Connect with us

Perkutut

Latihan Dinilai Sidoarjo, Team Sikumbang Asik Sapu Bersih Podium Pertama, “Ritual Mandi” Jadi Hadiah Bonus

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Setelah sempat vakum karena dilakukan perbaikan, Lapangan Sikumbang Asik yang berlokasi di Pilang Wonoayu Sidoarjo kembali diramaikan oleh kehadiran kung mania. Seperti pada Minggu, 26 September 2021, lapangan yang sudah nampak tertata lebih rapi, nyaris dipenuhi oleh perkutut dari berbagai usia.

Peraih podium pertama dapat “hadiah tambahan”

Boy R mengaku bahwa hari tersebut lapangan Sikumbang Asik lagi mengadakan acara Latihan Dinilai. “Mohon ma’af kegiatan kami kali ini memang tidak tersebar secara luas, acara ini murni dadakan dan tidak pernah direncanakan sebelumnya. Kami spontan membuat agenda lima hari menjelang pelaksanaan,” ungkap pemilik Gong Liu Bird Farm Krian.

Rabu, 22 September 2021 seperti biasanya, lapangan tersebut digunakan untuk acara latihan seperti biasa. Nah, saat itulah muncul usulan dari rekan-rekan untuk mengadakan acara bagi mereka yang tidak berangkat menuju lomba. Usulan tersebut langsung direspon dan mereka yang kebetulan ada dilokasi langsung menyatakan keikutsertaannya.

Ritual mandi jadi pemadangan di Latihan Dinilai Sikumbang Asik

Lebih lanjut Boy R mengatakan bahwa gelaran ini dimaksudkan untuk persiapan menjelang ajang Sikumbang Asik yang rencananya akan dihelat pada Minggu, 03 Oktober 2021. “Ya, kami sebut Latihan Dinilai kali ini adalah uji pemanasan menjelang lomba pada minggu depan,” sambung Boy R lagi.

Rencana yang hanya membuka sedikit kelas, ternyata menjadi tiga kelas yang meliputi Kelas Dewasa Bebas, Piyik Yunior dan Piyik Hanging. Seluruh tiket yang disediakan panitia nyaris tidak menyisakan satu lembarpun. Selama acara penjurian berlangsung, tidak nampak adanya kendala dan hambatan.

Tak bisa mengelak dari serbuan tukang siram

Seluruh proses berjalan sesuai harapan. Empat babak penjurian yang dibuka membuka kesempatan kepada para peserta untuk lebih menampilkan kemerduan suaranya saat berada di atas kerekan ataupun gantangan. Cuaca cerah semakin menambah semangat peserta dan juga perkutut yang ikut ambil bagian di masing-masing kelas.

Sampai akhirnya saat penentuan kejuaraan diumumkan, dari tiga kelas yang dibuka, podium pertama berhasil diboyong Team Sikumbang Asik lewat aksi maut sang orbitan mereka. Gelaran kali ini seakan menjadi ajang pamer jawara andalan Team Sikumbang Asik yang selama ini eksis meramaikan dunia hobi perkutut tanah air.

Santrine pastikan podium pertama Kelas Dewasa Bebas

Perolehan podium pertama pada Kelas Dewasa Bebas, berhasil dipersembahkan Santrine amunisi H.K.Taufiq Sidoarjo, perkutut bergelang Hanni yang dikerek pada nomor 54. “Alhamdulillah Satrine mau bunyi dan bisa meraih juara pertama di Kelas Dewasa Bebas. Mudah-mudah bisa terus berpretasi,” harap H.Taufiq.

Menyusul kemudian diurutan kedua dan ketiga, milik Budi S Sidoarjo bergelang CITO, yakni Terpesona sebagai juara kedua yang menempati kerekan 45 dan tempat ketiga berhasil diraih Brawijaya yang menempati nomor kerekan 61. “Hari yang membahagiakan bagi saya karena ternakan sendiri bisa meraih juara dua dan tiga,” terang Budi.

Hio ditetakan sebagai juara pertama Kelas Piyik Yunior

Di Kelas Piyik Yunior, juara pertama diraih Hio orbitan Budi Susilo Sidoarjo, perkutut ternakan The Mars yang menempati nomor kerekan 25. Dilanjutkan pada posisi kedua, Ambalat andalan M.Ibi Sidoarjo, produk ternak Discovery yang dikerek pada nomor 18 dan tempat ketiga ada Bimo milik Dozer Sidoarjo ring Dozer.

Untuk Kelas Piyik Hanging, Senandung Rindu aorbitan Teguh Krian ring ASW yang menempati nomor gantangan 16 ditetapkan sebagai peraih podium pertama, disusul kemudian Master andalan narko Surabaya ting WN Son pada gantangan 05 sebagai peraih juara kedua dan tempat ketiga menjadi milik Siliwangi amunisi Yanto Sidoarjo ring TDN pada gantangan 02.

Senandung Rindu dendangkan irama merdu di Kelas Piyik Hanging

Ada yang menarik dalam acara kali ini. Setiap peserta yang dinyatakan sebagai peraih juara pertama, maka wajib merasakan dinginnya air yang disiramkan oleh rekan-rekan mereka. Boy R mengatakan bahwa ritual tersebut wajib dirasakan oleh mereka yang terbukti juara pertama. Tidak ada penolakan.

“Kami sengaja memberikan tambahan hadiah bagi pada juara pertama dengan siraman air, agar mereka bisa merasakan bagaimana rasanya jika rekan-rekan mereka menyiramkan air pada seluruh tubuhnya,” ungkap Boy R. Meski rata-rata menolak, namun peserta yang spontan jadi tukang siram terus melakukan serangan.

Suasana Latihan Dinilai Sikumbang Asik Sidoarjo

Sampai akhirnya tak ada satupun peserta yang bisa lolos dari serangan tersebut. Ritual mandi ini seakan menjadi sebuah hubungan yang semakin mempererat tali persaudaraan diantara mereka. “Mudah-mudahan kami bisa terus bersama dan menyemarakkan hobi perkutut, khususnya untuk wilayah Sidoarjo,” harap Boy lagi.

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.