior dan Piyik Hanging/Bulu Coklat. Namun di ayat 4 memberi kesempatan yang seluas-luasnya kepada daeeah untuk melatih burung-burung pemula.

PEMULA ASET hobi perkutut yang harus terus dilestarikan

Artinya Kelas Pemula bisa diadakan kembali untuk menampung mereka yang betul-betul memiliki burung dengan kualitas pemula. “Kalau Kelas Pemula ditiadakan karena alasan tidak ada dalam AD/ART, tetapi kenapa ada Kelas Dewasa Bebas. Padahal kelas itu tidak ada dalam AD/ART,” tegas Ketua Kolom Larangan Daya (Lada) Pamekasan.

Selama ini Hosnan dan rekan-rekan lain berusaha menggalang dan membina pengembangan bagi organisasi yang ada di tingkat bawah, yakni tingkat Pengcam. Seharusnya ada kerjasama yang baik agar kung mania arus hobi perkutut bawah ini bisa juga tersalurkan dan hanya menjadi penyemarak semata.

“Ada informasi kalau Kelas Pemula merugikan ke kelas yang lain. Apanya yang dirugikan, karena ada tempatnya masing-masing. Cara seperti ini adalah usaha untuk membunuh pemula, mereka tidak dikasih kesempatan untuk menyalurkan hobinya,” bantah Hosnan mengakhiri obrolan.

Lanjutkan Membaca