Connect with us

Perkutut

Latihan Berhadiah Pujangga Burneh Bangkalan, Dikawal Cuaca Mendung, Bintang Joget dan Ayu Akhiri Penjurian di Podium Pertama

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sebanyak 102 perkutut usia muda dan remaja, ikut ambil bagian dalam meramaikan Latihan Berhadiah Pujangga Bird Farm Burneh Bangkalan. Dua kelas yang dibuka (Piyik Yunior dan Piyik Hanging) penuh sesak oleh peserta. Tiket yang disediakan panitia, tidak menyisakan satu lembarpun.

Panitia bbersama juri yang bertugas

Kelas Piyik Yunior, diramaikan oleh 48 ekor perkutut, sedangkan 54 ekor perkutut muda, digantung pada blok Piyik Hanging. Lapangan Borneo Burneh yang dipilih menjadi lokasi acara, sepertinya tidak mampu menampung luberan peserta yang hanya berasal dari Bangkalan.

“Alhamdulillah hari ini peserta yang hadir sesuai dengan jumlah kupon yang kami sediakan,” terang Daim, selaku tuan rumah. Lebih lanjut pemilik Pujangga Bird Farm ini mengatakan bahwa jumlah tersebut disesuaikan dengan kerekan dan gantungan yang ada. Pertarungan yang diharapkan bisa lebih seru dan menegangkan, belum berhasil dihadirkan.

Drs.AMir,MM saat memberikan pengarahan sebelum acara di mulai

Cuaca mendung yang sejak awal sudah memayungi lokasi, sepertinya tidak mau beranjak pergi. Bahkan dibeberapa titik, ada yang kedapatan gerimis. “Saya tadi mau berangkat dari rumah, cuaca gerimis. Tapi karena saya niat lomba, maka saya tetap berangkat,” terang H.R.Jupri Zaini, salah satu peserta.

Suasana Latihan Berhadiah Pujangga Burneh Bangkalan

Hal yang sama juga disampaikan beberapa peserta lainnya. Berhubung cuaca tidak memungkinkan, panitia melakukan pengurangan waktu penjurian. Jika diawal penjurian menggunakan waktu stadart yakni 45 menit untuk babak pertama dan 45 menit babak kedua, di babak ketiga dan keempat, waktu yang disediakan hanya 30 menit saja.

“Berhubung cuaca kurang mendukung, maka panitia memutuskan untuk waktu penjurian babak ketiga dan keempat, masing-masing cukup 30 menit saja,” tegas Drs. Amir, MM Penasehat Borneo Burneh. Meski kegiatan ini hanya sebatas Latihan Berhadiah dengan bandrol tiket Rp 50 ribu, namun panitia berusaha memperketat penjurian berdasarkan AD/ART yang baru saja di sahkan.

RH.Jupri Zaini sukses orbitkan Bintang Joget di Kelas Piyik Yunior

Menurut Drs.Amirullah,MM ada diskualifikasi yang akan diberlakukan. Untuk kelas Piyik Hanging, diskualifikasi dilakukan total, artinya jika ada burung yang sudah menyentuh nilai 43 1/2 atau bahkan lebih, jika pada babak selanjutnya ternyata dinilai gacor dan pakor, maka bendera yang sudah didapat tidak akan berlaku.

Bintang Joget ditetapkan sebagai podium pertama Piyik Yunior

Sedangkan untuk di Kelas Piyik Yunior, diskualifikasi hanya diberlakukan perbabak saja. Setelah melalui empat babak, akhirnya diputuskan posisi kejuaraan. Untuk Kelas Piyik Yunior, podium pertama berhasil diraih Bintang Joget, amunisi RH.Jupri Zaini Bangkalan, perkutut bergelang HAL yang dikerek pada nomor 06.

Kemenangan ini diraih sejak babak pertama setelah meraih nilai bendera tiga warna. Raihan tersebut merupakan satu-satunya peserta yang meraih bendera tertinggi. Dilanjutkan pada podium kedua, Selera Muda andalan Holik JBN Galis, perkutut ternakan JBN yang menempati nomor kerekan 33 dan ditempat ketiga ada Tapak Suci Orbitan Ir.M.Arifin, MM Bangkalan, ternakan JBN yang ada di nomor kerekan 14.

Di Kelas Piyik Hanging, podium pertama berhasil diraih Ayu Orbitan Rukj Lengkok Galis, produk ternak Adella yang digantung pada nomor 42. Disusul kemudian Brantas amunisi Drs.Amir,MM Bangkalan, ring JBN yang ada di nomor gantungan 22 dan tempat ketiga dimenangkan oleh Marlena amunisi Mawardi Burneh, ternakan Ke’ Lesap yang digantung pada nomor 21.

Ayu peraih podium pertama di Kelas Piyik Hanging

Diakhir acara, panitia menyampaikan banyak terima kasih atas dukungan dan kehadiran peserta. Permintaan ma’af juga disampaikan jika selama acara, ada hal-hal yang kurang berkenan.

Trending

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.