Connect with us

Perkutut

Liga Perkutut Madura 2021, Bakal Selektif Memilih Juri dan Perketat Penjualan Tiket

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Posisi juri dalam sebuah penyelenggaraan konkurs perkutut sampai saat ini masih menjadi pekerjaan yang harus diselesaikan. Kepercayaan beberapa peserta atas kinerja berujung pada tuduhan bahwa juri telah bermain. Dampaknya juri dijadikan kambing hitam atas apa yang terjadi dalam proses penjurian.

FOKUS PILIH JURI JUJUR, LPM akan selektif menurunkan juri

Siswoko Raharjo yang ditunjuk untuk mengisi posisi Koordinator Bidang Penjurian Liga Perkutut Madura 2021, bakal melakukan pembenahan terhadap kinerja juri, sehingga pelaksanaan liga tersebut benar-benar sesuai dengan keinginan bersama. “Saya akan menekankan pada faktor Fair Play dan disiplin, menilai burung apa adanya,” tegas Siswoko Raharjo.

Penekanan tidak hanya akan dilakukan pada juri penilaian saja, tetapi juga dewan juri dan koordinator juri. Diakui oleh Siswoko Raharjo bahwa selama ini persoalan juri masih menjadi pekerjaan yang belum menemukan penyelesaian. Untuk itulah akan dilakukan cara agar persoalan ini sedikit demi sedikit bisa terkikis.

“Dalam Liga Perkutut Madura nanti, saya akan memilih juri penilai dan koordinator juri dan dewan juri yang professional dan mampu, jujur dan tidak bermain. Saya juga akan berusaha mengurangi permainan nakal dan kotor oknum juri. Hal ini memang bukan pekerjaan mudah, namun bukan pula sulit untuk dilakukan,” lanjut Siswoko.

SISWOKO RAHARJO (kanan) bersama Ketua Pengda Bangkalan

Kebetulan sekali, sehari sebelum pelaksanaan Liga Perkutut Madura seri perdana, akan digelar Diklat Juri se Jawa Timur. Diharapkan dengan diklat ini juri bisa lebih memperbaiki diri karena materi yang akan menjadi bahasan, tidak hanya soal pendalaman mateni menilai burung, namun juga sisi religius.

Selain mendatangkan mentor untuk pendalaman materi penjurian, panitia akan berusaha mengudang seorang ustadz, memberikan sentuhan rohani bagi seluruh juri yang hadir. Diklat ini nampaknya akan membekali juri kebutuhan luar dan dalam dirinya. Menitipkan seluruh alat komunikasi juri, juga menjadi langkah yang akan dilakukan.

Sebelum acara penjurian dimulai, seluruh HP juri akan kami minta untuk dikumpulkan dalam satu tempat. Sterilisasi juri dalam satu lokasi khusus akan kami upayakan, awal acara juri harus berada disana, usai penjurian juri masuk kembali ke lokasi tersebut. Untuk lebih menjamin fair play. Selain itu Siswoko juga akan menggunakan Dewan Pengawas.

ZAINUL GAFFAR (dua kiri) siapkan strategi hindari permainan tiket

Keberadaan Dewan Pengawas akan dimaksimalkan. Apalagi saat ini banyak peserta yang sudah paham burung, jadi mereka bisa menilai apakah juri sudah berlaku fair play atau tidak. Jika seluruh upaya sudah dilakukan dan ternyata ada oknum juri yang masih tetap nakal, maka akan dikenakan sanksi.

Hukuman yang akan dijatuhkan disesuaikan dengan tingkat kesalahan. “Pemberian sangksi didasarkan Surat Edaran dan AD/ART P3SI Pusat. Penilaian juri tersebut bagus apa tidak, nakal ataupun bermain, akan didapat atas rekomendasi dari Dewan Pengawas,” lanjut Siswoko lagi.

Protes peserta bisa dilakukan pada saat proses penjurian berlangsung ataupun saat acara berlangsung, jika protes dilakukan diluar kegiatan, maka sudah tidak berlaku. Semenara itu Zainul Gaffar yang ditunjuk menjadi Koordinator Lomba, juga memiliki langkah yang akan diambil untuk meminimalisir adanya kekacauan saat di arena lomba.

PERMAINAN TIKET Curang bakal menjadi perhatian khusus Zainul Gaffar

Salah satunya adalah persoalan ticketing. “Sesuai dengan keinginan Ketua Liga Perkutut Madura bahwa lomba harus dan wajib fair play, maka dari itu saya ingin merubah mindset bahwa tiket dengan nomor bagus dan posisi strategis selalu dipegang orang dalam panitia. Ini tugas yang akan saya buktikan bahwa semua itu tidak selamanya benar,” tegas Zainul Gaffar.

Untuk masalah tiket, Zainul Gaffar berharap dukungan dari setiap Pengda yang ada di Madura agar masalah tiket tetap fair play. Koordinasi dengan ketua bidang lomba tiap Pengda agar keinginan ketua didukung akan terus dilakukan. Wujud nyata apa yang akan dilakukan, prakteknya dalam pembuatan tiket.

“Selama ini saya tahu tiket selalu ditandai untuk memastikan kondisi tiket itu. Panitia berusaha mengelabui peserta, seakan-akan tiket dilakukan secara transparan, tidak ada kerjasama antara peserta dan panitia untuk mendapatkan tiket special, padahal itu semua yang nampak didepan mata hanya sebuah sandiwara saja,” ungkap Zainul Gaffar.

Maka dari itu, sebagai koordinator bidang lomba LPM, Gaffar akan memonitor dan mengecek langsung apakah tiket itu aman dan tidak disalah gunakan. “Dalam setiap penjualan tiket di gelaran LPM, saya akan awasi, kondisi tiket harus utuh saat berada di lapangan dan dijual secara terbuka. Jumlah iket jangan sampai sudah berkurang, jadi tiket wajib utuh,” imbuhnya.

KARANTINA ALAT KOMUNIKASI, bentuk komunikasi juri dengan peserta

Masih menurut Zainul Gaffar, peserta tidak bisa memilih nomor tiket, semua dijual terbuka. “Saya ingin menjadikan Madura sebagai percontohan even di Indonesia. Apalagi ketua LPM antusias mendukung fair play. Maka dari itu mulai sekarang kia semua harus memulai untuk mengawali sesuatu yang lebih baik,” katanya lagi.

Namun demikian, semua itu tidak akan berhasil tanpa dukungan semua pihak. “Saya meminta teman-teman peserta untuk menerima tiket yang didapat, mau dapat di tengah ataupun pinggir, jangan sampai menolak. Dan saya pastikan ketika di lapangan, tidak ada tukar menukar tiket antara peserta dan panitia,” imbuhnya.

            Jika dalam pelaksanaan masih ada panitia yang curang dalam penjualan tiket, maka Zainul Gaffar akan tegas langsung melaporkan pada Ketua LPM dan Ketua yang akan menjatuhkan sanksi. Karena yang pasti LPM akan menjadi tolak ukur bahwa Madura adalah daerah yang akan memberikan harapan baru.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.