Connect with us

Perkutut

Liga Anak Manja dan Diana FM Cup Jember Putaran 4: Anak Manja Terdepan, Senandung Rindu dan Dollar Bakal Jadi Ancaman

KONBUR Tayang

:

Liga Anak Manja dan Diana FM Cup Jember Putaran 4
Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates
Advertisements
Iklan Trimurti BF Surabaya

Memasuki putaran ke-4, perburuan poin Liga Anak Manja (LAM) dan Diana FM Cup Jember. Hari Minggu 29 September kemarin di lapangan Ponpes Mambaul Ulum Gugut, Rambipuji Jember. Benar-benar jadi pembuktian bagi Anak Manja untuk merebut poin sempurna di kelas dewasa bebas.

Cuaca yang sangat mendukung saat itu, sebetulnya diharapkan jadi pertarung yang seru bagi jago-jago unggulan untuk berebut poin penuh. Seperti Bintang Timur milik H.Pri Banyuwangi salah satu jawara perkutut terbaik LPI. Lalu ada Dovi besutan Didik Afandi Krenjengan, jago AC/DC yang sering bikin kejutan diberapa even bergengsi.

Liga Anak Manja dan Diana FM Cup Jember Putaran 4
Sekjen P3SI Pusat (kiri) dan Ketua Pangda P3SI Jember (kanan), saat memberi sambutan

Kemudian ada Kania milik H.Solehudinserta Probolinggo yang kualitas anggung suaraanya juga sudah teruji. Juga ada Goyang Jember andalan H.Fadlillah, jago gaek yang masih mampu bertahan. Dan ada beberapa jago unggulan lainnya, yang siap menghadang.

Liga Anak Manja dan Diana FM Cup Jember Putaran 4
DO’A BERSAMA. Mohon diberi kelancaran sebelum lomba dimulai.

Dibabak awal, Bintang Timur yang dikerek dinomor 37 telihat langsung ngejoss. Begitu pula dengan Dovi yang ada dikerekan 25, terus berusaha ngotot untuk mengimbangi laju Bintang Timur. Dikerekan 32 yang ditempati Kania dan kerekan 39 ditempati Goyang Jember, juga terus menguntit di belakangnya.

Liga Anak Manja dan Diana FM Cup Jember Putaran 4
GUYUP RUKUN. Peserta santai sambil memantau gaconya.

Sementara Anak Manja yang menempati kerekan 38, terlihat mulai panas dan terus mengejar perolehan nilai yang sudah didapat oleh pesaingnya. Dan dipertengahan babak pertama, baik Bintang Timur, Dovi, Kania, Goyang Jember dan Anak Manja, sama-sama mendapat nilai 43¼ (bendera dua warna hitam).

Liga Anak Manja dan Diana FM Cup Jember Putaran 4
PARA PESERTA. Terlihat akrab meski tidak dari satu kota

Adu kualitas anggung serta kestabilan kerja ke empat jago-jago tersebut betul-betul seru. Bahkan para pemilik maupun joki, tak henti-hentinya terus mensupport jagonya dari bibir lapangan. Namun di detik-detik terakhir babak pertama, Anak Manja yang mendengar teriak sang joki. Mampu melepas anggung suara emasnya beberapa kali, sehingga juripun memberi nilai 43¾ (bendera tiga warna hitam) di babak tersebut.

Liga Anak Manja dan Diana FM Cup Jember Putaran 4
SERIUS MENSUPPORT JAGONYA. Agar bisa merebut poin penuh.

Memasuki babak kedua, performa Anak Manja terus stabil. Bahkan aksi jago bergelang Kurnia ini terus melaju sendiri seperti nyaris tanpa perlawanan. Kualitas anggung Anak Manja benar-benar dipertontonkan. Terbukti dibabak kedua ini Anak Manja kembali unggul dengan nilai 43½. Sedangkan Bintang Timur, Dovi, Kania dan Goyang Jember, hanya mendapat nilai 43.

Liga Anak Manja dan Diana FM Cup Jember Putaran 4
KELAS PIYIK YUNIOR. Mendapat perhatian khusus dari sang pemilik.

Dan memasuki dua babak terakhir, Bintang Timur, Dovi, Kania maupun Goyang Jember yang diharapkan bisa memberi perlawan seru agar bisa mengejar ketertinggalan perolehan nilai dari Anak Manja. Ternyata di dua babak tersebut, keempat jago tersbut belum mampu tampil sesuai harapan sang pemilik.

Liga Anak Manja dan Diana FM Cup Jember Putaran 4
SERU DAN TEGANG. Itulah yang terlihat dari wajah pemilik jago yang berlaga

Akhirnya sampai babak terakhir Anak Manja berhasil menjadi yang terdepan, setelah mendapat nilai 43¾, 43½, 43, 43. Lalu disusul oleh Dovi dengan raihan nilai 43¼, 43, 42½, 43½. Dan Kania dengan nilai 43, 43¼, 43, 43¼, lalu Goyang Jember dengan nilai 43¼, 43, 42½, 43¼.Serta Di Otak Atik yang berhasil mengunci posisi 5 besar dengan nilai 43, 43, 43 dan 43¼.

Liga Anak Manja dan Diana FM Cup Jember Putaran 4
PANAS MENYENGAT. Tak menjadi halangan bagi peserta

Sedangkan perjuangan Bintang Timur hari itu benar-benar gagal untuk menambah poin liga karena tersingkir dari nominasi 10 besar. “Memang saya akui, hari ini Bintang Timur tidak mau tampil seperti biasanya. Ini saya rasakan semenjak betina Bintang Timur mati. Dan setelah saya ganti, ternyata performanya menurun,” tuturH.Pri.

Liga Anak Manja dan Diana FM Cup Jember Putaran 4
JUARA DEWASA SENIOR. Anak Manja mampu menguasai arena

Persaingan ketat justru terjadi di kelas piyik yunior atau kelas setengah kerek. Pasalnya di kelas ini, selain banyak jago-jago baru turun, rata-rata kualitasnya juga hampir seimbang. Terbukti, begitu peluit babak pertama dimulai, semua jago-jago unggulan langsung fight untuk bisa mendapat nilai tertinggi.

Liga Anak Manja dan Diana FM Cup Jember Putaran 4
MING & NAWANG. Sukses mengawal Senandung Rindu merebut juara 1

Dan dibabak ini, tercatat ada 5 burung yang mendapat nilai tertinggi sama yaitu 43½. Ada Eva Arnas besutan H.Jappar/H.Addros Surabaya yang menempati kerekan 100. Lalu ada Bintang Manja milik Liem Dji Giok Jember direkekan 104. Ada Terra Kota debutan Aang Banyuwangi di kerekan 116, ada Mawar Putih andalan H.Solehudin Probolinggo kerekan 117 dan ada Senandung Rindu andalan Ming Surabaya di kerekan 137.

Liga Anak Manja dan Diana FM Cup Jember Putaran 4
JUARA KELAS PIYIK YUNIOR. Hasil persaingan ketat selama 4 babak

Bahkan diakhir babak ke dua, ke lima jago unggulan tersebut sama-sama bertahan dengan nilai sama seperti babak pertama. Pertarungan pun semakin seru, udara panas menyengat saat itu, seakan ikut menambah panas persaingan. Namun memasuki dua babak terakhir, yaitu babak 3 dan 4, performa dan kestabilan kerja mulai dipertaruhkan.

Liga Anak Manja dan Diana FM Cup Jember Putaran 4
SUASANA LOMBA. Para peserta serius mengawal jagonya.

Dan akhirnya sampai babak ke empat, Senandung Rindu berhasil menyodok dibarisan terdepan. Setelah pada babak ke tiga, gaco bergelang RPM ini mampu unggul dengan nilai 43¾. Sedangkan semua pesaingnya dekatnya, baik Eva Arnas, Mawar Putih, Tera Kota maupun Bintang Manja sama-sama mendapat nilai 42½.

Liga Anak Manja dan Diana FM Cup Jember Putaran 4
SUPORTER KELAS HANGING. Tak peduli panas terus membakar kilit.

Selanjutnya di kelas piyik hanging, juga terjadi persaingan ketat. Di babak awal, tercatat ada 3 burung yang saling adu kualitas anggung merdu. Di kerekan 06 ada nama Dollar besutan muda H.Jappar/H.Addros. Lalu di kerekan 24 ada nama Bintang Samudra, piyik handal milik Hari Suyanto Bondowoso. Dan di kerekan 59 ada nama Sekar Jagad, jago muda hasil farm sendiri Alit Sidomukti Jember.

Liga Anak Manja dan Diana FM Cup Jember Putaran 4
KELAS PIYIK HANGING. Terjadi pertarungan ketat dan seru.

Sayang memasuki babak-babak selanjunya, kerja Sekar Jagad mulai menurun. Dan terlihat hanya dua burung yang terus bertahan untuk saling adu anggung, yaitu Dollar dan Bintang Samudra. Bahkan setelah keduanya sama-sama kuat dengan mendapat nilai 43¾ di babak kedua. Di babak 3 dan 4, keduanya pun saling menggungguli.

Liga Anak Manja dan Diana FM Cup Jember Putaran 4
PEMILIK DOLLAR. Merasa lega setelah babak terakhir dapat 3 warna hitam

Dimana dibabak 3 Bintang Samudra unggul dengan nilai 43½ sedangkan Dollar hanya mampu mendapat nilai 43¼. Namun dibabak 4, giliran Dollar yang unggul dengan nilai 43¾ sementara Bintang Samudra hanya mendapat nilai 43½. Dengan begitu, keduanya pun sama-sama kuat dengan raihan nilai total yang sama.

Liga Anak Manja dan Diana FM Cup Jember Putaran 4
JUARA PIYIK HANGING. Bintang Samudra dan Dollar sama-sama hebat

Namun setelah masuk dimeja perumus, dengan dibantu oleh dewan juri. Dollar dengan raihan nilai 43½, 43¾, 43¼, 43¾ dinyatakan unggul tipis dari Bintang Samudra dengan nilai 43½, 43¾, 43½, 43½. Dan dibelakangnya menyusul Sekar Jagad dengan nilai 43½, 43, 43, 43¼. Lalu Mama Cantik dengan nilai 43¼ rata empat babak.

Dengan moncernya Sendandung Rindu serta Dollar di LAM putaran 4 ini, tentu persaingan di putaran berikutnya akan lebih seru. Bahkan bisa jadi, kedua jago tersebut bakal jadi ancaman baru, bagi jago yang sudah masuk nominasi peringkat sementara liga. Apakah itu akan terjadi, mari kita saja putaran LAM selanjutnya.

Dipenghujung acara, seluruh kru panitia dan tim juri yang dikawal oleh ketua P3SI Pengda Jember dan Indra Anak Manja sebagai ketua pelaksana. Serta Saryono selaku penanggung jawab liga, mengucapkan terima kasih atas kehadiran semua peserta. Dan mohon ma’af  jika masih ada kekurangan. Dan untuk nominasi juara selengkapnya, bisa klik link daftar juara di bawah ini. *agrobur2.

Perkutut

Team Dozer Sidoarjo, Kolaborasi Tiga Kung Mania dari Tiga Pulau Berbeda, Libas Jadi Amunisi Pembuktian

Published

on

Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates
Advertisements
Iklan Trimurti BF Surabaya

Team Dozer Sidoarjo. Namanya memang belum begitu populer di dunia hobi perkutut tanah air. Kung mania yang mengenal namanya hanya sebatas disekitar tempat dimana mereka hadir menyapa dalam setiap kesempatan. Maklumlah, team ini baru resmi terbentuk awal 2021. Artinya belum setahun mereka eksis di arena lomba.

Team Dozer Sidoarjo, Kolaborasi 3 Kekuatan Berbeda

Namun bukan berarti tidak ada yang bisa dibanggakan dari team satu ini. Terlebih jika melihat komposisi anggota yang memperkuat Team Dozer. Sebut saja, Slamet yang merupakan kung mania yang sudah eksis di dunia hiruk pikuknya hobi perkutut. Abah Kodir yang merupakan mania yang tidak pernah melewatkan setiap gelaran.

Belum lagi Deemas yang merupakan aktifitas hobi perkutut, yang sudah melanglang buana dalam perebutan posisi kejuaraan dalam waktu yang sangat lama. “Saat ini Team Dozer hanya beranggotakan tiga orang yang aktif ke lomba, yakni saya sendiri, Abah Kodir dan Bang Deemas,” jelas Slamet Dozer.

Ternyata meski memiliki satu hobi yang sama, mereka memiliki latar belakang yang berbeda. Slamet merupakan kung mania kelahiran Sidoarjo (tanah jawa), Abah Kodir berasal dari Pulau Madura dan Deemas adalah warga asal Makassar yang kini sudah resmi menjadi warga negara Sidoarjo.

Slamet (kiri) jadikan Team Dozer kekuatan baru namun berarti

Nampaknya perbedaan tersebut tidak menyurutkan mereka untuk bersaing, bahkan sebaliknya ingin bersatu dan menjadikan Team Dozer sebagai bagian dari satu diantara sekian banyak team yang selama ini ikut meramaikan persaingan perebutan posisi kejuaraan di setiap ajang konkurs tanah air.

“Kami berangkat dari hobi yang sama yakni burung perkutut, perbedaan asal daerah tidak menjadikan kami ingin bersaing satu sama lain, malah kami ingin menunjukkan bahwa perbedaan itulah yang membuat kami bisa bersatu. Apalagi kami sama-sama suka lomba dan silaturahmi dengan kung mania nusantara,” ungkap Deemas, pemilik Pacific Mentari BF.

 Lebih lanjut dikatakan bahwa pertemuan mereka terjadi saat berada di arena lomba. Pertemuan demi pertemuan yang mereka alami, dari obrolan yang rutin di lakukan saat mereka bertemu, sampai akhirnya melahirkan kesepakatan bahwa mereka ingin bersatu dalam sebuah kelompok kecil. Maka lahirlah Dozer Team.

Kung mania Sidoarjo, dukung penuh eksistensi Team Dozer

“Kami hadir dari perbedaan daerah, laksana kami adalah trisula, tiga kekuatan yang menjadi satu. Kami juga siap menghadiri undangan kung maia dan siap memoncerkan dan siap berpartisipasi dalam setiap gelaran, baik untuk skla lokal, regional ataupun even-even nasional,” sambung Slamet.

Guna mendukung amunisi untuk mencapai target, Team Dozer disupport oleh beberepa peternak di Sidoarjo, seperti Thor Bird Farm, Samsul Libras Bird Farm, Supriyadi KDR Bird Farm. Libas, menjadi pembuktian Team Dozer dalam mengorbitkan perkutut kelas konkurs.

Perkutut berprestasi produk ternak Thor Bird Farm ini sukses mendongkrak nama Dozer Team dalam setiap lawatannya. Dari catatan yang ada, prestasi Libas diraih mulai Kelas Piyik Hanging, dalam gelaran Liga Perkutut Hanging Pasuruan diposium pertama, juara 2 even Sikumbang Asik Sidoarjo dan konkurs Semarang Kelas Piyik Hanging juara 7.

Bambang (tengah) pemilik Thor BF pencetak perkutut Libas

Naik kelas yakni Piyik Yunior, Libas masih memperlihatkan kualitas suaranya. Podium 1 Latbernil Sikumbang Asik Sidoarjo dan posisi 8 even Semarang. Ada nama lain amunisi yang juga tidak kalah hebatnya, yakni Fighter, masih bergelang Thor. Prestasinya di even Probolinggo juara 9 Piyik Hanging dan gelaran SGS juara 7 pada kelas yang sama.  

“Sebenarnya juara yang pernah kami dapat ada beberapa lagi, namun saya lupa,” lanjut Slamet. Deemas sendiri juga sukses mengorbitkan Pacmen ring Nur NDR Bird Farm. Dengan usia yang masih berada pada angka 5 bulan restasinya pernah diraih dalam gelaran Sikumbang Asik pada podium kedua dan dominasi pada even di Semarang. Ada juga Delila andalan Abah Kodir, ternakan Shafa Bird Farm yang pernah mengharumkan nama Team Dozer saat tampil di lapangan.

“Saya atas nama Team Dozer menguapkan banyak terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mensupport kami, sehingga meski masih berusia muda, tapi Team Dozer bisa selalu sukses membawa pulang trophy juara. Mudah-mudahan kami bisa selalu hadir disetiap lomba dengan hasil menggembirakan,” kata Slamet mengakhiri obrolan.

Lanjutkan Membaca

Perkutut

Gamacca, Produk Chizungtsang BF Moncer Dikelas Piyek Hanging Toddopuli Makasar

Published

on

Chizungtsabg BF Makasar
Khusmasidik Spt bersama para jawara Piyek Hanging
Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates
Advertisements
Iklan Trimurti BF Surabaya

Produk Chizungtsang Bird Farm kembali moncer digelaran Pengwil P3SI Sulawesi Selatan, hari Sabtu (3/7) kemarin di lapangan Toddopuli Makasar. Turun dikelas piyek hanging anak burung ini meraih prestasi ditangan rawatan Syarifuddin Sahar Tunas Muda BF.

Sejatinya, prestasi produk  Chizungtsang Bird Farm bukan yang kali pertama. Satu bulan silam peternak ini juga sudah mencetak anak burung jawara bernama Hamas juga pernah prestasi di lapangan Toddpuli dalam sebuah laga Liga Peternak Sulsel diawal bulan Juni silam.

Dan, kali ini, kembali anakan peternakan milik Khumasidik, Spt ini berhasil menempati urutuan 10 besar lewat aksi Gamacca dikelas Piyek Hanging. “Meskipun dihari itu dia hanya dua kali bunyi,” ungkapnya.

Khumasidik, Spt bersama Syarifuddin Sahar orbitkan Gamacca

Gamacca anakan dari salah satu kandang terbaik di Chizungtsang BF burung  yang memasuki umur 2 bulan tersebut kesehariannya ditangan Syarifuddin Sahar dari Tunas Muda BF Makasar. “Terimakasih yang tak terhingga kepada pak Syarifudin Tunas Muda BF  dan tim Utara Makasar yang sudah merawat jagoan produk kami hingga prestasi,” ungkap Khumasidik.

Chizungtsang Bird Farm selama ini merupakan peternak perkutut terbaik khususnya di kota Makasar  Sulawesi Selatan dan sekitarnya. Tidak hanya bermaterikan indukan unggulan yang dikembangkannya yang mengalirkan basicblood dari trah-trah peternak hebat dari Jabodetabek, terutama dari Cakrawala BF Tangerang. Kandang ternak yang dibangunnya juga cukup megah dan mewah.

Markas Chizungtsang Bird Farm lahirkan anakan terbaik

Dari materi-materi itu juga sudah mencetak anak-anak burung hebat diantaranya Hamas dan yang paling gres adalah Gamacca.   Belum lama ini kandang Chizungtsang BF juga baru diisi 8 pasang materi indukan terbaik dari Mr Erwin Cakrawala BF Tangerang. Diantara materi barunya Cakrawala Garuda 4, 18 A, 11 C, dan Garuda E 17 B,  2 C Brazil.

Peternakan milik Khumasidik yang dibangun sejak 2 tahun lalu dibangunnya dikawasan Simpo Baranti Kabupaten. Sidenreng Rappang, sebelah utara kota Makasar. Sulawesi Selatan  (WA 085375507989), sampai saat ini memang merupakan salah satu peternak perkutut terbaik di kota tersebut.

Seperti yang pernah diulas dimedia ini, sampai saat ini kandang-kandang favorit terbaik di peternakan Chizungtsang BF masih tetap mengandalkan  trah Acropoliz, Cakrawala BF, diantaranya Kandang-A.222. (Dragon. Aspira jantan x Acropoliz A.2 04. Betina), K- A667. (Trans.Thailand jantan x Raw A777 betina), K B.333.(Cakrawala. Garuda E jantan x Arian B.1. betina), K- C.222. (Cakrawala Garuda 4 jantan x Acropoliz A2.04. betina), dan K- .D333. (Raw R333 jantan x Raw W888 betina).

Dari materi indukan-indukan tersebut kemudian dikembangkan dengan memasangkan masing-masing indukan hingga menghasilkan anakan-anakan unggul. Hasilnya cukup memuaskan dengan mencetak anakan yang berkualitas seperti Hamas, serta yang terbaru ada Gamacca yang dirawat Syarifudin Sahhar dan moncer dikelas Piyek Hanging. *agrobur4.

Lanjutkan Membaca

Perkutut

Tiga Ulama Besar Pamekasan Wafat, Abah Faisol Syafiie JBM Malang Bersama Santri Gelar Sholat Ghoib

Published

on

Advertisements
Iklan JBM BF Malang
Advertisements
Advertisements
Iklan WAS BF Banyuates
Advertisements
Iklan Trimurti BF Surabaya

Beberapa pekan ini, bermunculan kabar meninggal dunia, baik dari kalangan masyarakat biasa, tokoh berpengaruh, ulama sampai pejabat. RKH.Badruddin Mudatssir, K.Sofi dan KH.Muhammad Syamsul Arifin menjadi daftar masyarakat yang telah menghadap sang Maha Pencipta.

Suasana sholat ghoib oleh Abah Faisol JBM bersama santri

RKH.Badruddin Mudatssir adalah ulama besar dari Panyeppen Pamekasan dan juga dikenal sebagai kung mania. Beliau pernah hadir dalam gelaran Liga Perkutut Madura Putaran I di Pamekasan bersama rekan-rekannya sesama kung mania. Saat itu beliau begitu bersemangat menikmati acara lomba bersama peserta lain.

Sementara KH.Muhammad Syamsul Arifin adalah pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Banyuanyar Pamekasan. Ulama kharismatik ini dinilai memiliki pengikut yang tidak sedikit. Kepergian ulama-ulama tersebut nampaknya membuat banyak pihak yang merasa sangat kehilangan.

Almarhum RKH.Badruddin Mudatssir Pamekasan

Salah satunya Abah Faisol Syafiie, owner JBM Bird Farm Bululangan Malang. “Innalillah wa inna ilahi rajiun, saya sangat berduka atas meninggalnya para ulama, guru, tokoh agama, saudara dan rekan hobi. Mudah-mudahan beliau tergolong orang-rang yang Husnul Khotimah, aamiin,” ungkap Abah Faisol Syafiie, sambil meneteskan air mata.

Begitu jelas kesedihan yang terpancar dari wajah Abah Faisol Syafiie, ketika mendengar kepergian ulama-ulama yang dikenalnya. “Siapa sangka, Allah SWT telah memanggil guru-guru saya, saudara-saudara saya lebih dahulu. Inilah garis hidup kita yang mau tidak mau, suka tidak suka harus kita hadapi,” terangnya. 

Almarhum KH.Muhammad Syamsul Arifin Pamekasan

Sebagai bentuk penghormatan Abah Faisol pada mereka, pada Kamis pagi, 01 Juli 2021, usai sholat shubuh, melakukan sholat jenazah goib secara berjamaah para santri. “Alhamdulillah pagi ini setelah sholat shubuh, kami bersama-sama melaksanakan sholat berjamaah bersama para santri,” lanjut Abah Faisol.

“Saya merasa sedih ditinggsl para tokoh ulama yang memang benar-benar menjadi panutan Umat Islam. Kepergian mereka bisa ditempatkan di syurga Allah SWT. Kini sudah banyak yang berangkat menghadap Allah SWT,” sambung Abah Faisol yang masih meneteskan air mata kesedihan.

RKH.Badruddin Mudatssir (kiri) saat hadir di LPM I

Masih menurut pemilik JBM Bird Farm ini dikatakan bahwa sebenarnya ini semua merupakan peringatan bagi semua umat Islam diseluruh Indonesia, agar kita selalu ingat bahwa semua juga akan menyusulnya alias mati, tidak diketahui kapan, bisa siang ataupun malam, jam berapa dan dimana. kita tidak mengetahuinya.

Untuk itulah Abah Faisol Syafiie secara pribadi atas nama sekeluarga minta maaf kepada semua teman-teman di seluruh Indonesia bahkan se Asia agar memberikan permohonan maaf yang tidak terbatas atas segala kekhilafan dan kekeliruan keluarga, baik yang disengaja ataupun tidak.

Abah Faisol (tengah) saat pose bareng Almarhum

“Kita semua tidak tahu umur kita berapa, kapan dan dimana akan meninggal dunia.  Saatnya kita berbuat kebajikan dan meninggalkan segala bentuk yang bisa menambah dosa,” harapnya. Mungkin kita lupa bahwa kematian kita makin hari, makin mendekati bukan sebaliknya makin jauh dan lama.

“Marilah wahai kawan-kawan semua umat Islam, tanpa terkeculi untuk segera menghentikan pertengkaran, hentikan saling menjatuhkan, hentikan sikap bermusuhan. Mari budayakan silaturrohmi,” ajak Abah Faisol Syafiie yang selalu aktif dan tidak pernah melewatkan melakukan sholat jenazah ketika ada suudara yang jauh meninggul dunia.

Lanjutkan Membaca

Copyright © 2019 Media Agrobur. Powered by agrobur.