Connect with us

Profil

Mari Belajar Dari Asep Tangerang, Perawat Burung Tunanetra Yang Pantang Mengeluh

KONBUR Tayang

:

Asep Perawat Tunanetra Tangerang
Asep bersama murai batu rawatannya.

Meski menyandang disabilitas netra (gangguan penglihatan) tampaknya tidak mematahkan semangat Asep untuk tetap beraktifitas didunia hobinya merawat burung kicauan. Kendati memiliki keterbatasan tidak  berfungsinya dalam penglihatan dia  juga mampu membuktikan sebagaimana kicaumania lainnya, merawat, menyetting dan mengkondisikan burung untuk lomba. Dengan semangat, kesabaran dan pantang mengeluh.

Suatu pagi selepas subuh, sisa-sisa hujan semalam  masih menyisakan udara dingin. Asep  bersingsut dari tempat tidurnya,  untuk segera bergegas melaksanakan aktivitas rutinnya dikediamannya kawasan Kedaung, Tangerang Selatan.

Setiap hari, dia merawat dan mengkondisikan burung-burung yang sebagian milik koleksi pribadinya juga burung-burung titipan rekanan hingga punya bos-bos yang harga burungnya puluhan juta, dipercayakan padanya.

Bersama rekan rayakan kemenangan

Asep memulai aktifitasnya dipagi hari diawali menurunkan burung-burung, kemudian, bersihkan  kotoran, selanjutnya memberikannya ekstrafooding. Burung-burung tersebut juga dia mandikan masing-masingnya di dalam keramba mandi. Menariknya, dia juga tau kalau  burung tersebut sudah selesai mandi.

Selesai dimandikan, puluhan ekor jenis burung yang memenuhi kediamannya, kemudian diangin-anginkan sebelum dijemur. Semua itu dilakukannya sendiri. Asep memang hebat dan mandiri.

Keterbatasan dalam penglihatannya, bukan berarti Asep kehilangan  kreatifitasnya. Justru kemampuan feelingnya terasah sejak  10 tahun dalam hal soal burung membuatnya dia piawai dalam merawat burung jenis apapun, murai batu, anis merah, lovebird, kacer pentet, kenari dam segala jenis burung, termasuk burung-burung isian atau masteran.

Untuk soal pemberian pakan atau ekstrafooding  mandi dan jemurnya yang dilakukan secara bergantiian bisa dilakukannya sendiri.

Disini Tuhan memberinya sebuah kelebihan dari kekurangannya. “Bahkan kacer Malaikat Subuh  dan murai batu Khatulistiwa yang sering juara dia yang rawat,” ucap rekannya.

Sesekali dia juga diajak rekan-rekannya ke lomba burung, meskipun tidak menyaksikan langsung kinerja burung rawatannya diatas gantangan. Cukup hanya duduk dipadok dia sudah cukup senang bila mendengar kabar burung tersebut juara.

Asep memang hobi burung sejak kecil. Sayangnya, gangguan penglihatan yang  menimpanya  saat dia memasuki usia remaja sempat turut membuyarkan harapannya. Namun demikian Asep tetap sabar, semangat dan mandiri.

Selain merawat segala jenis burung, dalam kondisi seperti itu dia juga sudah berhasl menangkar burung lovebird sebagian diantara anakannya prestasi dilomba. Dan dia juga akan dengan tenangnya seraya cukup mengumbar senyum khasnya bilamana burung hasil rawatannya tidak terpantau atau bahkan tidak dipantau oleh juri. Asep sudah melewati batas tertinggi sebuah tingkat kesabaran. Maka dari itu, apapun hasilnya dilomba dia tanpa harus mengeluh apalagi meluapkan emosi. Yuk, buat sobat kicaumania mari kita belajar dari Asep.  *agrobur4.

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.