Connect with us

Perkutut

Latihan Bersama Berhadiah Tim Syiful Pamekasan, Hobi yang Tak Mampu Terhentikan, Podium Pertama Menjadi Milik Berlian, Anak Santri dan Nato

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Selasa, 15 November 2022, bertempat di Kolom H.Syafik Desa Potoan Dajah Pamekasan, sebanyak 145 ekor perkutut dari usia piyik sampai dewasa, ikut meramaikan gelaran Latihan Bersama berhadiah Tim Syiful Pamekasan. Kegiatan kali ini hanya membuka tiga kelas yakni Kelas Dewasa Bebas (38 ekor), Piyik Yunior (63 ekor) dan Piyik Hanging (44 ekor).

Ketua Pengcam, tokoh dan penitia berkumpul bersama

Agenda rutin kali ini juga menggunakan tiang kerekan yang masih terbuat dari bambu. Tiang kerekan yang terbuat dari bambu seakan menjadi bukti nyata sekaligus saksi nyata bahwa hobi perkutut yang mereka lakoni adalah wujud nyata kecintaan mereka akan sebuah hobi yang tidak bisa dipunahkan dan diakhir dengan perkembangan jaman.

Ketika banyak lapangan perkutut yang menggunakan tiang kerekan yang terbuat dari besi, mereka tetap bertahan dengan tiang bambu. “Bagi kami bukan tiang dari bambu atau tiang dari besi yang membuat  hobi perkutut tetap ada, tetapi semangat dan kebersamaan serta dukungan yang kuat, menjadi alasannnya,” terang H.Syafik selaku tuan rumah.

Dukungan penuh dari tokoh dan kung mania di Pamekasan

Karena hobi tidak bisa ditukar dengan sesuatu yang baru dan belum tentu bisa diterima oleh komunitas. Hadir dalam acara tersebut, dua Ketua Pengcam yang ada di Pamekasan, yakni Ustadz Wafa Pengcam Pegantenan dan Ustadz Mukmin Pengcam Palengaan. Tidak ketinggalan ada tokoh perkutut yakni H.Fathor yang merupakan penasehat kolom dan juga Ra Nur tokoh dari Papepro.

Jalin silaturrahmi lewat hobi perkutut

Eksistensi kegiatan tersebut memang luar biasa. Betapa tidak, penggalangan kung mania ditingkat bawah benar-benar berhasil meramaikan hobi perkutut di Pamekasan. Bahkan bisa dikatakan komunitas ini mampu memberikan warna tersendiri bagi perkembangan hobi perkutut di wilayah tersebut.

Moh.Hosnan, salah satu motor penggerak mengatakan bahwa ada keinginan yang kuat dari komunitas ini untuk tetap bertahan seiring perjalanan dan perkembangan hobi perkutut yang terkesan luar biasa. Bagi mereka perkutut adalah hobi yang tidak akan pernah ditinggalkan meski harus berjuang untuk tetap eksis dan bertahan.

H.Syihu Penasehat dan Ra Nur tokoh perkutut hadir memberikan dukungan

“Kami hadir sejak organisasi masih bernama Korda (Koordinator Daerah) sampai saat ini berganti dengan nama Pengda (Pengurus Daerah) tetap berjalan sampai sekarang, kami aktif untuk menyemarakkan hobi perkutut, khususnya untuk menggalang pemula agar bisa ikut bersama-sama di dunia hobi perkutut,” terang Moh.Hosnan.

Kebersamaan yang tidak akan lekang dimakan waktu

Lebih lanjut disampaikan bahwa setiap kali ada kegiatan serupa, Moh.Hosnan selalu berharap agar ada dukungan dari setiap Pengcam untuk terus mengaktifkan kegiatan di wilayahnya masing-masing, sehingga hobi perkutut di Pamekasan bisa terus terasa dan dirasakan oleh masyarakat, khususnya kung mania.

mempertahankan tiang kerekan dari bambu

Yang mungkin menjadi bukti kuat bahwa hobi perkutut tidak bisa tergusur dari tempat mereka adalah bahwa meski kegiatan dilakukan saat jam kerja, namun tidak mengurangi antusias peserta untuk meramaikan acara. “Saat ini cari jadwal sangat sulit, semua sudah penuh, makanya kami alihkan hari Selasa dan Alhamdulillah masih tetap ramai,” sambung Moh.Hosnan lagi.

Suasana penjurian di Kelas Piyik Hanging

Empat babak yang dibuka, berjalan lancar tanpa hambatan. Meski cuaca kurang mendukung namun tidak sampai mengurangi rasa nyaman dan enjoy para peserta dalam mengawal perkutut orbitannya, baik yang berada di atas kerekan ataupun gantungan. Diakhir acara, panitia mengumumkan hasil kejuaraan.

Untuk di Kelas Dewasa Bebas, juara pertama berhasil diraih oleh Berlian, amunisi H.Ahmad Pamekasan, ternakan Al Amin yang dikerek pada nomor 79. Dilanjutkan kemudian Mahesa, andalan Ahmad Pamekasan, produk ternak Ababil yang menggunakan nomor kerekan 99 dan temapt ketiga dimenangkan Tel Ko Tel orbtian Sharul Pamekasan ring MHDN yang berada di kerekan 86.

proses penyerahan kejuaraan bagi peserta yang berhak juara

Untuk Kelas Piyik Yunior, urutan pertama berhasil menjadi milik Anak Satri orbitan Rossi/Lukaku kung mania Pamekasan ring Ratu A2TB yang menempati nomor kerekan 37. Disusul kemudian Hanoman andalan Bambang Pamekasan, ring ZNF yang dikerek pada nomor 48 dan tempat ketiga ada Ultramin orbitan Ahmad Pamekasan ring Ahmad pada kerekan 08.

Di Kelas Piyik Hanging, juara pertama dimenangkan Nato orbitan Dadang Pamekasan, produk ternak Jihan pada gantungan nomor 35. Disusul kemudian Putri milik Sesep Pamekasan ternakan BI GG yang menempati nomor gantungan 36 dan tempat ketiga berhasil diselamatkan oleh Trobos milik K.Jazuli Pamekasan ternakan Trobos yang berada pada gantungan nomor 09.

Peserta yagn nampak bahagia menerima hadiah

Diakhir acara, segenap panitia mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta yang telah memberikan dukungan dan perhatian, sehingga acara bisa berlangsung sesuai harapan dan memenuhi keinginan. Permintaan ma’af juga disampaikan jika selama acara, ada hal-hal kurang kurang berkenan yang dirasakan oleh peserta.

Trending

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.