Connect with us

Perkutut

Latber SIKUMBANG ASIK Sidoarjo Buka Kelas Piyik Hanging Bulu Coklat, Awong AW BF Siapkan Trophy dan Medali Khusus Bagi Pemenang

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kung Mania Sidoarjo yang tergabung dalam SIKUMBANG ASIK (Sidoarjo Kung Mania Bangkit), akan menggelar kegiatan pada Minggu 21 Maret 2021, di lokasi baru yakni Lapangan Pilang Wonoayu Sidoarjo. Ada yang menarik dari kegiatan kali ini, yakni munculnya Kelas Piyik Hanging Bulu Coklat.

SIKUMBANG ASIK, Kung mania Sidoarjo siapkan kelas khusus

“Beberapa waktu lalu saya ketemu Pak Awong AW BF Surabaya dan sempat mengusulkan untuk membuka Kelas Piyik Hanging Bulu Coklat, setelah saya rembuk dengan teman-teman di Sidoarjo, ternyata mereka setuju, akhirnya kami buka kelas tersebut di gelaran kami,” terang Budi Susilo Ketua Sikumbang Asik.   

Awong sendiri ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Alasan mengusulkan kelas tersebut dilatarbelakangi kondisi saat ini yang sangat memprihantinkan. “Selama ini gue lihat Kelas Piyik Hanging banyak piyik tua yang dilomba, Gue sangat prihatin melihat kondisi seperti itu, makanya gue usulkan untuk membuka kelas khusus,” ungkap Awong.

Menurut Awong kelas ini akan menjadi solusi terbaik bagi mereka yang selama ini menginginkan adanya fair play dalam melombakan kelas sesuai usia. “Selama ini kelas piyik tapi burung sudah tidak piyik lagi, makanya perlu dibuka kelas khusus,” lanjut pemilik AW Bird Farm Surabaya.

AWONG AW BF, pencetus kelas Piyik Hanging Bulu Coklat even di Sidoarjo

Sampai akhirnya muncul keinginan untuk membuka tersebut. “Kenapa tidak kita buka kelas Piyik Hanging Bulu Coklat untuk mengantisipasi orang-orang nakal yang mencari cela. Gue rasa dengan kelas khusus ini bakal rame, peternak yang punya burung yang benar-benar piyik dan berpotensi untuk lomba, bisa ikut dan merasa tidak dirugikan,” imbuhnya.

Hal yang sama dikatakan Budi Susilo. “Selama ini burung piyik muda harus berhadapan dengan piyik yang sudah usia, yang jelas piyik muda tidak mampu bersaing. Makanya saya berani menggelar dengan harapan menjadi awal yang bagus untuk menampung pemilik burung muda sehingga mereka bisa berlomba secara adil,” kata pemilik The Mars Sidoarjo.

Dikatakan oleh Awong ataupun Budi Susilo bahwa Piyik Hanging Bulu Cokalt ini tidak bisa dimanipulasi lagi oleh peserta, karena bisa dilihat secara fisik dari burung tersebut, apakah benar-benar piyik atau sudah berumur. “Gue kira sangat muda memastikan peserta di kelas ini, tigngal melihat apakah burung itu ada bulu coklatnya atau tidak,” tambah Awong lagi.

BUDI SUSILO THE MARS BF, siapkan realisasikan kelas khusus

Sehingga peserta tidak ada alasan lagi untuk mengikuti kelas tersebut jika burung miliknya tidak memiliki kritetria yang dimaksudkan. Menurut mereka usia piyik tersebut biasa berada pada angka maksimal 3 sampai 4 bulan. Ada juga yang sudah usia 4 bulan, warna coklat pada bulunya bisa hilang.

Untuk Kelas Piyik Hanging Bulu Coklat ini, panitia membuka dua blok gantangan, masing-masing blok berisi 42 burung. Awong sebagai pencetus ide juga menyumbangkan Trophy untuk peraih kejuaraan 1 sampai 15 plus medali untuk juara 1 sampai 3. “Trophy dan medali khusus untuk Kelas Piyik Hanging Bulu Coklat dari gue,” sambung Awong.

Lebih lanjut Awong mengatakan, agar awal dibukanya kelas khusus ini berjalan sukses sesuai harapan, diharapkan panitia memberikan porsi lebih pada kelas ini. “Gue harap ada panitia yang mengecek peserta kelas ini. Pastikan bahwa sebelum mendaftar burungnya benar-benar bulu coklat,” usul Awong.

KELAS HANGING masih diikuti peserta penumpang gelap

Begitu juga diakhir penjurian, ketika peraih kejuaraan sudah ditentukan, ada petugas khusus yang mengecek burung tersebut, apakah benar-benar bulu coklat atau tidak. “Kan bisa aja saat daftar burungnya bulu coklat, tapi kemudian ditukar dengan burung lain, makanya panitia perlu waspada dan benar-benar mengecek peserta yang juara di kelas ini,” kata Awong lagi.

Setidaknya partai perdana yang membuka Kelas Piyik Hanging Bulu Coklat harus sukses tanpa ada upaya dari peserta untuk mencari cela dan melombakan burung tidak sesuai dengan usianya. “Ini adalah pertama di Jawa Timur dan harus benar-benar sukses tanpa ada upaya merusak rencana,” katanya lagi.

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.