Connect with us

Perkutut

Latihan Dinilai Lantek Barat Galis Bangkalan, Formasi Pengadil Lengkap, Fatamorgana Bungkam 119 Lawan Sejak Babak Pertama

KONBUR Tayang

:

Sebanyak 120 perkutut usia muda, berhasil digantang dalam gelaran Latihan Dinilai Lantek Barat Galis Bangkalan pada Kamis 02 September 2021. Acara ini dilaksanakan sebagai bagian dari persiapan menghadapi even yang lebih besar selanjutnya dan terlebih khusus untuk menyongsong gelaran pada 12 September 2021 mendatang.

Ketua Pengda Bangkalan bersama pengadil dalam formasi lengkap

Samhaji selaku ketua pelaksana mengatakan bahwa Latihan Dinilai ini sebagai bagian dari upaya untuk memulai lagi hobi perkutut di Lantek Barat yang sempat vakum akibat pandemi Corona. “Lantek Barat sudah lama tidak ada lomba, makanya saya dan teman-teman memulai lagi agar tidak terus menerus vakum,” terang Samhaji.

Holik JBM selaku Ketua Pengcam Galis mengakui hal tersebut. “Selama ini kami hanya bisa latihan sendiri di rumah karena tidak boleh kumpul-kumpul, makanya sekarang kami berusaha untuk latihan meski hanya untuk hanging saja,” jelas Holik JBN. Hadir dalam acara tersebut, Ir.R.Moh.Mahmud, Ketua P3SI Pengda Bangkalan.

Saat Fatamorgana dinyatakan sebagai peraih juara pertama

Dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini sebagai ajang pemanasan menghadapi sederet even selanjutnya. “Liga Hanging Bangkalan akan segera digulirkan pada 12 September 2021, Latihan Dinilai kali ini saya rasa bisa menjadi ajang pemanasan,” pesan Ir.R.Moh.Mahmud.

Diharapkan dalam even kali ini agar seluruh peserta bisa menikmati gelaran tanpa menimbulkan polemik. “Mari kita menikmati acara pagi ini dengan hati, jangan mengedepankan emosi dan ambisi untuk meraih juara,” harap pemilik CTP Bird Farm Bangkalan.

Ustadz Rusdi (baju koko) tak over Fatamorgana dari CTP Group

Masih menurut Ir.R.Moh.Mahmud bahwa butuh kekompakan dan dukungan semua pihak untuk memajukan hobi perkutut, khususnya di Bangkalan sehingga bisa bersaing dengan daerah lain. “Saya kira kekuatan dan kekompakan akan menjadi salah satu modal bagi untuk untuk lebih maju dan berkembang,” sambung Ketua P3SI pengda Bangkalan.

Empat babak penjurian yang ditetapkan berlangsung tanpa kendala. Formasi pengadil yang diturunkan panitia terbilang lengkap, yakni meliputi Dewan Juri yang diisi Moh.Sholeh, Koordinator Juri dipilih Rudi dan Miftah sedangkan juri penilai adalah Wawan dan Parman. Menurut Siswoko Raharjo cara seperti itu sudah menjadi tradisi yang selalu dilakukan.

Peraih podium dibarisan pertama sampai sepuluh

“Setiap ada kegiatan, baik Latihan DInilai, Latber apalagi lomba, Bangkalan selalu menurunkan formasi Dewan Juri, Koordinator Juri dan Juri Penilai. Hal ini sebagai bentuk komitmen kami untuk berusaha untuk lebih baik dan Alhamdulillah semua berjalan sesuai dengan apa yang kami inginkan,” kata Siswoko Raharjo.

Cuaca cerah semakin menambah gayengnya proses penjurian. Beberapa peserta yang awalnya banyak diam, makin lama mulai memperdengarkan suara ketika orbitan miliknya berdendang. Setelah melalui proses perekapan, akhirnya ditentukan posisi kejuaraan untuk di kelas Piyik Hanging.

Peraih podium dibarisan sebelas sampai dua puluh lima

Podium pertama, berhasil diraih Fatamorgana. Perkutut ternakan CTP yang digantang pada nomor 88, sukses membungkam lawan sejak babak pertama dengan raihan bendera tiga warna. Tak satupun peserta yang menyamai perolehan nilai sama. Babak selanjutnya yakni dua sampai empat, Fatamorgana tampil tidak terlalu ngotot.

Raihan bendera dua warna hitam, nampaknya sudah cukup baginya untuk mempertahankan posisi aman dibarisan paling depan daftar kejuaraan. Tidak berlangsung lama, perkutut yang awalnya menjadi amunisi Group CTP, akhirnya berpindah kepemilihan karena di take over Ustadz Rusdi Tanah Merah.

Latihan Dinilai Lantek Barat Galis Bangkalan sukses

“Sejak awal saya memantau burung di nomor gantangan 88, saya nilai bagus, makanya saat ditetapkan jadi juara, saya langsung menemui Ra Mahmud untuk menyampaikan keinginan. Dan Alhamdulillah Ra Mahmud bersedia untuk melepas,” ungkap Ustadz Rusdi tanpa menyebut angka nominal namun dikatakan nilainya sangat fantastik

Ir.R.Moh.Mahmud sendiri ketika dikonfirmasi mengakui bahwa lepasnya Fatamorgana bertujuan untuk menyebarkan produk bagus. “Saya berharap semakin banyak kung mania yang punya burung bagus, sehingga mereka lebih semangat untuk selalu turun lomba,” papar Ir.R.Moh.Mahmud.

Dilanjutkan kemudian, pada posisi kedua dan ketiga, produk JBN BF Galis Bangkalan, lewat performa Betmin di podium kedua dan Era Baru diurutan ketiga. Betmin yang digantang pada nomor kerekan 28 membuyarkan kemenangan lawan pada babak ketiga. Awalnya Bermin dibabak pertama dan kedua, hanya meraih bendera dua warna.

Dua blok penuh sesak oleh kung mania Bangkalan dan Sampang

Namun siapa sangka, memasuki babak ketiga, performa yang ditunjukkan semakin menggila dan juri yang bertugas akhirnya memberikan nilai bendera tiga warna. Raihan bendera dua warna hitam di babak akhir, semakin mengukuhkannya untuk memastikan mengamankan posisi kedua.

Era Baru yang sejak awal sudah memiliki peluang untuk berada ditempat kedua, harus menelan kenyataan pahit karena raihan bendera dua warna hitam rata selama empat babak berturut-turut tak mampu mendongkrak posisinya untuk bisa bertahan pada posisi aman kedua.

Advertisement

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.