Connect with us

Perkutut

Liga Bangkalan Bangkit 2020 Putaran II, Corona Bungkam Lawan di Babak Akhir, Bintang Madura dan Tombo Ati Dibarisan Depan

AGROBUR Tayang

:

Memasuki Putaran II Liga Bangkalan Bangkit 2020, persaingan perebutan posisi kejuaraan semakin memanas. Perlawanan yang dilakukan peserta untuk saling menjadi pemenang dibarisan paling depan, nampaknya tidak bisa ditawar-tawar lagi. Satu tujuan bagi mereka, yakni mengakhiri penjurian dengan nilai memuaskan.

Komposisi juri yang bertugas di Liga Bangkalan Bangkit Putaran II

Kejar kejaran nilai yang dipertontonkan pada Minggu, 15 Maret 2020 di Lapangan perkutut Gili Kamal, lokasi pelaksanaan even, menjadi aktraksi menarik. Cuaca mendung dan sesekali terlihat kemunculan sinar matahari, menambah serunya perolehan bendera di masing-masing kelas yang dilombakan.

Advertisements
Rutinitas juri dan pengurus, lakukan breefing sebelum turun tugas

Juri, koordinator dan dewan yang diturunkan untuk mengawasi sekaligus menghujamkan bendera persis dibawah kerekan milik peserta, benar-benar menguras tenaga dan pikiran. Empat babak penjurian yang diberikan, seakan perlu ditambah untuk menikmati performa orbitan mereka yang berada di atas kerekan dan gantangan.

Advertisements
Corona, orbitan H.Reyhan/H.Jay Binuang sukses raih juara pertama

Belum lagi supporter yang berbaris tanpa komando, semakin menciptakan nuansa semarak penuh celetukan. Sampai akhirnya, ketika peluit panjang dibunyikan sebagai batas akhir penjurian selesai, maka perekap merangkum siapa yang berhak mengisi daftar juara. Di Kelas Dewasa Bebas,  terjadi adu duel antara Corona dan Keysha.

Kesyha orbitan Team GM Sampang di babak awal unggul dengan raihan bendera empat warna. Sementara Corona, orbitan H.Jay/H.Reyhan Binuang Kalimantan Selatan, hanya meraih bendera tiga waran hitam. Memasuki babak kedua, terjadi pertarungan sengit antar keduanya. Corona membalikkan keadaan dengan raihan bendera tiga warna, sementara Keysha hanya dua warna hitam.

Kelas Dewasa Senior, dibabat habis Corona sebagai juara pertama

Di babak ketiga, perebutan posisi semakin tidak terhindarkan. Corona kembali mempertahankan raihan bendera tiga warna, sedangkan Kesyha andalan Team GM Sampang, hanya meraih bendera dua warna. Di babak akhir, Kesya yang dikerek pada nomor 40 hanya mendapatkan bendera tanpa bunyi, sedangkan Corona pada kerekan 16 mendapatkan bendera dua warna hitam.

Baca Juga  Daftar Juara M3 Subdenpom BC Feat Nusantara BC Jember, Minggu 15 Maret 2020

Dengan demikian, Corona perkutut ternakan KSM akhirnya ditetapkan sebagai juara pertama, disusul oleh Keysha produk Gemilang pada urutan kedua. Di posisi ketiga diraih Berkah, andalan Team GM Sampang pada kerekan 43 dengan raihan bendera dua warna hitam pada babak perta,a, tiga warna pada babak kedua, ketiga dan keempat.

Tohir (kiri) bersama Bintang Madura raih juara pertama

“Alhamdulillah Corona mampu tampil bagus dan bisa menjadi juara pertama meski dalam kondisi cuaca yang kurang bagus. mudah-mudahan kedepan bisa lebih bagus lagi,” harap H.Atro sang mekanik. Di Kelas Piyik Yunior, Bintang Madura orbitan Rusdi Bangkalan sukses menjadi yang terdepan.

Kelas Piyik Yunior, juara pertama menjadi milik Bintang Madura

Menempati nomor kerekan 125, perkutut bergelang BN ini ditetapkan sebagai juara setelah meraih bendera tiga warna pada babak kedua dan tiga warna hitam pada babak ketiga. Sedangkan babak pertama dan keempat, kurang bunyi. Menyusul pada urutan kedua Reformasi, andalan H.Hasan Sampang yang dikerek pada nomor 72.

Keberhasilan perkutut ring BM meraih posisi kedua ini berkat raihan bendera tiga warna pada babak pertama, ketiga dan keempat serta dua warna hitam babak kedua. Noufus milik Team Nousuf Pamekasan, ring Cristal pada kerekan 97 menyusul pada urutan ketiga dengan raihan bendera dua warna hitam pada babak pertama dan kedua, tiga warna pada babak ketiga dan keempat.

Habib Yahya (kanan) sukses orbitkan Tombo Ati di Kelas Piyik Hanging

“Kali ini Noufus kalah start, baru mau tampil pada babak ketiga. Makanya hanya bisa menjadi juara ketiga. Hasil yang harus kami syukuri,” jelas Supardi bos Team Noufus. Di Kelas Piyik Hanging, Tombo Ati orbitan Habib Yahya Blega, yang digantang pada nomor 89 ditetapkan sebagai juara pertama.

Kelas Piyik Hanging, menjadi milik Tombo Ati

Sukses perkutut produk JBN meraih hasil tersebut berkat raihan bendera dua warna hitam pada babak pertama, tiga warna hitam babak kedua dan ketiga serta bendera tanda bunyi pada babak keempat. Disusul kemudian oleh Gempur andalan M.Sukri Galis, perkutut yang digantang pada nomor 79 ring JBN.

Baca Juga  Daftar Juara DPRD Situbondo Cup (LAM Seri-8): Minggu 15 Maret 2020

Kemenangan ini diraih setelah mengkoleksi bendera dua warna hitam babak pertama, dua warna babak kedua, tiga warna babak ketiga dan bendera koncer pada babak keempat. Dilanjutkan kemudian Antasari milik H.Ayong Banjarmasin ring Sinar Joyo pada gantangan nomor 28 dengan raihan bendera dua warna hitam pada babak kedua dan tiga warna babak ketiga.

Suasana di Kelas Kerekan berlangsung seru dan menegangkan

Pada kesempatan yang sama, Abdul Wahid selaku Ketua Panitia Liga Bangkalan Bangkit mengucapkan banyak terima kasih atas semua dukungan yang diberikan oleh peserta. Ucapan permintaan ma’af juga disampaikan jika selama pelaksanaan ada hal-hal yang kurang berkenan dihati para peserta.

Di Kelas Piyik Hanging, persaingan tidak bisa ditawar lagi

“Alhamdulillah LBB Putaran II berjalan lancar tanpa kendala, dukungan dari peserta tetap kami harapkan sampai LBB Putaran Akhir. Kami berusaha melakukan yang terbaik, jika masih ada yang belum menggembirakan, kami mohon ma’af. Mudah-mudahan kami bisa melakukan lebih baik lagi pada putaran berikutnya,” terang Abdul Wahid.

Advertisements
Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Perkutut

H.Gunawan Ketua P3SI Pengwil Jatim : Ayo Lipatgandakan Perhatian dan Kepedulian Kita Terhadap Juri

Published

on

P3SI Pengwil Jawa Timur nampaknya tidak ingin berlama-lama melihat dampak yang ditimbulkan oleh serangan virus Covid – 19. Dihentikannya seluruh agenda konkurs tanah air yang sudah tersusun rapi, menjadi awal penderitaan yang dialami oleh juri, salah satu unsur dalam eksistensi hobi burung perkutut.

Pengurus P3SI Pengwil Jawa Timur mengajak untuk peduli pada juri

Juri yang seharusnya bisa terus bertugas, mendapatkan penghasilan, kini hanya bisa pasrah menerima keadaan. Kenyataan ini semakin jelas terlihat dan terasa, bagi juri yang selama ini hanya menggantungkan hidupnya dari hasil jerih payah menjadi pengadil di arena konkurs. Rasa ini akhirnya membuat P3SI Pengwil Jawa Timur terpanggil untuk meringankan derita juri.

Advertisements

Lewat aksi donasi yang dilancarkan, P3SI Pengwil Jawa Timur mengajak elemen yang selama ini bersinggungan dengan hobi perkutut, terutama mereka yang kerap kali turun konkurs untuk bersama-sama meringankan pilu yang dirasakan juri. Donasi bertajuk membangun kebersamaan lewat aksi donasi ini diharapkan bisa terealisasi sesuai keinginan.

Advertisements
Info donasi Pengwil Jawa Timur via WA Group

“Kami dari Pengurus P3SI Pengwil Jawa Timur ingin memberikan dukungan dan menumbuhkan semangat kepada juri dengan sedikit bantuan yang bisa kami berikan. Mudah-mudahan aksi ini berjalan sesuai keinginan dan hasilnya bisa maksimal,” terang H.Gunawan, Ketua P3SI Pengwil Jawa Timur.

H.Gunawan mengaku tidak ada target berapa nominal yang akan dicapai, namun berharap angka yang terkumpul bisa benar-benar memberikan manfaat bagi juri Jatim yang terdampak dengan liburnya agenda konkurs. “Kami hanya berharap agar dukungan yang diberikan mampu membantu juri meringankan beban yang saat ini mereka alami,” imbuhnya.

Saatnya pengurus memikirkan juga para juri

Harapan yang paling besar diharapkan datang dari peternak yang selama ini ikut meramaikan hiruk pikuknya dunia hobi perkutut, karena dari mereka-mereka inilah, bantuan bisa diterima. Peternak adalah pihak yang memiliki kedekatan langsung dengan aktivitas hobi burung perkutut dan mereka yang selama ini banyak beraktifitas memajukan perkembangan hobi.

Baca Juga  Daftar Juara M3 Subdenpom BC Feat Nusantara BC Jember, Minggu 15 Maret 2020

“Saya yakin peternak, terutama untuk peternak besar, tidak akan tinggal diam dengan kondisi juri saat ini, kenyakinan saya didasari atas kiprah mereka selama ini yang selalu mensupport meramaikan dunia hobi perkutut, khususnya ketika akan digelar agenda konkurs. Terus terang kami menunggu mereka untuk segera membantu kami mewujudkan program peduli juri,” harap H.Gunawan lagi.

Pengwil Jawa Timur kini membuka donasi untuk juri

Saat ini P3SI Pengwil Jawa Timur memiliki juri sebanyak 54 orang. jumlah inilah yang diharapkan bisa terbantu dengan adanya donasi dukungan untuk memberikan sumbangan. Diharapkan pula jumlah yang terkumpul nantinya setidaknya bisa menutup kebutuhan juri meski tidak seratus persen.

Artinya beban yang selama ini mereka rasakan bisa berkurang. H.Gunawan juga tidak menutup mata jika ada pihak-pihak selain peternak yang ingin memberikan bantuan. “Program ini murni untuk membantu juri, jadi kami menerima bantuan dari mana saja. Semakin banyak bantuan yang masuk, itu artinya akan memudahkan kami untuk mewujudkan keinginan juri,” lanjutnya.

Jacob Jaoman yang ditugaskan menyebarkan informasi mengaku selalu berharap ada respon bagus. “Mudahan-mudahan program donasi ini mendapatkan respon bagus dari seluruh pihak untuk membantu juri meringankan beban mereka. Saya ditugaskan Ketua Pengwil Jatim untuk nge-share informasi donasi ini kebeberapa group WA,” kata Bendahara P3SI Pengwil Jatim.

Apresiasi Pengurus Pengwil Jatim untuk juri sudah dilakukan lewat donasi

Sejak dibuka Senin, 6 April 2020 sampai Selasa 7 April 2020 jam 20.00 WIB sudah ada sekitar 20 orang yang menyatakan mendukung dengan jalan memberikan bantuan. “Sampai saat ini saya belum menghitung berapa rupiah yang sudah diterima, namun nama penyumbang dan jumlah angka-angkanya semua tertera dalam pengumuman donasi,” kata Jacob.

Tidak menutup kemungkinan jumlah penyumbang akan terus mengalir seiring berjalannya waktu. “Saya yakin jumlah penyumbang akan terus bertambah, karena kepedulian teman-teman kung mania, terutama peternak begitu besar. Harapan saya mereka tidak perlu menunggu waktu untuk memberikan bantuan,” yakin H.Gunawan.

Baca Juga  Daftar Juara DPRD Situbondo Cup (LAM Seri-8): Minggu 15 Maret 2020

Advertisements
Lanjutkan Membaca

Perkutut

H.Djainuri Surabaya : Saat Konkurs Libur, Pengurus Pengwil dan Pengda Harus Perhatikan Nasib Juri

Published

on

Tidak dapat dipungkiri, kasus serangan virus Covid – 19, telah menghantam dan melumpuhkan sektor ekonomi. Dunia hobi perkutut tanah air menerima dampak dari merebaknya penyakit Corona. Juri menjadi salah satu elemen yang merasakan betul adanya intruksi dihentikannya seluruh agenda konkurs di tanah air yang sudah tersusun.

H.Djainuri pemilik Sultan Bird Farm Surabaya

Libur konkurs menjadi kabar duka bagi sebagian juri. Padahal sebelum kasus Corona mencuat, hampir dipastikan setiap minggu mereka bisa mendapatkan penghasilan saat tugas di lapangan. Bahkan even lokalan yang terjadi hampir setiap hari, menjadi tambahan bagi mereka. Namun semua itu, kini hanya tinggal kenangan.

Advertisements

Bagi mereka yang menjadikan profesi juri sebagai sampingan, mungkin liburnya konkurs tidak menjadi masalah, karena masih ada penghasilan lain. Sebaliknya mereka yang selama ini benar-benar mengharapkan penghasilan saat bertugas, pasti merasakan betul tertutupnya sumber dana untuk menyambung hidupnya.

Advertisements
Libur Konkurs jangan sampai lupa perhatikan nasib pelaku hobi

Inilah moment yang sebenarnya bisa dilakukan semua pihak, untuk bisa membuktikan kepedulian bagi juri. Juri yang selama ini menjadi partner kerja pengurus, harus tetap mendapatkan perhatian. H.Djainuri Surabaya mengatakan bahwa upaya beberapa pihak dengan menggalang donasi untuk memberikan bantuan pada juri, dinilai sudah bagus.

“Saya apresiasi pada mereka yang peduli kepada juri dengan memberikan bantuan materi, meski sebenarnya cara demikian tidak cukup dan belum menyelesaikan masalah,” tegas pemilik Sultan Bird Farm Surabaya. Menurutnya penggalangan dana yang dilakukan saat ini adalah upaya untuk memberikan tambahan bagi juri menjelang perayaan lebaran atau Idul Fitri.

Padahal juri yang selama ini menggantukan hidupnya dari konkurs, butuh aliran dana untuk menyambung hidup sebelum lebaran itu datang. “Kalau penggalangan dana hanya diberikan menjelang lebaran, lalu untuk makan saat ini dapat dari mana. Libur lomba sudah berlangsung kurang lebih satu bulan dan mereka tidak mendapatkan penghasilan,” terangnya.

Baca Juga  Daftar Juara M3 Subdenpom BC Feat Nusantara BC Jember, Minggu 15 Maret 2020
Pengurus Pengwil dan Pengda harus perhatikan nasib juri saat libur konkurs

Perhatian pengurus seharusnya untuk saat ini dulu, karena kebutuhan tersebut sangat mendesak. “Apa yang kita berikan pada juri untuk saat ini mungkin bisa berupa beras atau makanan pokok lain, sampai penggalangan dana itu ditutup dan kemudian disebarkan. Kasihan juri yang selama ini berharap banyak pada kita,” lanjut H.Djainuri.

Karena yang pasti dampak virus covid – 19 ini telah menghentikan seluruh kegiatan kung mania, baik berupa latber, liga, lomba besar ataupun LPI sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Maka upaya penggalangan dana untuk juri pada saat menjelang lebaran atau Idul Fitri, menjadi pilihan berikutnya.

“Saya katakan bahwa saat ini Pengurus Pengwil dan Pengda sedang diuji. Seberapa peduli pengurus kepada juri yang selama ini menjadi salah satu elemen penting dalam hobi perkutut. Eksitensi mereka selama ini tidak bisa dianggap enteng. Karena merekalah, hobi perkutut bisa tetap ada sampai saat ini,” imbuhnya.

H.Djainuri berusaha tetap pantau perkembangan hobi perkutut

Lebih lanjut H.Djainuri mengatakan bahwa dengan tidak adanya kegiatan, maka mereka tetap butuh penghasilan agar bisa terus makan. “Pengurus harus memikirikan bagaimana juri bisa terus makan meski tidak ada lagi kegiatan, begitu juga dengan media yang tidak henti-hentinya memberitakan informasi, maka mereka ini harus kita pikirkan bagaimana nasibnya,” katanya lagi.

Menggandeng beberapa peternak besar dan juga pengusaha, adalah jalan terbaik untuk membantu juri dan juga media yang selama ini menggantungkan hidupnya dari konkurs. “Saat ini nilai kebersamaan kita diuji, kolaborasi Pengwil dan Pengda untuk memberikan dukungan bagi juri, benar-benar diharapkan. Jadi jangan hanya memikirkan konkurs saja tetapi sektor lain terbaikan,” katanya lagi.

H.Djainuri berharap juri bisa tetap makan saat libur konkurs

H.Djainuri menambahkan bahwa tugas kali ini bukan hanya milik Pengwil, tetapi juga harus diusahakan oleh Pengda, karena Pengda yang lebih dekat, lebih mengenal kondisi juri-juri yang dimiliki. Pengwil mungkin hanya sebatas memberikan support penuh untuk kelangsungan program kepedulian untuk juri.

Baca Juga  Daftar Juara DPRD Situbondo Cup (LAM Seri-8): Minggu 15 Maret 2020

Soal nilai yang harus diberikan kepada juri, H.Djainuri memberikan masukan bahwa jangan sampai menyamaratakan antara juri yang betul-betul menggantungkan hidupnya dari menjuri dan mereka yang menjadikan profesi juri hanya sebagai sampingan atau tambahan. Itulah keadilan yang sebenarnya.

Advertisements
Lanjutkan Membaca

Perkutut

Program Peduli Juri, Pengwil P3SI Jawa Tengah Buka Donasi THR, Sementara Terkumpul Dana Dua Puluh Juta Rupiah

Published

on

Entah kapan konkurs tanah air kembali digelar. Muncul banyak pertanyaan seputar dihentikannya agenda milik kung mania Indonesia. Mereka berharap agar kasus serangan virus Covid – 19 yang menghentikan seluruh kegiatan manusia, segera berakhir. Dampaknya terasa luar biasa. Nyaris tak ada kegiatan sama sekali.

Donasi sementara sudah terkumpul dana Rp 20.250.000,-

Konkrus yang selama ini menjadi ladang bagi kung mania untuk menyalurkan hobi dan mengais rejeki, kini tidak bisa lagi dirasakan. Salah satu pihak yang merasakan betul dampak tersebut adalah juri. Mereka yang selama ini menggantungkan hidupnya dari konkurs, kini harus berusaha menerima keadaan.

Advertisements

Tak ada lagi pemasukan yang bisa mereka terima karena konkurs, untuk sementara harus dihentikan. Kondisi inilah yang akhirnya ditangkap Pengurus P3SI Pengwil Jawa Tengah. Henryarto Susilo, Ketua Bidang Penjurian P3SI Pengwil Jawa Tengah berinisiatif untuk memberikan pemasukan bagi juri yang selama ini harus meliburkan dirinya.

Advertisements

“Beberapa waktu lalu, pagi-pagi ketika saya duduk santai di rumah. Ada perasaan sedih  dan kasihan ketika lomba diliburkan karena pasti banyak juri yang terkena imbasnya,” tutur Henryarto. Apalagi juri yang selama ini menggantungkan pemasukan dari hasil menjuri, pastinya akan merasakan betul liburnya konkurs.

Henryarto (kanan) bersama Budi SP (tengah) gagas ide Donasi THR Juri

Muncul keinginan untuk memberikan sesuatu pada juri. “Apa sich yang bisa dilakukan buat juri, langsung saya up load pengumuman membuka donasi lewat group WA. Lalu saya hubungi Pak Budi. Saya bilang ma’af Pak Budi saya ngelancangi, tidak ada koordinasi dulu. Pak Budi bilang, gak apa-apa saya dukung, kemudian Pak Budi memberikan support luar biasa dengan menyumbang sebesar 1,5 juta,” papar pemilik Atlas BF Semarang.

Budi SP, Ketua Pengwil P3SI Jawa Tengah ketika dikonfirmasi mengakui bahwa THR sudah menjadi agenda tetap setiap menjelang lebaran. “Pemberian THR adalah kegiatan rutin tiap tahun, kita memberikan donasi kepada juri setiap mau lebaran dengan jalan diadakan lomba, seluruh keuntungan diberikan kepada juri,” ungkap Budi SP

Baca Juga  Daftar Juara M3 Subdenpom BC Feat Nusantara BC Jember, Minggu 15 Maret 2020

Karena saat ini tidak ada lomba dan mereka tidak ada pemasukan, sedangkan untuk memberikan THR jelas tidak mungkin, “Melihat kondisi seperti itu, maka teman-teman bergerak untuk memberikan donasi seikhlasnya,” imbuhnya. Dikatakan oleh Henryarto ataupun Budi SP bahwa donasi ini tidak ada target berapa rupiah yang akan dicapai.

Budi SP diantara Pengurus Pengwil P3SI Jawa Tengah

“Rencana donasi ini akan kami tutup secepatnya, namun Pak Budi mengusulkan untuk memperpanjang waktu dengan pertimbangan barangkali ada yang masih ingin memberikan dukungan. Berapapun rupiah yang terkumpul, maka itulah yang akan diberikan kepada juri yang berhak menerima,” kata Henryarto.  

Pembagian akan dilakukan secara merata kepada semua juri P3SI Pengwil Jawa Tengah tanpa melihat klasifikasi juri tersebut. “Nantinya hasil dari sumbangan ini akan dibagi rata. Tidak ditentukan lewat tingkatan juri, semua mendapatkan nilai yang sama,” lanjur Henryarto. Hal senada dilontarkan Budi SP.

“Setelah donasi terkumpul maka akan dibagikan rata. Karena dalam program ini tidak ada istilah siapa harus ngasih berapa, jadi kami melihat bukan tingkatan juri tapi melihat ada keadilan,” jelasnya. Ada sekitar 16 juri dan 3 perekap yang bakal menerima donasi tersebut. Namun dijelaskan oleh Budi SP bahwa tidak menutup kemungkinan ada penancap yang juga akan kebagian.

Kepedulian Pengurus Pengwil P3SI Jawa Tengah terhadap nasib Juri

“Nanti penancap yang seringkali dipakai bisa jadi dikasih, dengan jumlah berbeda dari juri dan perekap,” kata Budi lagi. rencananya donasi ini akan dibagikan menjelang lebaran. Tidak ada acara khusus dalam pembagian donasi karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk dilakukan.     

  “Pembagian donasi untuk juri, nanti dikirim via rekening. Jadi tidak ada acara khusus,” kata Henryarto. Meski donasi ini merupakan program Pengwil P3SI Jawa Tengah, namun antusias kung mania dari luar wilayah dalam memberikan dukungan sangat besar. “Donasi ini tidak terikat hanya untuk kalangan di daerah Jawa Tengah saja, siapapun bisa memberikan sumbangan,” kata Henryarto lagi.

Baca Juga  Daftar Juara DPRD Situbondo Cup (LAM Seri-8): Minggu 15 Maret 2020

“Alhamdulillah teman-teman kepeduliannya cukup tinggi. Kami tidak ingin memberikan tekanan, mau ngasih 100 ribu ataupun berapapun akan kami terima. Kalau bukan kita siapa yang akan memperhatikan nasib juri. Saya atas nama Pengwil P3SI Jawa Tengah mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan yang telah diberikan,” ucap Budi SP.

Hendro Lung-Lung (kanan) sebar informasi donasi juri ke WA Group

Pengumuman donasi ini juga diposting di group KMI karena menurut Budi SP bagaimanapun juri Jateng adalah bagian dari juri nasional. Hendro Lung-Lung, yang mencoba meng-share informasi ini mengatakan bahwa dirinya ingin agar program ini tidak hanya diketahui oleh kung mania Jawa Tengah tetapi juga oleh pihak luar.

“Program ini ini sangat bagus dan harus diketahui oleh semua pihak, jadi saya berusaha menyebarkan via WA ke beberapa group,” sebut Hendro. Karena yang pasti tidak menutup kemungkinan teman-teman yang tersentuh memberikan bantuan dipersilahkan. Harapan dengan adanya program ini juri ada pemasukan dalam masa sulit ini.

Libur konkurs berdampak besar pada kelagnsungan hidup para juri

“Ya ada sedikit pemasukan bagi juri. Saya berharap bisa diikuti daerah lain untuk melakukan hal yang sama,” harap Henryarto. Sampai hari Minggu, 5 April 2020 jam 17.00 WIB, jumlah sumbangan yang masuk sebesar Rp 20.250.000,- tidak menutup kemungkinan jumlah ini akan terus bertambah seiring meluasnya informasi tersebut.  

Advertisements
Lanjutkan Membaca