Connect with us

Perkutut

Mandalika Raih Runer Up Piyik Yunior Di LPM Putaran-2 Sumenep, Jadi Bukti Keberhasilan Kho Kho BF Jember

KONBUR Tayang

:

Kho Kho BF Jember
AKONG (KANAN). Butuh proses panjang untuk mencetak burung kualitas.
Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates
Advertisements
Iklan Trimurti BF Surabaya

Belakangan ini, dunia perkutut Indonesia nampak semakin ramai. Seakan tak berpengaruh dengan situasi ekonomi yang amburadul akibat Pandemi Covid-19. Bukan hanya gelaran lomba/konkurs perkutut saja yang ramai dan selalu dijubeli kung mania. Tapi para peternak juga berlomba-lomba, untuk mengorbitkan hasil dari produk oplosan kandangnya. Agar bisa bersaing dan meraih podium juara di level konkurs perkutut nasional.

Seperti yang dibuktikan oleh Kho Kho Bird Farm (BF), salah satu peternak perkutut yang ada di pinggiran kota Jember. Tepatnya di Kecamatan Sukowono, yang jaraknya sekitar 40 km arah timur utara dari pusat kota. Dan meskipun peternak pinggiran, tapi Kho Kho BF berhasil mencetak burung/perkutut kelas konkurs dari salah satu kandangnya.

KHO KHO BF. Ada 47 petak kandang yang jadi pengembangan trah unggul.

Mandalika, itulah nama jago yang sempat bikin heboh, saat pertama kali turun di Liga Perkutut Madura (LMP) putaran ke-2, bulan April lalu. Turun di kelas piyik yunior, Mandalika (kerekan 476) yang saat itu dikawal langsung oleh H.Wawan selaku pemiliknya. Berhasil menyisihkan sekitar 144 jago-jago piyik yunior terbaik (3 blok full) yang hadir dari berbagai kota.

Keberhasilan Mandalika menembus ketatnya persaingan di liga tersebut dan sukses menempati juara 2 atau posisi runner up, bukanlah kebetulan. Tapi jago muda bergelang Kho Kho memang punya talenta jawara dan kualitas anggung merdu untuk bersaing. Karena burung-burung yang turun di LPM saat itu, nyaris semuanya punya kualitas bagus hasil produk dari peternak-peternak top.

Begitu pula keberhasilan Sugianto, pemilik Kho Kho BF Jember mencetak Mandalika bisa menembus konkurs level nasional. Itu diraih juga bukan karena kebetulan atau seperti membalik telapak tangan. Tapi menurut ko Akong begitu ia akrab di sapa, sukses mencetak Mandalika itu benar-benar dimulai dari nol dengan proses panjang.

AKONG BERSAMA HOLILI. Didepan kandang Grace Kellly.

“Betul, itu juga butuh usaha keras, ketelatenan serta tidak muda putus asa dan tidak bisa instant. Bahkan saat awal baru pertama mengenal hobi perkutut 15 tahun yang lalu. Dan mulai ikut lomba berbaur dengan kung mania lainnya. Tak terasa, sudah banyak burung yang saya beli dari beberapa pternak. Tapi hasilnya nol tidak ada yang masuk juara,” tandas Akong mengawali ceritanya.

GRACE KELLY. Meski sudah umur tapi tetap lancar produksi.

Dari situlah ia mengaku mulai belajar perkutut, baik perkutut untuk lomba maupun untuk bahan ternak. Dan setelah paham soal perkutut, lima tahun kemudian ia pun membeli perkutut kualitas yang menurutnya cocok, baik di telinga maupun di hatinya. Meski saat itu harga burung tersebut terbilang mahal, menurut ukuran saku kantongnya.

“Ya, namanya Grace Kelly milik pak Alit Jember yang saat itu minta Rp 80 juta. Saat itu saya hanya berani nawar Rp 50 juta, sesuai dengan kemampuan saya. Namun pak Alit masih merasa berat, karena ada salah satu tokoh perkutut Surabaya yang mau dengan harga Rp 80 juta. Asal saat dipantau di lomba, burung itu mau bunyi,” terang Akong.

Namun sayang, lanjut Akong. Setelah berulang kali dipantau dibeberapa lomba, Grace Kelly gak mau bunyi. Tapi meski begitu, pak Alit tetap bertahan dengan mahar Rp 80 juta, jika ada yang ingin memboyong Grace Kelly.

Beberapa Kandang Kho Kho, siap melahirkan burung kualitas.

“Namun beberapa hari kemudian, saat pak Alit butuh dana mendesak, menawarkan kembali ke saya. Saya pun ngomong terus terang, kalau lebih dari kemampuan saya. Jelas saya tidak mampu dan silahkan tawarkan ke kungmania lainnya. Dan akhirnya Grace Kelly dilepas sesuai dengan kemampuan saya, yaitu Rp 50 juta,” tandas Akong.

Dengan berbekal pengalaman ternak dari beberapa jenis unggas dan budidaya udang tambak, karena memang ia mengaku hobi. Ditambah ilmu yang didapat dari beberapa peternak perkutut yang dianggap berhasil. Mulai dari soal bagaimana memahami suara, selsilah, trah darah sampai menentukan pasangannya yang pas. Mulai saat itu, Akong serius dan fokus untuk membangun Kho Kho BF.

KANDANG BASIC. Siap jadi trah unggul untuk dikembangkan.

Dan iapun sangat selektif untuk memilih indukan materi isi kandang-kandangnya. Selain menjadikan Grace Kelly, burung bergelang SU (Sumber Urip) itu sebagai materi kandangnya. Ia juga mengoleksi beberapa perkutut kualitas yang sesuai dengan trah dan type suara yang ia kehendaki.

“Benar, awalnya saya hanya mengoleksi beberapa trah unggul yang sesuai keinginan saja. Selain ada Grace Kelly, juga ada trah Mutiara Sejati (JBM), trah Prastana, trah dari Grand Master dan ada trah dari TP Kandang BI (TP-666 & MC2). Dari trah-trah itulah, lalu saya kembangkan untuk menjadi basic indukan di Kho Kho BF,” terangnya.

Nah Disinilah, sambung Akong. Kita dituntut untuk lebih tlaten, jeli dan sabar. Karena untuk mencetak indukan yang akan kita jadikan basic. Prosesnya sngat panjang dan butuh waktu lama. Kita harus sabar menunggu hasilnya, lalu kita pilih trah yang unggul untuk dikembangkan lagi. Sampai hasilnya sesuai dengan yang kita inginkan sebagai basic indukan.

Beberapa tahun kemudian, apa yang dilakukan Akong mulai terlihat hasilnya. Selain trah Grace Kelly yang jadi basic utama pengembangan dari Kho Kho BF. Hasil oplosan dari beberapa trah yang ia koleksi, juga sudah ada yang dijadikan basic. Bahkan menurut Akong, sebelum hasil oplosan itu dijadikan basic atau dikembangkan lagi. Banyak kung mania yang mengebet dan berani meminang dengan mahar yang lumayan tinggi.

“Iya, seperti Osama, lalu Nusantara 1, Nusantara 2 dan beberapa burung hasil oplosan dari trah Grace Kelly dengan beberapa trah unggul lainnya, banyak diminati teman-teman. Bahkan saat itu ada kung mania yang berani menawar Rp 30 juta. Tapi tetap tidak saya lepas, karena memang saya pingin fokus pengembangan kandang dulu,” ujar Akong.

KANDANG BABY SITTER.

Bahkan untuk mengisi type suara besar, pemilik Kho Kho BF memilih trah unggul dari Cristal BF untuk dijadikan indukan, seperti trah dari Kandang C3, B3 dan D3. Karena menurutnya, trah-trah tersebut masih ada hubungan dengan trah yang ia kembangkan saat ini.

“Betul, untuk memilih indukan saya harus paham selsilah, trah dan type suaranya. Biar sejalan dengan apa yang sudah saya rintis bertahun-tahun ini. Karena kalau keliru, selain hasilnya tidak sesuai dengan yang kita inginkan, juga harus mengulang dari nol lagi. Bahkan saat saya di Cristal BF beberapa tahun lalu. Ko Asen pesan ke saya, untuk tidak beli burung lagi, cukup itu saja dikembangkan,”  lanjut Akong.

Dan setelah mendapat suntikan beberapa indukan trah unggul dari Cristal BF. Ring Kho Kho BF pun, mulai mampu berbicara di lomba besar level nasional. Dan itu sudah dibuktikan oleh Mandalika yang berhasil merebut juara 2, kelas piyik yunior di Liga Perkutut Madura putaran-2. Bahkan sudah banyak kung mania yang mengantri, khususnya trah dari Cristal D3.

“Do’akan saja, sekarang tengah proses. Dimana kadang yang melahirkan Mandalika, indukan jantannya sudah saya ganti yang lebih bagus dengan volume besar. Dan perlu diketahui, induk jantan penggantinya itu, masih keponakan dari bapak Mandalika. Ya muda-mudahan hasilnya sesuai dengan keinginan,” harap Akong.

Rupanya untuk mendapatkan hasil yang lebih bagus dan lebih variatif. Pemilik Kho Kho BF terus berburu indukan trah-trah unggul dari peternak-peternak papan atas lainnya. Seperti tahun kemarin, dua betina ciamik ring AKN BF yang masih mengalir trah Syarini dan Syahrulkan, sudah mengisi kandang Kho Kho BF.

“Betul, keunggulan kedua trah tersebut memang untuk mengisi trah lain yang ada di sini. Dan meskipun keduanya sudah setahun di sini, namun semuanya masih belum bisa dilihat hasil, karena memang masih proses. Tapi sudah ada beberapa piyik trah keduannya yang siap di oplos lagi. Ya kita tunggu saja hasilnya,” tutup Akong, saat ditemui di farmnya beberapa hari lalu. *agrobur2.

Perkutut

Liga Perkutut Lombok II, Tempati Lokasi Baru, Produk Ternak Jawa Timur Berebut Podium Teratas

Published

on

Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates
Advertisements
Iklan Trimurti BF Surabaya

Memasuki putaran kedua, Liga Perkutut Lombok semakin bergemuruh. Antusias kung mania untuk mengikuti gelaran yang tergelar rutin, mengalami peningkatan yang begitu memuaskan. Kondisi ini seakan menjadi isyarat bahwa hobi perkutut di Lombok saat ini mengalami perkembangan yang menggembirakan.

Tokoh perkutut Lombok dukung semarak hobi perkutut

Setiap kegiatan yang mereka gelar, selalu berakhir dengan sukses, baik dalam hal pelaksanaan ataupun jumlah peserta. Lombok saat ini menjadi daerah yang mengalami kemajuan yang selama ini selalu diharapkan. Seperti dalam gelaran kedua yang dihelat pada Minggu, 20 Juni 2021 di Lapangan permanen Gunung Kembar Lombok Timur Lombok.

Pelaksanaan acara berlangsung meriah dan semarak. Seluruh kelas yang dibuka (Dewasa Senior, Dewasa Yunior dan Piyik Hanging) full tanpa tersisa. Bahkan ada beberapa peserta yang harus gigit jari karena tidak mendapatkan tiket untuk bisa bersama-sama menjadi peserta. Lapangan Gunung Kembar merupakan lokasi baru.

Santai menikmati jalannya gealran Liga Perkutut Lombok II

Kehadiran lapangan baru ini diprakarsai oleh R.Rahardian S, Ketua Pengda Lombok Timur. “Saat ini Lombok sudah memiliki tiga lapangan yang diprakarsai oleh masing-masing Pengda. Lapangan Gunung Kembar menjadi lokasi yang paling baru diantara lokasi yang sudah ada,” jelas Hendry Kusuma, salah satu tokoh kung mania setempat.

Ketiga lapangan ini akan menjadi pusat kegiatan kung mania untuk menyalurkan hobi perkututnya dan menopang semarak hobi di Lombok. Membludaknya peserta dalam gelaran kali ini berimbas pada ketatnya perebutan posisi kejuaraan. Satu sama lain seakan ingin memperlihatkan kehebatannya saat berada kualitas di atas kerekan dan gantangan. Sepertinya saat ini jago-jago orbitan kung mania lomba semakin kuat.  

Peserta yang berprestasi rebut podium juara

Di partai utama misalnya, yakni Dewasa Senior, terjadi perebutan podium paling atas dua produk asal Jawa Timur yakni Surabaya, antara ternakan Jupiter 361, perkutut bernama Ejakulasi yang diorbitkan ABG Team Praya dengan Grand 191, perkutut bernama Elok yang menjadi andalan Mustahap Selong.

Kedua produk tersebut berebut untuk menjadi peserta yang mendapatkan porsi terbesar dari juri yang kebetulan ditugaskan. Ejakulasi yang dikerek pada nomor 04 dan Elok pada kerekan 35 saling bertempur melakukan aksi terbaiknya untuk memastikan diri sebagai yang terbaik. Proses penjurian yang berlangsung begitu sengit dan menegangkan.

Senyum bangga dengan hasil kemenangan yang diraih

Diakhir babak keempat, akhirnya menetapkan Ejakulasi orbitan ABG Team berhasil menjadi yang terbaik sesuai pilihan juri, disusul oleh Elok andalan Mustahap. Sedangkan diurutan ketiga ada Temon amunisi Angga GPK Mataram, produk ternak Benefit 16. Di Kelas Dewasa Yunior, Bondon Junior orbitan Mustahap selong ring MS 30 pada kerekan 79 menjadi yang terdepan.

Disusul kemudian oleh Dayeng Rang, andalan Naufal Praya ternakan Idola 31 yang menempati nomor kerekan 104 sebagai juara kedua. Dan urutan ketiga diraih Zoh milik Sohri Bonjong produk ZOK 061 pada kerekan 63. Dan di Kelas Piyik Hanging, Jamal orbitan Nanok Praya ternakan Tri Brata yang digantang pada nomor 05 sebagai juara pertama.

Juara kedua menjadi milik Humairo andalan H.Ma’ud Terara ring Dana 046 pada gantangan 74 dan urutan ketiga diraih Sinom milik Lalu Zulfan Lobar ring Dana 177 pada gantangan 38.

Lanjutkan Membaca

Perkutut

Empat Produk JBM Malang Berbandrol Rp 150 Juta, Diboyong Ustadz Muhalli Kades Bulengan Berenta Pamekasan Madura

Published

on

Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates
Advertisements
Iklan Trimurti BF Surabaya

Corona boleh mengusik kehidupan manusia. Covid-19 boleh membatasi bahkan menyekat ruang gerak masyarakat agar tidak bisa leluasa untuk melakukan aktifitas. Namun jangan sekali-kali Covid-19 yang menyebabkan munculnya Corona, mampu membuat kung mania harus terus diam menunggu sampai musibah tersebut berakhir.

Ustadz Muhalli (tengah) resmi boyong 4 produk JBM Rp 150 Juta

Bagi Ustadz Muhalli, kung mania asal Pamekasan Madura, Corona ataupun Covid-19 hanyalah sebuah kejadian yang tidak harus membuat sosok satu ini absen sesaat sampai menunggu warning yang selama ini diperdengarkan, berakhir. Di tengah-tengah gencarnya Covid-19, ternyata tidak menghalangi Ustadz Muhalli diam.

“Urusan hobi tidak bisa dihalangi oleh Covid ataupun Corona,” tegas kung mania yang juga Kepala Desa Bulengan Berenta Pamekasan. Minggu, 20 Juni 2021, Ustadz Muhalli beserta rombongan terus menyalurkan hobi perkututnya yakni mengunjungi markas JBM Bird Farm Malang.

Antusias Ustadz Muhalli mengunjungi markas milik Abah Faisol Syafii dilatarbelakangi oleh kepuasannya dengan produk JBM yang pernah dimiliki sebelumnya. “Saya dulu ambil perkutut di Abah Faisol JBM, dilomba bernama Komandan, setiap dilomba selalu dapat juara, makanya saya kesini lagi untuk ambil lagi,” sambung sang Ustadz.

Ustadz Muhalli didampingi Abah Faisol pantau produk JBM

Nampaknya Kepala Desa Bulengan Berenta Pamekasan Madura ini belum puas jika hanya memiliki dan mengorbitkan 1 produk JBM, sehingga ada keinginan untuk menambah lagi sekaligus melengkapi amunisi yang sudah ada. Maka, pada Sabtu, 19 Jjuni 21, sekitar jam 22.00 WIB, sang Ustadz  bersama rombongan berangkat dari rumah.

“Niat pertama saya datang ke Abah Faisol Syafiie adalah silaturrohmi dan juga ingin langsung mantau burung-burung ring JBM, rasanya kurang puas jika tidak memantau langsung,” ungkapnya. Proses pemantauan dilakukan mulai Minggu pagi. Seharian Ustadz bersama rombongan dan juga Abah Faisol berada diantara sekian banyak produk JBM.

Sesekali terdengar canda gurau diantara mereka. Nampak sekali suasana kekuargaan yang terjadi selama proses pemantauan burung. “Saya berusaha menjadi tuan rumah yang baik, saya katakana pada Ustadz Muhalli untuk santai dan menyesuaikan seperti di rumah sendiri,” terang Abah Faisol Syafiie.

Deal diangka Rp 150 juta untuk 4 produk JBM Malang

Rasa syukur diungkapkan Ustadz Muhalli karena bisa berada di markas JBM. “Alhamdulillah saya bersyukur banget bisa mengobrol berjam-jam dengan Abah Faisol Syafiie. Hal ini adalah rencana lama yang baru bisa terwujud. Mudah-mudahan saya bisa lanjut untuk terus melakukan silaturrahmi dengan beliau,” harap Ustadz Muhalli.

Hal senada dilontarkan Abah Faisol Syafiie. “Alhamdulillah saya sangat berterimakasih kedatangan tamu Ustadz Muhalli, Klebun Bulengan Barenta Pamekasan. Luar biasa senangnya karena beliau walaupun masih muda umurnya tapi tata cara saling tukar pendapat luar biasa,” sanjung Abah Faisol.

Lebih lanjut dikatakan bahwa ketika bicara burung, itu adalah nomor yang kesekian, tetapi ketika bicara tentang kehidupan sehari-hari dan juga ke depannya yang sangat diutamakan, rupanya banyak yang nyambung. Keduanya terlihat pembicaraan yang hangat namun tetap santai.

Seharian Ustadz Muhalli pantau produk JBM

Sampai akhirnya saat proses pemantauan berlangsung seharian, Ustadz Muhalli mendapatkan 4 ekor produk JBM Bird Farm yang menurutnya cocok dan pas di hati. “Alhamdulillah saya datang ke JBM tidak sia-sia karena bisa silaturrahmii dan mendapatkan 4 perkutut yang cocok dan pas di hati. Saya puas memantau disini,” tambahnya lagi.

Prosesi lamaran untuk keempat produk JBM berlangsung. Mahar yang disepakati oleh keduanya adalah Rp 150 juta. “Karena saya merasa cocok, maka saya tidak mempersoalkan nilai rupiah. Yang pentin saya bisa membawa burung produk JBM ke rumah untuk segera dilombakan,” kata Ustadz Muhalli lagi. Abah Faisol mengaku bahwa proses transaksi tidak ada kendala dan lancar.

“Beliau tidak segan-segan mengeluarkan uang Rp 150 juta untuk 4 burung produk JBM. Ya maklum orang hobi, saya juga tidak heran dengan apa yang beliau lakukan. Saya mengucapkan banyak terima kasih atas kepercayaan Ustadz Muhalli menggunakan produk JBM,” kata Abah Faisol mengakhir obrolan.

Lanjutkan Membaca

Perkutut

Yono “Sae Star BF” Paiton-Probolinggo: Resmikan Home Base Barunya

Published

on

SAE STAR BF Problinggo
SAE STAR BF PAITON-PROBOLINGGO. Yono bersama Istri dan putri tercintanya.
Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates
Advertisements
Iklan Trimurti BF Surabaya

Tahun 2017, adalah awal Yono Paiton memulai hobi barunya, yaitu burung perkutut. Dan dari sinilah keinginan Yono untuk bisa aktif berbaur bersama komunitas perkutut (kung mania) tanah air dimulai. Baik berbaur bersama kung mania di arisan, di latber maupun di lomba-lomba besar burung perkutut.

Dan yang membuat Yono makin semangat untuk menekuni hobi burung klangenan (perkutut). Bukan hanya karena ia mendapat support dari sesama penghobi perkutut yang ada di wilayah Probolinggo dan sekitarnya saja. Tapi sang istri tercinta, selain mendukung penuh keinginannya. Ternyata sang istri, juga ikut eksis di dalam hobi perkutut tersebut.

SYUKURAN PINDAH HOME BASE. Hanya dihadiri oleh beberapa kung mania dan juri saja.

Bak gayung bersambut, untuk mendukung eksistensi di hobi tersebut. Yono dengan seijin sang istri, mulai berburu perkutut kelas lomba. Dan tak butuh waktu lama, beberapa ekor perkutut kualitas pun mulai dikoleksinya.

“Ya Alhamdulillah, berkat dukungan penuh sang istri serta bantuan teman-teman di sini. Saya mulai mengoleksi beberapa ekor perkutut kualitas dari peternak-peternak Probolinggo. Dan sinilah saya bersama istri, mulai eksis hadir di latber-latber seputaran wilayah Probolinggo,” cerita Yono.

Dan seiring dengan berjalannya waktu, jago-jago perkutut lomba koleksi Yono pun makin bertambah. Begitu pula dengan level lomba yang di hadiri Yono bersama istrinya, juga semakin melebar. Yang semula hanya di seputaran Probolinggo, kini setiap ada lomba besar di luar kota. Pasangan suami istri ini nyaris tak pernah absen dan selalu hadir.

REGISTER P3SI. Jadi bukti kelegalan farm SAE STAR.

Bahkan ketika Yono tidak bisa hadir karena kesibukan kerjanya di luar pulau. Sang istri tercinta inilah yang tetap menjalankan eksistensinya hadir di lomba bersama putra putrinya serta kru. Dan seringnya sang istri hadir di lomba dalam dan luar kota. Menjadikan nama Ny.Yono, lebih dikenal oleh kung mania Jawa Timur.

Bahkan dialah satu-satunya “Srikandi Perkutut” di Jawa Timur yang selalu eksis hadir di lomba-lomba. “Betul, karena istri yang memang paling sering turun ke lomba-lomba dengan ditemani putra atau putri saya dan bersama sopir. Tapi tetap dengan seijin saya,” tutur Yono.

Sambil menyelam minum air serta selalu berusaha dan terus belajar. Itulah prinsip yang dipegang oleh Yono, ketika ia mulai pertama melakoni hobi perkutut. Artinya saat ia aktif berbaur bersama kung mania senior, baik itu juri, pemain maupun peternak. Ia selalu menimba ilmu dengan sering bertanya dan belajar soal perkutut, kepada para seniornya tersebut. Mulai dari bagaimana memoles atau merawat perkutut agar bisa kerja saat turun lomba. Sampai bagaimana cara beternak yang baik dan berhasil.

SAE STAR BF. Akan tetap eksis turun di lomba.

Dan selama kurun waktu kurang lebih 2 tahun, tepatnya akhir tahun 2018. Yono pun membangun kandang ternak, dengan nama SAE STAR BF, nomor Register : 2405/P3SI/2018. Di rumahnya, Perum Sukodadi Indah Residen, Blok F.12, Sukodadi, Paiton, Probolinggo. Jumlahnya pun hanya 6 petak kandang saja, menyesuaikan tempatnya yang memang terbatas.

“Betul, itu saya lakukan berkat bimbingan dan dukungan dari para senior. Seperti pak Hardiyo (Arum BF), abah Kholil (Ulya BF), pak Zainuri (Pattimura BF), abah Sholehudin (Sofa Antique), mas Didik (NPD BF), mas Dhanang (Artoda BF) dan juga petunjuk dari mas Joni (jurnas). Serta soal merawat perkutut dari H.Si Doel SDL BF Surabaya,” terang Yono.

KANDANG BARU SAE STAR. Tertata indah dan rapi.

Dan meterinya kadangnya menurut Yono, banyak diisi dari peternak-peternak lokal Probolinggo. Serta koleksi beberapa jago kualitas dari peternak papan atas, yang ia buat main selama itu. Dan berkat ketekunan dan usaha Yono bersama istri saat fokus mengelola farm SAE STAR. Hasilnya pun tak mengecewakan, karena ada beberapa kandangnya yang mengeluarkan burung kualitas lomba.

“Alhamdulillah, dari Kandang 01, muncul nama Unyil yang sering masuk nominasi lomba. Ada Kardiman yang sekarang dipegang H.Si Doel Surabaya, juga sudah prestasi di lomba dan Patricia. Lalu dari Kandang 02, lahir Ketap Ketip dan dari Kandang 03, lahir Bule. Dan Alhamdulillah, semua burung yang moncer tersebut, sudah mengalir basic dari ring SAE STAR BF,” tambah Yono.

KONSEP MINIMALIS. Membuat suasana jadi nyaman.

Namun seiring dengan perjalan waktu, SAE STAR BF pun terus berkembang pesat. Tapi berhubung tempatnya yang memang sangat terbatas dan tidak mungkin untuk menambah kandang lagi. Akhirnya Yono menitipkan beberapa pasang materi indukannya, ke temannya sesama peternak.

Dan untuk mengantispasi SAE STAR BF yang terus berkembang. Mulai awal tahun 2021, Yono rela menyulap rumah yang lama tidak ditemapti. Manjadi home base baru bagi SAE STAR BF. Dimana di home base baru itu, dibangun 21 petak kandang yang konsep penataannya ia rencanakan sendiri.

“Ya untuk konsep penataan kandang  saya yang bikin, karena memang tempatnya tidak terlalu luas. Tapi untuk pembuatan kandang-kandangnya, mas Dhanang Artoda BF yang ngerjakan. Dan Alhamdullilah sesuai rencana, awal bulan ini sudah rampung semua. Semua kandangnya juga sudah ada isinya, tinggal mencari hari untuk acara syukuran pindahan saja,” tambah Yono lagi.

KUNG MANIA YANG HADIR. Saat selfi di depan kandang.

Dan hari Selasa, 15 Juni 2021 lalu, adalah hari yang sangat membahagiakan bagi Yono bersama keluarga. Pasalnya sore sekitar pukul 03.00 WIB, SAE STAR Bird Farm (BF) resmi pindah di home base barunya, yaitu di Jalan Pakuniran Gg. CIA no. 423, Sukodadi, Paiton, Probolinggo.

“Terima kasih kepada kung mania dan beberapa teman-teman juri yang sudah hadir, ikut mendo’akan pindahan hom base SAR STAR BF. Dan saya bersama keluarga mohon maaf kepada kung mania lainnya yang tidak sempat kami undang. Karena terus terang acara ini boleh dibilang mendadak. Sebab saya mohon ijin cuti dari perusahaan hanya beberapa hari saja,” ucap Yono.

Dan jelas kehadiran SAE STAR BF ini, akan menambah ramai dunia perkutut Indonesia. “Ya harapan saya, SAE STAR BF bisa memberi kontribusi positif untuk perkembangan dunia perkutut. Syukur-syukur perkutut jebolan kandang SAE STAR, bisa menuai prestasi tertinggi di pentas liga perkutut Indonesia nanti,” tutupYono yang diamini oleh semua yang hadir. *agrobur2.

Lanjutkan Membaca
Advertisement banner

Copyright © 2019 Media Agrobur. Powered by agrobur.