Connect with us

Perkutut

Latber Saba Cup 2021 Banjir Transaksi, Mahkota Raja, Joko Kendil dan Jendral Soedirman jadi Bintang Lapangan

KONBUR Tayang

:

de
Panitia Penyelenggara Saba Cup, Nengah Suarka, H Suryanto, Herlan Susilo dan H Achmad Thosan.
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Denpasar, mediaagrobur.com – Latber Saba Cup 2021 yang merupakan kolaborasi dua peternak besar di Bali yakni Sapta Windu BF dengan owner Nengah Suarka dan Baliku BF dengan pemilik H Suryanto berjalan sukses, Minggu, 21 Maret 2021 di Lapangan Semar Denpasar.

Latber Saba ketat menerapkan prokes Covid-19

Tidak saja jumlah peserta yang membludak baik di kelas piyik hanging yang membuka dua blok, juga di kelas piyik yunior dan dewasa bebas. Dengan juri-juri profesional di antaranya Mr. Joni Idris, Nyoman Darmaja alias Koming, Safei, Made, Tony, yang didukung juga juri muda bertalenta seperti Umar, Gde Sujana, dll menetapkan tiga gaco yang berhak menduduki posisi puncak. Di antaranya Mahkota Raja di kelas dewasa bebas, Joko Kendil menjuarai piyik yunior, dan Jendral Soedirman di kelas piyik hanging.

Jawara piyik yunior

Latber Saba ini semakin eboh, dimana ada dua transaksi burung dengan nilai fantastis usai lomba berlangsung. Mahkota Raja yang sebelumnya di tangan H Salim Andriyanto dari Maestro Bali kini dipinang Mr. Yoga Tabanan dengan nilai puluhan juta. Sedangkan Jendral Soedirman tetasan Tunggul Ametung juga dipinang Murry KJD BF dari Kampung Jawa Denpasar juga dengan nilai wah.

Jawara Dewasa Bebas

Selain itu, juga terjadi beberapa hal yang mengejutkan yang dirasakan kung mania. Seperti Made Mindradjaja yang tidak menduga tetasannya sendiri melejit di kelas piyik hanging di posisi runner up dengan nilai yang juga terbilang mewah. Begitu juga Suripto yang tak menyangka membawa pulang tiga trofi dari tiga gaconya yang diturunkan. ‘’Ngak nyangka bakal bawa tiga trofi,’’ ucap Suripto JBT tersenyum sumringah setelah sempat kecewa karena gacoannya yang sering juara lepas saat latihan di tempat ini.

Belum lagi kebahagiaan para pemenang doorprize yang jumlahnya banyak yang merupakan sumbangan dari kung mania sendiri. Para pemenang selain menerima medali untuk juara 1-3 juga trofi dan piagam penghargaan.

Suripto, antarkan Panglima sebagai runenr up di kelas Piyik Yunior

Nengah Suarka dan H Suryanto yang melihat antusias kung mania untuk menghadiri latber Saba Cup ini merasa bersyukur dan berterimakasih kepada kung mania yang sudah berkenan hadir memenuhi undangan. Seraya memohon maaf jika selama latber ada hal-hal yang kurang berkenan. Herlan Susilo yang ikut mengemas bersama Sekretaris Pengda P3SI Bali H Achmad Thosan juga merasa bangga dan bersyukur. Di tengah usaha mengawasi kinerja juri agar maksimal di lapangan, selain menunjukkan burung-burung yang benar-benar layak menyandang gelar juara juga mampu meyakinkan kung mania untuk hadir di lapangan. Transaksi dengan nilai fantastis yang langsung terjadi di lapangan sebagai bukti betapa latber itu diakui kualitasnya.

Untuk menduduki posisi puncak di latber ini, para kontestan melalui pertarungan yang sangat ketat di tengah terik matahari yang menyengat. Seperti di kelas piyik hanging dengan membuka dua blok. Jendral Soedirman yang berhasil menenangkan pertarungan harus berjuang keras untuk tampil terdepan.

Jendral Soedirman (JS) yang digantung di nomor 08 sejak start babak pertama langsung tancap gas mengantongi tiga warna bersama Joko Tarub asuhan Suparlan di gantangan 14. Di babak kedua JS kembali bertahan di tiga warna begitu juga Joko Tarub dan disusul Kuda Liar milik Mindradjaja di gantangan 58.

Jendral Soedirman, juarai kelas Piyik Hanging

Di babak ketiga usai istirahat, JS semakin edan. Langsung menyodok ke tiga warna hitam. Kuda Liar tak mau ketinggalan, pelan-pelan akhirnya berhasil meraih tiga warna hitam.

Pertarungan menentukan terjadi di babak keempat. Sama-sama mengantongi tiga warna dan tiga warna hitam, JS yang tampil perfoma pelan-pelan akhirnya meraih tiga warna hitam. Kuda Liar tak mau ketinggalan. Namun Kuda Liar sudah berusaha menunjukkan kualitasnya, waktu yang membatasi sehingga  hanya mendapat tiga warna dan menduduki posisi runner up. Sebagai hadiah, Midra pun sedikit terkena guyuran air dari peserta.

Di kelas piyik yunior pertarungan tidak begitu menonjol. Banyak gaco yang tidak sanggup memenuhi jumlah suara sempurnanya sehingga hanya mentok di dua warna hitam. Namun satu di antaranya begitu melejit yakni Joko Kendil milik Suparlan di gantangan 84. Di babak pertama langsung menyodok tiga warna.  Sempat meraih dua warna hitam di babak kedua namun akhirnya kembali mendulang tiga warna di babak ketiga sekaligus mengantarkan di posisi puncak.

Joko Kendil, jawara Piyik Yunior

Joko Kendil disusul Panglima milik Suripto JBT yang digantang di nomor 94. Panglima stabil dengan empat kali berturut-turut meraih dua warna hitam. Kurang kerja menjadi kendala untuk naik ke penilaian lebih tinggi.

Di laga dewasa bebas, Mahkota Raja milik Yoga Tabanan tak terbendung menduduki posisi puncak setelah tiga kali berturut-turut meraih tiga warna. Gaco yang sebelumnya di bawah asuhan H Salim Andriyanto langsung ditake over dan sejak kemarin sudah berada di Manik Mas Team.

Mahkota Raja, juara di kelas Dewasa bebas

Mahkota Raja mendapat perlawanan dari Al-Fatih yang tiga kali berturut-turut mengantongi dua warna hitam dan di babak penutup menyodok tiga warna.

Setelah didahului undian doorprize ditutup dengan penyerahan medali, trofi dan piagam penghargaan kepada para pemenang. (gde)

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.