Connect with us

Perkutut

Madura Selangkah Lebih Maju, Agenda Diklat Juri, Perumus dan Dewan Pengawas Jadi Bukti Yang Tak Terbantahkan

KONBUR Tayang

:

Diklat Juri Liga Perutut Madura
DIKLAT JURI, PERUMUS & DEWAN PENGAWAS. Untuk menuju lomba yang fair play.

Sabtu, 06 Maret 2021 agenda Diklat Juri, Perekap (Perumus) dan Dewan Pengawas sukses tergelar tanpa halangan. Keberhasilan ini sekaligus menepis tudingan beberapa pihak bahwa kegiatan ini tidak akan mungkin bisa terealisasi.

Menempati lokasi di Mandhapa Aghung Ronggosukowati,  diikuti sekitar 105 peserta yang terdiri atas 88 undangan yang terdiri atas juri, perumus dan dewan pengawas serta 17 orang panitia. Tepat jam 08.00 WIB acara resmi dimulai.

Bupati Pamekasan H.Badrut Tamam bersama Ketua Pengda P3SI se Madura.

Mengawali sambutan pertama adalah Ir.R.H.Moh.Mahmud yang mewakili Ketua Liga Perkutut H.Kamil Ali Makki yang belum bisa hadir ka lokasi karena masih ada acara ditempat lain. Dikatakan oleh Ir.R.H.Moh.Mahmud bahwa maksud dan tujuan diklat adalah untuk membuat juri lebih profesional, lebih matang dan bersikap mental yang makin bermoral.

“Kegiatan Diklat ini diharapkan menjadi ajang pemantapan, pemahaman dan peningkatan mental juri yang lebih profesional,” tegas Ketua Pengda P3SI Bangkalan. Ir.H.Mahmud juga mengomentari munculnya dewan pengawas yang seringkali dijumpai pada gelaran konkurs di Madura.

Ir.H.Moh.Mahmud Ketua Pengda Bangkalan saat memberikan sambutan

“Selama ini juri seringkali jadi sasaran tembak, posisinya menjadi pihak yang selalu disalahkan. Benar tetap salah apalagi salah. Makanya muncul Dewan Pengawas yang keberadaannya dimunculkan untuk menciptakan lomba yang fair play. Madura ingin menuju kesana, penyelenggaraan yang profesional dan transparan,” imbuh pemilik CTP Bird Farm Bangkalan.

Acara dilanjutkan dengan sang motivator yakni H.Surachman, Sekjend P3SI Pusat. Materi seputar organisasi P3SI banyak disentil, begitu juga persoalan tanggungjawab insan yang bernama manusia ketika hidup di dunia, bagaimana mereka nantinya akan diminta pertanggungjawaban ketika sudah meninggalkan dunia.

Materi bahasa yang disampaikan H.Surachman ini terbilang luar biasa karena mampu memberikan arahan pemahaman peserta Diklat untuk berbuat lebih baik dan bermanfaat. Bahasa yang gampang dicerna semakin membuat peserta menjadi paham dan mengerti apa yang disampaikan.

Suasana pelaksanaan Diklat juri, Perekap dan Dewan Pengawas berjalan sukses dan lancar

Sesi berikutnya adalah sambutan yang dilakukan Benny Mintarso yang mewakili Ketua P3SI Pengwil Jawa Timur. “Kegiatan kali ini untuk memperbaiki kinerja juri di Jawa Timur agar lebih baik lagi. Saya berharap agar juri bisa mengikuti Diklat dengan cermat dan sungguh-sungguh sehingga ada hasil yang didapat,” harap pemilik BN Bird Farm Surabaya.

Selanjutnya dilakukan sesi tanya jawab. Solichin, juri nasional asal Lamongan mempertanyakan posisi ketika juri yang akan bertugas di lapangan namun belum mendapatkan sarapan pagi. Apakah juri tersebut diperbolehkan untuk tetap kerja.

Dewan Pengawas yang dimiliki oleh Madura

RB.H.Abd Halim, selaku moderator sekaligus pembicara mengatakan bahwa diupayakan agar juri berkoordinasi dengan panitia ketika menghadapi persoalan-persoalan seperti itu.

“Saya kira juri tidak perlu sampai tidak kerja karena belum dapat sarapan, upayakan untuk menghubungi panitia,” jelas mantan juri nasional asal Sumenep.

Hal senada dikatakan Benny Mintarso. “Saya kira juri perlu berkoordinasi dengan panitia ketika tidak dapat jatah makan pagi. Karena saya sering menyampaikan hal ini kepada penyelenggara lomba,” kata Benny Mintarso.

Pertanyaan lanjutan disampaikan Sahibullah, Dewan Pengawas asal Pamekasan. “Ketika juri bertugas dan mengalami musibah saat diperjalanan, siapa yang harus bertanggung jawab. Menurut RB.H.Abd.Halim, ada wacana dari organisasi untuk memberikan kartu asuransi bagi juri P3SI.

Diklat dihadiri mayoritas unsur dalam konkurs di Jawa Timur

Beberapa pertanyaan muncul soal keberadaan Dewan Pengawas, ada keinginan untuk mengganti nama Dewan Pengawas menjadi Pengawas Konkurs.

“Ide awal ada Dewan Pengawas ketika saya ke lomba, usai acara banyak yang mengeluh soal penjurian, tidak hanya dari pemain baru tetapi juga pemain lama. Juri masih dijadikan pihak yang disalahkan. Apakah juri benar-benar salah atau tidak. Juri adalah aset organisasi dan saya amat sayang pada mereka. Sampai akhirnya saya konsultasi dan diskusi dengan beberapa tokoh, pengurus untuk mencari solusi terhadap masalah tersebut, sampai akhirnya muncul Dewan Pengawas yang diharapkan bisa menjadi jembatan ketika ada sesuatu yang kurang diharapkan,” papar Ir.H.Moh Mahmud.

Untuk itulah diharapkan mencarikan solusi apa tupoksi juri dan dewan pengawas, sehingga tidak perlu lagi mencari pembenaran tetapi menemukan solusi yang terbaik sehingga polemik ini tidak berkepanjangan.

H. KAMIL ALI MAKKI. Saat memberi sambutan.

H.Kamil yang datang beberapa saat setelah acara dimulai, langsung memberikan pendapat. “Saya berani nekat membuka jadwal LPM, besar harapan saya kita bukan saja membenahi organisasi dari hobinya, tapi kita juga membenahi kinerja juri di lapangan. Alhamdulillah kita sepakat untuk merealisasikan semua itu,” terang H.Kamil Ali Makki.

Usai Isoma, Bupati Pamekasan H.Badrut Tamam langsung menuju lokasi Diklat. Hanya dalam hitungan beberapa menit saja, Bupati Pamekasan dipersilahkan untuk memberikan sambutan. Menurut H.Badrut Tamam, lewat perkutut selain menyalurkan hobi diharapkan juga diikuti oleh rejekinya. Di Pamekasan ada stakeholder yang harus difasilitasi, termasuk hobi perkutut.

“Dalam melakukan sesuatu saya selalu mencari bonus yakni kebaikan apa yang akan saya terima dari setiap orang yang ditemui. Seperti saya bertemu H.Kamil Ali Makki, maka saya akan mendapatkan kebaikan dari apa yang dimiliki beliau,” ungkap Bupati Pamekasan.

Dari hobi perkutut diharapkan juga bisa Melatih sabar. “Kunci hidup adalah sabar dan bisa dipercaya,” imbuh H.Badrut Tamam.

Bupati Pamekasan H.Badrut Tamam saat memberikan sambutan

Dan tepat jam 12.30 WIB acara dihentikan untuk memberikan kesempatan kepada peserta untuk sholat dan makan siang. Sebelum meninggalkan lokasi acara, Bupati Pamekasan memberikan kenang-kenangan kepada Ketua Liga Perkutut Madura, perwakilan Pengurus Pusat, perwakilan Pengurus Pengwil Jatim, dan Ketua Pengda se Madura.

Bupati Pamekasan. Saat memberikan kenang-kenangan kepada Ketua LPM.

Pukul 13.30 WIB acara dilanjutkan dengan materi perumusan nilai penjurian yang dipandu langsung Wiwied, perumus nasional asal Solo. Disinilah banyak dimanfaatkan oleh perumus yunior untuk mempertanyakan seputar persoalan yang seringkali dan akan dihadapi mereka. Dengan sabar dan telaten Wiwied memberikan masukan, arahan dan jawaban pasti.

Peristiwa ini mendapatkan apresiasi dari peserta yang hadir. Joni Idris, juri nasional asal Probolinggo mengakui bahwa agenda ini merupakan moment yang luar biasa. “Terima kasih kepada panitia Diklat, terutama kepada Abah Kamil yang telah menggelar acara. Ini adalah moment spesial dan berharga dan sangat tepat untuk dilakukan,” terang Joni Idris.

H.Surachman. Saat memberikan kenang-kenangan.

Dikatakan olehnya bahwa agenda ini merupakan bentuk komunikasi antara juri nasional, juri senior dan juri yunior, sehingga diharapkan bisa terjadi ikatan hubungan yang harmonis. Lebih lanjut dikatakan bahwa siapa yang berani menggelar kegiatan seperti ini kalau bukan H.Kamil.

“Berapa banyak duit yang harus dikeluarkan Abah Kamil untuk menggelar kegiatan seperti ini, siapa yang berani menggelar,” imbuh Joni.

Hal senada dilontarkan Purwanto, juri nasional asal Jember. “Moment ini sungguh luar biasa karena dilakukan tepat saat kondisi hobi perkutut semakin semarak dan banyak bermunculan penghobi baru. Memang harus ada aksi nyata untuk menjadikan komponen hobi perkutut yakni juri bisa lebih baik lagi,” jelas Purwanto.

bareng antara Bupati Pamekasan dan penerima kenang-kenangan

Arif juri yunior Besuki mengakui bahwa moment seperti ini adalah langkah bagus. “Kegiatan seperti ini sangat bagus karena bisa menambah ilmu dan pemahaman, terutama kepada juri yunior seperti saya, sehingga saya lebih paham dan lebih tahu bagaimana menjadi juri yang benar,” kata Arif.

Masih menurut Arif, setidaknya dengan cara seperti ini akan menciptakan keseragaman penjurian baik yang sudah nasional, senior ataupun yunior. Miftahussalam, juri yunior asal Blega Bangkalan mengakui hal yang sama. “Banyak manfaat yang saya dapat dengan ikut acara ini karena bisa menambah wawasan, mengetahui yang sebenarnya tentang penjurian,” jelas Miftah.

Ada kepuasan yang didapat dengan mengikuti kegiatan tersebut. Holili, juri yunior asal Jember juga berkomentar sama. “Enak bisa ikut kegiatan seperti ini karena bisa menambah wawasan, ini merupakan kegiatan luar biasa. Saya cukup bayar 100 ribu, sudah bisa ikut Diklat dengan sarana mewah, makan dan penginapan gratis, mana ada yang berani melakukan hal seperti ini,” ungkap Holili.  *tim agrobur.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.