Connect with us

Ayam Bekisar

Lomba Ayam Bekisar Piala Covid-19 Yogyakarta, Dihadiri KH.Ali Badri Zaini, Manis Orbitan Wahyu Gresik Permalukan Seniornya

AGROBUR Tayang

:

            Setelah lama ditunggu-tunggu, akhirnya gelaran Lomba Seni Suara Ayam Bekisar bisa kembali dinikmati. Kali ini Acun Hadiwidjojo, Ketua Umum Kemari (Keluarga Penggemar Ayam Bekisar Indonesia) mengundang bekisar mania untuk hadir di Notoprajan Yogyakarta untuk memanjakan telinga dengan lengkingan suara ayam bekisar.

Pemukulan Gong olah KH.Ali Badri Zaini sebagai tanda dimulainya acara

Even bertajuk Piala Covid-19 yang dihelat pada Minggu, 6 September 2020, disebut-sebut menjadi awal tersusunya agenda lomba ayam bekisar. Keberanian Acun Hadiwodjojo menggelar acara dalam kondisi Pandemi Corona mendapatkan apresiasi dari beberpaa pihak, salah satunya KH.Ali Badri Zaini.

Tokoh bekisar yang tinggal di Surabaya ini mengaku salut dengan apa yang dilakukan Ketua Umum Kemari. “Saya merasa salut dengan Bapak Acun yang berani menggelar acara meski kondisi saat ini lagi Pandemi Corona. Mudah-mudahan ini menjadi awal kembalinya hobi ayam bekisar yang sudah lama tidak terdengar lagi,” ungkap KH.Ali Badri Zaini.

KH.Ali Badri Zaini (jaket hitam) bersama Acun Hadiwidjojo

Catatan lain adalah bahwa selama proses pelaksanaan acara, semua berjalan sesuai rencana. Tidak nampak adanya kendala. Masalah ada yang kurang puas dengan kinerja para juri, itu adalah hal yang wajar dan dengan cepat diselesaikan oleh tim juri yang ditugaskan dalam acara tersebut.

“Bagi saya secara keseluruhan saya puas karena di Kemari Pusat. Selama ini saya hampir kerja single fighter tanpa rapat dan lain sebagainya, semua saya tangani sendiri, mulai dari pengadaan kaos panitia, penginapan, konsumsi, trophy, pokoknya semuanya. Kalau ada kekurangan saya mohon maaf,” terang Acun Hadiwodjojo.

Manis orbitan Wahyu Gresik permalukan seniornya

Namun demikian secara keseluruhan capainya pikiran, tenaga yang telah dikeluarkan terpuaskan dengan lomba Piala Covid-19. Terlihat juga tokoh bekisar yakni Agung Laloe yang lama vakum. Kehadirannya tentu menjadi obat penghilang rindu setelah sekian lama tidak pernah menampakkan dirinya.

Gelaran ini juga diikuti oleh peserta asal Bali, Madura, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat serta DKI Jakarta. Ketakutan adanya covid-19 terpatahkan dalam gealan kali ini karena panitia berusaha melakukan Protokol Kesehatan, seperti menggunakan masker, cucau tangan dan menjaga jarak.

Agung Lalo menyerahkan trophy pada Wahyu Gresik juara 1 Utama

Sukses ini diikuti pula keberhasilan Manis, bekisar Orbitan Agus Wahyu Raharjo mania asal Gresik yang berhasil menembus barisan paling depan di Kelas Utama, partai paling banyak mendapatkan perhatian peserta selain kelas lainnya seperti Kelas Madya dan Kelas Pratama.

“Alhamdulillah, Manis akhirnya bisa juara di Yogyakarta, hasil yang harus saya syukuri dan mungkin ini tidak akan pernah saya lupakan,” terang Wahyu. Rasa syukur yang dialaminya memang tidak berlebihan. Pasalnya Manis sebagai pendatang baru harus menghadapi serangan para seniornya yang sudah orbit dengan pengalaman tanding lebih banyak di atas kerekan.

Sapujagad andalan H.Ali Sumenep juara 1 Madya

Terlebih bekisar yang harus dihadapi adalah milik mereka yang sudah masuk daftar dengan reputasi sebagai bekisar mania papan atas. “Target saya ikut lomba bukan sekedar cari juara semata tetapi ingin menyalurkan hobi sekaligus menjalin silaturahmi dengan rekan-rekan sesama penggemar,” imbuh Wahyu.

Sementara itu, Ian Aditya yang dipercaya mengawal Manis saat berada di lapangan mengaku sempat kurang yakin di awal-awal Manis bertanding dibabak penyisihan. “Saya sempat khawatir dengan Manis saat diawal babak, namun saya tetap harus punya semangat untuk terus mengantarkannya sampai akhir pertarungan,” jelas Ian Aditya.

Peraih juara Kelas Madya pose bareng usai menerima trophy

Nampaknya seiring perjalanan waktu, performa yang diperlihatkan bekisar yang baru orbit sekitar dua bulan lalu, semakin lama mengalami peningkatan. Saat dibabak penyisihan kurang menggembirakan, namun dibabak semi final, ada kekuatan lebih yang ditampilkan.

Bahkan partai penentuan yakni Babak Final, Manis seakan mengetahui keinginan sang pemilik yang ingin dirinya bisa berada dipodium paling atas. Meski harus berhadapan dengan lawan yang rata-rata memiliki kualitas yang tidak bisa dianggap enteng, Mania mampu mempersembahkan penampilan tanpa cacat.

Miyang milik H.Wofi Surabaya berjaya di Kelas Pratama

Pakem penilaian yang meliputi depan, tengah dan ujung berhasil dilakukan. “Saat dibabak final seluruh peserta menampilkan yang terbaik, namun Manis tampil tidak ada celah sehingga bisa mengurangi penilaian, makanya ia dipilih menjadi pemenang,” ungkap Ian Aditya.

Sampai akhirnya saat waktu penjurian usai, bendera kemenangan tertancap persis dibawah kerekan miliknya. Pada acara ini, juga dibuka kelas Ayam Buras yang menjadi penggemar baru dikalangan penghobi. Peserta yang hadir juga msuk dalam kategori menggembirakan.

Peserta yang berhasil juara di Kelas Pratama

Menurut Acun Hadiwidjojo, keputusan memasukkan kelas Ayam Buras diharapkan bisa menjadi jalan bagi penghobi ayam ini sehingga keberadaannya bisa lebih banyak bermunculan. “Saya harap penghobi ayam buras bisa terus bertambah dan semarak sehingga hobi akan semakin menyenangkan,” harapnya.

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ayam Bekisar

Paguyuban Sartika Bangkalan Mulai Bergerak, Agenda Awal Latihan Ayam Bekisar, Pesertanya Membludak

Published

on

Tidak menunggu waktu lama, Paguyuban Sartika Tonjung Burneh Bangkalan, langsung melakukan aksi nyata. Latihan ayam bekisar menjadi agenda perdana sejak paguyuban ini dinyatakan resmi dilaunching. KH.Farouq Alkomy, selaku Pembina mengaku tidak ingin berlama-lama untuk segera melakukan kegiatan.

Paguyuban Sartika Bangkalan mulai bergerak lewat latihan bersama

“Paguyuban ini sudah banyak yang menunggu, makanya saya tidak mau berlama-lama untuk menyusun kegiatan. Yang penting aksi dulu agar mereka para anggota merasa bahwa ada kesungguhan kami untuk menampung mereka dalam paguyuban, semakin cepat maka itulah harapan kami,” terang KH.Farouq Alkomy.

Menempati lokasi disekitar Pondok Pesantresn Darul Mustofa Tonjung Burneh Bangkalan, agenda latihan ayam bekisar ternyata mendapatkan respon begitu luar biasa. sekitar 30 kerekan yang tersedia, nyaris tidak mampu menampung serbuan peserta yang ingin menikmati suasana latihan perdana.

Peserta latihan Paguyuban Sartika dari Bangkalan dan Surabaya

“Terus terang sebenarnya tiang kerekan belum kami pasang semua, pasalnya kami baru memulai dan tidak cukup banyak waktu bagi kami untuk mempersiapkan lokasi latihan, sehingga perkiraan hanya beberapa orang saja yang latihan, namun ternyata antusias rekan-rekan melebihi ekspektasi kami,” jelas pimpinan Pondok Pesantren Darul Mustofa.

Mereka yang hadir daam acara tersebut selain dari Bangkalan, ternyata dari Surabaya dan beberapa kota disekitar Bangkalan. Ipunk salah satu yang hadir di lokasi latihan mengaku hanya sekedar mendukung agar hobi di Bangkalan semakin semarak. “Saya hanya sekedar mendukung biar rekan-rekan semangat dan Bangkalan makin ramai,” terang mania ayam bekisar.

Suasana latihan perdana ternyata ramai dan diserbu penghobi

Faiz, salah satu peserta asal Surabaya mengaku bahwa dirinya hadir sebagai wujud dukungan dan keinginan untuk bisa menjalin silaturrami. “Yang namanya hobi, kapan dan dimanapun selama saya bisa da nada waktu, saya pasti hadir, apalagi bisa ketemu sama rekan-rekan seperjuangan, rasanya nikmat,” kata Faiz.

Jumlah peserta sebenarnya bisa bertambah, karena ada beberapa dari mereka yang tidak bisa menghadiri dengan alasan ada kepentingan lain dan ada pula yang mengaku tidak tahu kalau Sabtu 17 Oktober 2020 ada kegiatan latihan di Lapangan Sartika Tonjung Burneh Bangkalan. KH.Faruoq Alkomy sendiri memaklumi kondisi demikian.

Tiang kerekan nyaris penuh dipakai oleh peserta latihan

“Saya bersyukur karena latihan ada yang menghadiri, saya juga paham karena masing-masing memiliki tugas dan tanggungjawab sehingga tidak selamanya bisa ikut bersama kami, yang terpenting, kami mohon dukungan agar Bangkalan bisa lebih semarak dan kami semua selalu kompak dan solid,” harapnya.

Lanjutkan Membaca

Ayam Bekisar

Pocong, Pamor, Kenes dan Mutiara Alif Menguasai Lomba Nasional Buras dan Bekisar Alib Cup 4 Surabaya

Published

on

Geliat hobi Ayam Buras dan Ayam Bekisar di Surabaya begitu terasa. Agenda rutin Alib Cup menjadi salah satu faktor yang memicu perkembangan luar biasa tersebut. H.Ali Badri Zaini selaku pencetus even Alib Cup mengatakan bahwa hobi tanpa kegiatan, maka saja saja dengan bohong.

H.Ali badri (kiri) bersama Acun Hadiwidjojo (tengah)

“Saya kira kalau hobi mau ramai, maka harus ada aksi dan tindakan, seperti latihan, latber sampai lomba, sehingga hal ini memicu masyarakat untuk ikut serta,” tegas H.Ali Badri. Pemikiran inilah yang berusaha diwujudkan dengan satu tujuan, hobi tersebut bisa eksis dan memiliki pengikut yang besar.

H.Ali Badri (kanan) bersama H.Asid Bangkalan (kiri)

Alib Cup sendiri sudah tergelar sebanyak empat kali. Untuk gelaran yang ketiga ini dilaksanakan pada Minggu, 11 Oktober 2020 di lokasi yang sama yakni lapangan Alib Bird Farm, jalan Bendul Merisi Besar Surabaya. Di even yang ketiga kalinya ini, panitia kedatangan undangan khusus yakni Acun Hadiwidjojo Ndalem Notoprajan Yogyakarta.

Pocong menguasai kelas Ayam Buras di urutan pertama

“Saya sengaja mengundang Pak Acun Yogyakarta untuk hadir di acara Alib Cup 3 Surabaya dan Alhamdulillah ternyata yang bersangkutan bersedia hadir,” ungkap H.Ali Badri. Acun Hadiwidjojo sendiri mengaku hadir karena undangan khusus dari tokoh bekisar tanah air.

Peserta yang sukses meraih juara di Kelas Ayam Buras

“Saya diundang secara khusus oleh H.Ali Badri, sebenarnya saya diundang beberapa kali namun berhalangan hadir, nah sekarang ada waktu kosong, makanya saya datang memenuhi undangan tersebut,” jelas Ketua Kemari Pusat. Hadir pula tokoh bekisar Bangkalan Madura yakni H.Asid.

pamor orbitan Tejo Surabaya naik podium pertama Kelas Utama
Peserta yang berhasil meraih jaura Utama Ayam bekisar

“Saya hadir karena saya adalah penghobi Ayam Bekisar dan Ayam Buras. Jadi ketika ada lomba, jika siap dan ada waktu saya pasti hadir,” jelas tokoh yang pernah membesarkan organisasi hobi ayam bekisar bernama Pembesar. Hadir pula para mania bekisar dan buras. Mereka berkumpul jadi satu dan saling melengkapi dan mendukung.

Kenes bekisar andalan Tejo Surabaya unggul di Kelas Madya

Acara lomba berlangsung meriah dan penuh guyub dan keakraban. Begitu juga dengan acara penjurian berlangsung tanpa ada kendala. Setelah melalui penjurian yang cukup ketat dan seru, akhirnya di Kelas Ayam Buras, juara pertama diraih oleh Pocong orbitan Acun Hadiwidjojo Yogyakarta.

Peserta yang sukses menembus juara di Kelas Madya Ayam Bekisar

Diikuti kemudian oleh Sumber Bejo andalan H.Asid Bangkalan diurutan kedua dan tempat ketiga berhasil ditempati Kacong Melas milik Nasir Surabaya. Di Kelas Ayam Bekisar, untuk Kelas Utama, juara pertama dimiliki oleh Pamor orbitan Tedjo Surabaya, diikuti oleh Sanyonara andalan Lanyala SF Bangkalan.

Mutiara Alif andalan H.Ali Badri juara pertama Pratama

Tempat ketiga menjadi milik Anak Muda Witsu Bangkalan.Untuk Kelas Madya, Kenesorbitan Tejo Surabaya berhasil menjadi yang terdepan, menyusul kemudian Kaisar andalan Lanyala SF Bangkalan di tempat kedua dan posisi ketiga ada Anjani Bangkalan. untuk Kelas Pratama, juara pertama diraih Mutiara Alif orbitan H.Ali Badri Zaini Surabaya.

Juara di kelas Ayam Bekisar Kelas Pratama

Juara kedua ada Magdalena andalan Amir Bangkalan dan juara ketiga Dobrak milik Dobrak Bangkalan. Diakhir acara, H.Ali Badri menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan yang diberikan peserta dan juga meminta ma’af jika ada hal-hal yang kurang berkenan selama penyelenggaraan acara.

Lanjutkan Membaca

Ayam Bekisar

Paguyuban Sartika Bangkalan, Akomodasi Semua Penghobi Anggungan, Bangkitkan Semangat Pemula

Published

on

Sebagai tokoh agama di Kelurahan Tonjung Kecamatan Burneh Bangkalan, H.Farouq Alkomy, sering kali berinteraksi dengan masyarakat sekitar. Rutinitas inilah yang menjadi salah satu sarana untuk bisa selalu dekat dan ikut merasakan apa yang telah terjadi disekitar tempat tinggalnya.

H.Farouq Alkomy (kiri) munculkan Paguyuban Sartika

Dari satu pertemuan ke pertemuan berikutnya, H.Farouq Alkomy mendapatkan informasi yang sempat mengusik pikirannya. “Beberapa kali saya berkomunikasi dengan warga sekitar dan kebetulan mereka adalah penghobi, ternyata mereka tidak bisa menyalurkan hobinya. Mereka ingin adan wadah agar hobinya tersalurkan,” terang pimpinan Pondok Pesantren Darul Mustofa Tonjung Burneh Bangkalan.

Warga yang kebetulan “sambat” padanya adalah para penghobi murni dari beberapa jenia anggungan yakni ayam bekisar, puter pelung, ayam buras, derkuku Kelantan dan perkutut yang hanya bisa memiliki tapi tidak bisa menyalurkan karena mereka adalah pemula yang tak mampu melakukan apa-apa selain hanya diam.

H.Farouq Alkomy wadahi semua penghobi anggungan

Apalagi jika harus menyalurkan hobinya ke tempat lain, ada perasaan minder. “Masyarakat disini rata-rata adalah penghobi pemula. Kualitas anggungan yang mereka miliki juga jauh dari bagus, namun semangat mereka yang tidak kalah hebatnya dari yang lain,” terang mantan anggota DPRD Kabupaten Bangkalan dua periode dari partai Hanura.

Dari obrolan itulah H.Farouq langsung tergerak hatinya bisa merealisasikan keinginan mereka. Setelah melakukam koordinasi dengan rekan-rekan dekatnya, akhirnya tercetus ide untuk membentuk wadah dan terbentuklah Paguyuban Sartika. Wadah ini nantinya akan menampung seluruh penghobi yang ada di wilayah tersebut.

Bersama Achmad Faisol siap bangkitkan penghobi pemula

Paguyuban ini murni wadah hobi dan tidak memiliki tujuan lain. Program jangka pendek adalah mengadakan latihan sekaligus menanamkan pemahaman pada mereka terhadap hobi yang ditekuninya. Sabtu menjadi jadwal latihan. Agar satu sama lain tidak saling berbenturan, maka jadwal atau agenda latihan akan diatur sedemikian rupa.

Semisal Sabtu pertama adalah latihan ayam bekisar, Sabtu kedua burung perkutut, Sabtu ketiga ayam buras dan seterusnya. Sedangkan untuk burung puter pelung akan digelar Jumat malam Sabtu. Karena latihan tersebut dikhususkan untuk kalangan sendiri, diharapkan mereka bisa menanamkan semangat untuk tidak merasa minder.

Berbagai penghobi anggungan siap difasilitasi oleh H.Farouq Alkomy

Karena selama ini, ada perasaan minder bagi mereka karena merasa sebagai penghobi pemula yang tidak memiliki kualitas anggungan seperti milik penghobi yang sudah senior. Mereka tidak akan mungkin bisa berkembang tanpa adanya bantuan dan upaya untuk memberikan semangat.

“Saya berharap dengan kegiatan tersebut, rasa minder mereka akan hilang dan pemahaman tentang anggungan pelan namun pasti bisa segera mengalami peningkatan,” harap H.Farouq. Ada perasaan malu dan minder yang dialami mereka ketika harus keluar mengikuti kegiatan lain.

Pondok Pesantren Darul Mustofa siap dukung penuh langkah H.Farouq

Makanya dengan wadah ini setidaknya bisa membentuk mental berani mereka sehingga bisa lebih yakin dan percaya diri untuk tampil di luar. Saat ini ada sekitar 50 anggota dari beberapa penghobi yang sudah masuk daftar. Sedangkan untuk posisi mereka, H.Farouq mengaku netral dan tidak akan memihak pada siapapun.

Lanjutkan Membaca