Connect with us

Perkutut

Liga Perkutut Jogja Istimewa – Phoenix Cup VIII, Indonesia Raya Makin Memperlebar Jarak, Laras, Kencana Wungu dan Bintang Adiraya Menang Tipis

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lapangan Ngrenak Sleman Yogyakarta kembali jadi saksi bisu keperkasaan jawara-jawara yang berhasil menerobos daftar kejuaraan dipodium pertama pada kelas yang dilombakan dalam gelaran Liga Perkutut Jogja Istimewa – Phoneix Cup VIII pada Minggu 29 September 2019. Dewasa Senior, Dewasa Yunior, Piyik Yunior dan Piyik Hanging menjadi empat kelas yang dilombakan.

Indonesia Raya kembali berkumandang di Liga Perkutut Jogja Istimewa

          Setelah melalui empat babak penjurian, akhirnya Indonesia Raya orbitan H.Prabukusumo Yogyakarta yang turun di Kelas Dewasa Senior kembali berhasil meraih podium paling depan. Menempati nomor kerekan 109, perkutut bergelang HDS ini sukses mengkoleksi nilai bendera tiga warna hitam pada babak pertama dan kedua.

          Dibabak ketiga hanya meraih bendera dua warna hitam dan diakhir babak hanya meraih bendera bunyi. Kemenangan semakin memperlebar jarak perolehan poin karena pada liga sebelumnya Indonesia Raya juga berhasil meraih hasil yang sama. Di urutan kedua ada Sukron Katsiron andalan Toni Yogyakarta.

          Perkutut yang dikerek pada nomor 112 ini berhasil meraih nilai bendera dua warna hitam pada babak pertama, kedua dan ketiga. Sementara babak keempat bendera tiga warna tertancap persis dibawa nomor kerekan perkutut ternakan Graha. Dan Fortuner milik H.Prabukusumo Yogyakarta yang pad alia sebelumnya hanya meraih podium keempat, kali ini mengalami peningkatan satu strip.

          Perkutut yang lahir dari kandang AW ini berhasil meraih bendera dua warna hitam pada babak pertama, ketiga dan keempat serta dua warna pada babak kedua. Di Kelas Dewasa Yunior, Laras orbitan Suprapto Gunung Kidul dinobatkan sebagai peraih podium pertama. Perkutut yang dikerek pada nomor 155 berhasil mengkoleksi nilai tiga warna pada babak pertama dan keempat.

Kencana Wungu berhasil kuasai Kelas Piyik Yunior

          Babak kedua meraih bendera dua warna hitam dan babak ketiga hanya meraih bendera bunyi saja. Diurutan kedua ada Super Boy andalan Sujarwo Kulonprogo yang dikerek pada nomor 140. Perkutut ternakan PSKP ini berhasil mengkoleksi bendera dua warna hitam rata selama empat babak berturut-turut.

          Dan podium ketiga diraih oleh Munira milik Wardjono Kulunporog ternakan Fevta yang dikerek pada nomor 128. Hasil ini berkat raihan bendera dengan raihan dua warna hitam pada babak pertama, kedua dan keempat serta bendera dua warna pada babak ketiga. Sementara itu di Kelas Piyik Yunior, juara pertama dan kedua memiliki nilai sama yakni dua warna hitam.

          Kencana Wungu orbitan Coan Banyumas yang dikerek pada nomor 33 dan Mutiara Selatan andalan Bambang Bantul pada nomor kerekan 051, sama-sama meraih bendera dua warna hitam selama empat babak berturut-turut. Namun setelah berada dimeja rekap, diketahui ada perbedaan yang menjadi keputusan.

          “Setelah kami teliti lebih lanjut, kerekan 33 memiliki kemenangan di suara ujung jika dibandingkan dengan burung yang dikerek pada nomor 51,” jelas Susriyanto selaku perekap, Hasil ini artinya dimenangkan oleh Kencana Wungu ring STY, sedangkan Mutiara Selatan ring Jalasutra harus puas berada diurutan kedua.

Bintang Adiraya menjadi bintang di Kelas Piyik Hanging

          Dan Hanggoro Kasih milik A Giong Yogyakarta ring Jawi Merbok yang menempati nomor kerekan 024 menusul pada urutan ketiga. Sedangkan di Kelas Piyik Hanging, Bintang Adiraya melenggang tanpa hambatan. Menempati nomor gantangan 50, perkutut ternakan Adiraya ini sukses mengkoleksi bendera tiga warna pada babak kedua dan keempat.

          Meski pada babak pertama tidak mendapatkan nilai, namun babak ketiga ada raihan bendera dua warna hitam sebagai menyokong posisi juara. Sebaliknya persaingan terjadi antara nomor gantangan 49 dan 48. Keduanya merupakan perkutut produk Widya yakni Sawung jago yang diorbitkan Wawan Klaten dan Penjawi milik Abin Sleman.

          Raihan bendera sama yakni dua warna hitam selama empat babak berturut-turut menjadikan keduanya harus dilakukan pencarian untuk menentukan posisi urutan kejuaraan/ agii-lagi perekap mendapatkan tugas untuk menentukan siapa yang berhak jadi juara berdasarkan hasil yang sudah dilalui selama empat babak penjurian.

          “Setelah saya cari, ternyata nomor gantangan 49 menang di suara tengah jika dibandingkan dengan nomor gantangan 48,” kata Susriyanto lagi. Artinnya Sawung jago ditetapkan sebagai pemenang ketiga dan Penjawi ditempat ketiga.

Trending

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.