Connect with us

Perkutut

Latihan Dinilai Pengcam Kamal, Aturan Main Tegas, Juri Pilih Delima Sebagai Pemenang

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tiada hari tanpa kegiatan. Itulah kondisi hobi perkutut di Bangkalan Madura. Kung mania seakan tidak ingin melewatkan hari-hari tanpa berkumpul dengan sesamanya. Seperti kali ini, kegiatan komunitas pelomba dan peternak perkutut kumpul bareng di kediaman Ustadz Muhlasin Kamal Madura, Minggu 12 Desember 2021 dalam rangka ngerek bareng.

Panitia Latihan Dinilai pengcam Kamal pose bareng

Tidak ada acara khusus, karena agenda tersebut hanya untuk mengisi kekosongan waktu mumpung tidak ada even bersamaan di daerah sekitar. Abdul Manap, salah satu motor hobi perkutut Kamal mengaku sengaja menggelar acara dengan harapan membiasakan kung mania agar tetap semangat menekuni hobi perkutut.

“Kegiatan kali ini hanya Latihan Dinilai, kelas yang kami buka juga hanya kerekan bebas, peserta juga untuk kalangan sendiri, sehingga kami tidak mengudang banyak peserta,” terang Abdul Manap. Meski demikian, data yang masuk ke panitia, peserta yang hadir sebayak 65 orang. Dua juri diturunkan yakni Rudi dan Wawan.

Suasana penjurian berlangsung empat babak

Hadir dalam acaa tersebut Ketua Pengda Bangkalan, Ir.R.Moh.Mahmud. Kedatangannya sebagai wujud dukungan dan perhatian setiap kegiatan yang ada di wilayahnya. Setidaknya dengan rutin melakukan kunjungan ke setiap acara di tingkat Pengcam, maka Ketua Penga akan mengetahui langsung bagaimana kondisi di bawah.

“Kebetulan saya tidak ada acara, makanya sempatkan untuk bisa kumpul bareng kung mania. Saya juga ingin tahu bagaimana perkembangan hobi perkutut di tingkat bawah. Saya ingin mengetahui secara langsung, bukan dari laporan yang saya terima,” ungkap Ir.R.Moh.Mahmud.

H.Limarno Surabaya (kiri) sukses orbitkan Delima

Cuaca cerah membuat suasana begitu menggembirakan dan menyenangkan. Waktu yang diberikan untuk masing-masing babak seperti agenda lomba resmi yakni babak pertama dan kedua, 45 menit sedangkan babak ketiga dan keempat 40 menit. Sistem penjurian menggunakan 2 – 4 – 6.

“Saya ingin membiasakan peserta untuk mengikuti setiap kegiatan dengan aturan yang sudah terbiasa dilakukan di beberapa konkurs, sehingga kami nantinya bisa mengikuti aturan yang ada,” jelas Abdul Manap. Meski kegiatan ini hanya Latihan Dinilai, namun juri tetap bersikap profesional.

Peserta yang berhasil raih prestasi sebagai juara

Pantauan burung milik peserta benar-benar mendapatkan kawalan khusus. Rudi, salah satu juri yang bertugas bersikap tegas. Ketika ada burung yang tidak layak, tak ada kata pengecualian untuk mendapatkan nilai lebih. Bahkan burung yang sudah mendapatkan tanda usulan, jika ternyata tidak layak untuk naik, maka dengan seketika langsung dicabut.

“Saya ingin memberikan pembelajaran pada peserta bahwa burung yang tidak layak, jangan sampai mendapatkan nilai lebih. Biar mereka paham sampai seberapa kualitas burung miliknya,” ungkap Rudi. Lebih lanjut ditambahkan bahwa jika hal itu tidak dilakukan, maka peserta tidak akan bisa paham.

Suasana pengundian doorprize di akhir acara

“Kalau selalu diberikan kelonggaran, saya khawatir peserta tidak bisa paham dan berusaha untuk mendapatkan nilai lebih meski tidak layak,” sambung Rudi lagi. Setelah melalui empat babak penjurian, akhirnya ditetapkan posisi pemenang. Untuk juara satu, dimenangkan oleh Delima orbitan H.Limarno Surabaya ring Delima yang menempati nomor kerekan 31.

Dilanjutkan kemudian Anak Sumang andalan Tim Natural Bangkalan produk ternak CTP yang dikerek pada nomor 64. Urutan ketiga dimenangkan oleh Hotman Paris amunisi Abdul Manap Kamal ternakan Nofa yang berada pada nomor kerekan 55.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.