Connect with us

Perkutut

Latber New Normal Madiun, Ajang Pembuktian Pendatang Baru, Medo Rahayu, Master Piece dan Xixi Jadi Pilihan Favorit Juri

KONBUR Tayang

:

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lapangan Pengda P3SI Madiun di Jalan Larasati1 menjadi ajang pembuktian para debutan menghadapi para seniornya yang sudah hadir terlebih dahulu di arena konkurs. Sepertinya pengalaman tanding dan jam terbang yang minim, tidak menyurutkan langkah new comer ini untuk tampil memberikan tekanan.

Duet maut, Fauzi sang perawat dan Aming peternak sukses

Cuaca cerah semakin memungkinkan bagi mereka untuk bisa tampil menunjukkan performa sebenarnya, agar juri menuliskan angka nilai paling tinggi untuknya. Tiga kelas yang dibuka, masing-masing peserta berusaha untuk bisa mengakhiri penjurian dengan kabar menyenangkan sebagai peraih podium. Namun bukan pekerjaan mudah dan gampang untuk bisa lolos sebagai pemenang.

Para peserta harus bergelut dengan ketatnya persaingan dalam perebutan posisi podium di barisan paling depan. Empat babak penjurian, nampaknya sudah menyediakan waktu sangat lama untuk bisa memperlihatkan penampilan terbaiknya. Juripun yang ditugaskan berusaha memberikan nilai sesuai dengan apa yang dilihat dan didengarkan.

Junaedi dan nawang Triton sukse menembus juara

Kemenanganpun tiba ketika penjurian babak keempat berakhir yang dinyatakan dengan peluit panjang. Untuk di Kelas Dewasa, Medo Rahayu orbitan Edy S Medan bergelang Raru Samokar yang dikerek pada nomor 77 ditetapkan sebagai peraih podium pertama. Disusul kemudian oleh Kion amunisi anyar Ko Junaedi Surabaya pada kerekan 92.

Peserta yang sukses meraih juara di kelas yang diikuti

“Kion adalah burung baru yang saya dapatkan, meski belum banyak turun lomba tapi sudah menunjukkan kualitasnya sebagai burung lapangan,” terang Ko Junaedi. Colombus andalan Team Jupiter Surabaya yang dikerek pada nomor 63 nampaknya kali ini tidak bisa memperlihatkan kehebatannya. Perkutut bergelang Alexander ini tampil kurang menyakinkan.

“Columbus kali ini kurang tampil bagus, kurang gacor,” ungkap Aming sang peternak dengan kalimat singkat. Tri Star amunisi Nawang Triton Surabaya yang menempati nomor kerekan 68 juga mengalami penurunan performa. “Tri Star kurang kerja, saya saya senang karena bisa kumpul sama rekan-rekan,” jelas Nawang.

Santos (kiri) sukses lahirkan Xixi dari kandang SNT miliknya

            Di Kelas Piyik Yunior, Master Piece orbitan Hendra Trans Blitar perkutut ternakan Jupiter yang dikerek pada nomor 34 menyelesaikan penjurian dengan podium pertama. Menyusul kemudian Malika andalan Deemas Sidoarjo ring Pacific Mentari yang menempapti nomor kerekan 08 sebagai pemenang kedua.

Peserta yang berhasil menembus urutan juara

“Malika adalah burung baru, jam terbang dan pengalaman masih minim, tapi sudah menunjukkan kualitasnya, mudah-mudahan kedepan makin bagus lagi,” harap Deemas. Sarlena milik Tony Dhetira Jombang produk ternak Dhetira yang dikerek pada nomor 19 berhasil meraih posisi ketiga. Dikatakan Tony bahwa Sarlena juga merupakan burung pendatang baru.

Dan urutan keempat ada Nonik milik Bhim Arie Jombang ring Light Bhim yang menempati nomor kerekan 15.  Di Kelas Piyik Hanging, Xixi orbitan paling anyar SNT Bird Farm Surabaya ternakan SNT yang digantang pada nomor 44 ditetapkan sebagai peraih podium pertama. “Awal yang bagus, burung baru dan bisa meraih prestasi bagus di Madiun,” terang Santos sang pemilik.

Yeam Bulldog Surabaya masih meloloskan orbitan miliknya

Urutan kedua Selendang andalan Mat Pendekar Sidoarjo ring Daiken Layana yang menempati nomor gantangan 46. Bejo milik Udin Ponorogo yang menempati nomor gantnagan 56 sebagai juara ketiga. Dan juara keempat diraih Kumboro orbitan Team Bulldog Surabaya produk ternak Cak Goendul.

Advertisement
Klik untuk Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 Media Agrobur. All Right Reserved.