Connect with us

Perkutut

Latber Wongsorejo Cup Banyuwangi (13/12): Jadi Agenda Terakhir Tutup Tahun, Liga Perkutut Banyuwangi Siap Digebyar

KONBUR Tayang

:

Latber Wongsorejo Cup Banyuwangi
LATBER PERKUTUT WONGSOREJO. Jadi agenda latber tutup tahun.
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sejak dilantik bulan Nopember 2019 lalu, P3SI Pengda Banyuwangi dibawa komando nahkoda baru, yaitu Aang Andrano. Terus mengembangkan sayap organisasi hobi tersebut sampai ke Pengcam yang ada di wilayah kota Gandrung Banyuwangi. Dengan menggelar latber perkutut di masing-masing Pengcam.

Setelah bulan Oktober 2020 kemarin, latber bertajuk “Pesona Kalibaru” sukses digelar oleh pengurus Pengcam Kalibaru. Minggu 13 Desember 2020 kemarin, giliran Pengcam Wongsorejo yang sukses mengemas latber bertajuk “Wongsorejo Cup” Banyuwangi.

KETUA PENGDA P3SI BANYUWANGI. Saat menyampaikan rencana liga tahun depan.

Dengan dimotori oleh Ust. Khorirul Anwar,bersama H.Ach.Ansori dan didukung oleh semua pengurus Pengcam Wongosorejo. Acara yang digelar di lapangan Hela BF Wongosorejo, Banyuwangi. Dengan membuka 1 blok kelas senior, 1 blok kelas piyik yunior dan 1 blok kelas piyik hanging itu juga berbuah sukses.

Saat dipersilahkan untuk memberi sambutan. Aang Andrano selaku Ketua P3SI Pengda Banyuwangi, mengaku senang dengan perkembangan hobi perkutut, khususnta di wilayah Banyuwangi saat ini.

SUSANA LATBER WONGSOREJO. Banyak pemain baru mulai merapat.

“Alhamdulillah, dari waktu ke waktu hobi perkutut semakin ramai. Bahkan banyak panghobi perkutut pemula yang mulai tertarik untuk menjadi bagian dari kung mania Banyuwangi. Ya mudah-mudahan perkengan dunia perkutut di Banyuwangi bisa tambah ramai dan semarak,” tegas Aang.

Dan perlu diketahui, lanjut Aang. Latber di Pengcam Wongsorejo ini gelaran yang terakhir di penghujung tahun 2020. Pasalnya untuk tahun 2021 nanti, Pengda sudah menyiapkan program baru. Yaitu myeniapkan Liga Perkutut Banyuwangi yang akan diputar bergiliran dari Pengcam ke Pengcam (5 Pengcam).

JUARA KELAS SENIOR. Bintang Timur masih cukup tangguh.

“Betul, itu program yang memang sudah lama kita rencanakan. Dan untuk puncak liganya nanti, akan digelar akhir tahun. Bertepatan dengan perayaan Hari Jadi Banyuwangi (Harjaba). Untuk mensukseskan liga nanti, saya kerjasama dari masing-masing Pengcam. Dan juga mohon dukungan semua kung mania Banyuwangi,” tegas Aang.

Sementara perjalanan latber sendiri persaingan cukup seru dan ketat. Baik di kelas senior, piyik yunior maupun kelas piyik hanging. Karena masing-masing jago,berusaha keras untuk bisa masuk diurutan nominasi kejuraan.

Namun ada yang menarik di kelas senior, khususnya persaingan untuk berebut posisi runner up. Karena untuk posisi terdepan, dari babak awal sampai babak empat. Bintang Timur (BT) milik H.Pri yang saat turun dengan performa terbaik. Rupanya cukup sulit untuk dibendung oleh jago-jago lainnya.

JUARA KELAS PIYIK YUNIOR. Milik Pasopati,

Jadi posisi runner up itulah yang masih bisa ada peluang untuk diperebutan oleh beberapa jago-jago. Ada Veloz Cantik andalan Imam TH,lalu ada Gandrung milik Susanto. Kemudian ada Ronggeng Osing milik Harsono dan ada Jihat milik Karyo.

Setelah melihat BT sudah tak terkejar lagi perolehan nilainya. Keempat jago-jago tersebut terlihat saling ngotot untuk bisa mendapat nilai tertinggi. Adu anggung pun terdengar bergantian antara Ronggeng, Veloz, Jihat dan Gandrung.

JUARA KELAS PIYIK HANGING. Liya jadi debutan baru.

Namun setelah melalui persaingan ketat, akhirnya Ronggeng Osing berhasil lolos dan mampu merebut posisi runner up. Dan disusul kemudian oleh Gandrung, lalu Veloz Cantik serta Jihat mengunci posisi lima besar.

Persaingan di kelas piyik yunior atau kelas setengah kerek juga tak kalah seru. Sejak peluit babak pertama, sudah terjadi saling kejar mengejar perolehan bendera. Tapi setelah melalui pertarungan seru dan ketat selama empat babak penuh. Pasopati milik ketua Pengda, rupanya berhasil mencuri kesempatan sebagai yang terdepan.

HADIAH UTAMA. dua ekor perkutut dan sepasang puter.

Sedangkan Bisma milik Rudy Hariyono, Lasmono andalan H.Samul. Aldine milik H.Pri serta Angklung Caruk andalan H.Noval. Harus puas mengekor dibelakang Pasopati dengan menempati posisi lima besar terbaik.

Selanjutnya untuk kelas piyik hanging. Liya yang digadang oleh Abdullah, nampaknya juga sukses merebut posisi terdepan. Lalu disusul kemudian oleh duet Joko Lulo dan Kendedes milik Bajigur. Sedangkan Kasodo milik Ir.Basuki Rahmat dan Kunir andalan Mai, harus puas menempati posisi empat dan lima.

Dikesempatan terakhir, ketua panitia Wongsorejo Cup menyampaikan banyak terima kasih, kepada semua yang hadir. “Betul, hanya itu yang bisa kami sampaikan dan mohon ma’af jika masih banyak kekurangan,” tutup ketua Panitia, menyerahkan hadiah kejuraan dan doorprize utama kepada para pemenang. *agrobur2.

Klik untuk memperbesar Daftar Juara.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.