Connect with us

Perkutut

LatNil Piyik Bulu Coklat Surabaya, Sosialisasi Ring P3SI Pusat, Dua Produk DAI Raih Podium Pertama dan Kedua

KONBUR Tayang

:

Gerakan sosialisasi sadar dan peduli ring P3SI dilakukan H.Nurul Imam bersama Pengda Surabaya, lewat kegiatan bertajuk Latnil Piyik Bulu Coklat yang digelar pada Kamis, 01 Juni 2023 di lapangan Pengda Surabaya di Jalan Simorejo Sari A. Acara berjalan lancar, aman dan sukses tanpa hambatan.

Abah Riman (tengah) bersama Ketua Pengda dan kung mania Surabaya

H.Nurul Iman atau yang akrab dipanggil Abah Riman mengatakan bahwa sudah waktunya komunitas harus mendukung penuh program P3SI Pusat dalam rangka mensosialisasikan ring peternak yang selama ini sudah didengung-dengungkan. Langkah ini dinilai sangat bagus dan baik bagi perkembangan, khususnya untuk organisasi.

“Kalau organisasi mau maju, maka harus selalu kita dukung, jika tidak pernah mendapatkan dukungan, mana bisa berkembang,” tegas Abah Riman disela-sela acara. Ide awal tercetusnya kegiatan ini disebabkan oleh masih adanya beberapa peternak yang belum menggunakan ring dengan beragam alasan.

Kung mania pendukung LatNil Piyik Bulu Coklat Surabaya

“Diadakaanya Latihan Dinilai ini semata-mata untuk menjalankan intruksi dari P3SI Pusat, bahwa semua burung wajib memakai ring P3SI. Maka kegiatan ini adalah bentuk mensosialisasikan himbuan dari pusat. Dengan ini Pengda Surabaya menjalankan intruksi tersebut,” terang Choirul Anwar selaku Ketua Pengda Surabaya.

Didukung penuh sekaligus sponsor tunggal Tomy Bird Farm Surabaya, akhirnya kegiatan ini bisa terlaksana. “Beberapa waktu lalu saya dihubungi Ketua Pengda Surabaya terkait dengan sosialisasi program ring peternak. Mereka ingin mensosialisasikan program ring, akhirnya saya adakan saja kegiatan seperti sekarang ini,” terang Abah Riman.

Meski tiket hanya Rp10 ribu, peserta tetap dapat jatah makan

Ditambahkan juga oleh pemilik Tomy Bird Farm ini bahwa kegiatan ini salah satu bentuk untuk mensingkronkan program pusat dengan pengurus yang ada di daerah. “Apa yang kami lakukan saat ini adalah mengikuti program pusat, supaya singkon. Kalau tertib kan enak,” sambung Abah Riman.

Karena kegiatan ini untuk pertama kalinya dilakukan oleh Pengda Surabaya yang didukung penuh Abah Riman, maka panitia tidak terlalu tinggi menargetkan. Agenda penilaian hanya membuka 1 partai yakni Piyik Bulu Coklat dengan bandrol yang sangat terjangkau yakni hanya Rp 10 ribu saja.

Drajat bukti kualitas produk DAI usia Piyik Bulu Coklat

“Ini kan program pertama kali, makanya kami tidak menargetkan terlalu tinggi, yang penting acara berhasil dan sukses memberikan edukasi kepada peternak dan peserta akan pentingnya ring sebagai program dari P3SI Pusat,” jelas Choirul Anwar. Lebih lanjut disampaikan bahwa tidak menutup kemungkinan kegiatan ini akan terus berlanjut.

“Kegiatan kali ini kan baru pertama, makanya akan kami jadikan acuan untuk menggelar kegiatan lanjutan, setidaknya kami sudah punya catatan dari kegiatan yang sudah dilakukan sebelumnya,” sambung Choirul Anwar. Kenapa hanya membuka Kelas Piyik Bulu Coklat. Ketua Pengda Surabaya kembali menambahkan bahwa semua harus berproses.

Suasana penjurian di Kelas Piyik Bulu Coklat berlangsung lancar dan aman

“Piyik Bulu Coklat adalah kelas paling muda dalam konkurs perkutut, makanya kami ingin mengawali dari hal yang awal dan muda dulu, jika nanti ada perkembangan dan berhasil, tidak menutup kemungkinan akan ada kelas lanjutan,” ungkap Choirul. Hal senada disampaikan Abah Riman.

“Kegiatan seperti ini akan kami gelar setiap minggu pada Hari Kamis, jam yang sama dengan harga tiket yang sama juga. Karena saya yakin ke depan kegiatan seperti ini akan sangat memberikan manfaat untuk yang lain,” yakin Abah Riman. Sementara itu dari dalam lapangna diinformasikan bahwa acara berlangsung sukses dan lancar.

Peserta yang berhasil menembus urutan juara 1 sampai 15

Cuaca cerah cenderung panas, mengawal proses penjurian dari awal hingga akhir. Empat babak penjurian, podium pertama dan kedua berhasil diriah produk DAI lewat aksi cantik Darjat yang digantang pada nomor 38 dan Stempel di nomor gantangan 36. Kemenangan Drajat produk DAI berhasil menembus urutan pertama berkat raihan bendera tiga warna pada babak ketiga.

“Alhamdulillah Drajat dan Stempel berhasil meraih juara pertama dan kedua, mudah-mudahan ke depan bisa terus berprestasi pada kelas yang akan diikutinya,” terang Choirul Anwar sang pemilik burung. di tempat ketiga ada Tsunami andalan H.Hatip perkutut ternakan NET yang berada pada nomor gantangan 09.  

Diakhir acara Abah Riman mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta yang telah hadir dan memberikan dukungan. Permintaan ma’af juga disampaikan jika selama acara, ada hal-hal yang kurang berkenan.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.