Connect with us

Perkutut

Leman Surabaya, Tiga Puluh Lima Tahun Berkiprah Dari Satu Farm Pindah Ke Farm Lain, Kini Istirahat Menikmati Hari Tua

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tahun 1983 menjadi masa dimana seorang kung mania bernama Leman Sulaeman memulai menekuni hobi perkutut. Diakui olehnya bahwa ketika itu, hobi perkutut tidak seperti saat ini, agenda konkurs masih jarang tergelar dan jumlah peminat juga tidak terlalu besar seperti sekarang ini.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Leman saat hadir di konkurs garapan Raja BF Palembang

            H.Imam dan H.Atro Surabaya menjadi kung mania seangkatannya. Kelas yang dilombakan juga masih terbatas pada Kelas Senior dan Kelas Yunior. Dari satu lomba ke lomba lainnya, Leman mengaku selalu menjadikannya sebagai ajang untuk mempertontonkan perkutut orbitannya.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sukses serta gagal mengantarkan sang orbitan, menjadi catatan yang tidak akan pernah terlupakan. Belajar dari pengalaman dan beberapa orang yang dikenalnya, leman SSulaeman akhirnya merasa mampu untuk bisa menjadi kung mania yang siap untuk mengorbitkan burung dengan prestasi membanggakan.

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tahun 1994, ia dipercaya oleh Widodo Pribadi kung mania Banyuwangi untuk mengorbitkan burung miliknya dalam setiap lomba. “Perkutut yang pertama kali saya pegang adalah Terbagus, Terindah dan Bintang Timur/Sadewa milik Pak Widodo Pribadi Banyuwangi,” terang Leman Sulaeman. 

Advertisement
Advertisement
Menikmati sisa usia dengan istirahat tanpa aktif di perkutut

Soal prestasi, Leman mengaku bahwa setiap kali turun lomba, burung-burung tersebut selalu berhasil merangsek pada daftar kejuaraan. Kepercayaan yang diberikan Widodo Pribadi ternyata tidak mampu membuat dirinya harus selalu bersamanya. Karena yang pasti terhitung sejak thaun 1997, dirinya keluar dan bergabung dengan tuan barunya.

Ketika itu Putra Jaya Bird Farm Surabaya menjadi pilihan Leman. Tugasnya adalah mengatur ritme kandang ternak dan ambil bagian dalam perkembangan produksi ternak perkutut. Kebersamaan Putra Jaya Bird Farm hanya berlangsung satu tahun, karena pada tahun 1998, ia bergabung dengan Rindu Group Surabaya. Kala itu Leman dipercaya untuk mengorbitkan Hari Rindu dan Panji Rindu.

Hasilnya ternyata tidak mengecewakan. Dua tahun kedua perkutut ini orbitan di arena konkurs dengan nilai memuaskan. Hari Rindu dan Panji Rindu sukses mencatatkan prestasi terbaiknya sebagai langganan peraih juara pertama di Kelas Dewasa Senior dan Kelas Dewasa Yunior dari tahun 1998 sampai tahun 2000.    

Saat-saat moncer bersama orbitan di Piala Raja Yogyakarta

Lagi-lagi Leman Sulaeman harus pergi dari markas Rindu Group karena harus berlabuh di Millenium Bird Farm Surabaya milik Tirta. Kebersamaan ini berlangsung sampai 2003. Adapun burung yang berhasil diorbitkan adalah Super Millenium yang bertarung di Kelas Dewasa Senior.

Unirace Bird Farm Surabaya adalah persinggahan selanjutnya. Bersama farm milik Hendrik, dirinya tidak lagi mengorbitkan burung kelas lomba, namun hanya sekedar memasangkan indukan dan ikut jaga ternak. Lagi-lagi Leman harus meninggalkan Unirace Bird Farm karena harus menjalankan tugas baru di JR Bird Farm Surabaya.

Bergabungnya Leman bersama farm milik Djariyanto ini berlangsung mulai tahun 2006. Rurit dan Joyoboyo adalah orbitan yang sukses mengantarkan nama Djariyanto sebagai pemilik kedua burung berprestasi di arena konkurs. Rurit adalah petarung yang diturunkan di Kelas Dewasa Yunior dan pernah menyandang sebagai juara nasional tahun 2006.

Sesekali pegang perkutut untuk melepas kerinduan

Sedangkan Joyoboyo turun di Kelas Dewasa Senior dengan catatan prestasi langganan juara 1 pada tahun 2007. Setelah itu, Leman kembali menemukan juragan baru. Indra Bird Farm Surabaya adalah persinggahan untuk yang kesekian kalinya. Hal itu terjadi pada tahun yang sama yakni 2007.

Bersama Indra Bird Farm, dirinya sukses mengantarkan sang polesan yakni Jacko pada podium paling tinggi sebagai perkutut terbaik mulai tahun 2007 sampai 2008 di Kelas Dewasa Yunior. Kebersamaan dengan Indra Bird Farm bertahan sampai 2012 an. Lepas dari Indra Bird Farm, Leman mengaku vakum karena tidak ada jago yang bisa diorbitkan.

Sampai akhirnya ia ditarik oleh Memet Pertamina Surabaya pada tahun 2015. Bajul Ijo dan Pangeran adalah orbitan yang berhasil dia antarkan ke posisi puncak. Bajul Ijo tercatat sebagai juara nasional tahun 2016 di Kelas Dewasa Yunior dan Pangeran di Kelas Dewasa Senior. Tahun 2017 Leman pamit dan bergabung bersama Imoba Bird Farm Pondok Candra Sidoarjo sampai tahun 2018.

Moment yang tak akan pernah terlupakan oleh Leman Surabaya

Tahun itulah menjadi masa dimana Leman akhirnya memilih untuk istirahat. “Sudah waktunya istirahat karena sudah tua, ” tegas pria kelahiran 1950. Dari sekian burung orbitan yang paling berkesan adalah Terindah, Bintang Timur/Sadewa, Bajul Ijo dan Pangeran karena burung ini setiap lomba jarang tidak dapat juara 1.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.