Connect with us

Perkutut

Lobelia Bird Farm Modung Bangkalan, Awalnya Produk Ternak Dipakai Penghobi Rumahan, Kini Mulai Jadi Buruan Pelomba

KONBUR Tayang

:

Liga Hanging Bangkalan Seri II Putaran 7 Langit Biru Berkolaborasi yang tergelar pada 01 Desember 2021 di Lapangan Desa Kolla Modung lalu, memuculkan beberapa produk peternak asli daerah setempat dalam daftar kejuaraan. Lobelia Bird Farm, menjadi salah satu peternak yang sukses mengantarkan produknya bernama Dilema Yunior pada podium kedua.

Suparman pemilik Lobelia Bird Farm Modung Bangkalan

Perkutut orbitan Holik Noreh ini mampu menunda pesta kemenangan sekitar 5 blok peserta yang ingin berebut posisi barisan paling depan. Suparman, sang pemilik farm mengaku tidak menyangka jika hasil ternaknya bisa berada pada urutan kedua. Pasalnya pada saat itu, produk ternaknya harus berhadapan dengan perkutut milik peternak besar.

“Terus terang saya tidak percaya jika ternakan saya bisa juara dua, karena banyak perkutut bagus yang turun disana, apalagi pesertanya sampai 5 blok,” terang Suparman. Namun itulah hasil yang harus disyukuri dan dinikmati. Lebih lanjut Suparman mengaku bahwa Lobelia Bird Farm miliknya bukanlah peternak unggulan.

Transaksi produk ternak makin rutin terjadi

“Saya ini hanya peternak pinggiran, hanya punya 14 kandang ternak, itupun baru 9 kandang yang terisi oleh indukan,” ungkap pria yang akrab dipanggi Parman. Selama ini konsumen berasal dari masyarakat sekitar yang ingin memiliki perkutut untuk konsumsi rumahan. Bandrol yang dipasang juga terjangkau.

“Yang beli kebanyakan untuk rumahan, padahal bisa dibuat lomba. Sebenarnya saya ingin menjual ke pelomba karena kualitasnya untuk lapangan, tapi tidak bisa menolak ketika ada yang beli untuk rumahan. Namun, siapa sangka jika ternak perkutut yang dilakukan sejak akhir 2018 lalu, tidak mengkhianati hasil.

Salah satu aksi Suparman saat di arena konkurs

Dilema Yunior lahir dari kandang Lobelia K.2 dengan formasi indukan jantan Tikno (Dilema) bersama betina ring Tikno. Dilema sendiri merupakan produk Tikno yang pernah mencatatkan prestasi apik dalam gelaran konkurs LPI Purwokerto pada Februari 2019 lalu pada urutan keempat di Kelas Piyik Yunior.

Saat ini formasi indukan mengalami perubahan betina yang asalnya Tikno berganti betina bergelang Lobelia. “Saya sengaja mengganti indukan betina ring Lobelia dengan harapan ada warna baru, sehingga produk saya bisa lebih bervariasi, namun jika nanti kurang bagus, maka akan saya kembalikan lagi pada posisi semula,” aku Parman lagi.

Eksistensinya di arena selalu membawa trophy juara

Dilema Yunior sebenarnya bukan satu-satunya produk yang sudah diakui pembeli. Selain dinikmati masyarakat sebagai produk rumahan, beberapa produk kandangnya sudah tersebar ke beberapa pemain, baik yang ada di wilayah sekitar ataupun luar kota yakni Jakarta, Malang dan beberapa daerah lain.

Kandang lain yang juga berhasil mencetak produk bagus adalah kandang Lobelia K.6 yang berisi indukan Lobelia bersama betina ABD, anaknya menjadi langganan kung mania di Jakarta dan Malang. Bukan Cuma 1 ekor saja, tapi jumlahnya beberapa. Kandang lain adalah Lobelia K.1 (Holiday x Lobelia), produknya juga menjadi buruan masyarakat dan juga kung mania.

Trophy sebagai bukti kualitas perkutut orbitannya

Diakui oleh Parman biasanya setiap transaksi dilakukan tanpa memantau suara. “Saya menjual burung rata-rata berusia 2,5 bulan dengan harga terjangkau. Biasanya burung itu ada yang dibuat lomba, ada juga yang masuk kandang ternak,” sambungnya. Setiap pembelian ada garansi. Jika tidak puas, maka bisa ditukar dengan produk lain.

Ada cerita menarik, sering kali pembeli yang mengembalikan produk tersebut karena dinilai kurang bagus, ternyata setelah bertambahnya usia, burung tersebut menunjukkan perubahan. Burung menjadi bagus. Biasanya Parman tidak memaksa, jika pembeli tersebut mau menukar kembali produk itu. 

Lobelia, awalnya jadi pilihan rumahan, kini jadi buruan penghobi

Kini, Lobelia Bird Farm Serabi Barat Modung berusaha untuk terus mengembangkan ternakan. Indukan yang menghuni kandang ternak mulai diisi oleh ring Lobelia. “Kedepan keinginan saya adalah indukan yang dipakai adalah Lobelia yang saya dapat dari hasil pengembangan indukan dari berbagai peternak,” harap Parman mengakhiri obrolan.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.