Connect with us

Puter Pelung

Liga Puter Pelung Sri Rama Bakal Bergulir Mulai Januari 2020, Juara Pertama Berhadiah Umroh Plus Trophy Bergilir

KONBUR Tayang

:

Totalitas seorang Trisna Wijaya Jakarta dalam menekuni hobi puter pelung tanah air, patut mendapatkan acungan jempol. Meski bukan masuk kategori sebagai pemain lawas, namun eksistensinya layak mendapatkan nilai plus. Sederet orbitan yang muncul darinya mampu menjadi pioner dalam setiap gelaran lomba puter pelung yang diikuti.

Sri Rama bakal jadi agenda liga puter pelung tanah air

Sebut saja Sri Rama, Raja Mongol, Bom Bali dan nama-nama lain, seakan menjadi momok bagi peserta yang berebut posisi kejuaraan di Kelas Utama dan juga BOB. Karena dari sekian tarung yang pernah diikutinya, nama-nama tersebut selalu berada di barisan depan daftar kajuraan.

Belum usai nama besar amunisi Trisna Wijaya diperbincangkan, kini muncul kabar yang juga menyita perhatian puyer pelung mania tanah air. Lewat Team Sri Rama miliknya, Trisna Wijaya bakal menggelar Liga Sri Rama. “Memang benar, saya dan juga teman-teman di Team Sri Rama akan menggelar Liga Puter Pelung bertema Liga Sri Rama,” jelas pengusaha sukses asal Madura.

Trisna Wijaya (tengah) bersama Ketua P4SI jatim dan para pendukung

Yang mungkin membuat kabar ini harus mendapatkan perhatian khusus adalah hadiah yang bakal diberikan. “Saya akan memberikan hadiah umroh bagi juara 1 di Kelas Utama dan Pemula,” lanjutnya. Hal senada dikatakan Jokotole, sang eksekutor Team Sri Rama di lapangan.

“Informasi dari Pak Trisna yang mengatakan bahwa hadiah juara 1 adalah umroh, itu benar,” ungkap Jokotole. Hadiah ini akan diberikan untuk juara 1 Kelas Utama dan Kelas Pemula. Karena dua kelas inilah yang akan menjadi partai di Liga Sri Rama. Sedangkan untuk juara kedua dan ketiga, dimasing-masing kelas, Trisna Wijaya tetap akan memberikan hadiah berupa uang pembinaan.

Hadiah Umroh siap diberikan Trisna Wijaya bagi yang berprestasi

H.Ambrin, salah satu orang dekat Trisna Wijaya mengatakan bahwa ada hadiah lain yang juga bakal diberikan untuk peserta diakhir liga adalah berupa trophy bergilir. ”Diakhir liga, bagi pengumpul poin terbanyak dan tertinggi, selain mendapatkan hadiah umroh, juga akan menerima trophy bergilir Liga Sri Rama,” terang H.Ambrin.

 Rencana liga tersebut akan digulirkan antara enam sampai tujuh kali putaran menyesuaikan jadwal yang ada dengan menempati dari satu kota ke kota yang lain. “Insha Allah putaran pertama akan kami adakan di Surabaya dan liga penutup akan digelar di Jakarta,” lanjut Jokotole. Sedangkan daerah lain yang akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan Liga Sri Rama tahun 2020 ini adalah Bangkalan, Yogyakarta, Semarang dan Madiun. Tidak menutup kemungkinan daerah lain akan menyusul.

Jokotole, salah satu eksekutor lapangan Team Sri Rama

Mengingat liga ini akan menjadi ajang bergengsi dan tentunya harus benar-benar memberikan rasa puas dan tergelar dengan cara yang fair play, maka Jokotole memberikan pernyataan menggembirakan. “Kami dari Team Sri Rama memastikan bahwa jago-jago Team Sri Rama tidak akan diturunkan. Hal ini untuk membuktikan bahwa kami mau gelaran ini fair play dan tidak tercampur dengan kepentingan,” kata Jokotole lagi.

Guna memastikan tidak ada kecurangan dalam penjurian, Jokotole akan mengawal dan memimpin langsung penugasan juri yang akan dipakai. “Saya akan memilih juri-juri yang saya nilai bagus dan tidak mudah bermain mata dengan peserta. Kami upayakan juri yang akan bertugas nanti saya ambil dari berbagai daerah,” imbuhnya.

Liga Sri Rama bakal jadi penyemangar hobi puter pelung Indonesia

Jika ternyata dalam pelaksanaan masih ada juri yang bermain mata, maka Jokotole tidak akan segan-segan mendiskualifikasi juri tersebut. “Saya harap, juri jangan main-main dengan Liga Sri Rama karena saya punya hak penuh untuk memperlakukan juri,” katanya lagi.

Trisna Wijaya ataupun Jokotole serta H.Ambrin ketika dikonfirmasi terhadap agenda tersebut mengaku bahwa Liga Sri Rama digelar dengan tujuan selain sebagai bentuk kepedulian dan eksksitensi Team Sri Rama dalam menekuni hobi puter pelung, juga sebagai upaya untuk mengangkat derajat dan harga puter pelung.

Dengan adanya gelaran ini secara otomatis akan banyak pemain yang berburu burung kelas lomba, nah artinya pula harga puter pelung yang awalnya hanya menjadi burung murahan, bisa terdongkrak. Kondisi inilah yang diharapkan bisa terjadi dan muncul dengan adanya Liga Sri Rama.

Trisna Wijaya mampu bangkirkan hobi puter pelung di Indonesia

“Terus terang saya tidak punya misi dan tujuan apa-apa dengan adanya Liga Sri Rama. Apa yang saya lakukan sekarang ini adalah hanya ingin puter pelung rame,” ungkap Trisna Wijaya. H.Ambrin mengakui bahwa dengan adanya liga ini, maka harga puter pelung akan terdongkrak.

“Saya yakin dengan liga dan luga lomba-lomba lainnya, maka harga puter pelung akan mahal,” kata H.Ambrin. Hal senada dilontarkan Jokotole. “Kalau lombanya berhadiah umroh, akan muncul pemikiran buat apa jual burung murah dan murahan, inilah yang sebenarnya kami harapkan,” ungkap Jokotole lagi. Imbas dari semua itu, akan muncul peternak-peternak baru dan akhirnya hobi puter pelung bisa lebih semarak.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.