Connect with us

Perkutut

Latihan Dinilai Andeng BF Burneh Bangkalan, Perketat Penilaian, Naruto Jadi Favorit Pilihan Juri

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Latihan Dinilai Andeng BF yang digagas Drs.R.Sutardi Amirullah, MM di Lapangan Borneo Burneh Bangkalan menjadi kegiatan yang benar-benar mengikuti sistem penjurian yang sesuai aturan. Meski gelaran ini merupakan Latihan Dinilai, namun panitia tetap berpatokan pada aturan yang berlaku.

Drs.R.Sutardi Amirullah,MM (dua kiri) pelaksana Latihan Dinilai

Dalam sambutannya sebelum acara dimulai, Drs.R.Sutardi Amirullah, MM mengatakan bahwa meski Latihan Dinilai, namun penjurian tetap harus perpatokan pada aturan. “Saya ingin membiasakan peserta untuk tertib dan memenuhi aturan yang berlaku. Jangan ada pemikiran karena Latihan Dinilai, maka penjurian ada pengecualian,” jelasnya.

Masih menurut salah satu tokoh perkutut di Bangkalan, bahwa tetap wajib dilaksanakan. “Penilaian kali ini adalah mengutamakan kualitas suara burung dan kuantitas. Syarat kualitas ada suara depan, tengah dan ujung, serta irama. Sedangkan untuk syarat kuantitas adalah 2, 4 dan 6,” urai pemilik Andeng BF Bangkalan.

Pemberian masker pada peserta yang masuk daftar

Lebih lanjut disampaikan bahwa waktu penjurian juga berdasarkan aturan yang berlaku. Untuk babak pertama dan kedua adalah 45 menit, sedangkan babak ketiga dan keempat sekitar 40 menit. Waktu tersebut menyesuaikan dengan kondisi cuaca. Jika tidak memungkinkan, maka waktu bisa berubah sewaktu-waktu.

Poin lain yang diberlakukan dalam kegiatan ini adalah tidak ada peserta yang bisa memilih nomor kerekan. Panitia langsung membuat nomor, kemudian dimasukkan ke dalam toples. Setiap peserta yang mendaftar, langsung mengambil sendiri nomor dan tidak diperkenankan untuk menukar.

Pengambilan nomor kerekan dan tidak boleh ditukar

Pada saat mengambil tiket, peserta langsung mendapatkan masker plus konsumsi. “Saya ingin membiasakan kepada peserta untuk tertib dan mengikuti aturan yang ada, meski ini sifatnya Latihan Dinilai, tapi saya berusaha agar peserta terbiasa dengan cara yang sesuai,” sambungnya.

Masih menurut Drs.R.Sutardi Amirullah, MM, kegiatan ini dimaksudkan sebagai ajang silaturahmi dan untuk mengetahui prestasi burung yang dirawat. Setidaknya dengan adanya Latihan Dinilai, pemilik burung bisa tahu apa yang terjadi pada perkutut miliknya. Jika memang kurang, maka ada tindakan lain untuk meningkatkan performanya.

Latihan Dinilai Andeng BF Burneh Bangkalan

Sebaliknya jika sudah sesuai, maka tinggal mempertahankan saja. Sehingga nantinya kung mania sudah siap untuk melanjutkan hobinya pada jenjang yang lebih tinggi dan akbar. Pastinya peserta sudah terbiasa dengan aturan yang ada. Hadir dalam acara ini H.Moh Busro Pengurus P3SI Pengwil Jawa Timur bidang Litbang.

“Saya datang karena hobi, kebetulan hari ini tidak ada acara, sehingga bisa bersilaturahmi dengan teman-teman,” jelas H.Moh.Busro. Sementara itu perebutan berlangsung seru. Empat babak penjurian berlangsung lancar tanpa hambatan. Kelas Dewasa Bebas yang dibuka, akhirnya memilih Naruto orbitan Abd.Wahid Socah sebagai peraih podium pertama.

Naruto jadi pilihan favorit juri

Keberhasilan perkutut ternakan Nofa Bird Farm yang dikerek pada nomor 20 berkat raihan bendera dua warna hitam pada babak pertama, babak ketiga dan babak keempat serta dua warna pada babak kedua. Dilanjutkan kemudian Potensi perkutut yang merupakan andalan Soim Bangkalan.

Sukses produk ternak Amuse Bird Farm yang menempati nomor kerekan 47 berhasil direngkuh berkat raihan bendera dua warna pada babak awal dan dua warna hitam pada babak kedua, ketiga dan keempat. Di urutan ketiga ada Si Cantik yang merupakan milik Moh.Hafid Socah Bangkalan.

Peserta yang berhasil masuk 10 besar kejuaraan

Kemenangan perkutut ternakan MHF yang dikerek pada nomor 08 didapat berkat perolehan bendera dua warna hitam pada babak pertama dan kedua, serta dua warna pada babak ketiga dan keempat. Latihan Dinilai ini juga dihadiri kung mania pendatang baru, salah satunya adalah Budi Polres.

“Saya dulu dari burung ocehan dan sekarang pindah ke perkutut. Saya adalah orang baru yang ingin meramaikan hobi burung perkutut,” jelas Budi Polres. Meski masuk daftar pendatang baru, namun berbekal kemampuan memoles amunisi saat masih aktif di hobi ocehan/kicauan, bukan pekerjaan sulit baginya untuk mengorbitkan jago.

Amunisi bernama Mr.Bean produk ternak Amuses, langsung merangsek ke urutan Sembilan. “Hasil yang harus saya syukuri, mudah-mudahan prestasi selanjutnya bisa lebih baik,” harapnya. Hasil ini seakan menjadi penyemangat baginya untuk terus eksis menekuni hobi perkutut. 

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.