Connect with us

Derkuku

Liga Derkuku Lokal Seri V, Deku Negara Dominasi Juara, Patung dan Ki Ulun Desa Moncer

AGROBUR Tayang

:

de
Jawara senior

SETELAH dua pekan lalu, Liga Derkuku Lokal Seri IV 2020 yang diprakarsai Classic Bird Comunnity (CBC) Bali digelar, secara maraton seri V kembali digulirkan Minggu, 6 September 2020 di lapangan Nero Jalan Teuku Umar Barat Denpasar. Di luar dugaan, antusias penggemar derkuku lokal untuk hadir begitu luar biasa. Tidak saja dari kalangan pemula juga penggemar kukur lokal dari Bumi Makepung pun ikut hadir dan sukses mendominasi perolehan juara.

Advertisements
Deku mania Negara dominasi juara

Ketua Panitia Kadir Van Vani mengucapkan terimakasih kepada seluruh penggemar derkuku local yang sudah setia hadir, baik para pemula, maupun yang sudah bersama komunitas CBC dan khususnya kepada rekan-rekan penggemar derkuku dari Jembrana yang sudah jauh-jauh hadir dalam kebersamaan bermain derkuku. ‘’Kami dari panitia juga memohon maaf jika selama penyelenggaraan ada hal-hal yang kurang berkenan,’’ ujar Mr. Kadir yang memandu jalannya lomba sehingga berjalan tertib tanpa teriak.

Advertisements
Jawara yunior

Dengan membuka kelas dewasa senior dan junior, tepat pukul 09.00 Wita lomba dimulai. Sejak awal panitia sudah mengingatkan untuk tidak berteriak dan peserta begitu patuh sehingga juri yang dikomandani Agung Adiputra berhasil menuntaskan tugasnya dengan baik.

Full gantangan dimeriahkan kalangan pemula

Di tengah panas terik yang menyengat, beberapa gaco sedikit terganggu memanggung. Hanya yang bermental baja yang sanggup memanggung dengan sempurna di bawah paparan sinar matahari. Di antaranya Patung milik Ngurah yang berhasil moncer di kelas dewasa senior. Patung tampil ciamik dua babak berhasil meraih bendera tiga warna. Babak pertama  3 warna, babak kedua 2 warna plus dan babak ketiga kembali tiga warna.

Sementara juara dua yang disabet Ki Dukuh sempat mengantongi dua warna plus di babak pertama dan kedua dan dua warna di babak ketiga dan keempat.

Baca Juga  Launching Gantangan Demung Sari Mambal (13/9), BnR Gairahkan Kicau Mania Badung Utara
Panitia begitu serius dan bersemangat gairahkan penggemar derkuku lokal

Di laga yunior, Ki Ulun Desa milik Yan Qiul sukses memetik hasil sempurna. Berada di posisi pojok tenggara Ki Ulun Desa berhasil menembus tiga warna di babak pertama dan kedua dan dua warna plus di babak ketiga. Kualitas suara yang ditampilkan Ki Ulun Desa itu mengantarkan naik podium di kelas yunior. Ki Ulun Desa dikawal Srindik milik Gede Ardana yang rata-rata mendapat dua warna.

Santai menikmati derkuku lokal memanggung

Liga seri V ini terasa istimewa karena penggemar kukur dari Jembrana tumpah ruah hahdir. Bahkan berhasil mengantarkan 9 gacoannya bertengger di daftar kejuaraan. Di antaranya juara I di kelas senior dan juara dua di kelas yunior.

Agung Adiputra, korlap juri mengatakan derkuku local Jembrana yang merupakan hail tangkatan di alam memang memiliki kualitas tipikal suara yang apik karena tertempa oleh dukungan alam Jembrana. Namun tidak sedikit kini dikembangbiakkan agar mendapatkan suara yang lebih berkualitas lomba yang indukannya berasal dari indukan yang berkualitas dari alam.

Agung Adiputra dengan sigap memantau satu persatu para kontestan dan selalu berkoordinasi dengan juri

Agung Adi berharap dengan digelarnya secara rutin liga derkuku local, para penggemar derkuku local akan tertarik untuk mengembangbiakkan sehingga akan menghasilkan suara-suara derkuku local yang memiliki kualitas plus.

Tak perlu teriak hanya akan mengganggu kinerja juri dan tidak bisa menikmati suara kukur memanggung

Kadir Van Vani menambahkan di tengah pandemi Covid-19, hiburan bermain derkuku local yang murah meriah namun tidak mengurangi kepuasan bathin menikmati suaranya menjadi pilihan. Tidak saja mendengarkan di rumah juga bisa melatih di lapangan atau bisa mengikuti liga untuk mengetahui sejauh mana kualitas gacoan kita dan juga perawatannya. (gde)

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Derkuku

Bali Deku Mania Cup Digulirkan 13 Desember: Perang Bintang di Akhir Tahun, Hadiah Sepeda Motor Menanti

Published

on

de
PPDSI Bali siap gelar Bali Deku Mania Cup, 13 Desember 2020. Para tokoh beri dukungan penuh.

MENUTUP akhir tahun 2020 yang telah dilalui selama setahun dalam situasi pandemi Covid-19 yang meluluhlantakkan sektor perekonomian, Perhimpunan Penggemar Derkuku Seluruh Indonesia (PPDSI) Daerah Bali menggelar event spektakuler pada Minggu 13 Desember 2020. Lomba bertajuk Bali Deku Mania Cup yang berskala regional ini diputuskan digelar saat latihan bareng, Kamis (22/10-2020) di Lapangan Semar Denpasar, dimana akan memperebutkan hadiah utama sebuah sepeda motor.

Advertisements

Hadir pada latihan tersebut Ketua PPDSI Bali Hariyanto (TA BF), bendahara H Anang AMG (AMG BF), bidang penangkaran Komang Prancis (Rimba BF), ketua panitia Nyaman Sudiana (AD BF), H Salim Andriyanto (Maestro Bali), Suripto dan H Pendik.

Advertisements

Nyoman Sudiana yang ditunjuk secara aklamasi sebagai ketua panitia melalui rapat pengurus PPDSI Bali saat latihan bareng di Lapangan Semar Denpasar, menyatakan selama pandemi Covid-19 penggemar derkuku Bali sudah mengikuti instruksi dan imbauan pemerintah dengan stay at home dan work from home. Pekerjaan dilakukan dari rumah termasuk menyalurkan hobi derkuku dengan melatih burung di rumah masing-masing.

Namun di tengah tatanan kehidupan era baru (new normal) dimana masyarakat bisa beraktivitas produktif dengan disiplin mematuhi protocol kesehatan aman Covid-19, PPDSI Bali menggelar lomba sekaligus bersilaturahmi di antara penggemar derkuku, tidak saja untuk menghidupkan dunia derkuku yang berdampak pada tumbuhnya sektor ekonomi kerakyatan, juga untuk menumbuhkan semangat di tengah pandemi Covid-19 yang telah memporak-porandakan di semua sektor kehidupan.

Para deku mania Bali siap turunkan gaco-gaco terbaiknya

Ketua PPDSI Bali Hariyanto menambahkan event di akhir tahun diselenggarakan selain menumbuhkan rasa guyub rukun dan gotong-royong di antara penggemar derkuku khususnya dalam ikut menanggulangi pencegahan penyebaran Covid-19, juga sebagai wujud syukur di tengah pandemi yang hampir berlangsung setahun sejak awal 2020, dengan perjuangan pemerintah daerah dan pusat bersama seluruh elemen masyarakat kini mulai menunjukkan tanda-tanda membaik. Terlebih telah ditemukannya vaksin Corona. ‘’Kami bersama-sama anggota PPDSI Bali urunan untuk menggelar Bali Deku Mania Cup yang pergelarannya secara ketat menerapkan protokol kesehatan aman Covid-19,’’ terang Hariyanto.

Baca Juga  Launching Gantangan Demung Sari Mambal (13/9), BnR Gairahkan Kicau Mania Badung Utara

Menurut rencana, lanjut Hariyanto lomba akan digelar Minggu 13 Desember 2020 di lapangan Pengwil P3SI Bali di Sanur Denpasar. Lomba bakal memperebutkan doorprize utama sebuah sepeda motor. Ada juga tv led, kipas angin, kompor, strika, jam dinding dll. Selain itu, para juara di kelas dewasa senior dan junior berhak mendapatkan trofi eksklusif dan piagam penghargaan.

Sejak diumumkannya rencana pergelaran Bali Deku Mania Cup ini, mendapat perhatian dari deku mania Bali yang siap untuk hadir dengan tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan. Begitu juga deku mania Lombok dan Jawa yang siap memenuhi undangan selain untuk berlomba juga berkesempatan jalan-jalan ke Pulau Dewata setelah lama pariwisata Bali ditutup.

Ada sederet gaco yang dipastikan bakal meramaikan Bali Deku Mania Cup yang diprediksi akan menjadi ajang perang bintang. Di antaranya ada Sapujagat  dan  Kala Gemet dari Maestro Bali, Putra AMG dari AMG BF, Gajah Mada dan Raja Rimba dari Rimba BF, Patih Nambi dan Tunggul Ametung dari TA BF, ada Pangeran debutan teranyar Suripto, Bintang Timur, Dragon, Perwira dan gaco-gaco lainnya yang disimpan selama pandemi. Belum lagi  beberapa tokoh deku mania Bali yang mulai bergerilia berburu gaco memang untuk dipersiapkan di ajang Bali Deku Mania Cup yang penuh gengsi ini. ‘’Untuk mensukseskan gelaran ini panitia memastikan bakal menggunakan juri-juri nasional,’’ ungkap Hariyanto.

Sementara H Salim Andriyanto, salah seorang penggemar derkuku yang kini semakin mantap dengan gaco-gaconya mengharapkan agar pergelaran lomba derkuku membudayakan rasa kebersamaan, guyub rukun dan gotong-royong. Karena jika dilakukan secara bersama-sama maka gelaran itu akan terasa ringan. (gde)

Lanjutkan Membaca

Derkuku

Liga Derkuku Lokal Bali Seri VI: Deku Jembrana Diantar Truk, Ki Dukuh dan Sabda Alam Juara

Published

on

de
Jawara yunior LDL Bali Seri VI

MEMASUKI seri VI, Liga Derkuku Lokal Bali yang sudah digulirkan sejak awal tahun 2020 kian hari kian ramai. Seperti tampak pada perhelatan yang digelar Minggu, 18 Oktober 2020 di lapangan Semar Denpasar. Tidak saja dihadiri deku mania Denpasar, Badung, Tabanan dan Gianyar tetapi juga deku mania Jembrana yang hadir dengan armada truk. ‘’Biar tidak banyak kendaraan, lebih baik bawa truk bisa angkut 20-an gaco langsung dengan sangkarnya,’’ ungkap Ngurah, pemilik Patus salah seorang penggemar derkuku asal Negara.

Advertisements
Penggemar dekuku lokal Jembrana

Mereka sangat antusias hadir untuk menikmati gelaran lomba derkuku local bersama 10-an personil begitu menikmati jalannya lomba. Walau ada segelintir yang memandang bahwa derkuku local bisa dengan mudah diambil di pasar lalu dikerek ke lapangan, namun berbeda dengan cara pandang deku mania Jembrana yang begitu kesulitan untuk mendapatkan gaco local yang mampu tampil maksimal di lapangan. Gaco-gaco yang diturunkan kemarin sebagian besar merupakan gaco-gaco hasil pikatan yang didapatkan selektif.

Advertisements
Dewan juri tunjukkan kualitas penilaian melalui hasil akhir

Sebelum burung tersebut terdengar bersuara bagus dan memiliki mental tarung di alam tidak akan dipikat. Burung hasil pikatan rata-rata burung yang menjadi pemimpin di teritorialnya sehingga punya mental baja di lapangan. Selain itu, menikmati lomba derkuku local Bali bukan terletak pada teriakannya agar mendapatkan nilai sesuai keinginan pemilik tetapi melihat, mendengar, menyimak dan menghargai hasil penilaian juri juga menghormati burung yang mendapat nilai tertinggi.

Tak heran di ajang lomba derkuku lokal kemarin gaco yang mendapat bendera tiga warna langusng mendapat aplaus dari peserta dan sekaligus mendapat ucapan selamat dari rekan di sebelahnya. Tidak ada yang berteriak kencang apalagi bernada memaki-maki atau mengumpat juri, mereka berteriak sebatas mengingatkan bahwa gaco yang ada di nomor yang dimaksud sedang kerja. Soal sejauh mana kualitas suaranya itulah tugas juri sesuai kemampuan mengejawantahkan pakem penilaian.

Baca Juga  Ijo-Murai Dominasi Kamis Guyub Rukun PBI 17/10: Darah Biru Vs Samurai, Aligator Vs Diamond
Panitia LDL Bali 2020, tetap kompak wujudkan lomba derkuku yang berbudaya, mengedepankan guyub rukun

Agung Adiputra yang memimpin penjurian kemarin mengucapkan terimakasih kepada seluruh deku mania yang sudah berkenan hadir dan begitu mengedepankan guyub rukun dan menyerahkan sepenuhnya penilaian kepada dewan juri. ‘’Ketika saya menancapkan bendera tiga warna yang disambut tepuk tangan peserta membuat saya semakin hati-hati dan tidak ingin kualitas suaranya tidak sesuai dengan nilai bendera yang ditancapkan,’’ terang Agung Adiputra.

Sementara itu, Kadir Van Vani mewakili panitia juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh deku mania local Bali yang sudah berkenan hadir mengikuti setiap seri. Khususnya deku mania Jembrana yang special hadir dengan membawa mobil truk untuk bisa bersilaturahmi ke Denpasar. ‘’Kami juga mohon maaf jika selama liga ini berlangsung dan khususnya seri VI ini ada hal-hal yang kurang berkenan,’’ ujar Kadir  Van Vani.

Jawara kelas lokal senior

Di tengah turunnya gaco-gaco Jembrana yang rata-rata punya kualitas mental tarung membuat persaingan bertambah sengit. Di kelas lokal senior Ki Dukuh akhirnya berhasil menjadi yang terbaik di kelas senior. Ki Dukuh sukses menunjukkan kestabilannya dengan empat babak meraih bendera tiga warna atau 43 ¼ disusul Patus milik Ngurah asal Jembrana yang juga rata-rata meraih tiga warna hanya di babak ketiga mendapat dua warna.

Sedangkan di kelas local yunior Sabda Alam milik Wayan Suka yang sempat mendapat dua warna di babak pertama dan berhasil di tiga babak berikutnya meraup tiga warna dinobatkan sebagai juara pertama. Di posisi kedua disabet Mahkota milik Dek Amu dari Negara yang tiga kali mendapat dua warna dan di pengujung babak meraih tiga warna.

Di akhir acara selain ada undian doorprize juga ada penyerahan trofi dan piagam penghargaan. Selanjutnya Kadir Van Vani memastikan pada ultah Classic Bird Community November akhir akan digelar lomba sekaligus menutup LDL Bali tahun 2020. (gde)

Baca Juga  Welcome New Normal di Pondok Indah Jumat Ini, Perebutkan 4 Burung Terbaik

Lanjutkan Membaca

Derkuku

Perang Bintang di Tunggul Ametung Cup, Sapujagat dan Putra AMG Bikin Geger Peserta

Published

on

de
Jawara di kelas dewasa senior di ajang Tunggul Ametung Cup, Sapujagat terdepan.

WALAUPUN gelaran Tunggul Ametung Cup yang digeber Minggu, 11 Oktober 2020 di lapangan Semar Denpasar berskala latber, namun antusias deku mania untuk ambil bagian menurunkan gaco-gaconya begitu tinggi. Bahkan deku mania Lombok pun ikut hadir memamerkan gaco-gaco andalannya bertarung di tengah perang bintang gaco-gaco papan atas Bali.

Advertisements
Deku mania Lombok ikut menghadiri Tunggul Ametung Cup

Di tengah lomba yang dihakimi juri Bali dan Lombok yang berkolaborasi untuk menentukan siapa yang pantas menduduki posisi terhormat di event yang ketat menerapkan protokol kesehatan Covid-19, sejak babak pertama lomba berlangsung panas dan menegangkan. Khususnya para peserta yang silih berganti melakukan tekanan pada juri yang sedang bertugas yang membutuhkan konsentrasi untuk mendengarkan, mencermati dan menentukan penilaian yang tepat.

Advertisements

Namun juri tak bergeming dengan teriakan peserta dan mereka tetap fokus memberikan penilaian sesuai kemampuan yang dimilikinya kepada seluruh kontestan yang ada di lapangan. Seperti yang terjadi di kelas dewasa senior yang menghadirkan gaco-gaco yang harus berjuang keras untuk bisa memperoleh bendera empat warna. Hujan seharian yang terjadi Sabtu membuat para kontestan sedikit terlambat mengambil start. Tercatat ada tiga gaco yang berhasil meraih empat warna di antaranya Eyang Brojo milik Hendro, Cucu Brojo yang juga milik Hendro dan gantangan 56.

Sapujagat milik H Salim Andriyanto sabet lima warna di tiga babak

Cuaca yang mulai panas membuat kontestan semakin gacor berbunyi. Selain sederet gaco mendapat bendera empat warna seperti Roda Gila, Cucu Brojo 1 dan 2, dan Parikesit, juga ada dua gaco yang sukses menembus lima warna. Dua gaco ini yakni Eyang Brojo yang berada di gantangan 51 bergelang LMS dan  Sapujagat bergelang YNT di gantangan 82 yang merupakan adik dari Presiden sang jawara nasional milik H Salim Andriyanto.

Baca Juga  Kamis Guyub Rukun PBI 22/8 di GPAG: Lucia Vz Bendol 19, Tuan Muda Nyeri Dapat Bonus Helm

Setelah istirahat makan siang, pertarungan kembali dilanjutkan. Di babak ini sederet gaco mendominasi bendera empat warna. Di antaranya Roda Gila, Eyang Brojo, Cucu Brojo (78), Patih Nambi, gantangan 71, Perwira, gantangan 83, Super Star, Parikesit, dan Bintang AMG. Namun, Sapujagat yang banyak mendapat dukungan dari peserta kembali meraih bendera lima warna setelah anggungannya semakin ciamik sepanjang penilaian.

Sapujagat akhirnya dinobatkan sebagai pemenang di kelas dewasa senior, guyuran air pun menyambut kemeriahan

Babak keempat bertambah panas, sederet gaco semakin santer menunjukkan perfomanya. Namun Sapujagat lagi-lagi bikin eboh. Pelan tapi pasti rawatan Mr. Toha itu kembali meraih lima warna. Kali ini perlawanan datang dari Super Star di gantangan 91 milik Agung Darmawan yang tampil apik menembus lima warna. Dengan hasil akhir tiga kali mengantongi lima warna, Sapujagat menempati posisi puncak disusul Eyang Brojo, dan Super Star di tempat ketiga.

Putra AMG milik H Anang setelah menembus lima warna di babak kedua dan stabil sepanjang babak sabet podium utama di kelas dewasa yunior.

Tak kalah seru pertarungan di laga dewasa yunior. Di babak pertama beberapa di antaranya tampil dengan kinerja empat warna seperti Syaelendra, Kapten Rimba, Trisula, Singaraja, dan Oky Lestari.  Tekanan yang dilakukan peserta tak membuat juri dengan mudah memberikan penilaian. Para juri tetap konsisten memegang teguh pakem penilaian dari kinerja burung dan kualitas yang dikeluarkan saat itu. Dan babak kedua sederet gaco kembali meraih empat warna seperti Syaelendra, Cucu Brojo di nomor 05, Kapten Rimba, Trisula, Singaraja dan tiba-tiba Putra AMG milik H Anang bikin kejutan setelah menembus lima warna.

Jawara di kelas dewasa yunior

Di babak ketiga pertarungan bertambah sengit. Para kontestan semakin banyak meraih empat warna. Bahkan Pangeran milik Mulyawan yang digantang di nomor 36 berhasil membalas dengan mengantongi lima warna. Namun Putra AMG yang stabil sepanjang babak ditetapkan sebagai pemenang pertama disusul Pangeran, Singaraja dan Trisula.

Baca Juga  Daftar Juara NZR Bali Cup 1 4/8 di Denpasar: Murai Pasopati dan LB Bolot Hattrick

Ketua Panitia Tunggul Ametung Cup Hariyanto mengucapkan terimakasih kepada seluruh deku mania Bali yang sudah hadir, begitu juga deku mania Lombok yang jauh-jauh menyeberang laut turut meramaikan Tunggul Ametung Cup serta terimakasih kepada rekan-rekan yang sudah mensupport melalui doorprize sehingga latber ini bertambah meriah. Hariyanto juga menyampaikan permohonan maaf jika selama penyelenggaraan latber ada hal-hal yang kurang berkenan. (gde)

Lanjutkan Membaca