Connect with us

Perkutut

Latbernil Burneh, Program Unggulan Pengda P3SI Bangkalan Jilid II, Makin Dekat Menuju Kung Mania Mandiri

KONBUR Tayang

:

Program Unggulan Pengda P3SI Bangkalan yakni memahamkan penggemar jadi peserta santun menuju kung mania mandiri jilid II kembali digelar pada Rabu, 8 Januari 2020. Masih mengusung tema yang sama yakni Latbernil (Latihan Bersama Dinilai), kali ini agenda kegiatan tersebut menggunakan lapangan milik Team Borneo Burneh.

Latbernil Burneh, Program Unggulan Pengda Bangkalan Jilid II

Daim sang pemilik lokasi mengaku senang bisa memberikan dukungan terhadap program Pengda P3SI Bangkalan. “Inilah bentuk dukungan kami untuk menyemarakkan hobi perkutut di Bangkalan. Kami baru bisa mengediakan lapangan untuk dipakai latihan. Mudah-mudahan apa yang kami berikan bisa bermanfaat,” terang Daim Borneo.

Dirinya mengaku bahwa kegiatan seperti ini harus tetap dilakukan demi menyemarakkan hobi perkutut. Ketua Pengcam Burneh, H.M Sholeh yang ditemui mengakui bahwa kegiatan seperti ini sangat membantu memunculkan semangat kung mania di Burneh pada khususnya dan Bangkalan secara keseluruhan.

Memahamkan kung mania menuju Bangkalan Mandiri

“Saya kira dengan cara seperti ini penghobi perkutut bisa lebih semangat dan yang pasti akan semakin paham bagaimana menekuni hobi perkutut yang sebenarnya,” jelas H.Sholeh. Lebih lanjut dirinya berharap bahwa kegiatan seperti ini akan semakin banyak peminatnya karena manfaat yang didapat sungguh berarti.

Siswoko Natural salah satu pengurus Pengda P3SI Bangkalan mengakui bahwa kegiatan ini akan memberikan manfaat banyak terhadap pada komunitas hobi perkutut yang ada di Bangkalan. “Kegiatan Latbernil bukan sekedar acara kumpul-kumpul dan ngerem burung, tetapi kita bersama-sama belajar memahami persoalan seputar lomba, semisal penilaian burung,” tegas Siswoko.

Pengkaderan juri menjadi paket yang diprioritaskan

Lebih lanjut dirinya berharap agar acara seperti ini bisa dimanfaatkan oleh peserta untuk menambah pemahaman mereka tentang perkutut karena acara ini membuka ruang bertanya sekaligus mengevaluasi terhadap performa burung miliknya yang kebetulan dikerek pada saat itu.

“Kami memberikan kesempatan lenuhi kepada peserta untuk bertanya kepada juri ketika ada burung miliknya ataupun burung milik orang lain, tentang kelebihan dan kekurangan burung tersebut,’ imbuh Siswoko. Persoalan seputar kenapa nilai burung tersebut bisa cepat naik, kenapa lambat naik dan hal-hal yang bersinggungan dengan penilaian burung.

Silaturrahmi bagian dari kegiatan yang rutin dilakukan Pengda

Karena yang pasti dalam kegiatan tersebut, hadir juri nasional yang dimiliki Bangkalan yakni Sholeh dan Rudi. Pengda P3SI Bangkalan sebenarnya menjadikan acara ini untuk diskusi secara langsung. Peserta diharapkan lebih aktif bertanya jika memang belum paham. Kegiatan ini juga menjadi ajang pembelajaran bagi juri muda.

Bangkalan makin mendekati menjadi Kung Mania mandiri

Ada dua orang juri muda yang hadir, mereka adalah Suparman dan Suhaimi. Lewat pelatihan-pelatihan seperti ini diharapkan bisa terus mengasah kemampuan mereka dalam menilai burung. Ketika nanti kemampuan mereka sudah dinilai mumpuni, maka kedua juri muda ini bisa menambah jumlah juri yang sudah dimiliki Pengda P3SI Bangkalan Langkah ini dilakukan sebagai salah satu program Pengda P3SI Bangkalan yang ingin mandiri, artinya Pengda Bangkalan berharap nantinya tidak lagi menggantungkan juri dari luar, karena sudah memiliki jumlah juri yang cukup dan juga peserta dari Bangkalan lebih santun karena mereka sudah paham.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.